Kembalinya Magic Assassin
Pembunuh Paling Cepat, James!
Bagas pulang bersama kakeknya. Mereka sedang menaiki mobil.
”Bagas, berhati-hatilah pada Jenderal Bison. Bersyukurlah karena tidak terjadi apa-apa saat pesta tadi.”
Mahmud terlalu khawatir, tentu saja hal itu karena Jenderal Bison terkenal sangat kejam. Dia memang sangat baik, tentu saja itu karena ada uang yang disetorkan padanya. Ada upeti yang diberikan para pengusaha padanya. Hal itu bisa dibilang uang keamanan. Namun, jauh dari itu semua. Jenderal Bison memiliki tangan besi, serta jaringan kejahatan yang kuat di belakang. Dia mampu menguasai jaringan penjahat di luar sana.
”Aku tidak sengaja dan jatuh, Kakek. Tapi, apakah lelaki itu memang sengat jahat?” Bagas memasang wajah penasaran. Dia berakting.
”Dia sangat kejam. Dia bahkan bisa melakukan apapun demi mempertahankan jabatannya.”
”Baiklah Kakek, aku akan berhati-hati jika bertemu dengannya lagi.”
”Itu bagus cucuku, di dunia ini kita harus bisa waspada pada siapapun. Bahkan, terhadap keluarga sekalipun.”
”Kakek benar,” Bagas menimpali. Mahmud mengatakan itu karena anaknya sendiri, dia yang ingin semua harta dan bahan ingin membunuh ayahnya sendiri.
Mahmud bahkan meminta Khalid, agar di masa depan jika terjadi sesuatu. Dia harus melindungi cucunya, yaitu Bagas. Mahmud sudah tua, dan masa depan Bagas masih panjang. Dia adalah penerus dari Mahmud, meskipun selama ini Bagas tidak terlau dianggap karena statusnya anak seorang pelayan.
Khalid mengiyakan hal itu, bahkan Mahmud menawarkan agar Khalid bisa bekerja untuknya dan keluar dari organisasi pembunuh. Namun, Khalid menolaknya. Hal itu karena, mereka telah disumpah setia dalam organisasi. Kali ini, dia melindungi Mahmud karena Mahmud sudah menyewanya dan membayar pada organisasi.
***
”Apa yang direncanakan oleh Shadow Eagle saat ini?” tanya Khalid pada Bagas.
Bagas keluar dari rumah untuk berangkat sekolah. Dia memakai baju sekolah dan terlihat santai keluar dari ruangannya.
”Misi gabungan. Dia mengatakan bahwa misi gabungan dari organisasi pembunuh, ingin menguasai negara ini. Rencana mereka belum diketahui, tapi detail rencana sudah dikirimkan pada masing-masing pemimpin organisasi pembunuh.”
Khalid kaget mendengar hal itu. Khalid merasakan bahwa, ada ikatan kuat antara James dengan anak muda itu.
”Kalau boleh tahu, sedang di mana Shadow Eagle sekarang?”
Bagas tersenyum, ”Dia mengatakan bahwa, jangan pernah bertanya padaku tentang di mana James berada. Itu adalah rahasia sandi penting, yang semua pembunuh ketahui. Menghilang dalam kegelapan.”
Sekali lagi, Khalid kaget mendengar kata-kata Bagas. Bagaimana mungkin, rahasia para pembunuh dia juga ketahui.
”Sebenarnya, apa hubunganmu dengan James?” tanya Khalid masih penasaran.
Bagas pergi merapikan tasnya, dia bersiap berangkat.
”Kamu hanya perlu tahu, Khalid. Aku pernah menolong James saat dia sekarat, kami memiliki ikatan kuat dan rahasia yang tak bisa dibeli dengan apapun.”
Khalid paham sekarang, dia pun membiarkan Bagas pergi ke luar dan diantar dengan kendaraan keluarga. Khalid selama dibayar melindungi tuan Mahmud, dia mempelajari semua hal tentang Bagas. Sebagai pembunuh, hal itu sangat mudah baginya. Memori, data, dan obrolan pada semua pelayan di rumah Mahmud.
Bagas, dia telah berubah seratus delapan puluh derajat. Anak lemah yang tiba-tiba berani dan bahkan mengusir anak kandung dari Mahmud. Dia juga telah melawan para pembuli di sekolah, termasuk saudara sepupunya. Dia seperti bangkit dari keterpurukan dan menjadi seorang yang superior.
Apakah James, ada di belakangnya dan selalu membantunya?
Untuk sementara, Khalid hanya bisa menduga dan terus mengawasi. Dia melakukan semua ini karena James. Dia adalah seorang kakak bagi Khalid. Dia adalah satu-satunya keluarga yang dipercayai di organisasi Dark Head. Khalid pun teringat semua kebersamaannya dengan James, dia selalu melatih dan memberikan motivasi padanya.
***
Khalid remaja, 12 tahun yang lalu.
Di sudut pasar yang sepi, seorang bocah sedang dikelilingi lima orang preman. Dia sudah menyerahkan hasil curiannya, dia mencopet di pasar dan sudah mendapatkan cukup banyak uang. Dia menyerahkan pada pemimpin dari preman tersebut.
”Serahkan yang lain! Aku tahu, masih ada yang kamu sembunyikan!” bentak lelaki berkumis tebal.
”Sudah semua, Ketua.”
”Bohong!” teriak lelaki lain di sana, ”Geledah dia! Aku tahu dia berbohong!”
Sang ketua mendorong tubuh kecil Khalid, dia menggeledah tubuh Khalid kecil. Di saku, di lipatan baju, celana. Semua kosong. Kaki Khalid sedikit mundur. Pemimpin itu tahu sesuatu, dia menarik kaki kiri Khalid hingga Khalid terbanting di tanah.
Uang! Khalid menyembunyikan uang itu di lubang jepit sandalnya.
”Bocah sialan!”
Ketua preman itu mengambil satu lembar uang itu, dia mendorong dan memukul punggung Khalid hingga menabrak sampah kardus di pinggir dinding. Tubuh Khalid kesakitan, setiap hari Khalid selalu dihajar. Padahal, dia sudah bekerja dengan baik dan memberikan setoran. Khalid menyimpan uang itu, untuk seorang wanita tua di rumah kecil. Wanita tua itu sakit dan tak bisa mencari makanan.
Pemimpin preman itu tak peduli apapun, dia menghajar Khalid.
Suatu hari, Khalid memberikan makanan pada wanita tua itu. Rumah kumuh yang merupakan rumah kardus yang dibangun di pembuangan sampah di ujung pasar. Wanita tua itu terpinggirkan dari kehidupan. Khalid tak tega. Dia membeli satu bungkus roti dan memberikan pada wanita tua itu.
Brak! Brush!
Ketua preman mendapatkan laporan, dan dia mendatangi wanita tua itu. Dia menendang roti itu dan mendorong wanita tua itu.
”Jangan, lepaskan dia!”
Khalid dipegangi oleh para preman lainnya.
”Kamu selalu menyembunyikan uang untuk wanita tua ini. Kamu dan dia adalah sampah!” maki ketua preman. Dia meludah. Dia menendang wanita tua yang sudah jatuh itu.
Brush! Kepala wanita tua itu terbentur dinding. Rumah kardusnya hancur.
”Lepaskan dia!” Khalid memberontak, dia menggigit salah satu tangan orang yang memegangnya. Dia terlepas, dia menabrak ketua preman dan menjatuhkannya. Para preman yang lain memukuli punggung Khalid.
Ketua preman marah, dia memegang rambut Khalid dan mendorongnya. Khalid terpental membentur dinding. Semua orang mendekatinya.
Saat matanya sembab dan hampir tertutup, dia melihat kaki ketua preman hendak menginjak kepalanya.
Woooshh!
Brak! Brush! Brush! Brak!
Mata Khalid samar-samar melihat, seorang lelaki muda melompat dengan cepat dari dinding atas. Dia menghancurkan semua preman, dan memukul leher ketua preman yang melawannya. Semuanya dikalahkan dengan mudah. Lelaki itu bergerak dengan sangat cepat. Apakah dia dewa?
Lelaki itu menghulurkan tangannya pada Khalid.
”Ikutlah denganku, aku akan membawamu menjadi seorang legenda!”
”Bagaimana dengan nenekku?”
Ya, wanita itu itu adalah nenek Khalid, dia adalah keluarga terakhir yang dimiliki Khalid. Tak ada siapapun lagi dari keluarganya yang tersisa.
”Dia sudah meninggal!” jawab lelaki itu.
”Bantu aku menguburkannya, aku akan ikut denganmu.”
Lelaki itu tersenyum, ”Baiklah, waktuku masih banyak.”
Mereka menguburkan wanita tua yang ternyata nenek Khalid.
”Siapa nama Tuan?” tanya Khalid.
Lelaki itu tersenyum, ”Aku, pembunuh paling cepat di dunia, James.”