Kembalinya Magic Assassin

Bertemu Pembunuh Ibunya

Para Assassin di organisasi pembunuh Black Monster kaget, mereka mendengar suara tembakan dan segera mempersiapkan senjata mereka.

Saat mereka melihat di gerbang, mereka telah melihat dua penjaga di depan sudah dijatuhkan oleh sosok yang mengenakan topeng. Dia mengenakan jaket. Sosok itu berdiri di depan kantor organisasi Black Monster yang tersembunyi

Ini adalah serangan!

”Cepat menyerah! Apa sebenarnya tujuanmu ke sini!” teriak salah satu penjaga.

”Aku adalah, Malaikat pembasmi Black Monster!”

”Sialan, habisi dia!”

DOOR! DOOR! DOOR!

[Assassin Step diaktifkan, kecepatan anda meningkat dari kemampuan assassin yang dimiliki]

Puluhan ditembakkan dengan suara yang memekakkan telinga. Suara tembakan berbarengan, mengincar satu orang bertopeng burung.

Wooossh! Wooosh! Woosh!

Bagas menghindari peluru dan berlari dengan cepat ke arah gerbang. Kecepatannya, hampir tak bisa diikuti mata. Para pembunuh di gerbang, mereka kesulitan untuk mengarahkan tembakannya. Akhirnya, rentetan tembakan terdengar bergemuruh dan arah serangan yang terkesan tak karuan.

Bagas meliuk dan mencapat pagar, dia melompat ke arah dinding. Ada undakan di sana.

Tap!

Woosh!

Bagas salto di udara, kepalanya di bawah dan mendapatkan salah satu dari mereka. Bagas turun dan mendapatkan kepala salah satu pembunuh yang memegang senapan.

Crak!

Penjaga itu jatuh, Bagas memutar tubuhnya. Mendapatkan senapannya. Dan, seorang pembunuh seperti James, jika sudah memegang senapan. Maka, tak ada ampun bagi seorang pembunuh super cepat. James yang menjelma dalam tubuh Bagas, memakai topeng burung. Dan dalam sekejap.

DOR! DOR! DOR!

Bagas memutar tubuhnya, kelebatan hitam dari jaketnya tersorot bulan di malam hari. Dan, percikapan api menghabisi puluhan pembunuh yang berada di atas gerbang tersebut. Gerakan Bagas sangat cepat, melompat dan berlari di antara pagar. Bagas melompat memasuki halaman depan pintu besar yang nampak seperti sebuah perusahaan.b

Bruk! Bruk!

Bersamaan dengan itu, para penjaga berjatuhan. Bagas mengambil salah satu tubuh dari penjaga, mengangkatnya dan melemparkannya ke pintu kaca.

PRANG!

Pintu hancur dan kaca berserakan. Ini adalah misi pertamanya, untuk membalas dendam. Kali ini, dendam Bagas dan Ibunya. Dia harus segera membereskan semua anggota dari Black Monster. Mereka harus membayar mahal atas kasus yang merenggut nyawa Ibunya. Mereka tak boleh diberikan ampun, agar Ibunya tenang di langit sana.

Klap! Klap!

Bagas masih memegang senapan dan masuk melalui kaca yang sudah pecah. Dari kejauhan, beberapa orang kaget dan berlari. Mereka semua sudah mendengar adanya suara tembakan, mereka sudah membawa senjata dan bersiap. Ada yang membawa senapan dan ada yang membawa senjata lainnya, seperti; tongkat pemukul, pisau, pedang dan lain sebagainya.

Bagas tetap berjalan penuh percaya diri, dia adalah pembunuh dengan seratus persen ketenangan. Bagas mulai mempercepat langkahnya, dan melesat ke arah para pembunuh yang datang.

Wooosh!

Dor! Dor! Dor!

Bagas melihat dengan katajaman matanya.

[Eye Assassin diaktifkan, melihat objek dengan kemampuan seratus kali lipat digandakan]

Bagas menghindari peluru, memutar tubuhnya, menunduk dan memutar kakinya. Dia mencapai salah satu penyerang yang menggunakan pisah.

Bug!

Saat pembunuh hendak mengayunkan pisaunya ke arah Bagas, dia sudah lebih dulu terkena tendangan kuat di wajahnya. Serangan kaki Bagas begitu cepat dan tidak bisa diatasi pembunuh tersebut.

Brak!

Penjahat itu bergulingan, punggungnya membentur dinding dan dia tak bangun lagi. Tiga orang menyerang sekaligus, menggunakan tongkat pemukul dan pedang. Bagas menghindari sabetan pedang, memutar kepalan tangannya dan menghantam leher penyerang.

Crak!

Pembunuh itu terangkat ke atas dan jatuh ke lantai, Bagas dengan cepat menyongsong dua pembunuh lainnya. dan, dua pukulan kuat menghantam perut keduanya.

Brush! Bug!

Keduanya terpental dan Bagas berlari lebih cepat dari keduanya. Menghantamkan tangannya pada kepala keduanya.

Brush!

Mereka semua berjatuhan, Bagas kesana dan kemari. Mencapai pembunuh yang memegang pistol. Pembunuh itu gemetaran, dia kesulitan memilih target karena Bagas berlari cepat dan menghindari semua tembakannya.

Tidak mungkin!

Dia seperti hantu!

AAAAAAAAAAAHHHHH!

DOR! DOR! DOR!

Lelaki yang memegang senapan itu menembakkan ke segala penjuru, dia mengarahkan tembakan pada Bagas yang menghindari ke kanan dan ke kiri. Dan, saat pelurunya habis.

Clik! Clik!

Senapannya sudah diputar dan tangannya dicengkeram oleh lelaki bertopeng. Dia kesakitan dan sedetik kemudian tubuhnya terangkat ke atas. Dia lalu tak sadarkan diri karena punggungnya dihantamkan ke lantai dan tubuhnya terasa hancur. Dia telah dijatuhkan dengan bantingan yang sangat kuat. Dia bagaikan dia lemparkan oleh monster mengerikan!

Bruk!

Tidak ada yang tersisa. Mayat berserakan, Bagas mengambil beberapa senjata dan memilih yang masih utuh. Beberapa senapan yang pelurunya masih banyak, dia masukkan pada pistol yang dipegangnya. Dua senapan sudah cukup, dan peluru sudah terisi penuh.

Pluk! Pluk! Pluk!

Bagas terus melangkah masuk, tak peduli apapun. Malam ini, Black Monster harus hilang dari nama organisasi pembunuh di negara ini. Hal ini akan membuktikan tekadnya untuk membalas dendam atas apa yang diderita Ibunya.

Bagas masuk lebih dalam, tangga di depannya terliat tinggi. Para petinggi Black Monster pasti berada di atas. Empat orang keluar dari tangga atas, semuanya sudah mendengar keributan. Mereka segera mengarahkan pistol pada Bagas yang menuju arah mereka.

[Magic exchange diaktifkan]

DOR!

Kena!

Salah satu pembunuh mengarahkan tembakannya pada Bagas, dia yakin tembakannya kena. Hal itu karena kemampuannya dalam menembak sangat hebat. Tubuh orang yang ditembaknya jatuh ke lantai. Dia merasa sudah berhasil.

Sayangnya, dia kaget karena seseorang yang ditembaknya adalah ...., temannya sendiri!

Tidak mungkin!

DOR! DOR!

Apa yang terjadi!

Pembunuh itu kaget, di sebelahnya dua orang rekannya sudah dijatuhkan dengan tembakan. Dan dia menyadari satu orang yang tersisa di sebelahnya adalah lelaki memakai topeng. Dia adalah target yang sudah ditembaknya sebelumnya. Ini mustahil!

Si pembunuh sigap dan mengarahkan pistolnya, tapi belum sempat bergerak peluru panas sudah menembus kepalanya.

DOR!

Gerakan Bagas lebih cepat. Dia menggunakan perpindahan tubuhnya pada salah satu pembunuh sebelum dia ditembak. Dan, dia menghabisi dua lainnya dengan cepat setelah berpindah tempat. Sisanya satu orang, dan peluru itu menjatuhkan pembunuh terakhir. Pembunuh itu terjatuh dari tangga.

Bruk!

DOOR!

[Sense Assassin ditingkatkan, anda menjadi target tembakan yang sangat cepat]

Mata Bagas membulat, dia ditargetkan dari atas. Sebuah peluru dengan ketepatan tinggi melesat sangat cepat. Jika bukan karena sense dari kekuatan sistem yang dimilikinya, pasti dia akan terkena di bagian kepalanya. Dia segera membuat bayangan cepat untuk menghindar, dan peluru itu hanya menyerempet pipinya. Angin mendesau dan meninggalkan luka tergores di pipi Bagas.

Woooosh!

Seseorang di sisi lain, di tangga yang lain. Dia berdiri dan mengarahkan senapan dengan bentuk unik. Itu adalah senjata yang kuat, memiliki peredam suara yang kompleks. Dia pasti salah satu elit Black Monster.

”Bagaimana kamu menghindarinya, manusia bertopeng?” suara dari seberang sana. Dia kaget karena tembakannya dihindari Bagas. Lelaki itu adalah Nova.

Dan, saat mata Bagas melihat Nova. Dia teringat kisahnya saat dia dan ibunya dicegat oleh tiga orang pembunuh saat mereka hendak bepergian.

***

31 Hari yang lalu.

Ciiiittttt!

”Ada apa, pak Tony?” tanya Ibu Mega. Mobil berhenti mendadak dan membuat kepala Mega terbentur di kursi. Di sebelahnya, Bagas juga kaget dan memegang kursi dengan kuat.

Dua mobil menghadang mereka dan menutup jalan. Sang sopir, Tony kebingungan. Kenapa mereka dihadang, apakah mereka akan dirampok.

Tony hendak mundur ke belakang, menghindari dua mobil dan dua orang yang berada di depan mobil.

Saat Tony hendak mundur, sebuah mobil menabrak bagian belakang mobilnya.

Brak!

Mobil terhempas ke depan, Mega dan Bagas kaget.

Mega terbentur kepalanya dengan kursi, dia pingsan.

”Ibu! Ibu! Ibu tidak apa-apa!” teriak Bagas menggoncangkan tubuh ibunya, dia ketakutan.

DOR!

Darah!

Sang sopir, Tony tertembak. Seseorang menembaknya dari depan dan menembus kaca mobil bagian depan. Tony sudah tidak bergerak, seseorang itu mendekati kaca mobil dan tersenyum.

”Waktumu sudah selesai Bocah!” Bagas melihat lelaki itu, dia hapal betul lelaki itu. Bagas mengingat wajah itu dengan sangat baik, dia memiliki tato di lehernya, tato bergambar kepala monster yang mengerikan.

***

Mata Bagas melihat dari topengnya, lelaki yang dilihatnya itu adalah Nova. Dia adalah seseorang yang menembak sang sopir dan ingin membunuh dirinya, 31 hari yang lalu.

Sudah saatnya penghakiman, ini adalah kesempatan balas dendam itu.

[Misi dibuat: Hilangkan organisasi Black Monster. Hingga ke akar-akarnya!]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!