3 Duyung Cantik
Dirga Mulai Naksir Ara
"Doni? Jadi dia gak benar-benar culun? berarti Doni gak culun, kok bisa ya? Jadi selama ini dia pura-pura culun dong, kenapa ya dia ngelakuin itu semua?" gumam Ratu dalam hatinya tidak menyangka bisa mengetahui ini semua, Ratu menyelipkan rambutnya di belakang telinga dia tidak habis pikir dan bertanya-tanya apa yang dirahasiakan sama Doni.
Seketika Doni melihat Ratu yang sudah kembali normal dia pun tersenyum simpul merasa senang karena semuanya aman, lalu dia kembali memakai kacamatanya dan menghampiri Ratu dengan gayanya yang kembali culun.
"Ra-ya Lo gak apa-apa kan, eng-gak ada yang lihat Lo kan?" ujar Doni begitu sudah berada di depan Ratu.
"Iya gue baik-baik aja kok, gak ada yang lihat juga ini semua berkat lo," sahut Ratu dengan tersenyum canggung.
"Iyah ya sudah yuk kita pergi saja dari sini," kata Doni sembari senyum-senyum.
Ratu menatap Doni dengan tatapan penuh selidik melihat Doni seperti ada yang sedang cowok itu tutup-tutupi dengan bersembunyi dibalik penampilannya yang culun.
Di sekolah Dirga baru saja turun dari tangga hendak pulang namun dia merasa ada yang aneh seperti ada yang diam-diam mengikutinya di belakang dengan cepat dia menoleh dengan buru-buru juga Ara berlari bersembunyi.
Dengan santai Dirga kembali berjalan namun dia masih merasa waspada kini langkahnya menjadi terburu-buru membuat Ara berlari kewalahan sampai akhirnya kehilangan jejak.
"Duh ke mana ya perginya?" seru Ara sembari memutarkan badannya melihat sekelilingnya.
Tiba-tiba seseorang menarik tangannya, "Auuww," jerit Ara pelan dia terkejut melihat jika itu adalah ulah Dirga.
Dirga memandang wajah Ara, membuat jantung Ara menjadi berdebar-debar tidak karuan, jarak di antara ke duanya begitu dekat sampai Ara merasakan embusan napas Dirga yang wangi maskulin namun di sisi lain dia juga merasa ketakutan sebab ketahuan mengikutinya secara diam-diam.
Dirga pun melepaskan tangannya, "Oh jadi Lo yang ngikutin," katanya sembari tersenyum.
Ara menundukan pandangannya begitu terciduk oleh Dirga sekaligus menahan malu.
"Kalau lo gue malah senang," ungkap Dirga kembali tersenyum.
Seketika Ara mengangkat wajahnya memandang Dirga dia kaget mendengar ucapan cowok ini.
"Lo mau ke mana?" tanya Dirga.
"Gue mau pulang."
"Oh sama dong kalau gitu, gue juga mau pulang," sahut Dirga yang tidak lepas dari tersenyum. "Mau bareng?"
Ara kembali kaget, "Hem? Ah enggak gue pulang sendiri aja entar ngerepotin lagi," jawab Ara sembari menunduk malu. "Gue pulang sendiri aja," katanya yang hendak berlalu pergi.
"Eh eh terus Lo ngapain ngikutin gue?" pekik Dirga menghentikan langkah Ara cewek itu diam membuat Dirga berasumsi jika Ara emang mau, "Ya sudah gue anterin ya!" lanjutnya sembari berlalu pergi menuruni anak tangga.
Ara tersenyum melihatnya, Dirga selalu bisa membuatnya tersenyum dengan sikap cowok itu yang manis, ketika Dirga sudah membukakan pintunya dia menyuruh Ara agar cepat masuk perlahan Ara menuruni anak tangga dan masuk ke dalam mobil Dirga.
"Terima kasih," ucap Ara karena Dirga sudah membukakan pintunya yang dibalas sama cowok itu dengan senyuman.
Dirga menjalankan mobilnya bukan ke arah pulang dia sengaja ingin mengajak Ara untuk makan berdua dengannya dia pun menyuruh Ara turun.
"Ayo masuk!" ajak Dirga.
Ara meraih tangan Dirga, "Eh bentar-bentar! Gimana kalau makannya lain kali aja? Soalnya gue belum pamit sama Nyokap entar khawatir lagi," terangnya bukan hanya itu yang menjadi alasan sebenarnya tujuan dia mengikuti Dirga untuk mengawasi cowok itu bukan malah diajak makan.
Mendengar hal itu Dirga malah tertawa, "Ra, mana mungkin sih Nyokap Lo khawatir kita makan sebentar kok gak lama, lagian emang ini zaman batu apa gak ada handphone kan bisa ngabarin, ayolah ini kan pertama kalinya selainnya gak pernah kan?" jelas Dirga memberikan pengertian sembari memandang Ara yang nampak ragu.
Ara masih diam mempertimbangkan keputusannya.
"Okey di restoran ini ada seafood yang rasanya enak sekali, masa gak mau cobain?" Dirga ternyata pandai merayu dia mencoba membujuk Ara dengan menu makanannya.
Ara menjadi bingung jika nolak dia merasa tidak enak hati sama Dirga, "Ya sudah deh boleh," sahutnya.
"Nah gitu dong, yuk masuk!" ajak Dirga sembari mengedipkan sebelah matanya dia merasa senang karena Ara mau makan bersamanya.
Ara pun masuk mengikuti Dirga dari belakang, di dalam sana sudah ramai oleh para pengunjung Dirga memesankan menu kesukaannya untuk Ara cobain.
"Wah benar seafoodnya enak banget," seru Ara di sela-sela makannya, ternyata lidahnya menyukai menu makanan ini.
"Ya kan? Hati-hati loh biasanya yang udah pernah makan di sini suka ketagihan, entah ngajakin gue lagi ke sini," ujar Dirga mulai menggombal dan terkekeh sembari mengaduk-ngadukan minumannya.
Ara ikut tertawa mendengar gombalan Dirga, "Hemm ... Lo beneran gak mau makan? Lo gimana sih, orang ngajakin makan malah Lo sendiri yang enggak makan," celetuk Ara menyadari hal itu.
"Enggak gue masih kenyang lagian lihat Lo makan udah buat gue senang kok," pekik Dirga sembari tersenyum.
Ara tidak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum mendengar gombalan yang Dirga berikan kepadanya, "Lebay!"
Dirga menatap Ara begitu cewek itu kembali makan, "Ini adalah hari yang spesial bagiku pertama kalinya nih gue sama Ara makan bareng berdua hehe gue gak mau sia-siakan kesempatan ini, gue mau manfaatin moment-moment kaya gini," gumam Dirga dalam hatinya sembari menoleh ke arah kirinya melihat seorang perempuan yang sedang asik di sana.
"Khem, gue kesana sebentar ya!" tukas Dirga sembari menunjukan kemana dia akan pergi.
"Eh tunggu, Lo mau ke mana?" ujar Ara dia harus tahu ke mana Dirga pergi yang ada nanti dia ditinggal lagi di sini.
"Hemm ...," Dirga nampak berpikir mencari alasan, "Ke kamar mandi, mau ikut?" jelasnya sembari tersenyum manis ke arah Ara.
"Heh ya enggak lah, ya sudah sana!" kata Ara mempersilahkan cowok itu untuk pergi.
"Benarkan apa kata gue kalau di sini itu kepitingnya enak banget," seru Teri kepada kedua teman-temannya.
Dengan segera Dirga bangkit dari duduknya dan bukannya ke kamar mandi dia malah menemui cewek yang dilihatnya tadi sedang asik bermain gitar, lalu dia menyentuh bahunya. "Hemm, permisi Mbak boleh pinjam gitarnya sebentar?" ujar Dirga dengan sesopan mungkin.
Cewek itu menoleh ke arah Dirga, "Hem boleh." Dengan baik hati dia memberikan gitarnya kepada Dirga.
"Makasih," ucap Dirga dan langsung berlalu pergi.
Seketika Teri dan kedua temannya mendengar suara Dirga, ternyata mereka berada di restoran yang sama, "Eh, lihat deh ada Dirga pasti dia mau kasih gue kejutan, tunggu sebentar ya!" ujar Teri kepada teman-temannya karena dia mau menghampiri Dirga.
Begitu Dirga berhenti Teri juga ikut berhenti dan melihat ada Ara yang sedang duduk di sana.
"Kok Dirga sama Ara sih kesininya," pekik Teri dengan cemburu dan kecewa.
Dirga mulai memetik gitarnya membuat Ara menoleh dan tersenyum merasa terkejut dengan apa yang dilakukan sama Dirga untuknya.
"Jika mungkin hatimu sedih, namun kamu tidak sendiri, jika mungkin harimu sepi namun kamu tak pernah sendiri." Dirga dengan asiknya bernyanyi sambil bermain gitar di samping sana Ara hanya tersenyum melihat penampilan Dirga yang memukau.
Kemudian Ara pun berdiri di samping Dirga sembari melipat kedua tangannya di depan dada menikmati lagu yang Dirga nyanyikan untuknya.