Aku Datang, Aeera!

Menemui Para Raja Manusia 23

”Pergilah bersama para pahlawan, Kalya,” ratu Elsa membelai rambut lurus Kalya.

”Aku akan merindukan Ibu,” Kalya berusaha tegar.

Bangsa Elf telah mengambil keputusan, sang ratu Elsa telah memberikan tugas pada putrinya Kalya. Dia harus menjadi bagian dari tim yang akan mencoba membebaskan dunia ini dari Iblis dan Monster. Kalya ditugaskan untuk membantu Aeera dan Kenan untuk mencari Pedang Halilintar. Dan, Genio ditugaskan untuk melindungi Kalya. Mereka membawa Kompas Emas yang kini dipegang oleh Kalya.

Mereka mencoba percaya sekali lagi pada takdir langit. Mereka telah melihat kemampuan Kalandra yang merupakan makhluk panggilan Aeera. Dia mampu  mengalahkan Regius dan menyembuhkan sang Ratu. Maka, bangsa Elf meminjamkan Kompas Emas pada mereka.

”Ratu Elsa,” suara Aeera pelan, ”Kami akan menjaga putri anda dengan seluruh hidup kami. Kita punya kesempatan untuk membuat dunia ini kembali hijau dan bebas.”

Ratu Elsa tersenyum, ”Gadis yang cantik. Aku percaya padamu.”

Ini adalah hari perpisahan. Perjalanan panjang akan dimulai kembali.

”Bolehkan aku memberikan hadiah?” tanya ratu Elsa kepada Aeera.

Kenan dan Aeera diminta untuk memberikan gelang artefak yang dibuatkan Blacksmith Kai. Ratu Elsa menggunakan kekuatan hijau dari alam. Kekuatan para Elf memang memanipulasi energi alam. Dan, dia meletakkan energi sihir rune aneh ke dalam dua gelang artefak yang kini berada di tangan kirinya.

Woooosssshhh! Energi kuat memasuki dua artefak gelang itu. Ratu Elsa menyerahkan dua gelang itu kembali pada Kenan dan Aeera.

”Aku melihat ikatan kekuatan kalian terhubung dengan kuat. Aku menambahkan elemen sihir, agar kalian semakin terhubung. Kalian akan mampu merasakan apa yang dirasakan masing-masing dari kalian. Aku berdoa, kalian akan bisa mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster.”

Kenan dan Aeera berterimakasih pada ratu Elsa. Sekali lagi, Kalya berpamitan pada ratu Elsa dan seluruh bangsa Elf. Dia pun bersiap berangkat, mengikuti para manusia itu. Genio di belakang Kalya dan akan menjaga Kalya dengan jiwa raganya.

Lima orang itu pun berangkat, mereka memiliki keyakinan tinggi dalam perjalanannya. Mereka meninggalkan bangsa Elf. Namun, perjalanan mereka kali ini bukan langsung menuju ke artefak senjata Pedang Halilintar.

Mereka harus memiliki Kunci Langit. Hal itulah yang disebutkan ratu Elsa. Kunci Langit dipegang oleh para raja manusia. Kunci Langit dan Kompas Emas, jika disatukan kedua artefak kuat itu. Maka, Pedang Halilintar akan dapat dilihat di mana lokasi tepatnya berada.

”Jadi ..., kita akan menuju tempat para raja manusia?” tanya Aeera.

”Tentu saja,” kata Kenan, ”Kita bisa menggunakan alatku.”

”Tak perlu!” Kalya menatap Kenan dan Aeera, ”Kita akan memakai kekuatan bangsa Elf, Light Bird!”

Kalya menggunakan kekutannya, dan dari bumi keluar energi bercahaya berbentuk burung. Burung raksasa bercahaya dan berkilauan warnanya. Kalya dan Genio melompat ke punggung burung bercahaya itu.

”Ayo naik!” kata Genio.

”Baiklah!” pengalaman baru bagi Kenan, dia menarik tangan Aeera dan mereka melompat ke punggung burung bercahaya itu. Itu adalah energi alam yang dikendalikan dengan baik. Kekuatan para Elf memang menyatu dengan alam dan mereka dapat memanipulasi energi alam. Light Bird dibentuk dengan energi dunia ini, dan bagi bangsa Elf itu adalah hal mendasar bagi mereka.

Wooosh! Yuhas menyusul. Lima orang lengkap sudah berada di atas punggung Light Bird. Sayap energi mengepak, mereka terbang meninggalkan tempat para Elf. Mereka melewati pepohonan, naik lebih tinggi dan berada di antara awan putih. Mereka menuju kerajaan Saranjana. Sebelumnya, Yuhas sudah mengirimkan pesan bahwa utusan Blacksmit Kai dan Ratu Elsa mengutus mereka untuk bertemu para raja.

Mereka terus terbang, para raja dari seluruh dunia. Mereka sudah kehilangan banyak pengaruh dan kekuasaan mereka terbatas. Bahkan, mereka menjadi budak Iblis atau Monster dan ada juga kerajaan yang sudah hancur.

Kecepatan tinggi di gunakan, dan mereka tidak mengalami hambatan. Mereka melewati jalur darat dan lautan, mereka melihat monster sudah menguasai banyak tempat. Juga, Para Iblis yang membuat benteng kerajaan mereka sendiri.

Wooooshh!

Kerajaan Saranjana yang megah, para monster yang mencoba mendekat pasti kesulitan. Keamanan yang ketat dan array penghalang tingkat tertinggi di gunakan. Mereka aman, kecuali jika Raja Iblis atau Raja Monster yang datang. Maka, bisa jadi kerajaan Saranjana akan hancur dengan kekuatan pemimpin Iblis dan Monster.

Kerajaan Saranjana sudah terlihat, Yuhas memberikan kode rahasia dengan sihirnya. Para petugas segera tahu, bahwa yang datang adalah para manusia. Yuhas juga sudah memberikan sinyal itu darinya yang merupakan kepercayaan Blacksmith Kai. Mereka dipersilakan masuk, array penutup energi dibuka.

Mereka berlima turun dan Light Bird pecah dan merembes ke lantai di depan kerajaan Saranjana. Kenan tetap membawa tasnya, mereka berlima dipandu untuk menuju ruangan rapat kerajaan Saranjana. Dan, saat memasuki ruangan rapat yang mejanya ditata dengan baik dan berbentuk kotak. Sepuluh Raja dari seluruh dunia yang tersisa sudah berkumpul. Mereka sudah mendapatkan informasi dari Yuhas, akan persiapan kedatangan mereka yang membawa Kompas Emas.

Lima orang tim itu berdiri, para Raja duduk dan semua dikelilingi para pasukan.

”Aeera, majulah! Katakan pada mereka apa keperluan kita,” kata Kenan menyentuh pundak kanan Aeera. Kenan tersenyum memberikan semangat pada Aeera. Misi ini adalah misi penyelamatan dunia dan Aeera adalah pemimpin dan kunci dari perjuangan tim ini. Tiga orang lainnya, termasuk Kayla setuju dan mengangguk pada Aeera.

Aeera maju beberapa langkah, menghadapi sepuluh raja yang duduk menunggu ucapannya. Aeera sedikit gemetar, selama ini dia adalah murid sihir Crypton. Tak pernah dianggap dan selalu dibully, dia lemah dan hanya menjadi sampah! Kini, dia menghadapi sepuluh raja yang menguasai tiap tempat. Mereka berkumpul karena permintaan Raja Saranjana, hal itu karena ada pesan penting dari seorang yang diutus blacksmith Kai.

Yuhas melihat salah satu raja yang hadir, itu adalah raja dari kerajaan Hanmus. Raja Alex. Ayah kandung dari putri Aeera. Alex mencintai seorang pelayan bernama Meera, dan dari sana lahirlah Aeera. Namun, cinta mereka mendapatkan pertentangan karena status Meera. Meera dikucilkan dan meninggal. Alex tak pernah lagi terlihat sejak Meera meninggal, bahkan dia tak pernah lagi bertemu dengan Aeera yang dititipkan di sekolah sihir.

Yuhas kasihan pada Aeera. Hal itu diceritakan blacksmith Kai kepada Yuhas. Dan, Yuhas sudah menceritakan hal itu pula pada Kenan. Jadi, Kenan hanya tahu bahwa di antara sepuluh raja itu, ada ayah Aeera.

”Hormat pada para raja agung. Kami datang ke sini, dalam rangka misi untuk mencari Pedang Halilintar. Kami sudah mendapatkan Kompas Emas, dan kami membutuhkan Kunci Langit. Kami akan mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster! Jadi, izinkan kami untuk meminjam Kunci Langit dari para Raja.”

Suara Aeera begitu lembut dan penuh percaya diri, dia kini tak takut apapun karena ada Tuan Kalandra yang selalu bersamanya.

”Kami menerima kesungguhan kalian, tapi apakah hal itu mungkin terjadi? Mengalahkan raja iblis dan raja monster, sudah dilakukan oleh semua kerajaan dan semuanya gagal setelah ratusan tahun,” raja Saranjana, Haruga angkat bicara lebih dulu. Tentu saja, menyerahkan Kunci Langit bukanlah persoalan mudah. Kekuatan besar tersembunyi dari Kunci Langit.

”Para Raja,” suara Yuhas, ”Blacksmith Kai memberi salam pada para raja. Namun, dia ingin para raja untuk percaya sepenuhnya pada Aeera.”

”Benar wahai manusia,” suara Putri Kalya dengan berani, ”Bangsaku sudah diselamatkan oleh Aeera. Kami bahkan meminjamkan Kompas Emas karena percaya mereka mampu melakukan tugas berat ini.”

”Kami hanya ingin meminjam Kompas Emas dan Kunci Langit. Setelah itu, kami akan mengembalikannya lagi, wahai para Raja.”

Suara Aeera lagi, kini para raja mendengarkan penjelasan Aeera, gadis kecil yang bertekad untuk melawan para monster dan iblis.

”Lalu ..., siapa yang berani menjaminkan untuk Kunci Langit agar tidak hilang?” suara raja Kirito, dia masih ragu untuk menyerahkan Kunci Langit.

Benar, para raja yang lain juga mempertanyakan. Apa jaminan Kunci Langit tidak hilang dan siapa yang berani menjamin hal itu. Semua diam, belum ada yang menjawab.

”Aku akan menjadi jaminannya!” suara dari Kenan, semua melihat ke arahnya.

Apakah dia diperhitungkan karena hanya seorang makhluk panggilan?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!