Cincin Bulan Persahabatan

Menggantikan Ulama Besar?

September 2007, Jum’at.

Samar, Farid mendekatiku, ketika aku baru pulang dari kampus. Dia tergesa mendekatiku. Hari ini mata kuliah hanya satu, sehingga aku dapat pulang lebih awal. Farid mengucapkan salam dan menyalamiku, sorot matanya seolah menginginkan sebuah bantuan.

”Ada apa Rid? Tumben, tidak seperti biasanya.”

”Daripada lupa, ketika melihatmu masuk gerbang aku langsung mendatangimu,” matanya menatap tanah sejenak, lalu kembali menatapku, ”Begini Ali, tadi aku bertemu Syaikh Umair. Dia memintamu menggantikan Dr. Ramadhan Al Buthi mengisi kajian besok ahad, karena beliau besok tidak bisa mengisi karena alasan yang mendadak.”

Aku pamitan dengan Farid, sambil mengucapkan terima kasih atas infonya. Aku menuju ke masjid. Biasanya dhuha, Ustadz Umair disana. Menggantikan seorang pemikir Islam dari Mesir itu? Kutahu dia sahabat baik Ustadz Umair sewaktu kuliah di Mesir. Kutahu itu dari Ustadz Wahid. Mana bisa aku menggantikan orang yang kukagumi karena pemikiran-pemikirannya? Buku-bukunya pun menjadi referensiku, diantaranya buku, Islam Funding yang membahas masalah islam tradisional dan modernis atau buku Kajian ilmiah Sirah Nabawiyah yang telah cetak berulang-ulang. Dan aku? Seseorang yang masih mencari nilai ketulusan dan keikhlasan, seseorang yang baru mulai merasakan manisnya iman.

Ustadz duduk di samping Masjid, di sebelah kolam ikan. Aku mengucapkan salam dan mendekatinya. Dia mempersilakanku duduk di sebelahnya, matanya lalu menatap ikan yang lalu-lalang ke atas permukaan. Beberapa lama, kami hanya terdiam memerhatikan ikan yang terlihat riang. Aku belum berani memulai.

”Farid sudah menyampaikan padamu, tentang kajian ahad esok pagi di Masjid Ukhuwah Islamiyah?” aku mengiyakannya.

”Tapi Tadz..., kenapa harus saya. Bukankah...,”ucapanku terhenti demi melihat senyum simpulnya. Tak tahu aku, apa maknanya.

”Banyak hal yang terjadi di dunia ini, baik karena ada alasan atau tidak. Besok, sahabatku tidak bisa datang karena suatu alasan. Undangan telah tersebar, dan aku tsiqah padamu anakku. Kurasa itu sudah cukup menjadi alasan bukan?”

”Tapi Ustadz tahu sendiri kemampuan saya, dan acaranya ahad. Saya khawatir kurang maksimal Tadz.”

”Bukankah kamu sendiri yang sering nekat dalam melakukan banyak hal. Jika untuk melakukan kejahatan banyak orang nekat, kenapa tidak mau nekat dalam melakukan kebaikan? Sudahlah, besok aku akan datang kesana, dan engkau harus menggantikan sahabatku mengisi kajian. Materinya kuserahkan semuanya kepadamu,” Ustadz Umair berdiri lalu mengambil sandalnya, dan pergi meninggalkanku yang masih kebingungan. Walau begitu aku segera menyusulnya, karena waktu shalat jum’at sebentar lagi tiba.

Begitulah sifat Ustadz Umair. Jika sudah berkeinginan sudah tak bisa ditolak lagi. Mau tidak mau, aku harus mempersiapkan diri. Menyadari diri sendiri serta mawas diri merupakan kunci untuk mengambil langkah yang tepat dalam setiap persoalan. Kali ini, menggantikan ulama besar dalam sebuah kajian besar, tentu saja persiapannya pun harus sangat matang.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!