Cinta Menyatukan Iman
Dijauhi David
Dijauhi David membuat Dinda merasa ada sesuatu yang hilang dari hari-harinya serta ada rindu yang hadir dari dalam dirinya.
"Ada apa denganku kenapa aku jadi terus memikirkan David ya?" tanya Dinda pada dirinya sendiri.
Lamunannya pun buyar saat terdengar dering dari ponselnya tertera nama Hakim di layar sana.
"Assalamualaikum," ujar Dinda membuka percakapan entah apa yang akan cowok itu katakan Dinda akan mendengarkannya meski kini dia sedang malas untuk diajak berbicara.
"Waalaikumsalam, Din bagaimana kabarnya?" tanya Hakim ketika sambungan sudah terhubung.
"Alhamdulillah baik ada apa Kim, to the point aja deh ada perlu apa nelepon," tukas Dinda dengan ketus.
"Galak banget sih Din santai aja kali aku ganggu ya?" seru Hakim sembari terkekeh.
Mendengar ucapan Hakim membuat Dinda terdiam jika boleh jujur dia sangat enggan untuk meladeni ocehan Hakim.
"Gak ganggu tapi aku lagi malas saja buat berbicara dengan siapa-siapa," sahut Dinda dengan berterus terang dia tidak mau menyembunyikannya kepada Hakim.
Yang benar saja perkataan Dinda membuat Hakim terdiam dia menjadi gugup seketika.
"Baiklah I know pasti kamu sedang nunggu kabar dari David ya? bukannya dia tadi ke kampus ya tapi memang kelihatannya agak beda sih cowok itu lebih suka membaca buku dibanding ke kantin bareng teman-temannya." Hakim menyahut dia sudah tahu apa yang sedang Dinda rasakan karena dia kerap kali mendengar pembicaraan cewek itu bersama dengan Najma.
Dinda hanya mendengus kesal dengan cepat dia pun langsung mematikan sambungannya, "Sepertinya tidak ada yang ingin kau bicarakan aku matikan saja ya assalamualaikum." Meski kesal Dinda tetap menjaga ucapannya dia tidak ingin dianggap cewek sombong atau ketus dengan cowok.
"Aish sial," gerutu Hakim ketika sambungannya telah dimatikan secara sepihak.
Dinda pun meletakan kembali ponselnya baginya dia lebih baik mendengarkan ceramah dari ustad Hanan Attaqi dari pada mendengarkan celotehan Hakim sendiri.
Dia pun akhirnya membuka channel youtube dari ustad Hanan Attaqi.
Kali ini Dinda butuh pencerahan untuk dirinya.
"Memutuskun untuk meninggalkan hal-hal tidak baik yang sudah menjadi kebiasaan kita memanglah tidak mudah. Dibutuhkan pengorbanan yang besar dalam prosesnya. Namun satu hal yang perlu disadari adalah bahwa dibalik setiap kesulitan tersebut tersimpan kebaikan yang banyak.
Untuk berubah alias berhijrah, kita perlu usaha dari berbagai sisi, enah itu ilmu ataupun ketetapan hati. Agar lebih kuat, berikut adalah motivasi-motivasi dari Ustaz Hanan Attaki yang merupakan founder Pemuda Hijrah. Dijamin mampu jadi moodbooster agar kamu tidak mudah menyerah untuk berhijrah ke arah yang lebih baik lagi.
1. Jangan berputus asa, Allah tak akan mengecewakan hambanya yang ingin memperbaiki diri
2. Merasa sepi setelah dikecewakan? Jangan bersedih lagi, Allah akan selalu ada untukmu
3. Apapun ujian yang sedang kamu hadapi, pada hakikatnya adalah untuk kebaikan diri sendiri
4. Serumit apapun masalahmu, katakanlah bahwa kamu punya Tuhan yang Maha Besar
5. Karena kita tak bisa tahu isi hati seseorang, kita tak berhak untuk menghakiminya. Baca Juga: 10 Alasan Kenapa Kamu Bisa Tidak Termotivasi dan Cara Mengatasinya.
6. Terkadang kita tak butuh alasan untuk saling membantu, namun yakinlah akan ada keajaiban di belakang itu semua
7. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat untuk orang lain, lakukanlah kebaikan sekecil apapun
8. Sebab hati kita mudah terbolak-balik, mencari ilmu adalah cara terbaik menguatkan keimanan
9. Hijrah itu pilihan yang berat, namun ada kebaikan yang besar di belakangnya."
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada sahabat kecilnya Abdullah Ibnu Abbas. "Jagalah Allah, Allah akan jaga kamu," demikian nasihat dari rasul untuk Ibnu Abbas.
Dua kalimat itu menurut Ustaz Hanan Attaqi merupakan kunci untuk kita yang ingin sering disebut-sebut Allah SWT di Baitul Makmur. Jadi jika kita ingin diingat Allah SWT, diperkenalkan Allah pada penduduk surga dan malaikat, kata Ustaz Hanan, jadilah orang yang sering menyebut-nyebut Allah dan mengingat Allah SWT.
"Ternyata Allah SWT suka menyebut nama-nama hambaNya, seperti kita sering menyebut nama orang yang kita cintai. Allah menyebut nama kita di antara para malaikat dan penduduk surga, sehingga ketika kita diizinkan masuk surga, nama kita sudah diukur Allah di taman-taman surga," jelas ustaz pendiri gerakan Pemuda Hijrah itu.
Ketika nama kita diingat Allah SWT, Allah tidak akan lupa kepada hamba-Nya, saat menurunkan rahmat-Nya ke bumi setiap malam. Allah akan menitipkan nama kita kepada para malaikat.
"Hubungan kita dengan Allah tergantung kita, bagaimana kita memilih jalan, bagaimana kita menjaga hubungan kita dengan Allah," ujar Ustaz Hanan Attaqi.
"Sayang sedang apa kamu duduk sendirian di sini?" ujar Prisly dia menghampiri Dinda yang sedang duduk di depan rumahnya.
Mendengar suara Umminya Dinda pun langsung menoleh ke belakang, "Ummi ... Dinda sedang mendengarkan tausiyahnya ustad Hanan Attaki seru banget bikin hati kita damai tentram kalau mendengar suaranya beliau tuh.
Prisly tersenyum mendengar anaknya ini ternyata sedang asik mendengarkan tausiyah dari salah satu ustad terkenal dia mengira bahwa Dinda sedang menonton drakor atau vlog ternyata dugaannya salah namun Prisly melihat sesuatu dari raut wajah anaknya ini.
"Tapi kenapa kok ada raut sedih gitu di wajahnya?" tukas Prisly sembari menyentuh wajah anaknya ini.
Deg Dinda kaget saat orangtuanya ini mengetahui apa yang sedang dia rasakan.
Ternyata ada air mata yang menetes sehingga membuat Prisly mengetahuinya tapi kenapa air matanya menetes tiba-tiba padahal dia tidak sedang menonton adegan sedih yang mengandung bawang.
"Tidak Mi aku tidak apa-apa, ini tadi mungkin efek dari ke bawa emosional jadi sampai keluar air mata gini," terang Dinda dengan seribu alasan.
Semua yang dikatakan Dinda memang tidak masuk akal tapi Prisly tidak akan memaksa anaknya ini untuk berterus terang.
"Baiklah kalau itu alasannya tapi Ummi tidak ingin kamu menyembunyikan sesuatu dari Ummi jika ada masalah terbukalah dengan Ummi okey!" seru Prisly dengan tersenyum.
Dinda pun membalas senyuman Umminya dia memang selalu menyembunyikan semuanya dari Umminya sebab dia masih merasa malu untuk berterus terang apalagi mengenai hatinya sendiri jika Umminya tahu pasti akan memberitahu kepada Abinya.
"Ya sudah kalau begitu masuk sana tidak baik sendirian di luar," pinta Prisly dia khawatir Dinda akan terus melamun di luar.
"Tidak Ummi aku ingin di sini dulu sebentar lagipula ini masih sore Ummi masuk saja dulu nanti aku akan masuk ke dalam sebentar lagi," kata Dinda dengan tersenyum.
"Baiklah kalau itu maumu Ummi akan masuk duluan untuk menemani Abimu di dalam jangan lama-lama di luar nanti masuk angin." Prisly pun akhirnya masuk ke dalam rumahnya setelah menyampaikan pesan kepada Dinda yang lebih memilih untuk tetap duduk di luar.
Sesaat setelah Umminya masuk ke dalam rumah tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan panggilan dari Najma.
"Assalamualaikum Dinda," seru Najma dari sebrang sana.
"Waalaikumsalam iya ada apa Naj?"
"Sedang apa kau, wajahnya terlihat murung gitu jangan-jangan sedang menahan rindu yaa!" ujar Najma dengan tersenyum.
"Apaan sih kamu sok tahu banget, ada apa tumben nelepon malam-malam?" tanya Dinda dia memang sangat malas untuk banyak berbicara malam ini.
"Tadinya aku mau cerita tapi lihat wajah murung kamu jadi gak konsen buat ceritanya juga mending kamu aja deh yang harusnya cerita sama aku," tukas Najma niat awal dia menelpon ingin bercerita tentang Dosen galak yang sudah memarahinya tadi pagi namun melihat raut wajah Dinda yang sedih dia jadi malah mengkhawatirkan keadaan sahabatnya ini.