3 Duyung Cantik
Full Party
Malam harinya Arabell, Ratu, Astrid dan Doni datang ke pesta ulang tahun Teri dengan hati-hati mereka melewati orang-orang yang sedang berenang itu.
"Hello kalian gak salah ini kan acara full party, kalian kok pakai bajunya kaya gini sih," pekik Teri yang kaget melihat penampilan ke tiga musuh bebuyutannya ini.
Malam ini Arabell memang memakai baju kaos lengan panjang dengan syal warna merah di lehernya rambutnya yang dibiarkan tergerai begitu saja, Ratu pun sama dia memakai baju hangat dengan lengan panjang serta memakai syal warna biru tua yang terjulur begitu saja di lehernya sedangkan Astrid dia memakai baju rompi lengan panjang serta rambutnya yang selalu tergerai bebas.
Di saat itulah mereka bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan Teri tentang gaya pakaiannya yang nampak berbeda dengan para teman-temannya yang lain.
"Tuh kan benerr kalian tuh salah kostum tahu," sahut Doni tanpa tahu apa-apa.
"Donii… syuttt!" Ratu langsung menyuruh Doni untuk diam karena mereka sengaja memilih kostum ini untuk menghindari jika terkena cipratan air.
"Soalnya kita lagi ..." Arabell mulai mencari alasan dia menatap kedua sahabatnya bingung.
"Hacuhh." Ratu berpura-pura bersin di depan Teri.
Astrid pun langsung menoleh, "Ah iya kita lagi flu hacuhh," katanya ikut-ikutan bersin.
"Iiiyuuu omg kalau kalian pada sakit kenapa datang ke pesta ini? nyebar-nyebarin virus tahu," celetuk Teri sambil membersihkan bajunya takut terkena virus dari mereka.
"Gak bakal kok gak bakal lo tenang aja," sahut Arabell dengan tersenyum.
"Ya sudah ya sudah terserah yang penting jangan dekat-dekat gue ya!" pinta Teri penuh peringatan dan berlalu pergi gitu saja.
"Ishh," gumam Astrid memandang Teri penuh kekesalan.
Ratu menaik turunkan kedua alisnya memandang kepergian Teri sedangkan Arabell menarik bibirnya ke bawah mengalihkan pandangannya dari Teri.
"Eh mending kita kesana yuk!" ajak Arabell sembari memegangi tangan Ratu.
"Awas hati-hati girl," ujar Arabell saat mereka melewati kolam renang.
Seketika langkah mereka berhenti saat pandangan mereka tertuju pada keributan yang disebabkan oleh Dirga yang sedang ditarik-tarik oleh para cewek centil.
"Hey Dirga!!" teriak Arabell senang bisa bertemu dengan Dirga di pesta ulang tahun Teri ini.
Dirga menoleh ke arah sumber suara, "Eh bentar-bentar gue ke sana dulu," katanya kepada para cewek itu yang akhirnya tangannya dilepaskan sejak dari dia ingin segera pergi namun selalu ditahan.
"Hey," sapa Dirga setelah berada di hadapan Arabell.
"Hey." Astrid pun ikut membalas sapaan Dirga sembari terus menyenggol lengan Arabell.
Dirga langsung mendekat menghampiri Arabell wajah ke tiga sahabat tiga seketika menjadi ceria saat bertemu dengan Dirga.
"Lemon tea, favorite lo kan?" tebak Dirga sembari menunjukan jarinya kepada Arabell.
Arabell kaget mendengarnya "Kok lo tahu sih?"
Astrid menoleh memberikan senyuman menggoda kepada Arabell.
"Tahulah, yaudah gue ambilin dulu ya." Dirga kembali pergi untuk mengambilkan minuman untuk Arabell.
Ketika itu juga Ratu dan Astrid hendak pergi meninggalkan Arabell sendirian namun pakaian mereka ditarik oleh Arabell.
"Etth kalian mau ke mana?" tanya Arabell sembari memandang ke dua sahabatnya itu.
"Yee emang mau pacaran rame-rame terus kita nonton doang gitu? Lo aja deh," sahut Ratu dengan terkekeh.
"Don! Don, katanya lo mau ke WC?" seru Astrid melihat Dirga yang masih diam di tempat.
Doni yang tidak mengerti kode masih tidak mau pergi dan memilih bersama Arabell. "Eehmm enggak kok siapa yang bilang," katanya.
Ratu yang terlihat kesal langsung menarik tangan Doni untuk ikut pergi, "Udah ayok pergi!"
Astrid dan Ratu pun membawa Doni menjauh dari Arabell karena mereka mengerti bahwa Arabell dan Dirga butuh waktu untuk berbicara berdua.
Jantung Arabell terus berdebar mengikuti iramanya dia menunggu Dirga yang belum muncul-muncul juga dengan tidak sabar.
Namun tiba-tiba dari arah belakangnya ada seseorang yang menepuk bahunya membuat jantung Arabell nambah berdebaran dikira itu adalah tangan Dirga ternyata Andi membuat senyuman Arabell menghilang gitu saja.
"Hay sayang, apa kabar?" sapa Andi dengan tersenyum.
"Baik." Arabell pun membalasnya dengan senyum pula.
"Kamu sendirian di sini?" kata Andi terus mencari perhatian Arabell.
"Hemm," gumam Arabell dia sangat malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang cowok itu berikan.
Sesaat Andi memperhatikan penampilan Arabell, "Dah kita kan lagi di fullparty kok lo sendiri sih? Terus makai baju kaya gini lagi?" celetuknya.
"Ya emang kenapa?" sahut Arabell yang mulai ketus.
"Ya gak seru dong," jawab Andi baginya ini adalah tempat untuk bersenang-senang, "Ya sudah gimana kalau aku ceburin," lanjutnya sembari menggendong Arabell berniat mau nyeburin Arabell ke dalam air.
"Aaa Andi jangan dong!" teriak Arabell meminta agar Andi mau melepaskannya kembali, "Andi turunin nggak! Gue takut basah," teriak Arabell berusaha melepaskan diri namun dia takut jika malah akan jatuh ke dalam air.
"Basah? Ya wajar dong kita kan lagi di fullparty jadi gak apa-apa dong," seru Andi dengan kekeh mau menyemburkan Arabell ke dalam air.
"Andi please jangan! Lepasin gue!" teriak Arabell.
"Andi!!!" teriak Dirga dengan emosi dia kaget saat melihat Arabell yang hendak mau diceburin ke dalam air. "Lepasin enggak!" ancam Dirga.
"Weh kita sedang di full party, wajar dong kalau main cebur-ceburan," sahut Andi dengan santainya.
Ketika itu juga Ratu dan Astrid merasa cemas melihat bahwa Andi hendak menjatuhkan Arabell ke dalam air membuat mereka bingung harus ngapain.
"Eh eh Andi," teriak Dirga saat Andi mulai bersiap-siap melepaskan Arabell.
Dalam hitungan detik Andi langsung melemparkan Arabell ke dalam air membuat Ratu dan Astrid semakin panik dan mencari cara untuk menyelamatkan Arabell.
"Ke sana yuk!" ajak Astrid dengan terburu-buru dia dan Ratu pun berlari.
Di dalam kolam Arabell sudah berubah menjadi duyung dan dia berenang mencari cara agar tetap tidak terlihat oleh pandangan teman-temannya maupun Andi.
Tiba-tiba lampu mendadak padam lampu pun disorotkan kepada Teri sebagai orang yang mengadakan acara party ini.
"Perhatian-perhatian acara potong kue akan dimulai mari semuanya menyanyikan lagu untuk Teri!" teriak Astrid memandu suara dengan mikrofon speaker.
Ternyata itu semua adalah ulah Ratu dan Astrid untuk menarik perhatian kepada para tamu undangan agar menjauh dari kolam renang, di saat itu juga semua anak-anak langsung menyanyikan lagu untuk Teri.
Astrid memberi kode kepada Ratu agar segera pergi menyelamatkan Arabell yang masih berada di kolam renang.
Arabell muncul ke permukaan melihat bahwa semuanya sudah pergi untuk meRatukan pesta ulang tahun Teri, dengan segera Ratu dan Astrid mengangkat Arabell namun Doni malah datang dan berteriak.
"Arabell kamu tidak apa-apa?" tanya Doni yang selalu mengikuti ke dua sahabat Arabell namun saat itu juga dia terkejut melihat ekor duyung Arabell. "Aaaaa!!" teriaknya yang langsung dibungkam oleh tangan Astrid.
"Syutt jangan berisik!" pinta Astrid memperingatkan Doni.
Mereka semua langsung membawa Arabell ke halaman belakang rumah Teri agar tidak terlihat oleh siapapun, di saat bersamaan Dirga datang untuk mencari Arabell di kolam renang.
"Duh gimana ini?" Arabell terlihat panik melihat dirinya dengan wujud yang berbeda takut jika seseorang akan melihatnya. "Keringnya kan butuh waktu lama," lanjutnya.
Ratu mulai berpikir mencari solusinya dan dia teringat bahwa dia mempunyai kekuatan, "Udah lo tenang aja Ra," katanya lalu dia mengulurkan tangannya pada tubuh Arabell mencoba mengeringkannya dengan kekuatannya.
Astrid tersenyum melihatnya ternyata kekuatan yang dimiliki Ratu sangat berguna juga.