Untuk FADHIL
Keyla Sedang Cemburu
Saat di kelas, Keyla tampak bersemangat karena pelajarannya Bu Laila namun, dia masih memikirkan insiden kamarin dengan Laura, Keyla berniat akan menceritakannya dengan teman-temannya, Keyla menoleh menatap jendela yang memancarkan cahaya keindahan alam, masa depannya sudah di depan mata, kini bukan waktunya memikirkan bagaimana nantinya? Yang harus dia lakukan adalah pokus belajar dan meraih kemenangan saat lulus sekolah.
Kini pandangan Keyla beralih ke samping, melihat Anna yang sedang tertidur dengan ditutupi oleh buku pelajarannya, sedangkan Bella dan Ratna masih pokus menulis materi di papan tulis, Keyla tidak pernah lupa untuk menuangkan perasaannya di dalam buku diarynya, apalagi tentang Fadhil. Hari ini cowok itu dikabarkan akan menjadi CEO di perusahaan Mamahnya di Singapura, yang dia yakini pasti Fadhil telah berusaha menolaknya namun tetap saja semua itu akan terjadi karena Fadhil adalah seorang pewaris tahta kekayaan ke dua orangtuanya, ada banyak hal yang dia baru ketahui dari seorang Fadhil yang memang terkenal anak dari kepala sekolah dan memiliki perusahaan yang bercabang namun, dia punya kesedihan dan luka yang mendalam, dia sosok yang rendah hati dan bergaul dengan siapapun, Fadhil anak yang pintar dalam matematika dan bahasa inggris, bahkan dia aktif dalam olahraga, hanya saja dia sering membuat ulah dengan Gurunya maupun teman-temannya, Raya sering mengadu kepadanya tentang Fadhil di kelasnya.
Ponsel Keyla bergetar, dia menoleh ke arah Bu Laila yang masih menulis, dengan cepat dia langsung membuka ponselnya yang menampilkan pesan dari Fadhil.
“Selamat belajar Putri Snow White.”
“Selamat belajar juga Makhluk Alien.”
Keyla tersenyum setelah membalas pesan dari Fadhil, nama panggilannya kepada Fadhil sangat terkesan baginya, cowok yang sering tebar pesona di depannya, dengan bertingkah lucu mampu membuatnya jatuh cinta. Sesederhana itukah semuanya berjalan?
“Semuanya sudah selesai?” tanya Bu Laila.
“Belum Bu,” jawab murid serempak.
Karena bel sudah berbunyi, Bu Laila pun meninggalkan kelas dengan memberikan tugas, bagi Bu Laila memberi tugas itu adalah hal yang penting, semua murid hampir hafal jika sudah jam pelajarannya Bu Laila, karena bagi Bu Laila sendiri dengan tugas dia dapat melihat kepahaman muridnya dari kertas jawaban.
“Jaya, tadi lo lihat Riko?” tanya Bella sambil menyampingkan duduknya untuk berhadapan dengan Jaya.
Jaya mengerutkan dahinya, “Kayanya ada deh tadi bareng Fadhil dan Ilham, soalnya tadi gue gak ke kantin.”
“Ada Ilham?” tanya Anna yang nampak penasaran dengan sosok Ilham sahabat karibnya Fadhil.
“Iya tadi ada di kantin,” jawab Jaya.
“Eh, nanti malam ada pesta di rumahnya Fadhil, lo semua datang kan ya? Lo juga kan Key?” tanya Adit.
“Pastilah, lo gimana sih Dit,” celetuk Ratna mewakili suara dari Keyla hal itu membuat Keyla tersenyum.
“Owh iya lupa gue, sorry Key.” Adit menepuk jidatnya.
“Tapi, gue gak bisa mastiin bakal datang enggaknya,” jawab Keyla sedikit takut.
Anna merangkul Keyla, “Lo tenang aja Key.”
Semuanya pun mengerti maksud dari keraguan Keyla, tentu saja Keyla takut, karena dia akan bertemu Mamahnya Fadhil yang memang mendukung hubungan anaknya dengan Laura dan tentu saja Laura akan hadir dalam acara ini.
Pak Eza pun masuk menghentikan obrolan mereka, dengan cepat mereka pun kembali merapihkan duduknya, Riko masuk pada pelajaran ke dua, Bella langsung menoleh ke arah Keyla sambil menunjukan ekspresinya yang sedih, Pak Eza pun langsung memberikan hukuman kepada Riko karena telat dengan alasan yang tidak jelas Riko diberi hukuman berdiri di lapangan sambil hormat kepada bendera.
“Kok Riko bisa telat sih? Padahalkan dia datang duluan ya?”
Bella mengirim lembar kertas kepada Keyla yang duduk di belakangnya, dia merasa sedih dan penasaran kenapa bisa Riko telat masuk kelas, itulah cara yang tepat untuk berbicara dengan temannya saat ada Guru dalam ruang kelasnya yaitu dengan mengirim surat.
“Gue juga gak tahu Bell, udah nanti bel istirahat lo bisa tanya ke dia.”
Keyla pun menepuk bahu Bella dan memberikan kertas suratnya, pelajaran pun berlangsung, entah kenapa Keyla juga merasa cemas dengan keadaan Fadhil.
Tidak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi, semuanya pun keluar dengan terburu-buru.
“Key, ternyata Fadhil juga telat dan kini mereka sedang berdiri di lapangan,” ujar Jaya dengan napas yang tidak beraturan, “Ya sudah gue duluan ya!”
Keyla mengganguk dan langsung ikut keluar untuk melihat Fadhil dan Riko yang sedang dihukum di lapangan semua murid pun saling berebutan untuk melihat pemandangan yang indah berasal dari Fadhil yang melepaskan kancing bajunya hingga terlihat dada bidang dan perutn sixpackya yang terbaik, Keyla merasa marah dan cemburu melihat kelakuan Fadhil yang seakan sedang pamer kepada para wanita cantik lainnya.
“Keyla mau ke mana?” tanya Raya, sambil menepuk bahu Bella.
“Keyla pasti lagi cemburu tuh, lihat cewek-cewek pada lihatin Fadhil,” tukas Bella.
“Ya sudah yuk kita nyusulin dia.” Anna dan yang lainnya pun mengejar Keyla yang berjalan ke arah kantin.
Brakk!!!
Keyla memukul meja kantin, sehingga semua pengunjung kantin pun menatapnya heran.
“Sabar Key, lo harus tenangin diri lo dulu,” ujar Bella sambil mengelus-elus punggung Keyla.
Keyla memang sangat pencemburu, dia menutup wajahnya dengan kedua tanggannya, mencoba menenangkan emosinya saat ini.
“Fadhil tuh emang nyebelin banget tahu biar apa coba dia buka kancing bajunya kaya gitu di depan umum?”
“Ya biar semua orang tahu kalau dia punya perut yang sixpack,” sahut Raya dengan polosnya.
Anna pun langsung menoyor Raya sambil tersenyum miring, mulut Raya pun langsung di bungkam oleh tangan Amel agar tidak sembarang bicara.
“Tapi gue masih penasaran kenapa mereka bisa telat ya? Padahal kan kata Jaya mereka sudah ada di kantin tadi pagi?” Bella masih memikiran apa sebab Riko telat masuk kelas.
“Key, ada Fadhil dan kawan-kawannya.” Anna menepuk bahu Keyla.
Mendengar nama Fadhil di sebut, Keyla merasa segan untuk menoleh ke arah cowok itu tapi semua anak siswi di kantin berseru mencoba mendapatkan perhatian Fadhil dan kawan-kawannya.
“Hay Fadhil, lo keren banget.”
“Sering-sering kena hukuman deh, biar gue bisa lihat dada bidang lo lagi.”
Telinga Keyla merasa panas, dia pun akhirnya bangkit dari duduknya dan meninggalkan teman-temannya.
“Key, mau ke mana?” tanya Raya.
Semua teman-teman Keyla paham bagaimana perasaan Keyla saat ini, mereka pun membiarkan Keyla untuk pergi.
Fadhil yang melihat Keyla pergi langsung memberikan isyarat kepada teman-temannya yang lain untuk pergi ke kantin duluan, karena harus menyusul Keyla yang dia tahu pasti sedang cemburu kepadanya, Riko pun berniat menemui Bella.
Keyla berjalan di taman pikirannya penat sekali hari ini dia ingin bertemu dengan Kevin untuk kembali meminta penjelasan, ada rasa rindu yang kini sedang memicu hatinya.
“Keyla!”
Teriakan Fadhil tidak Keyla hiraukan, dia tetap berjalan sehingga Fadhil harus berjalan lebih cepat untuk menyamainya.
“Kenapa sih?” tanya Fadhil sambil menatap Keyla.
“Gak usah nanya, lo udah tahu pasti jawabannya.”
Keyla memainkan daun yang dia ambil sembarangan, dia tidak ingin menatap cowok di sampingnya itu.
“Lo cemburu denger cewek-cewek di kantin yang godain gue?” tanya Fadhil, kini dia beralih di depan Keyla untuk menyelesaikan masalahnya.
“Bukan itu, tapi kejadian tadi saat lo di hukum kenapa harus buka kancing baju di depan umum?” tukas Keyla sambil memanyunkan bibirnya, dia sangat merasa kesal karena itu.
“Ya, gue merasa gerah aja makanya gue buka kancing baju gue ya sudah gue minta maaf, gue gak akan ulangi lagi ... kecuali di depan lo.”
Mata Keyla sontak langsung melotot mendengar perkataan Fadhil, cowok itu mengedipkan matanya sambil terkekeh, kini jantung Keyla berdebar dengan sangat kencang, dia merasa salting mendapat godaan dari Fadhil.
Menggoda Keyla menjadi hal yang menyenangkan buat Fadhil, pipi cewek itu merona dan cantik saat malu perlahan tangan Fadhil menyentuh bahu Keyla menyuruh cewek itu agar mau menatapnya.
"Sering-seringlah cemburu kayak gini karena gue suka," kata Fadhil sambil tersenyum lebar.