Kembalinya Magic Assassin

Pertemuan Dua Elit Dark Head

Pagi hari, berita menghilangnya perusahaan Emas Maju menjadi berita kriminal paling tinggi di negara ini. Media sudah banyak menyelidiki hal itu, penyerangan perusahaan yang berujung pada kematian begitu banyak orang di dalam perusahaan tersebut.

Media dan polisi sibuk mengidentifikasi, kenapa perusahaan Emas Maju bisa mendapatkan serangan dan mereka semua dibunuh. Apakah hal itu memiliki motif persaingan atau balas dendam. Perusahaan itu bergerak dalam bidang pertambangan, jadi kenapa mereka bisa diserang.

Dan, lebih membuat informasi gempar adalah. Tanda yang ditinggalkan pembunuh pada bos dari perusahaan Emas Maju. Tanda kepala burung dan ada dua sayap di bawahnya. Itu adalah tanda baru untuk ditinggalkan sebagai barang bukti. Apakah ada pembunuh yang sudah dibayar untuk melakukan penghabisan pada semua orang di perusahaan tersebut?

Media membuat beberapa interpretasi, di antaranya bahwa perusahaan itu telah menyinggung pengusaha besar. Dan, akhirnya mereka dimusnahkan. Ada juga yang membuat analisis, tapi itu hanya sedikit. Hal itu adalah, karena perusahaan Emas Maju merupakan usaha formalitas. Dan, mereka sesungguhnya adalah rumah pembunuh. Hal itu disampaikan dengan sangat hati-hati. Mengingat, semua barang bukti sudah dihilangkan saat para wartawan datang untuk meliput.

Kecurigaan demi kecurigaan terjadi, bahkan para Polisi belum buka suara soal terbunuhnya banyak orang di perusahaan Emas Maju.

***

”Mereka akan datang malam ini, Bagas!” suara dari seberang telepon. Itu adalah suara Khalid. Mereka yang dimaksud adalah pembunuh yang sudah dipersiapkan untuk membunuh Mahmud dan Bagas.

”Baik, paman Khalid. Aku akan memberitahukan hal ini pada James. Dan, fokuslah pada tugas anda. Anda akan dicurigai jika ikut terlibat!”

Klik!

Dari seberang sana, Khalid membenarkan kata-kata Bagas. Hanya saja, kenapa Bagas terkesan seperti senior baginya. Dia sudah menjelma seperti James saat memberinya arahan. Entahlah!

Apakah memang James memiliki hubungan yang spesial dengan Bagas? Itu bisa saja terjadi. Karena, selama ini James sering bertugas dan keluar. Sebagai seorang pembunuh, mereka harus menyelesaikan tugas. Bahkan, jika terkadang tugas itu harus menghabiskan waktu berbulan-bulan sekalipun.

Satu tugas pembunuh, jarang akan dihindari. Dan, meskipun bersama dalam satu organisasi. Khalid jarang bertemu dengan seniornya itu. Kecuali, saat-saat tertentu.

***

Organisasi pembunuh di semua tempat gelisah, mereka semua tak mengerti apa yang terjadi pada organisasi Black Monster. Mereka adalah mesin pembunuh dengan penilaian tingkat satu. Tingkat elit organisasi pembunuh dan mereka bekerja rahasia, tujuh organisasi pembunuh memperhitungkan dengan baik.

Apa rencana di balik penyerangan Black Monster. Dan, siapa di balik Assassin yang memberikan tanda kepala burung elang?

Apakah ini berhubungan dengan Shadow Eagle? Dark Head tidak mungkin percaya pada hal itu. Mereka sudah memastikan bahwa James yang pernah menjadi bagian dari mereka sudah dipastikan mati. Namun, ada seorang pembunuh yang kini meninggalkan tanda, bahwa seolah Shadow Eagle kembali untuk menghabisi organisasi pembunuh! Apa motif dari penghapusan Black Monster?

Di sisi lain, malam itu. Pembunuh dari beberapa organisasi yang tergabung. Mereka semua sedang mengincar keluarga Tuan Mahmud. Mereka sudah berkumpul sekitar satu kilometer dari kediaman Tuan Mahmud.

Mereka semua sudah bersiap, menyiapkan mobil-mobil tertutup. Delapan organisasi pembunuh sudah datang, dan terakhir, satu mobil hitam besar datang ke sebuah gudang sunyi. Mobil itu berhenti.

BROOOOMM! CIIIIIIIT!

Tiga orang keluar dari mobil itu, tujuh organisasi pembunuh mengirimkan setidaknya lima orang dari masing-masing organisasi menyambut mereka. Tiga orang itu adalah pemimpin dari misi pembunuhan kali ini. Mereka adalah; Solam yang merupakan elit dari lima tertinggi di Dark Head, dua lainnya adalah Rakesh dan Katherine. mereka bertiga memakai jas dan masker.

Tiga puluhan pembunuh dengan kemampuan tinggi dari masing-masing rumah pembunuh memberi hormat pada tiga orang yang baru datang. Mereka semua sudah bersiap.

”Kita akan berangkat, meskipun tanpa Black Monster. Kami yang akan membagi semua jarahan, dan ikuti instruksi dari kami,” suara Solam. Dan, semua orang di sana tidak ada yang berani membantah ucapannya.

Semua tahu, siapa Solam. Tembakan dan gerakannya sangat cepat, dia sangat terlatih dan terkenal dalam dunia Assassin.

”Baiklah, Tuan Solam,” kata Nero mewakili semua rekan dari rumah pembunuh.

”Kita berangkat sekarang! Kita hanya membunuh satu semut, tapi cukup sulit karena target kita menyewa banyak pelindung. Mereka sudah tahu kalau ditargetkan. Namun, selama ada Solam. Misi ini dipastikan berhasil!”

Solam berkata dengan senyuman sinisnya.

”Baik, tuan Solam!”

Mereka pergi, beberapa mobil sudah bersiap. Mereka sudah memastikan target, dan butuh kerjasama dalam hal ini. Mereka seharusnya bersama dengan kelompok dari Black Monster. Namun, itu hanya soal kecil.

Brooooommm!

Mereka semua berangkat, waktu menunjukkan pukul 11 malam. Dan, mereka berangkat karena bayaran dari Romi besar untuk mereka semua. Bahkan, Romi menggunakan kontrak jiwa dengan kelompok Dark Head. Romi akan mendapatkan warisan besar setelah tuan Mahmud terbunuh, dan uang itu akan digunakan Romi untuk membayar senilai besar pada Dark Head.

Dark Head mendapatkan informasi kalau Mahmud sudah menyewa pasukan khusus dari pertahanan. Jadi, dalam beberapa hari ada puluhan prajurit khusus yang menjaga Mahmud, dan menjaga rumahnya ketika Mahmud di rumah.

Serangan dari delapan organisasi pembunuh ini, benar-benar serangan terbuka. mereka memarkir mobil mereka semua hanya di ujung perumahan besar Tuan Mahmud. Mereka semua turun dan mengeluarkan senjata mereka semua. Solam memberikan perintah untuk serangan terbuka, dia ingin menyelesaikan tugas ini dengan cepat.

Solam tidak ingin mendapatkan gangguan dari polisi setempat, mereka harus menyelesaikan dan segera mendapatkan tugas lainnya. bagi Dark Head, satu tugas adalah tugas yang harus penting dan tidak boleh menyia-nyiakan waktu.

Mereka adalah assassin tingkat tinggi, setiap satu detik adalah uang jutaan dollar.

Serangan langsung, tanpa persiapan dan strategi. Pasukan khusus yang ada dan menjaga tuan Mahmud hanya dianggap semut oleh mereka semua.

Pasukan itu langsung menyerang, empat penjaga khusus di depan kaget karena kedatangan begitu banyak orang dan sudah mengarahkan senjata. Empat penjaga itu bergerak untuk menggerakkan senjatanya, tapi mereka semua terlambat. Musuh mereka adalah assassin yang sudah terlatih.

DOR!

DOR!

DOR!

Dua tembakan dari Solam langsung menembak dua penjaga sekaligus. Kecepatan serangan Solam sudah tidak diragukan. Bahkan, dia bisa menembak seseorang target yang berada di belakang tiang sekalipun. Dia bisa membunuh dengan membelokkan peluru saat dilepaskan.

Bruk!

Bruk!

Empat orang sudah jatuh, mereka semua menyerbu masuk di rumah mewah tuan Mahmud. Pintu besar terkunci rapat. Mereka memasang bom, dan dalam beberapa detik saat mereka mundur. Pintu itu hancur.

BOOOOMMMM!

Mereka semua masuk dan menyerang ke dalam, memasang semua senjata dan dipersiapkan untuk menjatuhkan siapapun yang menjaga rumah mewah itu. Semua masuk dan bergerak, Solam berada paling belakang. Dan, mereka semua  masuk ke ruangan besar.

Wooossshh!

Suasana sangat hening, tidak ada siapapun di ruangan besar itu.

”Apakah rencana kita bocor, tuan Solam?” suara Katherine melihat semua sudut ruangan itu. Tidak ada siapapun, bahkan suara sangat sunyi. Rumah itu seperti rumah tanpa penghuni.

”Periksa ke ruangan tuan Mahmud!” perintah Solam.

Beberapa orang masuk dengan cepat, mereka sudah mendapatkan peta lengkap tentang kediaman besar di rumah tuan Mahmud. Saat tujuh orang bergegas masuk lebih dalam, mereka semua tiba-tiba melihat salah satu sosok serba hitam yang melewati tujuh orang yang menyerbu masuk.

Wooooosshh!

Slap! Slap! Slap!

Bruk! Bruk! Bruk!

Sosok berjaket hitam dan memakai topeng, dia melewati tujuh pembunuh sekaligus dan melewati mereka semua dengan kecepatan tinggi

[Ultimate Magic Assassin, skill dan kekuatan diaktifkan]

”Apa kabar, Solam! Apakah kamu ingin mati di sini?”

Solam melihat sosok yang kini berdiri tegak dengan pakaian serba hitam, dia adalah ...

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!