3 Duyung Cantik

Izin Menikah Lagi

Melly, mamahnya Arabell pun merasa gak enak dengan Arabell dia menghampiri anaknya ke kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi tersebut.

 

"Arabell kamu tidak apa-apa?" ujarnya.

Arabell menarik napasnya lalu mengembuskan ya perlahan sebelum menjawab, "Iya Mah gak apa-apa," sahut Arabell berusaha tegar dihadapan orangtuanya.

 

Melly menjadi merasa gak enak hati dengan anaknya dia tidak ingin melihat anaknya bersedih karenanya.

Di dalam kamar mandi pun Arabell mengusap air matanya dengan bajunya dia tidak mau terlihat habis menangis di depan orangtuanya nanti,lalu dia membuka pintu kamar mandinya.

Melihat Arabell yang baru keluar Melly langsung menghampirinya dan membelai rambut anaknya itu. "Kamu gak apa-apa sayang?" 

 

"Iya gak apa-apa kok Mah," kata Arabell berusaha menyembunyikan luka hatinya.

"Sayang, Mamah kan baru kasih tahu kamu saja jadi gak usah mikirin yang macem-macem, Mamah ngerti sekali kok perasaan kamu." Di saat itu Arabell beranjak pergi dengan meraih tasnya yang ada di atas meja. 

 

"Arabell! Arabell, kamu mau kemana Nak?" tanya Melly yang dihiraukan begitu saja oleh anaknya.

 

Arabell berjalan dengan begitu cepat meninggalkan rumahnya, dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya Melly yang khawatir langsung mengejarnya dia merasa bersalah telah melukai perasaan anaknya dengan mengatakan hal itu.

 

"Arabell! Arabell kita bisa bicarakan baik-baik sayang," seru Melly begitu mereka berdua sudah berada di luar rumah.

 

Sedangkan Arabell masih menghiraukannya dia pergi menjauh dari rumahnya sampai mendorong pintu gerbangnya dengan asal.

 

"Arabell! Jangan pergi gitu dong sayang kita bicarakan baik-baik di rumah yah," teriak Melly yang terus mencoba menghentikan Arabell namun Arabell tampaknya perlu waktu untuk sendiri saat ini.

 

Arabell mengajak sahabat-sahabatnya untuk pergi ke pantai dia butuh refreshing dan sharing dengan mereka dengan terus terang dia bercerita kepada sahabat-sahabatnya tentang hubungan Mamahnya.

 

"Apa? Jadi Mamah Lo udah punya cowok dan hubungannya udah serius apa mau married gitu?" pekik Astrid menghampiri Arabell yang duduk di ayunan.

 

"Iya maksudnya gitu, tapi gue gak mau gue gak akan rela jika ada yang menggantikan Bokap gue, Nyokap gue tuh tega banget sih." Arabell menangis membayangkan hal menyenangkan bersama kedua orangtuanya duku, membuatnya tidak tega jika ada yang menggantikan Papahnya.

 

Ratu melihat Arabell yang sedang rapuh dia jadi ingat waktu di acara pemilihan museum itu. "Apa jangan-jangan cowok itu ...." Dia pun bangkit dari duduknya dan duduk di samping Arabell.

 

"Ra, sebenarnya waktu di museum itu gue lihat Nyokap Lo ngobrol sama cowok sayangnya gue gak lihat mukanya sih, tapi gue dengar Nyokap Lo ngomong apa sama cowok itu," terang Ratu yang menoleh ke arah Astrid.

 

"Jadi intinya cowok itu harus sabar kalau mau nikahin Tante Melly karena Nyokap lo gak mau ngorbanin perasaan anaknya dan dia mau lo bahagia dan nyaman dulu dengan orang itu baru bisa nikahin, karena bagi Nyokap lo, Lo dan Amy itu penting banget," jelas Ratu membuat Arabell kaget saat mendengar semuanya.

 

"Apa?" pekik Arabell merasa kurang jelas dengan ucapan Ratu.

"Bahkan Nyokap lo bilang kalau mereka mending gak usah sama-sama, daripada harus kehilangan Lo sama Amy," terang Ratu kembali menjelaskan.

 

Arabell tertegun mendengarnya. "Jadi gue sama Amy lebih berharga dibandingkan orang lain? Sampai-sampai Nyokap gue ngerelain kebahagiaan dirinya demi anak-anaknya," lirihnya dengan kembali bersedih mengetahui kebenaran itu.

 

Astrid mengusap-usap punggung Arabell memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu, "Ya iyalah Ra, selama ini Nyokap lo selalu perhatian sama lo berdua, lagian gak semudah itu Nyokap lo mencari pengganti Bokap lo karena menurut gue Nyokap lo itu sayang banget sama Bokap Lo," tukasnya.

 

Sudah 10 tahun sejak kepergian Papahnya, Mamahnya memang kadang termenung sendirian dia sampai lupa bahwa Mamahnya pasti merasa kesepian selama ini.

 

"Coba Lo ada di posisi Nyokap lo? Nyokap lo butuh pendamping Ra," ujar Astrid memberikan sahabatnya ini pengertian.

 

"Iya gue emang egois," lirih Arabell kembali menangis, "Gue egois banget, Nyokap gue berhak mendapatkan kebahagian dari orang lain dan Nyokap gue berhak membuka hatinya untuk siapa aja ya ampun gue egois banget sih," lanjutnya dengan memegangi kepalanya yang terasa pening sebab banyak menangis.

 

"Ara stop Ra! Sikap Lo itu wajar bukan egois ya kan?" tukas Astrid melirik ke arah Ratu.

 

"Iyah, tapi Lo harus bisa buka hati Lo buat pengganti Bokap lo, demi Nyokap lo yahh," tutur Ratu dengan pelan dia sangat mengerti perasaan Arabell saat ini.

 

Perlahan Arabell mulai sadar mendengar ucapan satu persatu dari kedua sahabatnya, dia memandang Ratu yang dibalas senyuman olehnya sebagai penguat untuk dirinya begitu pun saat dia menoleh kepada Astrid yang dibalas dengan senyuman juga betapa beruntungnya dia memiliki sahabat seperti mereka.

 

Lalu Ratu dan Astrid pun memeluk Arabell yang kini sedang rapuh dan membutuhkan penguat untuknya.

 

Ketika Arabell sudah merasa tenang dia pun kembali pulang di malam hari dan saat sampai di rumahnya dia melihat Mamahnya yang sedang duduk sendirian di meja makan yang pasti sedang menunggu kepulangannya.

 

"Mah," sapa Arabell lirih dengan pandangan yang menunduk ke bawah.

 

"Sayang kamu dari mana? Mamah khawatir tadi sama kamu." Melly langsung bangun kaget melihat putrinya yang sudah kembali pulang.

 

"Aku baik-baik saja Mah, maaf karena tadi sudah marah-marah sama Mamah," tukas Arabell sembari menatap Mamahnya dengan tatapan sendu dia merasa bersalah atas sikapnya tadi.

 

"Iya gak apa-apa kok Mamah ngerti kok perasaan kamu, udah kita gak usah ingat omongan tadi ya! Lupain aja Mamah gak apa-apa kok," kata Melly dengan tersenyum simpul.

 

"Pasti Mamah berpikir kalau aku gak setuju kan?" seru Arabell.

 

"Iya gak apa-apa kok bener Arabell, Mamah juga tahu kok pasti kamu tidak setuju dan keberatan kalau Mamah cari pendamping lain tapi kamu jangan salah mengerti bukannya Mamah bermaksud mencari pengganti Papah kamu karena Papah kamu bukan seseorang yang bisa tergantikan dengan mudah, Mamah juga sering sekali merindukan Papah kamu, jadi mending kita lupain soal ini ya lupain saja okey." Melly pun hendak berlalu pergi agar tidak mendengar ucapan Arabell lagi yang akan membuat dirinya bersedih.

Namun Arabell menghentikan langkahnya. "Mah!" 

 

Seketika Melly berhenti dan memandang putrinya ini yang kembali menghampirinya, "Enggak Mah, kalau gitu aku yang egois, Mamah berhak bahagia awalnya aku marah dan gak setuju Mah, tapi sekarang Arabell sadar kalau selama ini Mamah udah mengorbankan waktu dan tenaga untuk Arabell dan Amy, sampai-sampai Mamah gak memikirkan kebahagian Mamah sendiri," kata Arabell menjelaskan bahwa dia akan berusaha menerima semuanya.

 

"Tapi kebahagian Mamah itu kalian berdua kamu dan Amy, kalian adalah segala-galanya bagi kehidupan Mamah, Mamah bahagia kok hidup kaya gini." Melly mencoba untuk kuat di depan anaknya.

 

"Enggak Mah, Mamah harus mencari pendamping hidup Mamah aku rela dan ikhlas Mah kalau Mamah bahagia aku juga bahagia karena aku tahu Mamah akan mencari yang terbaik," tutur Arabell dengan kerendahan dan keikhlasan hatinya.

 

Mendengar ucapan Arabell membuat Melly tersenyum senang dia memegang tangan anaknya ini yang sudah memberikan pengertian untuknya. 

 

"Dan aku ingin ketemu dengan seseorang itu Mah," kata Arabell sembari tersenyum.

Lagi-lagi Melly dibuat kaget oleh perkataan anaknya yang dengan mudahnya mengikhlaskan dan menyetujuinya dan kini dia ingin untuk segera dipertemukan dengan laki-laki itu.

 

"Kamu serius?" ujar Melly merasa ragu dengan ucapan Arabell.

 

"Iya Mah aku serius," kata Arabell sembari tersenyum.

 

Melly langsung memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang. 

 

Siapakah laki-laki yang akan dinikahi oleh Mamahnya Arabell? Yuk geser babnya untuk lanjut ke cerita selanjutnya! 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!