KAJA (Agro Secret)

Jupiter Wind (2)

“Pelajaran Kedua, Lihat Aku dan konsentrasi!”

Noran melangkahkan kaki kanannya di air di pinggiran danau itu, gelombang riak air terjun terlihat namun Noran tetap menaruh kaki kanannya di atas air. Kaja sedikit khawatir, Kakek, air danau ini sangatlah dalam. Tapi, Kaja diam tak bersuara.

Keajaiban terjadi, Noran tetap terjaga dengan kaki kanannya menempel di air di susul kaki kirinya dan melangkah biasa saja di air. Kaja terkejut luar biasa, matanya keheranan membulat. Ini luar biasa.

Noran melangkah dengan santai dan kedua tangannya bersedekap hingga ke tengah danau, tepat sekitar 10 meter sebelum air terjun yang deras itu.

“Kaja! Percayalah dan lakukan seperti Kakek, kau hanya perlu konsentrasi dan meringankan tubuhmu!”

Kaja tak peduli lagi, dia konsentrasi. Selama ini, dia yakin sepenuhnya pada kakeknya, apapun itu. Kaja memusatkan energi di hatinya, membuat gerakan seringannya, dan keajaiban pun terjadi dia melangkah meskipun awalnya agak goyang namun akhirnya dia menstabilkan tubuhnya dan mendekati kakeknya, dia berjalan di atas air, Kaja kagum luar biasa, Amazing.

Noran kembali tersenyum, Sesuai harapannya, anak ini punya bakat besar.

“Kaja, kau sudah menguasai Soul Balancing, kau bisa berkembang lebih besar nantinya. Kini, pelajaran ketiga, perhatikan kakekmu ini baik-baik.”

Noran sedikit memajukan kaki kanannya di atas air, memundurkan sedikit kaki kirinya. Sedikit menunduk untuk memperoleh keseimbangan, air di sekitar kaki Noran pun bereaksi, seolah riak berputar seperti ada angin tekanan menyebar. Dan…… Wuuussssssshhhhhh!

Kaja kaget, matanya membesar. Dia benar-benar tak percaya, dia melihat Kakeknya terbang melompat ke atas langit meninggalkannya dan melewati air terjun dan mendarat dengan indah di tebing atas di dekat air terjun.

Belum sempat hilang kekagetannya, Noran sudah berteriak dari atas air terjun, “Kaja! Lakukanlah!”

Kakek benar-benar gila! Ternyata dia menyembunyikan kemampuan sehebat ini?

Kaja berkonsentrasi, energinya meluap ada kebahagiaan dan rasa takjub bercampur, dia memusatkan energi di ujung kaki-kakinya dan… “ Terbaaaangggg!” Kaja berteriak dan dia benar-benar terbang melompat sangat tinggi, bahkan saking semangatnya dia sadar bahwa dia sudah melewati kakeknya dan melompat dengan sangat tinggi hingga tak bisa menstabilkan tubuhnya sendiri.

“Sial! OH Tuhan!” Noran tertawa terkekeh melihat Kaja mendekap pohon tinggi di atas air terjun, dia menabrak pohon karena lompatannya terlalu tinggi. Dasar bocah!

Kaja menggaruk kepalanya dan melompat turun, dia turun dengan mudah dan menapak tanah di dekat Kakeknya berada.

“Kaja, inilah latihanmu selama ini. Setiap hari yang kamu lakukan sesungguhnya adalah latihan, mulai dari mengambil air hingga seluruh hukuman adalah latihanmu. Penyiksaan yang kamu alami selama 10 tahun adalah penggemblengan dirimu untuk meraih takdirmu.”

“Kakeek,” Kaja baru menyadari sekarang, meski curiga tapi Kaja tak pernah protes sekalipun. Setiap hari harus mengambil air dari mata air di atas gunung, alasannya hanya dengan air itu Kakeknya tetap segar. Setiap hari menerima hukuman, push up, lari. Dan, siang harinya belajar pengobatan, semuanya adalah untuk menempanya.

Kaja menekuk satu lututnya, membungkung, airmatanya menetes. Jadi, selama ini Kakek bukanlah orang yang kejam. Dia hanya melatihku.

“Bangunlah Kaja,” Noran membantu cucunya itu bangun. Kaja pun bangun.

“Dengarlah, aku akan mengajarimu jurus pamungkas yang aku miliki, kau sudah memenuhi syarat dan ini bisa menjagamu dari serangan musuh yang kuat. Lihat dan dengarkan Kakek baik-baik, karena bisa jadi terakhir kali aku mengajarimu.”

Kaja hanya terdiam dan seluruh inderanya mengarah fokus ke Kakeknya.

Noran mundur beberapa langkah, dia membuka kedua tangannya ke masing-masing arah, udara pun seolah berkobar di sekitarnya. Kaja dapat merasakan tenaga yang luar biasa terpancar. Lalu, tangan kanan Noran ke atas, jari telunjuknya mengarah satu keatas. Saat itulah seolah ada kilauan yang berpusat di atas jari telunjuk itu, membentuk lingkaran.

“Konsentrasi, tarik dan pusatkan energi di luar dirimu di sekitarmu. Semakin banyak energi yang bisa kau kumpulkan dari alam itu lebih dahsyat, lalu pusatkan energimu untuk mengawal energi dari alam tersebut.”

Lingkaran energi mulai berkumpul dari alam menuju jari telunjuk Noran, terus memutar dan berpusat, sementara ada semacam ikatan energi seperti cincin mengitari lingkaran energi itu. Semakin membesar bola energi, semakin besar pula cincin energi yang mengikatnya.

“Kaja, jika energimu besar, kau bisa menampung energi alam dan itu akan membuat daya kekuatannya tak terbatas. Ini hanya demo.”

Noran menghentikan kumpulan energi itu, pusarannya terlihat dahsyat dan…

“JUPITER WIND” Noran melemparkan bola dan cincin itu ke bawahnya, agak condong jauh dan sesuatu yang ajaib terjadi.

DUAARRR DUAARRR BRAAAKKK !!

Ledakan besar, bahkan tiga pohon ikut terkena energi dan rubuh, dan juga sebuah lubang besar di bumi tercipta cukup besar dan seolah ada meteorid jatuh. Mata Kaja terbelalak melihatnya, dahsyatnya.

“Cobalah Kaja, konsentrasilah, jika kau menciptakan kecil tak mengapa itu sudah berpotensi mengingat kamu baru sekali mencobanya.”

Kaja memejamkan matanya, dia mengangkat tubuhnya ke atas, meringankan tubuhnya dan menstabilkan dirinya. Dia melayang sekira 7 meter dari permukaan tanah dan Noran melihatnya dari bawah. Kaja mengangkat tangannya ke atas, dia menarik energi alam di sekitarnya dengan fokus di atas seluruh jarinya. Kaja merenggangkan seluruh jarinya, dan energi pun mulai Nampak kecil sebiji kelereng berkumpul.

Kaja sedikit kesulitan membentuk cincin pengikat energi, itulah yang tersulit karena cincin pengikat itu adalah energi diri sendiri dan terus berputar menyeimbangkan energi alam yang terus berkumpul. Namun, Kaja akhirnya mampu melakukannya dan kini Noran yang terkaget melihat, energi alam yang terkumpul tak terkendali, pengikat semakin membesar dan  kini bahkan seperti bentuk Jupiter dan cincinnya, bola energi sekitar diameter 2 meter terbentuk. Kaja terlihat mulai kewalahan, dahinya berkerut dan dia pun membuka matanya seolah sadar dia tak bisa menahan terlalu besar lagi.

“JUPITER WIIIN”

DUAAAARRRR!!! DUAAAARRRR!!! DUAAAARRRR!!!

BRAAAAAKKKKK!!!

Sekali lagi, ledakan besar dan lebih besar dari pertama milik Noran, Noran pun terbelalak. Kaja turun dan terlihat sedikit berkeringat.

Noran tersenyum pada Kaja, “Bagus Kaja, kau sudah menguasainya.” Anak ajaib, selanjutnya kau harus bisa menjaga dirimu sendiri.

Keduanya tersenyum dan Noran meminta Kaja untuk pulang.

    *****

DUAAARRRR!!

Lima orang yang tengah dalam mobil dengan roda besar dalam perjalanan tersebut terkaget. Jalanan mulai masuk ke pelosok dan perbukitan yang jarang dilewati orang.

“Informasi itu benar! Lelaki tua itu disana,” Ucap Cukra Mamba, Pemimpin Aflif TRUE DEMON, Lelaki berewok tipis itu berkata kepada 4 rekannya, dia merasakan energi dahsyat dari Jupiter Wind, jurus yang sangat dikenal dari lelaki yang tengah mereka incar.

“Benar, itu jurus legendaris milik si Kakek Bonto,” Sahut Ruciko di sebelahnya, “Tapi sepertinya, mulai sekarang perjalanan kita harus dengan jalan, Mobil sudah tak bisa masuk.” Ketiga yang lain mengangguk.

Sepertinya mereka sadar, jika menggunakan energi mereka bisa sehari sampai, tapi jika bersantai maka mereka membutuhkan 3 hari perjalanan lagi.

Salah satu dari mereka, Sultan ikut nimbrung, “Dalam tugas perburuan ini, kita harus menangkap hidup-hidup Bonto, dan aku memastikan ada 4 Aflif yang bergerak, dan salah satunya adalah Tim Kita.”

Mamba pun tersenyum sambil turun dari Mobil, Menarik!

*****

Di sisi lain, dua grup Aflif tampak bertemu dan sepakat untuk melakukan perburuan bersama, menangkap hidup-hidup Bonto.

Aflif BUMI LANGIT (7 Orang) dan Aflif MAYAPADA (5 Orang) Dalam aturan Aflif, setiap orang bisa membentuk tim minimal 5 orang untuk memulai Job sebagai Aflif lalu bisa 7 atau 9 orang. Kedua tim Aflif ini sama-sama menyusuri tebing di lain sisi dan meninggalkan mobil mereka. Mereka sadar, tugas ini berat karena Bonto sudah menghilang sejak 10 tahun yang lalu, dia dulu adalah mantan anggota Aflif yang terkenal dan dulu berada di puncak Emas untuk kemampuannya.

“Kamu tahu apa yang disimpan Bonto sehingga kita harus mengejarnya?” Salah satu kelompok Aflif BUMI LANGIT bicara sambil terus berjalan.

Pemimpin Aflif MAYAPADA, Ranggi tersenyum, “Pasti karena benda Itu!”

Semua pun mendengar Ranggi dan terus berjalan.

DUUAARRRR DUAARRRR

 

Kedua Tim Aflif itu menyadari ledakan besar. Sepertinya, kita harus cepat. Siapa tahu dia sudah mendapatkan bocoran raid ini.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!