Untuk FADHIL

Party

Keyla merasa bahwa Kevin memang cowok yang paling perhatian Keyla berharap cowok itu tidak akan pernah berubah.

Fadhil merasa senang dengan kumpulnya kedua orangtuanya di rumah tapi mereka pulang hanya karena ingin memberitahu kepada semua orang bahwa putra tunggalnya akan menjadi pewaris tahta dan telah terdaftar menjadi calon CEO muda di perusahaannya karena bagaimana pun Riska menginginkan Fadhil untuk dapat membantu perkembangan perusahaan.

“Apa ini gak kecepatan?” tanya Haris kepada Riska yang sibuk berdandan.

“Aku harap kamu juga berpihak pada keputusanku ini karena aku ingin Fadhil memahami apa yang kita inginkan.”

“Tapi, Fadhil masih butuh pembelajaran tentang akuntasi dan menagement agar dia bisa menguasai semuanya dengan baik,” ujar Haris merasa bahwa di usia Fadhil yang masih muda dan sikap anaknya itu yang belum berubah tidak bisa dengan mudahnya mengangkat Fadhil untuk ikut dalam mengurus perusahaan.

“Semuanya sudah kuatur selama Fadhil masih masa pendidikan dan kamu kerjakan saja tugasmu sebagai seorang Ayah.”

Riska meninggalkan Haris yang masih diam terpaku mendengar perkataan kasar istrinya.

“Gak ada gunanya selalu berdebat dengan dia,” gumam Haris.

Rumah Haris memang tidak terlalu mewah tapi hiasan kali ini sangat elagan, Fadhil masih sibuk dengan palayan yang mengurus tatanan rambutnya dan style bajunya.

“Sudah cukup!” ujarnya pada pelayannya.

Fadhil pun bergegas pergi ke rumah Keyla sebelumnya dia sudah berjanji akan menjemput Keyla.

“Fadhil, kamu mau ke mana Nak? Acaranya mau di mulai,” teriak Riska melihat anaknya pergi di saat semua tamu sudah berkumpul.

“Sebentar Mah,” jawabnya berlalu pergi meninggalkan Mamahnya yang masih mengomel.

Kali ini Fadhil mengendari mobilnya yang Papahnya belikan untuk menjemput Keyla, jika dia menggunakan motor akan sangat merusak pakaiannya yang sudah rapi apalagi tatanan rambutnya yang sangat dia suka karena terlihat sangat tampan.

“Ya Dit,”

Fadhil mengangkat sambungan telepon dari Adit yang menanyakan kepergiannya.

“Gue mau jemput Keyla sebentar,” jawabnya.

“Lo bagaimana sih Fadh, kenapa gak nyuruh gue aja kalau gak Kevin yang jemput ini itu acara lo tahu gak?”

Fadhil mendengus kesal mendengar perkataan Adit yang menyebut nama Kevin, tentu saja dia tidak akan mau merelakan pacaranya dijemput sama cowok lain.

“Sebentar gue sudah janji sama dia, ya sudah tunggu aja gue bakal balik dengan cepat.”

Sambungan telepon pun terputus secara sepihak, Kevin memang bisa diandalkan dalam urusan apapun tidak salah cowok itu menjadi ketua Osis di sekolahannya tapi mengingat yang akan di urusannya Keyla dia merasa cemburu dan takut cowok itu akan mengambil hati Keyla.

Keyla sibuk memilih baju yang akan dia gunakan dia sangat berharap bisa menampilkan penampilan yang baik di depan kedua orangtua Fadhil.

“Sayang, kok masih belum rapi mau berangkat jam berapa?” tanya Adiba melihat putrinya yang masih bingung dengan beberapa pakaian yang dia keluarkan dari lemarinya.

“Aku bingung nih Bun, mau makai baju apa ya? Keyla gak enak kalau penampilan Keyla jelek apalagi di depan Mamahnya Fadhil yang katanya sih galak dan penilai.” Keyla menopang dagu merasa sangat bingung.

Adiba pun menghampiri putrinya dan membantu memilihkan pakaian yang pas untuk Keyla.

“Kamu coba yang ini!” ujar Adiba sambil memberikan gaun putih model brukat dengan bahu yang terlihat.

Keyla pun langsung mencobanya dan yang benar saja pilihan Bundanya memang yang paling pas.

“Tuh kan cocok, kamu terlihat sangat cantik memakai baju ini,” ujar Adiba memuji putrinya yang memang terlihat sangat beda malam ini.

Fadhil telah sampai di rumah Keyla dia dengan berani masuk untuk menjemput Keyla namun, sayang hari malam ini Ayah Keyla yang ingin bertemu Fadhil malah sedang tidak ada di rumah.

“Non, ada cowok ganteng di depan nunggu Non Keyla,” ujar Bi Ajeng sang pembantu di rumah Keyla.

“Maksud Bibi Fadhil?” tanya Keyla memperjelas cowok ganteng yang di maksud pembantunya itu.

“Mungkin Non, Bibi gak tahu.”

Bi Ajeng pun pergi setelah memberi laporan, sedangkan Keyla sedang menahan debaran jantungnya yang kian memburu.

“Huhf.” Keyla menarik napas yang terdengar berat.

Keyla memantulkan dirinya di cermin sebelum melangkah keluar kamar dirinya tidak insecure akan penampilannya yang pasti akan dilihat banyak orang, pandangan Fadhil tertuju pada Keyla yang sedang turun tangga seperti sang putri yang datang dari kayangan penampilan Keyla sungguh membuat Fadhil terpana

“Tante nitip Keyla ya Nak Fadhil,” ujar Adiba pada Fadhil jujur saja ini pertemuan pertama Bundanya Keyla dengan Fadhil sosok yang sering didengarnya.

“Siap Tante, saya permisi dulu ya Tan assalamualaikum.” Fadhil pun mencium tangan Adiba dengan sopan. “Yuk!” ucapnya pada Keyla sambil tersenyum hangat.

Dengan masih menahan debaran pada jantungnya Keyla tertunduk tidak berniat menatap Fadhil yang sangat tampan malam ini.

“Lo cantik banget Putri Snow White,” ujar Fadhil tepat di telinga Keyla saat berjalan menuju mobilnya.

Keyla menoleh menatap Fadhil yang berada di sampingnya jarak antara mereka sangat dekat.

“Please deh, gak usah ngombalin gue,” ujar Keyla sambil merengek tentu saja gombalan Fadhil sangat berpengaruh pada hatinya dan itu sangat berbahaya. "Fadh, gue takut," lirihnya.

Fadhil menyentuh tangan Keyla yang dingin dan gemeteran, “Lo grogi? Percaya sama gue semuanya akan baik-baik saja.”

“Gue takut sama nyokap lo dan gue harap lo gak akan bikin masalah di acara lo nanti,” pinta Keyla sambil menatap Fadhil yang sangat tampan, dia tahu bagaimana sikap Fadhil kepada kedua orangtuanya yang sering membantah dan tidak mau diatur.

Fadhil mengangguk menuruti perintah Keyla, “Gue janji sama lo dan ingat lo akan selalu bersama gue.”

Malam perayaan ini sangat banyak tamu undangan yang hadir baik dari kerabat orangtuanya maupun teman-teman Fadhil sendiri, Fadhil memang sudah menyetujui keputusan kedua orangtuanya yang telah mendaftarkannya untuk menjadi CEO di perusahaan AFA Alexsander tapi bukan berarti dia sudah dapat berkuasa karena Riska akan mengirim Fadhil ke luar negeri setelah lulus sekolah untuk menempuh pendidikan yang tinggi bagaimana pun keputusan kedua orangtuanya adalah hal baik bagi dirinya, Fadhil akan berusaha untuk menerima itu semua.

Mobil sport Fadhil pun sampai pada tempat acara semua orang menyambutnya kedatangannya. Fadhil turun dari mobilnya dan membukaan pintu untuk Keyla.

Yang benar saja, Riska nampak dan Haris nampak kaget melihat Fadhil mengandeng tangan perempuan dan itu bukan Laura, Keyla merasa risih dengan tatapan kedua orangtua Fadhil kepadanya tapi syukurlah Fadhil mampu mencegah kecanggungannya.

"Sayang, kamu ini ya orang tuan rumah kok pergi-pergi terus sih?" omel Riska bak Mak lampir.

"Maaf Mah, Fadhil jemput tuan putri dulu panggeran tanpa tuan putri tidak akan semangat," kata Fadhil sambil memandang Keyla yang begitu cantik.

Haris tersenyum dia beru tahu jika anaknya berpacaran di sekolahnya, tapi dia juga melihat perubahan dalam diri Fadhil akhir-akhir ini mungkin itu berkat Keyla.

"Kenalin Mah, ini Keyla pacar Fadhil." Meski Fadhil tahu jika kedua orangtuanya tidak setuju dengan hubungannya dengan Keyla namun dengan percaya dirinya dia mengenalkan kekasihnya.

"Salam kenal Tante, Om saya Keyla." Keyla bersalaman dengan kedua orangtuanya Fadhil. Jantungnya bergemuruh, dia melihat sikap Mamahnya Fadhil yang seperti tidak menyukainya. Riska menarik tangannya tidak mau dicium oleh Keyla hal itu membuat Keyla sedikit takut.

"Fadh, ayo masuk acaranya mau dimulai nih, gue udah gak sabar mau makan," teriak Adit sambil merangkul bahu sahabatnya.

Akhirnya semuanya pun masuk ke dalam, acara pun di mulai dengan pembukaan dan Fadhil memberi sambutan dengan sikapnya yang tegas dan bijak.

“Selamat ya Ris, semoga perusahaan akan lebih baik jika Fadhil yang mengurusnya,” ujar Hartono Ayahnya Kevin yang memang sahabat Haris.

Kini tatapan Hartono beralih kepada Fadhil yang sedang tersenyum hangat, “Masih ingat sama Om, Fadhil?” tanyanya

Fadhil tersenyum dan menggelengkan kepalanya ambigu, hal itu tentu saja membuat Haris merasa canggung.

“Ini Ayahnya Kevin sahabat baik Papah.”

Pada saat itu Fadhil tahu bahwa kedua orangtuanya sangat dekat dengan keluaraga Kevin, seperti ada yang aneh dari siratan mata Hartono kepada Fadhil yang entah mengapa membuatnya merasa sudah pernah kenal sebelumnya.

“Fadhil kemari Nak, Mamah mau kenalin kamu dengan seseorang,” teriak Riska sambil tersenyum lebar.

Fadhil pun menghampiri Mamahnya dan melihat ada Laura dengan seseorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik dengan lapisan make up yang Fadhil yakini dia adalah orangtua Laura.

“Hay Fadhil, kamu ganteng banget sih malam ini,” ujar wanita itu sambil menyentuh wajah Fadhil dan melirik ke arah Laura yang tersenyum malu.

“Makasih Tante,” sahut Fadhil dengan memberikan senyuman terbaiknya.

“Kenalin sayang dia Mamahnya Laura, namanya Tante Prisly,” ujar Riska memperkenalkan.

Fadhil pun hanya tersenyum ternyata Mamahnya memang sangat dekat dengan orangtuanya Laura pantas saja perjodohan itu ada.

“Makan yuk Fadh, gue laper nih lo kan janji bakal ajak gue makan malam,” ujar Laura sambil mengandeng tangan Fadhil.

“Lain kali aja ya, gue mau nganterin Keyla pulang dulu.”

Riska dan prisly tentu saja kaget mendengar perkataan Fadhil yang menolak menemani Laura makan malam. Fadhil berlalu tanpa menghiraukan teriakan Mamahnya yang memintanya untuk berhenti dan kembali menuruti kemauan Laura.

“Selamat ya Fadh!” ujar teman-temanya mereka pun salin high five.

“Thanks ya sudah pada hadir,” jawab Fadhil sambil tersenyum lebar dia pun melepaskan jasnya karena merasa gerah.

“Gue duluan ya, mau nganterin Keyla pulang dulu lo semua gak boleh pulang dulu okey!”

Semuanya pun berseru mendengar perkataannya, Fadhil pun menarik tangan Keyla dan mengantar cewek itu pulang.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!