Youtuber Kocak Mengungkap Kuntilanak

Malam Saat Tak Terduga 3

Ardi, dengan semangat membara, menari-nari di bawah sinar bulan purnama. Ia menggoyangkan badannya mengikuti irama lagu dangdut yang berkumandang dari ponselnya. Lila dan Budi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol sahabat mereka.

"Ardi, kau pikir kuntilanak mau ikut joget?" tanya Lila sambil menahan tawa.

"Siapa tahu dia suka dangdut juga," jawab Ardi sambil terus bergoyang. "Mungkin dia lagi latihan buat jadi bintang dangdut."

Budi yang sedari tadi merekam aksi Ardi, tiba-tiba berseru. "Guys, lihat itu!"

Ardi dan Lila langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Budi. Di kejauhan, terlihat sesosok perempuan dengan rambut panjang terurai sedang berdiri di bawah pohon mangga. Sosok itu menatap mereka dengan tatapan kosong.

"Itu dia!" seru Ardi. Ia langsung mematikan musik dan mengambil kamera. "Oke, guys, ini momen yang kita tunggu-tunggu. Kita akan buktikan pada dunia bahwa kuntilanak itu ada!"

Ardi berjalan perlahan mendekati sosok perempuan itu. Lila dan Budi mengikuti di belakangnya, dengan hati yang berdebar kencang.

"Halo," sapa Ardi dengan suara lembut. "Bolehkah aku bertanya beberapa pertanyaan?"

Sosok perempuan itu tidak menjawab. Ia hanya menatap Ardi dengan tatapan kosong.

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu," lanjut Ardi. "Aku hanya ingin berteman."

Tiba-tiba, sosok perempuan itu tertawa kecil. Suaranya merdu namun terdengar begitu menyeramkan. "Aku sudah lama menunggu kedatanganmu," ujarnya.

Ardi merasa bulu kuduknya berdiri. Ia tidak menyangka bahwa kuntilanak itu akan berbicara dengannya.

"Kau tahu tentang aku?" tanya Ardi penasaran.

"Tentu saja," jawab kuntilanak. "Aku sering menonton videomu di YouTube."

Ardi terkejut. "Benarkah? Kau suka videoku?"

Kuntilanak mengangguk. "Aku suka caramu membuat orang tertawa. Di dunia ini, terlalu banyak kesedihan. Aku ingin merasakan kesenangan seperti yang kau rasakan."

Ardi terdiam. Ia tidak menyangka bahwa kuntilanak itu ternyata memiliki perasaan yang sama seperti manusia.

"Lalu, mengapa kau menghantui pohon mangga ini?" tanya Ardi.

Kuntilanak menghela napas panjang. "Dulu, aku pernah hidup di desa ini. Aku memiliki seorang kekasih, namun kami harus berpisah karena dijodohkan dengan orang lain. Hatiku hancur, dan aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku di bawah pohon mangga ini."

Ardi merasa iba mendengar cerita kuntilanak. Ia tidak menyangka bahwa di balik sosok menyeramkan itu, tersimpan kisah cinta yang tragis.

"Maafkan aku atas apa yang telah kulakukan padamu," ujar Ardi.

Kuntilanak tersenyum. "Tidak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu. Terima kasih karena telah datang dan mendengarkan ceritaku."

Setelah itu, kuntilanak menghilang. Ardi, Lila, dan Budi saling pandang dengan wajah penuh keterkejutan. Mereka tidak menyangka bahwa petualangan mereka malam ini akan berakhir seperti ini.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!