Cinta Menyatukan Iman

Cinta yang Begitu Indah

"David, kamu sudah pulang kuliah? Kalau sudah nanti ke kantor ya ada meeting dengan klaine kamu yang kemarin," ujar Nathan dari via telepon, seperti biasa dia akan selalu mengatakan to the point.

 

David menghela nafasnya, "Oke Pah nanti aku langsung ke kantor," sahutnya.

 

Setelah Nathan memberitahu waktunya dan tempatnya sambungan pun langsung terputus.

 

Dinda mendengar percakapan David dan Nathan membuatnya tahu jika calon suaminya masih sibuk dengan urusan kantor.

 

"Dari Om Nathan?" tanya Dinda menoleh ke arah David.

 

"He'em," sahut David pelan dia melajukan mobilnya dengan kecepatan standar namun jalanan tampak macet.

 

"Din, kenapa gak duduk di depan aja sih kan biar enak ngobrolnya kalau di belakang aku jadi susah lihat kamunya," protes David dengan sikap Dinda.

 

Dinda tersenyum menyadarinya, "Ya ampun aku masih takut Dav, kalau terlalu dekat sama kamu," sahutnya.

 

"Takut kenapa?"

 

"Takut gak bisa lepas dari wajah tampan kamu," ungkap Dinda mengakui kekagumannya.

 

Seketika David tertawa senang mendengar kejujuran Dinda, "Ya Allah, aku gak sabar Din pengen halalin kamu. Doain ya biar semuanya berjalan lancar," katanya.

 

"Aamiin, Dav aku mau ketemu Tante Angel deh kemarin Mamah kamu nyuruh aku ke rumah tapi aku malu karena gak ada kamunya," ungkap Dinda mengingat chatnya dengan Mamanya David.

 

Semenjak pulang dari Eropa dia sibuk di kantor saat liburan kuliah pun dia malah pergi dengan sahabatnya tidak pernah bagi waktu untuk Dinda dia jadi lupa kalau Mamahnya sering sekali mencari Dinda dan memintanya untuk mengajak Dinda main ke rumah.

 

"Besok ya aku janji aku bakal bawa kamu ketemu Mamah, hari ini aku kan harus ke kantor nanti malam aku ke rumah kamu jadi besok aja ya ketemunya," tutur David memberikan pengertian kepada Dinda akan kesibukannya.

 

"Iya gak apa-apa Dav, sebenarnya rumah kita dekat ya tapi rasanya jauh aja gitu." Dinda memang tidak pernah bertemu dengan David di gang rumahnya paling David sendiri yang akan ke rumah.

 

Saking sibuknya David dia tidak pernah ada di rumah, kalau tidak di kantor pasti kumpul bersama Hamdan dan Alex.

 

"Jangan lupa makan ya," ujar David sebelum kembali melajukan mobilnya.

 

Dinda hanya tersenyum menanggapinya lalu berjalan masuk ke gerbang rumahnya. Ternyata sejak tadi Uminya memperhatikan Dinda beliau berdiri di depan pintu sambil tersenyum.

 

Mengetahui keberadaan Uminya Dinda jadi tersipu malu, "Assalamualaikum Umi."

 

"Waalaikumsalam anak Umi sudah pulang, gimana rasanya diantar calon suami?" Wilda menyenggol lengan Dinda sambil terkekeh.

 

"Apaan sih Umi nih, kok gak bilang ke Dinda kalau David minta izin mau antar jemput?" Dinda mulai mengintrogasi Uminya.

 

Wilda merangkul putrinya mengajaknya berjalan masuk ke dalam rumah. "Umi kira tadi pagi kamu emang bakal pergi bareng David dan Najma, mungkin sengaja David gak ngasih tahu kamu mau bikin kejutan," jelasnya.

 

Dinda tersenyum sekali lagi dia begitu senang memiliki Umi yang begitu pengertian.

 

"Ya sudah ganti baju dulu sana nanti turun lagi kita makan bersama."

 

"Umi, kayaknya Dinda gak mau makan sekarang deh udah kenyang soalnya," ujar Dinda menolak secara halus ajakan Wilda.

 

Wilda tersenyum simpul, "Yaudah gak apa-apa kalau gak mau makan."

 

Dinda berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya, hari ini dia mau melanjutkan membaca novel islami karena dia butuh referensi untuk membuat cerita.

 

Sedangkan David dia langsung pergi mandi dan bergegas untuk pergi ke kantor, supir Papahnya sudah datang untuk menjemput.

 

"Sayang kamu pasti mau ke kantor ya?" sergah Angel melihat putranya memakai jas dengan rapi dan aroma tubuhnya begitu harum sekali.

 

"Iya Ma, tadi papa nelpon aku suruh ikut meeting bersama klien," sahut David seraya merapikan rambutnya.

 

"Ya ampun anak mama udah ganteng sebentar lagi mau nikah Mama udah nggak sabar deh mau nimang cucu dari kamu," pekik Angel sambil menepuk pipi kanan anaknya.

 

David menoleh kaget, "Apaan sih Mah, aku juga belum nikah udah ngomongin cucu aja, sabar ya Mah aku mau kerja dulu nih."

 

David meraih tangan Mamahnya untuk bersalaman, Angel pun tersenyum senang karena melihat begitu banyak sekali perubahan yang dialami oleh David selama ini jika dulu Angel dan Nathan begitu mengkhawatirkan anak bungsunya ini tapi kini David telah membuktikan bahwa dia juga bisa menjadi kebanggaan kedua orangtuanya.

 

"David, bagaimanapun perbedaan kita tidak pernah mengurangi rasa sayang Mamah terhadap kamu Nak, Dinda anak yang baik dan cantik makanya Mamah mendukung hubungan kalian berdua, rasanya baru kemarin Mamah ribut sama kamu gara-gara bertingkah nakal di sekolah dan pulang malam terus dengan bau alkohol tapi kini? Puji Tuhan kamu berubah menjadi sosok David yang mandiri, baik dan berjiwa pemimpin." Angel menatap kepergian putra bungsunya dengan tatapan yang sendu, hatinya tersentuh melihat David yang gagah memakai jas kantor milik Nathan.

 

"Nyonya, kenapa menangis?" Bi Yuli terkejut melihat Angel mengusap air matanya.

 

Mendengar suara pembantunya Angel langsung menoleh, "Astaga kamu bikin aku kaget saja sih, ini aku lagi terharu lihat perubahan anakku dan sebentar lagi dia mau menikah rasanya aku masih mau memanjakannya."

 

"Den David baik banget Nyonya, Yuli yakin hidupnya akan bahagia bersama neng Dinda yang cantik, baik dan pintar masak pula," sahut Bi Yuli dia cukup mengenal baik tuan mudanya itu.

 

"Aamin, makasih Bi ya sudah aku mau pergi ke butik dulu ya jangan lupa jagain rumah," pinta Angel sambil menepuk bahu Bi Yuli.

 

"Siap Nya," sahutnya seraya menundukkan punggungnya patuh.

 

"Pak Asep!!" panggil Angel melihat supirnya sedang ada di pos.

 

Merasa dipanggil akhirnya Pak Asep pun menghampirinya, "Iya ada Nyonya?"

 

"Saya mau pergi ke butik nanti kamu anterin saya ya!" tukas Angel, dia memang sudah berencana untuk ke butik dari kemarin karena ingin mengetahui laporan di butiknya hari ini dan besoknya dia harus pergi arisan.

 

"Siap Nya, saya siapkan dulu mobilnya." Pak Asep pun menyahut dengan tegas.

 

"Oke." Angel pun berlalu masuk ke dalam rumahnya.

 

Bi Yuli menatap Pak Asep yang mengedipkan matanya ke arahnya membuatnya memicingkan matanya heran.

 

"Matamu itu loh mas ganjen banget," celetuk Bi Yuli sambil memutarkan bola matanya jengah.

 

Pak Asep terkekeh, "Yul, kamu udah masak belum saya laper nih," katanya merajuk.

 

"Oalah mau minta makan toh, atu sudahlah mas aku baru saja masak Sop ayam, rendang, sama sambal goreng kesukaannya Tuan muda," sahut Bi Yuli sambil mengingat-ingat menu masakan yang ada di meja makan.

 

"Oke sip, setelah mengantar nyonya saya mau makan minta tolong ya bawain ke pos seperti biasa," ujar Pak Asep sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

Bi Yuli hanya mengacungkan jempol saja lalu pergi masuk ke dalam karena harus menggosok pakaian yang sudah kering. Sedangkan Pak Asep berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil Nyonya Angel.

 

****

 

David mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar, cuaca hari ini begitu panas, terlihat cahaya sang Surya yang menyinari gedung-gedung yang menjulang tinggi.

 

Jika dulu David pernah kesal dengan bangunan Jakarta yang setiap gedungnya terbuat dari lapisan kaca tapi kini dia malah harus datang ke gedung tersebut untuk menjalin kerjasama dengan para pengusaha.

 

*Dinda

"Dav, semangat ya kerjanya aku tunggu kamu di rumah nanti malam."

 

Ponsel David menyala menampilkan pesan dari Dinda yang memberikannya dukungan.

 

"Masya Allah, calon istriku pengertian banget deh tahu kalau aku lagi malas untuk bekerja di kantor," gumam David sambil tersenyum lebar.

 

Mobil David pun sudah memasuki parkiran kantor Papahnya.

 

"Siang Tuan David," sapa Pak Surya security yang menjaga di depan gedung. Dia pun membuka akses jalan untuk tamu yang masuk termasuk anak bos nya ini.

 

"Makasih pak," sahut David sambil mengangkat sebelah tangannya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!