3 Duyung Cantik
Misi Kebaikan Dimulai
Seketika Dirga membuang napasnya, "Sebenarnya gue malas ikut campur sama lo tapi gue gak suka lihat cowok yang beraninya sama cewek," terangnya.
"Jangan banyak omong Lo!" hentak Andi yang langsung maju dan menghajar Dirga namun jangan ditanya Dirga paling jago berantem.
Pertengkaran mereka ternyata ditonton oleh murid-murid yang lain, "Eh eh ada Guru!" teriak salah satu temannya sekelasnya menyuruh agar Dirga menghentikan pertengkarannya.
Dirga akhirnya menghentikan pertengkarannya lalu Ara dan Ratu menghampiri asrid.
Ketika itu Bu Guru langsung menghampiri mereka semua, "Eh ada apa ini rame-rame? bukannya pulang udah jam pulang malah kumpul-kumpul, bubar, bubar, bubar!" ujarnya membubarkan kumpulan anak-anak muridnya itu.
"Selamat Lo hari ini," tukas Dirga sebelum berlalu pergi.
Andi masih kesal mendengar ucapan Dirga yang baginya dia selalu menjadi pahlawan dan ikut campur urusannya.
"Makasih ya Strid, dadah angel," ujar Doni kepada ketiga sahabat itu sembari melambaikan tangannya.
"Dadah, hati-hati Don!" ujar Ara yang diikuti oleh kedua sahabatnya yang ikut melambaikan tangannya juga.
Tiba-tiba kalung dipakai Astrid menyala dengan terang, membuat Astrid kaget melihat sinar yang keluar dari sana. "Eh kalungnya nyala nih!" ujarnya kepada kedua sahabatnya.
Ratu terkejut melihatnya begitu pun Ara karena itu artinya sinyal untuk mereka melakukan seribu kebaikan.
"Sepertinya ada tugas baru nih buat kita," sahut Ara yang mengingat bahwa itu adalah kalung petunjuknya.
"Iya benar, tapi siapa yang harus kita tolong ya? Doni, Dirga atau Andi," pekik Ratu sambil menunjuk ke arah mereka bertiga yang sedang berjalan.
Mengapa Ratu menduga bahwa mereka bertiga yang harus ditolong karena kalung itu menyala tepat di saat mereka bertiga pergi.
Semuanya mulai berpikir mencari cara untuk menemukan kebaikan apa yang harus mereka lakukan dan siapa orang yang membutuhkannya.
"Ah gini aja gimana kalau kita bagi tugas," seru Ara dengan antusias.
"Iya benar gue awasin Andi, Lo awasin Dirga dan Lo awasin Doni!" tunjuk Astrid membagi tugas untuk Ratu mengawasi Doni dan Ara mengawasi Dirga.
"Okey okey." Semuanya pun setuju.
"Yuk," ujar Ara sembari mengulurkan tangannya, yang diikuti oleh Ratu dan Astrid dengan tersenyum juga.
Mereka telah siap melakukan tugas pertamanya untuk berbuat kebaikan setelah menjadi putri duyung dan memiliki kekuatan super.
Ratu pun langsung bergegas menaiki mobilnya untuk menyusul Doni, melihat Doni yang sudah dekat dia semakin mempercepat mobilnya. "Don, perlu bantuan? Naik mobil gue aja!" ujar Ratu sembari menaikan kedua alisnya.
Doni menoleh begitu namanya dipanggil, "Perlu bantuan?" gumamnya seketika dia berpikir maksud dari ucapan Ratu.
"Ya sudah deh," lanjutnya dia mau menerima ajakan Ratu untuk naik ke mobilnya.
"Ayok!" seru Ratu sembari menggunakan sabuk pengamannya.
"E-ee kok Lo tahu kalau aku butuh bantuan?" pekik Doni begitu dia sudah duduk di mobilnya Ratu.
Ketika Ratu hendak menjawabnya tiba-tiba ponselnya berdering, "Sebentar ya Don," katanya kepada Doni.
"Hallo?" sapa Ratu pada seseorang yang telah menelponnya.
"Ratu, setiap kamu melakukan kebaikan atau apa pun itu jangan pada orang yang tahu atau ... jangan pernah kasih tahu siapa pun karena setiap kamu melakukan kebaikan dan dia mengetahuinya maka semuanya akan sia-sia kamu tidak akan mendapatkan satu kebaikan itu, kamu mengerti kan maksud Ibu?" jelas Bu Maya memberitahu akan apa yang harus dan tidaknya Ratu lakukan selama menjalankan tugasnya.
"Iya Bu, tapi dari mana Ibu tahu soal ini?" pekik Ratu heran dia menoleh ke kanan dan kirinya serta ke belakang mencari tahu di mana Bu Maya namun tidak ada karena Bu Maya ada di rumahnya sendiri.
"Kamu jangan khawatir soal itu biar saya yang urus ya!" sahut Bu Maya yang memutuskan sambungannya secara sepihak.
"Hallo Ratu! Ratu!" pekik Ratu begitu sambungan terputus padahal dia masih ingin bertanya.
"Ratu? Siapa ratu?" Doni menatap Ratu kebingungan mendengar cewek itu menyebut nama ratu.
Ratu sadar bahwa kini dia sedang bersama Doni, dia terkekeh menghilangkan kegugupannya, "Ah enggak nama teman gue ratu."
Doni menganggukkan kepalanya mengerti dan langsung percaya dengan ucapan Ratu.
"Eh Don, sebelum pulang kita jalan-jalan dulu yuk! Kan jarang kita hangoutan bareng ya kan?" Ratu menatap mata Doni sembari tersenyum ke arahnya berharap cowok itu mau.
Mendengar ajakan Ratu, Doni nampak berpikir. "Ehmm ya sudah deh," jawabnya menyetujui.
Dengan cepat Ratu pun langsung menancapkan gasnya mobil berlalu dengan begitu cepat, sedangkan Bu Maya nampak tersenyum memandang tabletnya.
Ketika sampai di sebuah tempat Ratu dan Doni berlari melihat keramaian.
"Ayo gantian-gantian!" pekik penjual itu yang berada di depan sana.
"Eh ada apa sih Bu?" tanya pada Ibu-ibu yang sedang mengantri, karena gak dijawab Ratu ikut mengantri di depan.
"Eh misi dong misi," tukas seorang Bapak-bapak sembari mendorong-dorong dengan tidak sabar, sehingga Ratu terdorong-dorong oleh para Ibu-ibu dan yang lainnya sampai dia terpental jatuh ke dalam bak yang berisi dengan air membuat dia kaget seketika semua orang pun menoleh memandangnya.
"Ratu!" pekik Doni begitu melihat Ratu yang jatuh ke dalam air.
Ratu kebingungan begitu sadar dia kini dalam bahaya dengan segera Doni bergeser mengambilkan kain hitam dan menutupi Ratu di sana untung saja semua orang sedang sibuk dengan antriannya.
"Perhatian-perhatian, barang yang ada di sini gratis, ayo cepat! Cepat Ibu-ibu," seru Doni memakai speaker membuat pada pembeli yang ada ngantri di depan tadi berlarian masuk ke dalam mall dan hanya ada satu anak kecil yang memandangi kain hitam itu dengan bingung.
Seketika Pak satpam datang menarik tangan Doni, "Hey barang-barang di sini gak gratis siapa yang bilang? Kalau kaya gini kan siapa yang mau tanggung jawab?"
Doni menjadi bingung, " Maaf Pak, saya dari tim geledah matafori," ujarnya kepada Pak satpam sembari menunjukkan kartunya lalu dia membuka kacamatanya.
"Oh maaf Pak," sahut Pak satpam begitu tahu siapa Doni.
"Baik Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian mohon barang yang diambil tadi dikembalikan lagi!" seru Doni mengumumkan kembali menggunakan speaker.
"Yahh gimana sih?" keluh Ibu-ibu merasa tertipu.
"Saya di sini mau memberitahu bahwa di depan ada bom," seru Doni membuat semuanya kaget.
Sedangkan di luar Ratu membuka kain hitamnya lalu mengeluarkan kekuatannya agar dapat mengeringkan ekornya, di sisi lain anak kecil itu melongo melihat Ratu yang menjadi duyung hingga kembali normal.
Ratu yang mengembuskan napasnya lega begitu sudah kembali normal dan dia langsung beranjak mengambil permen yang ada di tasnya untuk diberikan kepada anak kecil itu.
Dengan bahasa isyarat Ratu menyuruh anak kecil itu untuk diam dan tidak berisik lalu Ratu juga menyuruh anak itu untuk pergi begitu semuanya beres dia terkejut begitu melihat di dalam Doni dengan penampilannya yang aneh.
"Saya memberikan pengertian kepada anda-anda sekalian untuk tetap di sini dan tidak keluar, sampai petugas datang untuk mengamankan semuanya," tutur Doni dengan panjang lebar.