Bidadari untuk Raka

Wanita Itu Adalah …

Nisa mengundang Raka untuk makan, katanya Nisa sudah resmi lulus dan tugas akhirnya selesai. Nisa mengatakan bahwa dia akan bersama dengan adiknya, Farel. Bahkan, Nisa ikut mengundang Ibu Raka saat makan siang bersama tersebut.

Raka pun konsultasi dengan Ibunya, Ibunya mengiyakan hal itu. Rahmiza sudah diceritakan bahwa Raka sudah  menolak uang dari Nisa karena membantunya.

Rumah makan sudah dipesan oleh Nisa, mereka makan di rumah makan biasa yang cukup luas dan sepi. Nisa paham bahwa dia tak bisa memesan rumah makan yang mewah, hal itu mungkin akan ditolak lagi oleh Raka.

Mereka pun makan siang berempat, Farel juga sangat hormat pada pak Raka dan langsung mengiyakan ketika kakaknya Nisa mengajaknya. Bahkan, Farel ingin agar kakaknya Nisa bisa menikah dengan Raka. Itu adalah harapan terdalam dari Farel.

“Ibu, silakan makan dan tak perlu sungkan.”

Suara lembut Nisa meminta Rahmiza untuk makan, dia sangat sopan. Rahmiza tersenyum dan mendoakan agar Nisa kelak menjadi dokter yang sukses. Hal itu diaminkan oleh Raka dan Farel.

Makan selesai, mereka berbincang cukup akrab dan santai.

“Pak Raka dan Ibu, saya ada sesuatu yang ingin saya bicarakan di sini.”

Nisa memberanikan diri bicara, dia sudah meminta Farel untuk menjauh  dan bermain handphone karena Nisa ingin bicara penting pada Raka dan Ibunya. Farel pun menurut dan memilih tempat yang cukup jauh.

“Apakah ada sesuatu yang salah, mbak Nisa?” Tanya Raka penasaran.

Nisa sudah mempersiapkan hal ini. Dia siap dengan segalanya tentang apa yang terjadi dari keberaniannya mengutarakan maksudnya.

“Kalau boleh tahu, apakah pak Raka sudah punya calon isteri?”

Deg!

Raka dan Rahmiza nampaknya cukup kaget.

Raka pun mencoba tenang dan Ibunya tak menjawab dan menyerahkan semua itu pada Raka.

“Saya …, saya belum ada calon isteri, mbak Nisa. Apakah ada sesuatu yang salah, atau apakah ada calon wanita yang ingin mbak Nisa jodohkan ke saya?” Raka mencoba sedikit bercanda.

“Benar pak Raka, ada seorang wanita yang ingin menyampaikan kepada saya agar pak Raka tahu. Dia melamarkan dirinya pada pak Raka, dan berharap pak Raka bisa melamarnya.”

Deg!

Nisa sepertinya tidak sedang bercanda. Raka cukup lama diam, sudah sangat lama dia mendambakan pernikahan. Namun, Allah selalu menunjukkan bahwa belum saatnya untuk menikah bagi Raka. Apakah, ini merupakan jawaban dari penantian Raka selama ini.

“Ehm…, kalau boleh tahu. Siapa wanita itu, mbak Nisa?” tanya Raka penasaran.

“Sebelumnya, wanita itu bertanya. Apakah pak Raka memang sudah siap menikah atau belum. Setelah jawaban pak Raka menyatakan memang sudah siap menikah, maka saya bisa memberikan keterangan tentang wanita itu.”

Raka pun memantapkan dirinya.

“Insyaallah saya siap untuk menikah, semoga saja wanita itu bisa berjodoh dengan saya.”

Nisa Nampak tersenyum.

“Wanita itu, adalah saya sendiri, pak Raka.”

Deg!

Raka dan Rahmiza kaget bukan main. Jadi ….,

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!