Aku Datang, Aeera!

Membosankan! 27

Pasukan dalam jumlah besar terlihat dari kejauhan, bumi bergetar dan bergemuruh. Kenan melayang mengikuti putri Kalya yang sudah terbang di atas, mata Kalya terpaku melihat kedatangan pasukan yang dipenuhi energi api menyala.

Mereka adalah pasukan Iblis!

Kenan menyusul di sebelah Putri Kalya, dia melihat pasukan tak terhitung jumlahnya dan terlihat berbagai macam ukuran. Kenan seperti melihat adegan film perang fantasi Lost of The Ring di mana pasukan manusia dan juga ras lainnya mempertahankan kedamaian dengan melawan pasukan ORC yang jumlahnya sudah memenuhi seluruh bumi.

Heh! Kenan mendesah pelan.

”Apa kamu takut, Tuan Panggilan?” tanya Kalya melihat wajah Kenan dari samping.

Kenan tersenyum, ”Aku tidak takut putri Kalya, aku hanya teringat sebuah film. Pertarungan akhir manusia, elf, kurcaci dan ras lainnya. Mereka menghadapi musuh yang tak terhitung dari monster Orc. Para pahlawan itu berjuang untuk menghancurkan cincin milik raja kejahatan yang bisa menghidupkan raja kejahatan tersebut.”

”Film itu apa? Apakah di duniamu juga pernah terjadi perang seperti ini?” putri Kalya penasaran.

Kenan menggaruk kepalanya meski tak gatal.

”Aku lupa!” Kenan tersenyum menatap wajah cantik Kalya, ”Film itu seperti drama atau pertunjukan jadi dibuat seolah benar-benar terjadi.”

”Maksudmu Opera?” Kalya mengerutkan dahinya, dia terlihat tambah cantik dan kedua telinganya yang runcing sedikit bergerak.

Opera di dunia ini adalah pendongeng yang menceritakan kisahnya dan beberapa orang memperagakan sang pendongeng dengan gerakan-gerakan. Putri Kalya tak bisa membayangkan jika apa yang dikatakan Kalandra benar, berapa pemain yang dibutuhkan untuk membuat opera sebesar itu.

”Berapa pemain yang dibutuhkan untuk membuat adegan seperti itu?”

Aih! Jadi tambah membingungkan bagi Kenan menceritakan lebih jauh.

”Ah sudahlah, putri Kalya. Jangan dipikirkan lagi, ini kita sedang berada di depan para musuh, ayo fokus bertarung.”

”Kamu benar! Jadi, apakah opera di duniamu itu manusia dan ras lainnya mengalahkan pasukan musuh yang kuat dan banyak jumlahnya?”

”Tentu saja!” jawab Kenan.

”Bagaimana caranya?” Kalya penasaran.

”Keajaiban! Rasa saling percaya dan keberanian.”

Kenan mengepakan tangan kanannya.

”Baiklah ... itu sudah cukup.” Kalya tersenyum, ”Baru kali ini aku bersemangat dan darahku mendidih, aku akan berjuang dan mencoba percaya padamu dan Aeera.”

Kenan tersenyum, ”Seandainya saja Luna seperti dirimu.” Kenan membayangkan Luna, wanita yang menjadi idola sewaktu sekolah dulu. Luna menjadi primadona dan Kenan menjadi pengagum rahasia. Selama di bully, Kenan bahkan hanya berani melirik Luna dan tak pernah berani menyapanya.

”Luna itu ...”

”Ya, dia yang aku sebutkan mirip denganmu. Dia dari duniaku.”

Keduanya menatap ke depan kembali, melihat pasukan merah membara yang sudah mulai dekat. Saatnya untuk bertarung.

”Satu lagi,” Kalya masih penasaran, ”Apakah kamu mencintai Luna di duniamu?”

Kenan tersenyum, ”Yah seperti seekor semut yang menginginkan menginjak permukaan bulan. Kamu sudah bisa membayangkannya bukan?”

Luna tersenyum, ”Ha.. ha.. masih bisa bercanda di saat kematian di depan mata. Ingatlah, tuan Kalandra. Semut yang menginginkan menginjak permukaan rembulan juga punya harapan.”

”Harapan?”

”Ya, harapan seperti yang selalu kamu dan Aeera katakan. Harapan itu bisa diwujudkan jika kita berusaha. Kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi kita mendapatkan apa yang kita usahakan.”

Mata Kenan melihat ke wajah putri Kalya, bisa-bisanya dia dinaseti seorang wanita yang mirip dengan Luna.

Kenan tersenyum, ”Apapun itu, terima kasih. Aku tak akan melupakan nasehatmu. Aku tidak tahu apakah hari ini adalah hari terakhir bagi kita, tapi terima kasih untuk bantuanmu pada kami.”

”Tentu saja.”

”Semua bersiap!” putri Kalya turun diikuti Kenan.

Bumi berguncang, tujuh orang dan ditambah dua kembar; Rania dan Rasya mempersiapkan senjata mereka.

”Pasukan Iblis, dan itu adalah pasukan terkuat dari Lucifer Helios. Sepertinya, mereka semua sudah mendapatkan informasi dan mereka ingin menggagalkan tujuan kita untuk mendapatkan Pedang Halilintar.” Rasya mengingatkan mereka semua bahwa mereka sedang menghadapi ancaman musuh yang kuat, elit nomor satu dan seluruh pasukan Helios.

Genio mempersiapkan tombaknya, dia bertarung di sebelah Putri Kalya sedangkan Kenan berada di sebelah Aeera. Aeera berada di barisan tengah.

”Inilah kesempatan kita, seperti yang dikatakan Blacksmith Kai. Energi yang besar akan memancing Pedang Halilintar,” kata Yuhas, ”Sebelumnya tuan Kai menitipkan alat peledak sihir padaku untuk diledakkan dalam mencari petunjuk Pedang Halilintar. Namun, sepertinya pertarungan ini bisa menjadi pemicu untuk menemukan Pedang Halilintar.”

Drap! Drap! BRUSH!

Pepohonan dari kejauhan terlihat tumbang, debu beterbangan. Pasukan Iblis terlihat terbang dan melompat hingga jarak mereka tinggal 50 meter dan Shodam memegang palu mengangkat palunya ke atas sebagai kode agar pasukannya berhenti. Pasukan Iblis terlihat sangat sombong dan siap melumat sembilan manusia di hadapan mereka. Namun, mereka belum berani bertindak menunggu instruksi dari Shodam.

Dan ... mereka juga penasaran dengan orang yang mengalahkan Regius.

Pasukan Iblis terlihat begitu banyak saat semuanya berada di belakang Shodam, Shodam adalah Iblis tertinggi di bawah kepemimpinan Helios. Dia adalah komandan perang iblis nomor satu yang memimpin semua perang selama ini. Dia telah melintasi semua tempat dan menaklukkan banyak ras termasuk manusia. Dia adalah iblis terkuat setelah Helios.

Bug!

Energi palu besar diturunkan Shodam ke bawah dan menghantam tanah di depan Shodam, tubuh kekarnya ikut bergetar dan kedua tanduknya menyala di kedua ujungnya. Ada napas energi yang keluar dari hidung besar Shodam dan kedua pipinya sedikit berkerut melihat manusia-manusia bodoh di hadapannya dengan jumlah yang sangat sedikit namun tak takut pada dirinya dan seluruh pasukan.

Mereka benar-benar mencari mati, bahkan selama ini sudah banyak manusia dan peradaban kota dan pemukiman yang mereka hancurkan. Namun, sembilan orang manusia di depannya bahkan tidak bergerak atau memberikan penghormatan sama sekali.

Sungguh, mencari kematian.

”Kalian para semut, masih mengharapkan mencari senjata pedang mitos untuk mengalahkan raja Iblis? Sungguh naif, Bodoh!”

Wooosshhh!

Energi kuat dihembuskan Shodam dan kekuatan itu menerpa sembilan manusia yang masih berdiri tegak tanpa takut.

”Heh ... aku akan mengampuni salah satu atau dua orang dari kalian jika kalian memberikan Kunci Langit dan Kompas Emas. Siapa yang ingin menjadi pengkhianat di antara kalian, aku akan menjamin keselamatannya. Bagaimana, apa ada yang tertarik?”

Shodam mencoba mempermainkan para manusia itu.

Sembilan manusia itu masih terdiam.

”Apa kalian terlalu takut?” tanya Shodam meremehkan.

Tap! Tap! Tap!

Satu orang melangkah keluar dari barisan sembilan manusia itu, dia mengangkat tangan kanannya dan memasukkannya ke dalam rambutnya yang panjang. Dia adalah Kenan yang maju lebih dulu.

”Jadi ... apakah kamu ingin menyerahkan dua item itu dan menyelamatkan dirimu, Bocah?” tanya Shodam.

”Hahhhhh!” Kenan menguap dan menutup mulutnya.

Shodam menyipitkan matanya kaget.

”Sudah selesai ceramahnya, Kerbau botak? Bisa kita mulai pertarungannya!”

”....”

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!