Aku Datang, Aeera!
Regas dan Sera 24
”Aku akan menemani Aeera untuk mengalahkan Iblis dan Monster!”
Para raja yang tersisa dari seluruh kerajaan di dunia saling melihat satu sama lain. Ratusan tahun, atau bahkan ribuan tahun. Semua manusia hanya berada dalam penindasan, selalu ada perlawanan untuk bebas. Namun, semua pupus dan musnah. Tak ada yang berhasil, bahkan ketika pahlawan manusia paling kuat sekalipun.
Semua harapan sudah pupus, para manusia seperti menerima kenyataan dan menyerah untuk melawan. Mereka semua sudah pasrah untuk menjadi para budak bagi monster dan iblis.
”Ini adalah perjuangan sia-sia, kalian hanya akan menjadi tumbal,” suara raja Eros.
Beberapa raja ikut menganggukkan kepalanya, mereka tidak ingin ambil resiko. Kunci Langit adalah salah satu artefak yang menjaga para manusia dengan kekuatan tersebut. Mereka mampu membuat artefak dan juga membuat sihir array kuat dengan tambahan kekuatan dari Kunci Langit. Jika misi ini gagal, para monster dan iblis bisa saja mendapatkan Kunci Langit dan para manusia akan dirugikan.
”Kami sudah siap mati dalam perjuangan ini. Lebih baik melawan daripada selamanya menjadi budak!” suara putri Kalya menyadarkan para raja semuanya. Kalya membantu Aeera bernegosiasi para para raja itu, ”Bangsa Elf sudah mengorbankan artefak Kompas Emas. Kami sangat percaya para Aeera. Jadi, tidak ada salahnya kita bertaruh kali ini.”
Sepuluh raja itu menganggukkan kepalanya, mereka pun berpikir ulang.
Raja Haruga berdiri, ”Baiklah, aku akan mengizinkan kalian membawa Kunci Langit. Aku mencoba bertaruh untuk keberanian kalian semua. Namun, aku memiliki syarat. Aku akan mengutus salah satu pasukan terkuatku. Dia akan membantu perjalanan kalian, dan jika terjadi sesuatu kekacauan, dia akan bertugas untuk membawa kembali Kunci Langit.”
Raja yang lain sempat kaget, tapi mengutus salah satu pasukan kuat adalah jalan yang terbaik. Misi utusan itu adalah mengamankan Kunci Emas saat tim yang dipimpin Aeera gagal menjalankan misi. Kunci Emas adalah artefak yang harus dijaga dan dikembalikan pada manusia jika terjadi sesuatu.
”Apakah raja yang lain setuju?” kata Haruga melihat ke arah sembilan raja yang tersisa dari seluruh kerajaan di dunia.
Semua raja pun setuju, dan tidak ada yang keberatan tentang keputusan yang diberikan Haruga. Haruga kemudian memanggil utusan terkuat tersebut, utusan itu adalah orang terkuat yang dimiliki raja Haruga di seluruh kerajaan Saranjana. Sosok yang keluar itu adalah warior yang kuat, Ksatria Regas.
Semua orang mengetahui kemampuan hebat dari Ksatria Regas.
Dia maju ke tengah rapat itu, dia ditunjuk secara langsung oleh Haruga untuk membawa Kunci Langit dan bertarung bersama tim Aeera. Perawakan Regas sangat kekar, saat melangkah kekuatan energi di dalam tubuhnya terpancar. Semua manusia sudah tahu, bahwa Regas adalah panglima perang yang hebat.
”Izinkan aku juga mengutus orang terkuatku,” suara itu tiba-tiba terdengar, itu adalah raja Alex, ”Dia akan ikut menjaga Kunci Langit bersama Komandan Regas.”
Salah seorang prajurit terkuat yang dimiliki raja Hanmus, Sera. Dia adalah penyihir wanita terkuat di kerajaan Hanmus. Tidak ada yang meragukan kemampuan Sera, dia juga merupakan penyihir yang menjadi penasehat dari semua akademi sihir di seluruh tempat. Sera berjalan ke arah tim Aeera, mengikuti langkah Regas.
Tim kini terdiri dari tujuh orang, termasuk ras Elf dan juga makhluk panggilan, Tuan Kalandra. Regas dipercaya memegang Kunci Langit dan akan memberikannya pada saat yang tepat di pegunungan Raktus. Pegunungan Raktus adalah pegunungan yang terletak di antara batas dua benua. Di sanalah, legenda yang menyebutkan menjadi letak dari mitos Pedang Halilintar.
”Baiklah, semakin ramai tentunya semakin bagus! Ha.. ha.. ha..!” tawa Kenan menggelegar. Dan, hanya dia sendiri yang terlihat tertawa di hadapan semua orang terkenal. Kenan tak peduli, dia santai dan tak peduli apapun.
”Jadi ...,” suara Aeera mengagetkan semua orang, ”Terima kasih atas kepercayaan para raja semua. Kami tidak punya banyak waktu, kami akan berangkat sekarang untuk mencari Pedang Halilintar yang legendaris itu. Kami mohon undur diri.”
”Tunggu Aeera,” suara raja Haruga, ”Apakah kalian tidak ingin dijamu terlebih dahulu? Atau, tidakkah kalian ingin meminta tambahan pasukan kepada kami?” tanya Haruga.
Aeera tersenyum, ”Tidak, wahai Raja. Kami tidak membutuhkan pasukan lagi. Kami akan berusaha mendapatkan pedang legendaris itu.”
Haruga dan lainnya tidak bisa menahan tim Aeera. Mereka adalah tim yang merelakan dirinya untuk mendapatkan pedang legendaris. Mereka juga tidak mau dijamu, bahkan tidak membutuhkan uang sebagai bayaran. Mereka adalah satu-satunya tim yang tidak membutuhkan apapun, seperti kebanyakan tim yang sudah lebih dulu melakukan perlawanan pada Iblis dan Monster.
Tujuh orang itupun berangkat, diiringi suara gong ditabuh dan genderang musik perjuangan. Mengiringi langkah mereka. Tujuh orang yang mencoba untuk membebaskan umat manusia. Namun, Kenan masih tertinggal di belakang. Enam orang sudah berjalan untuk keluar dari ruangan besar itu.
Aeera merasakan bahwa tuan Kalandra belum bergerak, Aeera pun berbalik.
”Ada apa, Tuan Kalandra?” tanya Aeera melihat ke arah Kenan.
Para Raja juga mulai berbalik untuk kembali ke kerajaan mereka masing-masing.
”Tunggu, Raja Alex!”
Suara Kenan membuat para Raja berhenti, mereka melihat ke arah Kenan. Terutama, raja Alex yang kini memperhatikan Kenan.
”Ada apa, Tuan Kalandra?” Alex tahu tentang kisah makhluk panggilan Aeera yang sudah banyak melawan para monster dan iblis itu.
”Apakah kamu tidak ingin mengucapkan selamat perpisahan pada Puterimu?” tanya Kenan.
Alex kaget mendengar kata-kata Kenan, para raja lainnya juga tertahan. Para Raja itu pernah mendengar soal Aeera yang merupakan anak dari Alex dan sejak kecil dititipkan di akademi sihir Crypton. Alex tidak pernah menemuinya.
”Sebagai seorang ayah, darahmu mengalir pada puterimu. Apapun status ibu dari Aeera, dia tetap darah dagingmu. Perjalanan ini, tidak bisa menjamin apakah kami semua bisa selamat saat bertarung melawan raja iblis dan raja monster. Jika kamu masih memiliki hati nurani, setidaknya berilah salam perpisahan untuk puterimu.”
”Tuan Kalandra,” suara Aeera di belakang, ”Tidak perlu melakukan hal itu. Aku adalah anak yang malang dan sendirian. Aku hanya ingin berjuang untuk semua orang, itu sudah cukup bagiku.”
”Tidak, Aeera! Seorang ayah yang tidak peduli dan membiarkan anaknya berjuang untuk mati, adalah ayah paling hina di dunia ini!”
”Tidak masalah, Tuan Kalandra. Aku sudah bahagia memiliki anda.”
Kenan terdiam. Dia tak bisa lagi mengatakan apapun. Aeera ternyata lebih tegar dari apapun, bahkan lebih tegar dari dirinya.
”Ah, sudahlah! Tak ada gunanya untuk menyadarkan raja sombong itu. Ayo berangkat, Aeera!” Kenan pun berbalik. Tujuh orang itu mulai bergerak menuju ke pintu keluar. Mereka siap berjuang, apapun resikonya.
”Aeera!”
Suara serak terdengar dari arah belakang. Tujuh orang itu berhenti kembali.
Suara itu adalah suara Alex. Dia tak bisa menahan dirinya, dia melompat dari undakan dan mendekat ke arah Aeera. Aeera masih terdiam, dia bingung akan melakukan apa. Hingga, raja Alex berada dekat dengannya dan juga Kenan.
Raja Alex berdiri, ada airmata yang menetes di pipinya.
Bruk!
Kedua lutut Alex jatuh begitu saja.
”Maafkan aku, Aeera. Aku ayah yang tidak berguna.”
Kenan cukup kaget melihat hal itu. Aeera tersenyum, ada airmata yang menetes hingga jatuh ke dagunya. Aeera menggerakkan kedua tangannya ke pundak raja Alex.
”Ibu sangat mencintaimu, Raja Alex!”
”Maafkan aku, Aeera. Maafkan ayahmu ...”
Dan, ruangan itu diselimuti dengan kesenduan. Pertemuan itu, merupakan pertemuan ayah dan anak yang tak pernah bertatap muka. Aeera tidak menaruh dendam apapun pada raja Alex. Semua sudah terjadi, dan Aeera sudah bahagia.
”Sial! Kenapa aku menangis. Siapa yang menaruh bawang di sini!” Kenan mengucek kedua matanya, dia menggerakkan kepalanya. Dia malu untuk terlihat menangis, dia pura-pura tegar. Dia tidak ingin seorang pahlawan terlihat cengeng!
”Ayo berangkat, Aeera! Kita tidak punya banyak waktu lagi!”