3 Duyung Cantik
Kekuatan Yang Berbeda
“Duh bagaimana ya? Mana semua orang lo tahu kalau lo jago renang lagi!” Ratu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dia pusing pasti ada aja masalah yang harus mereka hadapi.
Astrid pun nampak kebingungan dia mencari cara untuk bisa mengatasi masalahnya, “Sudah gampang kalian tenang aja apa sih emang kalau gak buat lo, Ra,” rayunya kepada Arabell.
“Hehehe iya iya tapi lo mau ngapain emang?” Arabell penasaran dengan apa yang akan sahabatnya lakukan dan menatap Ratu namun Ratu malah mengangkat kedua bahunya tidak tahu apa-apa.
Di saat istirahat Astrid berencana untuk menemui Guru pelatih renangnya yang berada di kolam renang sekolah.
“Astri kamu mau mengundurkan diri? kan kamu tahu kalau kamu itu andalan di sekolah kita,” ujar Bu Ratna yang nampak kesal. “Apalagi sebentar lagi akan ada kompetisi.”
Astrid dengan pandai menerangkan aktingnya yaitu memasang wajah nelangsa, “Ya masih mau bagaimana lagi Bu? mata saya mengalami gangguan alergi kaporit sedangkan semua kolam renang mengandung kaporit makanya itu Dokter melarang saya untuk tidak berenang dulu karena sedang menjalani pengobatan,” jelas Astrid.
“Ya sudah semoga kamu cepat sembuh ya tapi ingat tahun depan semoga kamu bisa ikut kompetisi itu,” kata Bu Ratna penuh harap bagi Astrid adalah murid andalannya untuk bisa memenangkan kompetisi renang nanti.
“Makasih banyak ya Bu saya permisi,” kata Astrid dengan senyum simpul dan berlalu pergi.
Diam-diam ternyata Bu Maya memperhatikan Astrid dari jauh dia telah mendengar apa yang dikatakan Astrid dan Bu Ratna.
“Eh Astrid bagaimana?” tanya Arabell saat melihat kedatangan Astrid.
Saat itu Astrid masih memasang wajah sedih membuat Ratu penasaran juga. “Iya Strid bagaimana?”
“Hemm sekarang,” ujar Astrid menunda ucapannya agar kedua sahabatnya bertambah penasaran.
Arabell menatap Ratu dia takut jika Astrid gagal saat izin tadi, “Sekarang gimana?” bentaknya.
“Strid gimana buruan kasih tahu!” rengek Ratu sambil menarik-narik tangan Astrid.
“Sekarang… semua orang sudah tahu kalau gue gak bisa berenang lagi jadi mereka tidak akan bisa maksain gue berenang kan?” teriak Astrid senang.
“Yeeeyy,” Arabell dan Ratu pun bersorak-sorak ikut senang mendengar kabar baik ini.
“Tapi kok bisa sih Strid?” tanya Arabell dia masih penasaran cara izin Astrid kepada Bu Ratna.
“Yaa gue gitu loh,” sahut Astrid dengan mengibaskan rambutnya.
“Yayaa wkwk,” Ratu percaya jika Astrid tidak akan kehabisan cara untuk melakukan apapun.
“Pokoknya nanti kita harus rayain,” kata Astrid dengan senangnya.
“Rayain bagaimana?” tanya Ratu menatap Astrid bingung.
“Ada deh nanti pulang sekolah gue kasih tahu okey,” sahut Astrid, sambil merangkul Arabell yang diikuti oleh Ratu yang ikut memeluk kedua sahabatnya.
Akhirnya mereka pun pergi ke cafe untuk membeli susu dan stik es cream. Astrid membuat rencana untuk membentuknya menjadi es cream.
“Eh eh sini duduk di sini aja,” ujar Arabell sembari meletakan gelas yang berisi susu itu di atas meja.
“Mau ngapain sih emang, Strid?” Ratu yang tidak tahu apa yang akan sahabatnya itu lakukan merasa bingung.
“Udah lihat aja nanti, oh iya Rat, lo pegangin dulu ya!” Astrid menyerahkan stik itu kepada Ratu.
Arabell pun langsung menyalurkan kekuatannya sehingga susu yang berada di dalam gelas disatukan Arabell ke stik, lalu dibekukannya oleh Astrid sehingga membentuk es cream susu vanilla.
“Yeey berhasil nih Ra, ambil nih buat lo Rat!” seru Astrid yang langsung mengambil es cream itu.
“Tos dulu dong,” kata Arabell dengan mendekatkan es cream miliknya dengan Astrid.
Ratu tampak cemberut melihat kedua sahabatnya yang asik menikmati kekuatannya sedangkan dia?
“Dimakan juga itu Rat, enak loh,” seru Arabell dengan senangnya.
“Enak kok ya punya kekuatan,” ujar Ratu dengan sarkasme wajahnya tampak cemberut.
“Emang enak ya kan, Strid?” seru Arabell sembari menikmati es cream miliknya.
“Enak banget ya, kenapa kok gue gak punya kekuatan?” Ratu menatap wajah kedua sahabatnya dengan nelangsa.
Saat itu juga Arabell dan Astrid merasa bingung dan gak enak hati, kemudian Ratu bangkit dari duduknya meninggalkan es creamnya di meja.
“Eh Rat, mau ke mana?” teriak Astrid langsung bangun dari duduknya.
“Ratu!” teriak Arabell mencoba menghentikan Raya.
“Duh kok, Ratu ngambek ya?” tanya Arabell kepada Astrid.
“Mana gue tahu,” Astrid juga bingung meski dia tahu Ratu pasti ngambek.
Ya jelas Ratu ngambek dia iri dengan Astrid dan Arabell yang punya kekuatan duyung namun dia tidak, Ratu pergi ke kamar mandi untuk menenangkan dirinya.
“Kenapa sih cuma Arabell sama Astrid doang yang punya kekuatan?” gerutu Ratu dia memantulkan dirinya di depan cermin.
“Kenapa gue gak punya kekuatan juga?!” Emosi Ratu semakin membuncah dia bingung kenapa dia tidak punya.
Ratu memandang tangannya lalu mencoba untuk mengeluarkan kekuatannya dari kedua tangannya seperti Astrid tapi hasilnya nihil yang ada dia malah kecapean.
“Akhh,” pekik Ratu sampai kakinya tergelincir dan tiba-tiba air itu terkena cermin dan mengeluarkan asap seperti air yang mendidih.
Ratu memandang tangannya. “Hah, gue punya kekuatan?” pekiknya wajahnya terlihat merona.
Namun saat Ratu mencobanya kembali gagal tangannya tidak mengeluarkan apa-apa.
“Kok gak bisa sih?” gerutu Ratu bingung dia membawa sejumput rambutnya ke belakang telinga.
Tapi bukan Ratu namanya jika dia menyerah begitu saja, Ratu pun terus mencobanya sampai akhirnya air yang berada di cermin itu mendadak kering membuat Ratu kaget seketika.
“Oh ternyata begini cara menggunakan kekuatan gue?” pekik Ratu dengan antusias.
Ratu kembali mencobanya dengan menyiram air ke cermin lalu dia pun menjulurkan tangannya mengeluarkan kekuatannya dan berhasil cermin itu berubah menjadi kering.
“Yess gue punya kekuatan!” teriak Ratu dengan senangnya sambil memandang tangannya.
“Astrid dan Arabell mereka harus tahu ini,” kata Ratu dengan tidak sabar.
Ratu Pun berlari kembali menghampiri kedua sahabatnya yang masih asik bercanda tawa.
“Strid, Ra, buruan ikut gue!” seru Ratu dengan tergesa-gesa.
“Apaan Rat?” tanya Arabell .
“Udah buruan ikut gue!” sahut Ratu sembari menarik tangan kedua sahabatnya.
“Sebentar Rat, tunggu dulu,” Astrid melepaskan tangannya untuk mengambil tasnya lalu meletakan es creamnya di atas meja dan berlari mengejar Arabell dan Raya.
“Lo mau ngapain sih Rat?” Arabell semakin penasaran kenapa Ratu membawanya ke kamar mandi.
“Nih gays lihat gue!” seru Ratu dengan antusias.
Lalu Ratu pun menyalakan air di bak kecil terus mematikannya kembali dan dia menjulurkan tangannya ke bak kecil itu dengan fokus dia mengendalikan kekuatannya yang akhirnya bak itu mengeluarkan asap panas dan berubah menjadi kering.
Arabell dan Astrid kaget melihatnya mereka melongo dibuatnya.
“Yeeyy akhirnya lo punya kekuatan juga,” ujar Arabell sembari memeluk Raya.
Mereka pun berpelukan dengan senang. “Eh, keren banget berarti kita bertiga punya kekuatan yang berbeda-beda ya!” terangnya.
“Yoi yeah,” sahut Ratu dengan tertawa senang. “Tos dulu dong!” lanjutnya.
Mereka pun melakukan tos high five dan saling adu pinggul serta tertawa bersama.
“Eh berarti yang dikatakan Bu Maya itu benar untuk melakukan seribu kebaikan,” seru Arabell wajahnya tampak serius.
“Atau melindungi kita dari bahaya,” timpal Astrid setelah sadar bahwa ternyata mereka bertiga sama-sama mempunyai kekuatan.
Ratu mempunyai kekuatan untuk mengeringkan, Astrid mempunyai kekuatan mengubah air menjadi es dan Arabell mempunyai kekuatan mengendalikan air.