CEO Muda Yang Tampan

Suara yang Menjijikan

Disaat momen makan berlangsung ponsel Kevin tiba-tiba berdering ada panggilan masuk di sana, Arabella menatap layar ponsel cowok itu tertera nama seseorang yang menelpon yaitu Tasya. 

Kevin membalikan ponselnya dan mengabaikannya. 

"Kenapa gak diangkat?" Arabella memberanikan diri untuk bertanya.

 

Kevin tidak menjawab cowok itu masih diam dan sibuk makan.

Arabella masih tidak mengerti seperti apa hubungan Kevin dengan Tasya yang sebenarnya, dia harus cari tahu semuanya.

 

Makan siang yang sudah lewat sampai sore hari ini telah selesai, Kevin berniat untuk pulang ke rumahnya hari ini karena ada hal yang harus dibicarakan dengan Papanya.

"Mana ponsel kamu?" tanya Kevin dingin tanpa ekspresi membuat Arabella kembali bingung.

"Buat apa?" 

 

"Berikan kepadaku!" pinta Kevin dengan tangan yang menengadah ke arah cewek itu.

"Aku tidak mau memberikannya."

"Kalau gitu kamu telah melanggar perjanjian yang sudah kamu tanda tangani." Kevin mengingatkan akan kontrak perjanjian itu yang telah mengingat Arabella dengannya.

 

Arabella mendengus kesal lalu mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada cowok itu, "Tidak adil!" gerutunya.

"Apa polanya?" tanya Kevin begitu melihat layar ponsel yang terkunci.

"Huruf A," sahut Arabella dengan polosnya memberitahu pola ponselnya.

 

"Kamu mau apakan ponselku?" tanyanya khawatir begitu Kevin membuka WA.

"Aku hanya ingin kamu menyimpan kontak ku, nih terima kasih anak pintar," ujar Kevin sambil mengelus rambut Arabella.

Cewek itu menatap nama yang tertera di ponselnya, 'Pacarku' begitulah cowok itu memberi nama pada ponsel Arabella.

 

"Buruan masuk mau pulang tidak?" teriak Kevin dari kaca jendela melihat Arabella yang masih diam di luar.

Dengan segera Arabella masuk ke dalam mobil Kevin, "Setelah ini kita pulang kan? Aku lelah sekali Kevin mengikuti semua kemauanmu," keluh Arabella dengan jujur.

 

"Iya aku akan antar kamu pulang, aku tahu kamu lelah tidurlah nanti akan kubangunkan jika sudah sampai."

"Kamu tahu rumahku?" tanya Arabella tidak yakin.

 

"Aku tahu dari Sindy, dia tadi menanyakan kamu dan aku bilang kamu sedang bersamaku, sekalian aku minta alamat rumah dan berjanji kepada Sindy untuk mengantarkan kamu pulang," jelas Kevin panjang lebar dia memang tadi chatan dengan Sindy yang menanyakan kabar Arabella di kantor.

 

"Bos yang baik," gumam Arabella pelan namun Kevin bisa mendengarnya cowok itu mengulas senyum pada bibirnya. 

Hari sudah malam, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mobil Kevin sampai juga di depan rumah Sindy, begitu dia melirik ke samping Arabella masih tertidur pulas.

 

"Arabella bangun," panggil Kevin pelan dia tidak percaya jika Arabella begitu pulas sampai tidak bangun.

 

Perlahan Kevin menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantik Arabella, ditatapnya cewek itu lekat-lekat pikiran mesum Kevin tiba-tiba datang. 

"Sikat Fadh, mumpung dia tertidur pulas gak akan bangun kok kalau kamu cium dia, lihatlah wajahnya begitu cantik dan damai disaat tertidur pulas berbeda jika dia sedang bangun dia pasti akan menolaknya, ayo jangan sia-sia kan kesempatan up emas ini," bisikan pikiran mesumnya mulai menghantuinya.

 

Dia tidak bisa menyalahkan kebenaran itu jika dia mencium Arabella saat cewek itu bangun sudah pasti dia akan menolaknya akhirnya Kevin mendekatkan dirinya dan menempelkan bibirnya mengecup pelan bibir Arabella. Hangat dan lembut itulah yang Kevin rasakan dia ingin meminta lebih tapi mengurungkan niatnya. 

"Hahaha aku gak tahu semenjak bertemu denganmu rasanya aku ingin selalu berada didekatmu, bahkan aku semakin semangat untuk membatalkan perjodohan bisnis itu, percayalah! aku pasti bisa memilikimu seutuhnya, memandangmu itu bagaikan candu bagiku aku tidak bisa jauh darimu maka dari itu aku sengaja memaksamu untuk tanda tangan kontrak yang mana kamu harus menuruti semua keinginanku." 

 

Kevin mengetuk pintu rumah yang dibukakan oleh Sindy.

"Ya ampun Arabella," pekik Sindy terkejut melihat bosnya menggendong keponakannya.

 

"Buruan antarkan saya ke kamarnya!" pinta Kevin mulai kecapean menggendong Arabella.

"Baik Tuan, silahkan masuk!" Sindy mengantarkan Kevin ke kamar Arabella yang berada di ujung.

 

Perlahan Kevin meletakan Arabella ke kasur namun sebelum pergi dia membelai wajah Arabella yang tampak polos sekali saat tertidur.

"Terima kasih Tuan telah mengantarkan Bella pulang," ujar Sindy sambil tersenyum.

 

"Iyah sorry juga yah Sin, dia habis saya ajak untuk menemani saya keliling cari makan sampai mungkin Arabella kecapean, oh ya besok saya akan mengajak Arabella ikut meeting ke Singapura ada klein penting yang harus perusahaan temui," jelas Kevin sembari meminta izin kepada Sindy meski dia belum memberitahu Arabella sendiri.

 

"Oh tentu saja tidak apa-apa Tuan, semoga Arabella akan sangat membantu di kantor karena dia juga pandai speak up bahasa Inggrisnya pun pandai dia," terang Sindy memberitahu kemampuan Arabella. 

 

"Bagus, kalau begitu saya pamit pulang." Kevin pergi meninggalkan kediaman Sindy dan Arabella.

Melihat sikap Kevin tadi membuat Sindy bertanya-tanya sedekat apa hubungan keponakannya ini dengan bosnya, dia juga melihat ada cinta dihati bosnya untuk Arabella. 

 

Sindy masuk ke kamar Arabella untuk memastikan bahwa Arabella masih baik-baik saja, dia takut jika Bosnya melakukan macam-macam kepada keponakannya meski dia percaya bahwa Bosnya tidak akan mungkin melakukan hal tercela kepada Arabella, pakaian yang digunakan keponakannya kini sepertinya dapat dibelikan oleh Kevin membuat Sindy semakin yakin jika Bosnya telah jatuh cinta kepada Arabella.

 

Setelah mengantar Arabella, Kevin membawa mobilnya menuju rumah yang dulunya sebagai tempat yang menyenangkan namun kini malah membuat dirinya tidak betah tinggal di sana. 

Melihat sorotan lampu mobil dan bunyi klakson membuat satpam di rumahnya langsung membukakan gerbang. 

 

"Tuan muda?" pekiknya terkejut melihat tuan mudanya kembali ke rumah ini. 

Cowok itu hanya membalasnya dengan senyuman, lalu kembali menjalankan mobilnya menuju garansi.

 

Dengan langkah cepat Kevin masuk rumahnya, sudah jam 23:45 malam rumah ini tampak sepi sepertinya semua orang sudah tidur. Saat dia ingin pergi ke kamarnya yang berada di atas dia mendengar suara desahan seseorang dari kamar sebelah, karena penasaran dia berbalik dan mengikuti di mana suara itu berada. 

 

"Pelan, pelan Mas!" rintih seorang wanita yang kini berada dibawah tekanan cowok yang sedang asik memainkan puting ceweknya. 

"Aku akan memasukan juniorku, kamu tahan yah sayang ini akan terasa nikmat kok," ujar laki-laki itu dengan tidak sabar untuk memasukkan juniornya. 

 

"Akhhh sakit sayang … pelan-pelan," rintihan wanita itu kembali terdengar.

"Tahan sayang!" Cowok itu kembali meremas kedua gunung yang menjadi mainannya selama ini lalu melumat bibir cewek itu untuk menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh juniornya yang sudah mencapai klimaks. 

Kevin geram mendengar suara itu, dia langsung pergi ke kamarnya setelah mengetahui siapa dua orang yang berada di dalam kamar tamu itu?? 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!