Kembalinya Magic Assassin
Pelantikan untuk Pemimpin Dark Head
Organisasi Dark Head
Aulus, salah satu dari lima elit tertinggi pembunuh di Dark Head. Dia memperhatikan tiga rekannya; Solam, Jenni, dan Argus. Mereka melakukan rapat tertutup, pasukan elit yang semula terdiri dari lima orang. Satu di antara mereka, terbunuh saat pesta. Ada seseorang yang memiliki dendam dengannya. Sosok kelima dari anggota elit itu adalah, James.
Aulus paham, James adalah pembunuh terbaik di antara lima elit tertinggi Dark Head. Kecepatan dan caranya bekerja, tidak bisa dikalahkan oleh siapapun.
Aulus curiga, James dibunuh oleh rekan sendiri di dalam Dark Head. Namun, dia tak punya alasan apapun untuk mencurigai. Hal itu karena, mayat James ditemukan dijatuhkan dari gedung saat pesta meriah untuk mengapresiasi keberhasilannya. Dia baru saja bulan setelah beberapa bulan, menargetkan seorang pemberontak yang paling dicari.
James membawa kepala pemberontak itu, bayarannya sangat mahal. Organisasi pembunuh, tidak peduli target yang mereka targetkan untuk dibunuh. Mereka hanya peduli pada uang, dan seberapa pantas uang untuk tugas tersebut.
James sulit diautopsi, tubuhnya hancur menimpa sebuah mobil di bawah gedung yang tinggi. Sejak itu, Aulus masih terus mencurigai keterlibatan orang dalam. Dia pasti menginginkan sesuatu dengan menjatuhkan James.
”Jadi ..., apa keputusan kita, Aulus?” tanya Solam, dia sudah bosan mereka duduk dan tidak bicara. Pemimpin organisasi Dark Head dirawat secara khusus di bagian perawatan tertutup. Dia dijaga dengan baik. Dia tiba-tiba sakit sepuluh hari yang lalu. Kepemimpinan Dark Head harus diteruskan hingga Pemimpin sembuh kembali.
”Benar,” suara Jenni lembut tapi tajam, ”Kita juga sedang mempersiapkan misi gabungan dengan bayaran besar. Dan tentunya, mengusai seluruh negeri bersama jenderal Bison. Setelah itu, kita akan menjadi organisasi terkuat di antara organisasi yang lainnya.”
Aulus melihat ke arah tiga orang yang bersamanya, ”Aku belum tahu harus memutuskan apa. Selama ini, kita selalu percaya pada tiga orang dan hanya tersisa satu orang saja.”
Aulus ingat, tiga orang paling berpengaruh adalah; Pemimpin Dark Head, Wakil pemimpin Nagada, dan terakhir adalah pemimpin lima pasukan elit, James. Mereka adalah tiga orang yang menjadikan Dark Head menjadi organisasi paling ditakuti oleh organisasi pembunuh lainnya.
James dinyatakan meninggal, jasadnya segera dibereskan sejak kejadian itu. Untuk menghilangkan jejak jasad dan menghindari disalahgunakan. Jasad James dibuang di tengah lautan dan ditenggelamkan. Aulus menyaksikan kejadian itu, dan dia sangat yakin bahwa James meninggal karena ada racun.
Seorang pembunuh yang sudah berpengalaman akan mengetahui lewat tanda yang ada di dalam tubuh James. Namun, Aulus menutupi hal itu. Tembakan di kepala James, hanyalah untuk menutupi bahwa sebelumnya. James sudah lebih dulu diracun.
”Kita tidak punya banyak waktu, keputusan harus dibuat untuk segera mengikuti misi gabungan. Kita harus putuskan, setidaknya hanya dia yang cocok untuk menjadi pemimpin saat ini.”
Argus memecah konsentrasi Aulus lagi. Arah dari kata-kata Argus, pastilah Peter. Peter adalah wakil dari pemimpin Dark Head. Selama ini, dia bersaing ketat dengan James dalam memposisikan diri sebagai tangan kanan dari pemimpin Dark Head. Keduanya, selalu menunjukkan kinerja terbaik untuk Dark Head.
Secara tidak langsung, selama ini ada dua orang kandidat yang akan menggantikan pemimpin Dark Head; Peter dan James.
Dan sekarang, James sudah tidak ada. Secara otomatis, Peter memang paling berhak untuk mendapatkan kursi pemimpin. Di antara empat elit, Argus dan Jenni lebih berpihak pada Peter. Sedangkan, Aulus dan Solam netral dalam hal ini.
”Aulus, sepertinya memang harus Peter yang memimpin. Hal ini harus segera diputuskan. Pertemuan antar pemimpin organisasi pembunuh sudah dekat. Kita akan malu jika belum diputuskan.”
Aulus menghirup napas dalam.
”Baiklah, jika itu keputusan bersama. Besok, kita akan melantik Peter. Apa ada yang tidak sepakat?”
Semuanya diam, dan mereka memutuskan dengan ketetapan bersama. Peter akan menggantikan pemimpin Dark Head yang sedang sakit. Hal itu untuk sementara, hingga pemimpin bisa sembuh kembali.
Argus dan Jenni tersenyum dalam diam mereka. Mereka sudah merencanakan ini semua.
***
Malam hari. Pertemuan antar Inspektur di kota.
Inspektur Polisi dari seluruh kota berkumpul di kantor pusat kota. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Petinggi militer tertinggi di kota, dia adalah Daren. Daren terkenal dengan sikapnya yang tegas, dia mengumpulkan semua inspektur di bawah militer kepemimpinannya.
Semua sudah berkumpul. Daren maju dan menyampaikan sambutan. Dia mengatakan, bahwa kejahatan di seluruh kota meningkat. Maka, mereka semua diminta untuk bekerja lebih ketat untuk mengawal keamanan di kota. Mereka sebagai polisi, tidak boleh istirahat dengan tenang sementara kejahatan semakin tinggi.
Semua inspektur memberikan tepuk tangan semangat. Mereka akan lebih giat menjaga keamanan kota. Meskipun, sebagian dari mereka juga tahu. Ini adalah ceremonial, di mana ada banyak wartawan yang hadir. Kerja keras yang didokumentasikan, akan menutupi kekurangan mereka di belakang layar.
Satu hal yang membuat para inspektur kaget. Keputusan dari Daren, dia menegaskan. Untuk mengamankan keamanan warga seluruh kota. Maka, menembak penjahat diperbolehkan. Seorang wartawan pun bertanya dan dipersilakan. Dia bertanya, bagaimana jika penjahat itu ditembak dan meninggal dunia?
Daren tersenyum dan menjawab.
”Saya akan mengambil analogi mudah. Jika, Ibu anda di jalan dan dia dirampok, bisa jadi ibu tersebut akan meninggal. Jadi, siapapun bisa jadi korban. Maka, untuk membuat jera para penjahat. Hukuman tembakan di tempat tidak menyalahi hak asasi manusia. Hal itu karena, melindungi jiwa lebih diutamakan ketimbang perasaan penjahat itu sendiri.”
Wartawan itu tak berani mendebat lagi. Alasan itu akhirnya bisa diterima olehnya. Menjadi korban kejahatan, tentu hal itu tidak diinginkan semua orang. Seorang penjahat kadang nekat dan bisa melukai korbannya.
Namun, ada pertanyaan yang tak berani diutarakan para wartawan. Bagaimana jika seorang polisi menembak seorang, padahal itu bukan seorang penjahat. Bisa dikatakan, bagaimana jika salah tangkap atau salah tembak?
Hal itu pun tidak terjawab dan hanya menjadi pertanyaan di dalam pikiran para wartawan. Mereka tidak berani bertanya hal itu.
Acara itu pun selesai.
***
”Inspektur Lei, anda dipanggil oleh Kepala Polisi Kota.”
Inspektur Lei yang sedang berkumpul bersama inspektur lainnya kaget. Dia segera pergi, Inspektur Jodi ada di antara mereka. Jodi penasaran, apa yang terjadi pada Lei. Hingga Lei kembali.
Dia dipromosikan dan akan naik jabatan lebih tinggi.
”Selamat, Inspektur Lei. Kamu memang pantas mendapatkannya,” kata Jodi.
Jodi dan Lei adalah dua inspektur yang sudah bersahabat lama.
Inspektur Lei berbicara sangat pelan pada Jodi, ”Aku tidak terlalu hebat, Kawan. Kamu hanya perlu mengambil hati Kepala Polisi Kota.”
Jodi mengganggukkan kepalanya, dia tahu apa yang dimaksud. Dia sudah paham dengan istilah mencari muka, atau bahkan memberikan upeti dari bagian tugas yang ada di bagiannya. Kepala Polisi Kota menerima upeti, dan inspektur yang memberikannya upeti. Selalu mendapatkan promosi darinya. Berbeda dengan mereka yang menjalankan tugas dengan baik, tanpa hal upeti. Maka, mereka akan bertahan di posisinya.
”Tidak masalah bermain sedikit cantik, Jodi. Itu saranku. Kamu sebagai polisi, seharusnya tidak perlu seratus persen jujur. Ada kalanya, kita harus memuji dengan uang. Segalanya sudah berubah sekarang, Jodi.”
Jodi tersenyum pada temannya itu. Mereka pun akhirnya berpisah.
Jodi pulang lebih dulu, dia berpamitan pada beberapa inspektur lainnya. Negara ini, secara tidak langsung memang perlu reformasi total. Menjadi jujur di era sekarang, sungguh berat bertahan dan hanya menjadi orang yang terpinggirkan.
***
”Tuan Khalid, aku berangkat dulu,” Bagas mengambil tasnya, dia menyapa Khalid yang sedang berdiri di ruang tamu.
”Saya akan mengantar anda sampai depan, Tuan,” kata Khalid.
”Baiklah, dan selanjutnya. Jaga Kakekku kembali.”
Mereka berjalan ke luar.
”Tuan, sampaikan kepada Shadow Eagle. Ada pesan penting.”
Bagas kaget, suara Khalid sedikit pelan.
”Ada apa, tuan Khalid. Saya akan menyampaikannya segera pada Shadow Eagle.”
”Hari ini, adalah pelantikan Peter. Dia menggantikan Pemimpin organisasi.”
”Peter!” suara Bagas sedikit lebih keras.
”Benar, Peter adalah Wakil Pemimpin sebelumnya. Pemimpin organisasi sedang sakit keras.”
Bagas gemetar, tangan kanannya mengepal. Dia tahu betul, siapa Peter. Mereka terus bersaing, dan sekarang dia yang menjadi pengganti pemimpin Dark Head.
”Aku pergi dulu, tuan Khalid. Jaga kakekku.”
”Tentu saja.”
Bagas pergi ke sekolah seperti biasa. Dia masuk, dan kejadian sebelumnya di mana Wakil Kepala sekolah sudah dihancurkan oleh Bagas. Semua orang semakin takut pada Bagas. Bahkan, para guru tidak ada yang berani menegurnya saat Bagas lewat.
Namun, itu hanya sementara. Saat masuk sekolah. Dua mobil militer sudah datang dan masuk begitu saja ke sekolah. Petugas di depan mencoba bertanya, tapi salah satu dari mereka menunjukkan surat tugas dan tanda pengenal. Petugas penjaga tak berani mengatakan apapun. Mereka masuk dan beberapa polisi militer dengan senjata lengkap keluar dari mobil.
Mereka semua bergerak, semua siswa khawatir.
Para militer bertemu guru, ”Kami mencari Bagas, siswa di sini. Dia harus ditangkap karena melakukan kejahatan.”
Semua guru kaget, apakah ini berhubungan dengan Wakil Kepala Sekolah?
Nadia sudah mendengar hal itu, dia berlari ke kelas. Dia meminta Bagas untuk melarikan diri, polisi datang dalam jumlah banyak dan ingin menangkapnya. Nadia terlalu khawatir.
”Kamu harus pergi sekarang, Bagas! Kamu harus pergi lewat jendela. Kami akan mengatakan bahwa kamu tidak ada.”
Bagas tersenyum, ”Tidak perlu, Nadia. Aku tidak bersalah,”
Brak!
Pintu di dorong, kelas kacar dan beberapa polisi segera masuk. Mereka masuk dan seorang guru menunjukkan tangannya ke arah Bagas.
”Bagas..., Bagas...,” suara Nadia ketakutan.
”Tenang saja ..., Nadia. Aku janji padamu, aku akan selalu kembali padamu.”
”Ikut kami!”
”Jangan melawan!”
Beberapa polisi merangsek maju dan memegangi pundak Bagas. Bagas tak melawan, Bagas didorong dan dipegangi beberapa polisi. Bagas mengikuti saja, dan tangannya diborgol. Apakah dia akan selamat kali ini?