Untuk FADHIL
Apa Isi Perjanjian?
“Jangan jadi wanita yang pencemburu karena gue takut lo selalu meneteskan air mata.”
Perkataan Fadhil masih terngiang-ngiang di kepala Keyla, ternyata Fadhil berusaha untuk tidak berselingkuh atau meladeni wanita lain karena sifat play boynya memang sudah membekas sejak duduk di bangku SMP. Dua jam pelajaran Guru tidak masuk Pak Bagus yang dikabarkan sedang pulang kampung karena Ibunya sakit dan Pak Rafi yang dikabarkan akan bertunangan dengan salah seorang bidan, hal itu membuat beberapa yang mengagumi Pak Rafi patah hati termasuk Bella yang merasa patah hati hingga menangis histeris di kelasnya.
“Kenapa sih Pak Rafi gak nunggu gue aja nikahnya, apa kurangnya gue coba?” celetuk Bella sambil menangis.
“Mungkin menikah dengan anak muridnya bukan karakteristik Pak Rafi,” tukas Anna yang sedang menyandarkan kepalanya di meja siap-siap akan tidur.
“Apa salahnya kan ada juga Dosen yang menyukai mahasiswinya.” Bella membayangkan kisah Novel yang berjudul Dear Imamku karya Mellyana.
“Gue gak nyangka lo bakal segitunya kagum sama Pak Rafi,” celetuk Keyla masih tidak percaya dengan air mata Bella yang menetes gara-agar ini.
“Gak tahu gue juga kenapa bisa nangis ya?” Bella terkekeh sendiri sambil mengusap air matanya.
“Udah gak usah nangis, lebay banget sih lo nanti kan lo nikahnya sama gue.” Riko manyahuti dalam keadaan mata terpejam dengan kaki di atas meja.
Hal itu tentu membuat sebagian murid yang bagun bersorak, Bella pun juga menoleh menatap Riko sambil memanyunkan bibirnya dia ragu bahwa cowok itu akan setia.
Kelas memang nampak sepi karena biang rusuhnya pun tertidur pulas, Arka sang ketua kelas pun memilih untuk mengisi absen yang kosong, Bella dan Keyla saling bertukar cerita mereka berdua sangat malas tidur di kelas karena ketika bangun kepalanya akan terasa sangat pusing. Keyla akhirnya menceritakan kejadian kemarin dengan Bella membuat sahabatnya itu sangat kaget dan marah mendengarnya.
“Bella gue minta maaf ya sudah menyembunyikan ini semua dari lo,” ujar Keyla setelah menceritakan insiden kemarin dengan Laura.
“Kenapa lo gak bilang sama gue sih, biar gua hajar balik tuh cewek lo juga sih jadi cewek lemah banget, lo tahu kan Fadhil gak suka sama Laura ya sudah lo gak usah takut dan lemah di depan dia, semakin lo takut maka semakin di berani buat nyakiti lo.” Bella mencerocos seperti roket tapi apa yang di katakan Bella itu benar, Keyla tahu sahabatnya akan sangat marah jika mendengarnya maka dari itu Keyla ragu bercerita karena tahu akhirnya akan seperti ini.
“Please Bell, gak usah balas dendam gue gak mau masalah ini nambah besar lagian gue juga ngerti kok perasaannya Laura bagaimana.” Keyla meraih tangan Bella sambil memohon agar Bella tidak berbicara dengan Laura yang akan mengakibatkan pertengkaran.
“Key, lo harus jaga diri lo baik-baik ya! Gue takut Laura akan melakukannya lagi.”
Keyla mengangguk mendengarkan perintah Bella yang sedang mengkhawatirkannya dirinya.
Setelah bel pulang sekolah, Keyla meminta Kevin untuk menjemputnya dan akhirnya cowok itu bersedia membuat Keyla senang.
“Key, gue duluan ya!”
Keyla tersenyum melihat Bella dan Riko yang sangat romantis meski mereka sering bertengkar tapi tidak pernah putus, berbeda dengan layaknya orang-orang di luar sana yang selalu meminta putus ketika terjadi masalah atau sekadar kesalahpahaman saja. Hari ini Fadhil di jemput oleh supir pribadinya untuk pulang lebih awal karena orangtuanya sudah pulang dari luar kota.
“Kevin!” teriak Keyla dengan sangat girang.
Cewek itu menghampiri Kevin yang ada di sebrang sana, Kevin memang cowok terhebat di sekolah ini teman-teman Kevin rata-rata berasal dari sekolah luar yang juga terkenal, Kevin menjadi ketua Osis di sekolah pertengkaran Kevin dan Fadhil minggu lalu membuat dirinya hampir saja kehilangan jabatannya sebagai ketua Osis.
“Yuk buruan naik!” ujar Kevin dingin.
“Makasih ya, gue seneng banget akhirnya lo mau jemput gue,” ungkap Keyla sambil tersenyum.
Motor Kevin pun melaju dengan kecepatan standar, ini untuk pertama kalinya Keyla kembali menaiki motor Kevin setelah beberapa akhir ini selalu dengan Fadhil atau supir pribadinya yang jemput, Kevin masih memegang janjinya sampai saat ini.
Keyla merasa senang saat dekat dengan Kevin cowok itu selalu punya cara untuk membuatnya tersenyum, meski dia tahu hatinya tidak akan bisa berubah.
“Kenapa kok mukanya di tekuk gitu?” tanya Kevin saat melihat Keyla dari kaca spionnya.
Keyla menoleh menatap Kevin dari kaca spion, “Gue lagi sebal sama orang yang mulai berubah, padahal sahabatnya sedang banyak masalah.”
Kevin merasa Keyla sedang menyindirnya, “Bukannya sudah ada yang lebih penting di banding sahabatnya sendiri, kan dia juga bisa jaga lo.”
“Kevin!” Keyla merengek mendengar perkataan Kevin yang begitu menyebalkan.
“Kemarin gue kena tamparan Laura karena katanya gue sudah mencoba merebut hati Fadhil darinya dia pun bilang kalau Fadhil akan bertunangan dengannya, dia juga bilang sama gue kalau lo gak peduli lagi sama gue karena lo sedang terikat janji, gue bingung mikirin semua ini.”
Keyla menyandarkan kepalanya di bahu Kevin dia beraharap cowok itu mau bercerita kejadian yang sebenarnya.
“Lo di tampar sama Laura?” Tentu saja Kevin kaget mendengarnya ternyata Laura sudah berani melakukan itu kepada Keyla.
Keyla mengangguk lemah “Lo gak boleh kasih tahu ini sama Fadhil ya karena gue gak mau masalah ini menjadi besar.”
“Lo di tampar sama Laura dan Fadhil belum tahu ini semua?” Kevin menghentikan motornya di pinggir jalan, dia menjadi tidak pokus saat berkendara mendengar ocehan Keyla yang membuatnya benar-benar kaget.
“Gue harap lo gak akan kasih tahu ini kepada Fadhil karena Laura juga sudah memberikan gue peringatan untuk jangan mendekati Fadhil.”
“Okey gue ngerti ketakutan lo tapi gue pasti akan kasih Laura pelajaran karena udah berani nyakiti lo.”
Kevin kembali menjalankan motornya beberapa kali Keyla memberikan peringatan kepadanya untuk jangan melakukan apapun kepada Laura yang hanya akan menambah masalah dan kebencian cewek itu terhadap Keyla. Kini motor Kevin pun sudah sampai di kediaman Keyla dengan pelan Keyla turun dari motor di rumah Keyla terlihat ada sosok Ayahnya yang sedang memperhatikannya dari jauh membuat Kevin harus turun untuk bertemu Ayahnya Keyla.
“Sudah gak apa-apa pulang saja sana,” Keyla yang merasa tidak enak dengan Kevin menyuruh cowok itu untuk langsung pulang.
“Gue mau ketemu Ayah lo sebentar, ya sudah ayo masuk!”
Kevin menggenggam tangan Keyla yang sedang gemeteran, Keyla takut Ayahnya akan kembali membahas hubungannya dengan Kevin.
“Assalamualaikum Om,” ucap Kevin dan langsung bersalaman dengan Haikal diikuti dengan Keyla.
“Waalaikumsalam, makasih ya Nak Kevin sudah mengantarkan Keyla sampai rumah,” ujar Haikal sambil tersenyum gagah, Ayah Keyla memang masih terlihat gagah dan tampan.
“Sama-sama Om,” sahut Kevin. "Gimana kabarnya Om?"
"Alhamdulillah sehat nak, kamu kemana aja gak pernah main ke sini," Haikal, ayahnya Keyla memang sering menanyakan keberadaan Kevin yang jarang ke rumah.
Ketika Kevin dan Haikal berbincang-bincang Keyla memilih untuk masuk dan berganti pakaiannya, ponselnya tergetar menampilkan nama Makhluk Alien.
“Nanti malam gue jemput ya!”
Keyla tersenyum ingat akan pesta yang akan di adakan keluarga Fadhil sebagai Ceo muda AFA Alexsander.
“Keyla, Kevinnya mau pulang nih!” teriak Bundanya dari bawah sehingga Keyla langsung turun dengan pakaian santainya.
"Iya Bun, sebentar Keyla turun!" balas Keyla dengan teriak dia menyisir rambutnya yang terlihat berantakan lalu meraih ponselnya dan turun ke bawah.
Keyla pun mengantar Kevin sampai gerbang, cowok itu memang sudah sangat dekat dengan keluarganya Keyla, sayangnya Keyla hanya sahabatan dengan Kevin, meski ke dua orangtuanya akan menjodohkannya dengan Kevin, mereka sepakat untuk menolak perjodohan itu.
Sejak tadi pertanyaan Keyla mengenai perjanjian itu belum dijawab oleh Kevin, dia kembali bertanya apa maksud perjanjian itu sebenarnya.
“Perjanjian itu terjadi gue yang minta karena gue pengen menyakinkan Fadhil apakah cowok itu pantas buat lo atau gak dan pada akhirnya gue kalah dari pertandingan futsal gue minta maaf karena sudah melakukan ini sama lo.”
Keyla jadi mengerti maksud perjanjian itu membuatnya senang sekaligus kecewa karena dirinya menjadi pertaruhan dalam pertandingan futsal.
"Ya udah gue pamit pulang dulu yah, jangan bergadang terus matanya item tuh," tegur Kevin kepada Keyla.
Refleks Keyla mengusap matanya, 'Yah ketahuan deh' batinnya. "Iya iya gak bakal bergadang terus, lo hati-hati ya!"