Kembalinya Magic Assassin

Apa Tujuanmu Menyerang Kami?

”Katakan siapa kamu sebenarnya, katakan sebelum aku menghabisimu!” teriak Nova dari tangga di seberang sana. Dia melihat ke arah Bagas yang berdiri tegak setelah menghindari tembakan super cepat dari Nova.

”Aku adalah ..., malaikat pencabut nyawa untuk Black Monster!”

”Sialan!”

Nova mengarahkan pistolnya pada Bagas. Bagas sudah paham, dia memahami dengan baik dan sense miliknya bekerja kuat. Dia melihat serangan peluru mengarah padanya, Bagas melihat arah serangan senapan itu.

Wooossh!

DOR!

Klang!

Bagas memutar tubuhnya, dia bersembunyi di tiang tangga. Tembakan itu mengenai tiang tangga, Bagas menunggu waktu yang tepat. Dia harus bisa menyelesaikan Nova. Namun, dia juga menunggu pembunuh lainnya untuk bisa datang. Mendayung sekaligus dua pulau terlewati, itulah prinsip Bagas.

Beberapa orang turun di tangga seberang, tempat Nova berada.

”Ada apa Nova?” Dekker turun diikuti oleh elit Black Monster yang lain. Di sekitar mereka, puluhan pembunuh berada di belakang para elit Black Monster. Mereka semua melihat keadaan di bawah, mayat-mayat rekan mereka yang menjaga bagian depan. Semuanya sudah dijatuhkan dan bergelimpangan di lantai.

Tidak mungkin! Ini adalah penyerangan!

”Berapa orang yang menyerang?” tanya Merry dan mengeluarkan senapannya.

”Dia hanya satu orang, dan memakai topeng. Dia ada di balik tiang di tangga seberang!”

Kata-kata Nova membuat para pembunuh di Black Monster kaget. Seorang saja, datang dan mengacaukan Black Monster? Benar-benar tidak takut mati. Setiap organisasi pembunuh, pastinya memiliki banyak musuh. Dan, hal itu menjadi hal biasa.

Namun, jika ada seorang manusia yang datang sendirian, menyerbu tempat organisasi pembunuh. Bisa dipastikan, dia memiliki misi balas dendam. Dia pasti datang untuk membalas dendam atas kejadian yang dialaminya. Dan, hal itu berhubungan dengan tugas dari rumah pembunuh.

”Semua bersiap!” kata Dekker kepada semua orang di belakangnya.

Dekker maju satu langkah, memperhatikan tiang di tangga seberang sana.

”Tunjukkan dirimu, wahai Assassin! Kamu pasti memiliki sesuatu alasan yang besar, sehingga kamu datang ke sini sendirian. Jika kamu ingin mati, maka tunjukkan siapa dirimu dan apa dendammu pada kami! Hal itu akan membuat pertarungan ini menjadi adil karena tidak akan ada rasa penasaran di antara kita. Bahkan, siapapun yang mati akan mati dengan tenang karena mengetahui musuh mereka!”

Wooosshh!

Angin berhembus perlahan, semua diam dan menunggu instruksi dari Dekker. Dekker mengangkat tangannya, lima jari terbuka. tandanya, semua untuk tenang dan menunggu instruksi.

Srak!

Semua pembunuh Black Monster kaget, sosok itu akan keluar dari persembunyiannya. Ada gerakan dari jaket hitam yang dipakai sosok itu. Sosok itu pun akhirnya terlihat keluar dari balik tiang, dia memakai jaket hitam dan topeng yang menutupi wajahnya.

”Siapa kamu, pemuda?” tanya Dekker, ”Tunjukkan wajahmu, dan jika kamu memang ingin bertarung. Biarkan kita bertarung tanpa ada curiga.”

Sosok itu menggerakkan tangannya, semua pembunuh bersiap memegang senapan. Namun, Dekker menghentikan mereka semua. Dia menunggu, apa yang akan dilakukan sosok bertopeng hitam itu.

Sosok itu memegang topeng di wajahnya, dia melepas topengnya. Semua pembunuh kaget, hal itu karena wajah itu masih sangat muda. Tiga orang elit Black Monster; Nova, Bams dan Terry. Mereka bertiga paham benar, siapa wajah yang ditunjukkan dari balik topeng.

”Dia adalah ...,” suara Nova membuat Dekker penasaran.

”Siapa dia, Nova?” tanya Dekker.

Nova ingat betul, wajah yang terkena siluet lampu itu adalah. Sosok yang pernah ditargetkan, dan mereka gagal membunuh pemuda itu. Dia adalah cucu dari pengusaha kaya, Tuan Mahmud. Dan, mereka kini menjadi target dalam misi gabungan dengan beberapa organisasi pembunuh. Jadi, untuk apa target pembunuhan datang sendiri kepada organisasi pembunuh?

”Dia adalah cucu dari Tuan Mahmud, target kita berikutnya.”

Nova menyadari wajah itu, dia yakin Bams dan Terry juga mengenal wajah pemuda bernama Bagas. Mereka bertiga sudah beberapa hari menyelidiki Bagas dan bagaimana membunuh pemuda itu. Dan, mereka mendapatkan kesempatan saat Ibu Bagas mengantarkan Bagas. Mereka sudah mempelajari wajah Bagas dari foto dan pengawasan. Mereka tidak akan lupa pada targetnya, apalagi targetnya bisa selamat dari jurang yang menjatuhkan target bersama dengan mobilnya.

Merry mulai paham, ”Jadi ..., dia adalah target yang gagal kalian bunuh. Dan karena itu, Black Monster mendepatkan reputasi kurang baik karena gagal membunuh seorang bocah? Dan sekarang, kita bahkan mendapatkan mangsa buruan yang datang langsung ke tempat kita. Benar-benar keberuntungan yang bagus, sangat bagus!”

Senyum Merry terlihat. Dia sangat puas melihat hal ini, artinya dia tidak perlu repot-repot menyerang kediaman tuan Mahmud. Karena, satu target sudah di depan mata, dan tersisa satu target yaitu tuan Mahmud. Jadi, saatnya untuk membunuh bocah ingusan itu!

”Dia bukan target yang mudah, Merry!” kata Dekker, ”Dekker menyadari dengan ketenangan bocah itu. Bahkan, dia sudah menjatuhkan puluhan penjaga hingga ruang dalam. Itu artinya, sudah lebih dari empat puluh pembunuh dengan pelatihan khusus sudah dia kalahkan sendiri.

”Dia telah membunuh banyak orang kita, itu artinya. Dia berbahaya!”

Bagas menggerakkan tangannya, topengnya dia jatuhkan di salah satu tangga di dekat kakinya. Dia tersenyum pada semua pembunuh Black Monster di seberang tangga.

”Aku datang untuk satu tujuan, membalas dendam atas kematian Ibuku. Jadi, malam ini tidak ada yang bisa lari dari kematian!”

[Misi dimulai, hancurkan semua anggota dari Black Monster. Mereka sudah memiliki darah yang pekat sudah melakukan kejahatan dengan tingkat tertinggi. Hapuskan mereka semua dan misi akan selesai]

Nova menarik pelatuk senapannya, tembakan kembali mengarah pada Bagas. Dan, Bagas melihat arah peluru itu mengarah padanya. Tembakan yang cepat untuk orang biasa, dan serangan itu mengarah langsung pada kepala Bagas. Bagas pun tersenyum, saatnya  menyelesaikan mereka semua.

[Magic Exchange diaktifkan, perpindahan tubuh dilakukan. Target anda adalah; Merry]

Bagas sudah memperhitungkan dengan baik, tujuan dari perpindahan tubuhnya sudah diputuskan. Dia memilih Merry, untuk menghancurkan mental anggota Black Monster.

DOOR!

[Magic Exchange]

Brush! Slash!

Darah keluar dengan cepat, tembakan itu tepat mengenai target yang diserang oleh Nova. Semua orang mengira bahwa itu adalah pemuda yang melepaskan topengnya. Namun, mata mereka semua tak percaya ketika jasad yang tertembak itu jatuh di tangga. Sosok itu adalah wanita satu-satunya yang menjadi salah satu pemimpin tertinggi di Black Monster.

Saat tubuh jasad terkulai di seberang tangga, mereka baru sadar bahwa itu adalah mayat dari Merry. Wakil ketua Black Monster.

Bagaimana hal mustahil bisa terjadi!

Dan, sense membunuh para pembunuh itu menyadari sesuatu. Seseorang di sekitar mereka, adalah lelaki yang memakai jaket. Dia menggantikan posisi tempat Merry sebelumnya.

Apakah ini sihir?

Gerakan cepat, refleks dari Dekker dan Nova segera mundur dan melompat ke belakang. Bams juga ikut mundur, dan tersisa satu orang yang refleks melakukan serangan pada Bagas karena tiba-tiba muncul di sebelahnya. Lelaki itu Terry, dia dengan sigap mengarahkan senapannya ke samping untuk menembak Bagas.

Crak!

Terry terlambat, Bagas menggerakkan kakinya dan menendang lengan Terry dengan kuat. Pistolnya terlempar ke atas, cukup tinggi. Terry merasakan tangannya sakit dan terkilir dengan gerakan tendangan yang cepat.

Bagas segera paham, dia yang dekat dengan Terry menggunakan tinjunya dan menjatuhkan Terry dengan kakinya. Saat Terry akan jatuh, Bagas menyambutnya dengan pukulan yang sangat kuat di dada Terry.

Brush! Bug!

Pukulan dari atas menyambut jatuhnya Terry, pukulan itu menghantam dada Terry. Terry punt terhempas di undakan tangga, tubuh Terry terdengar patah karena pukulan Bagas sangat kuat.

AAAAAAAAAAHHHH!

Senapan Terry melambung ke atas, setelah ditendang Bagas. Pistol itu mulai jatuh, Bagas menangkap pistol itu dan mengarahkan ujungnya pada Terry yang dijatuhkannya.

DOOR!

Semua pembunuh di sekitar mereka tak menyangka, gerakan cepat yang menjatuhkan Terry dan menembaknya. Mereka semua tak bisa menolong Terry, karena kecepatan Bagas.

”Matilah, dan temui ibuku. Minta maaflah padanya!” teriak Bagas.

Semua pembunuh kini punya kesempatan, hal itu karena Bagas baru saja melepaskan tembakan. Mereka semua mengarahkan senapannya pada Bagas, dan perang antara Black Monster melawan seorang bocah dipertaruhkan.

DOOR! DOOR! DOOR!

Apakah Bagas bisa menyelesaikan misinya, menghancurkan Black Monster?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!