Untuk FADHIL
Pertandingan Futsal
Tim Empat Serangkai semuanya sudah berkumpul di Jaya Permai, pertandingan ini membuat Fadhil geram dan merasa terancam.
“Eh Fadh, bagaimana kalau Keyla tahu, bisa-bisa dia ngamuk,” ujar Riko sambil memasang kaos kaki kesayangannya.
“Iya, mending lo kasih tahu dia aja deh sana,” timpal Adit tanpa menoleh dia terlihat sibuk membalas chattan dari beberapa ceweknya.
“Keyla akan menjadi urusan gue.” Fadhil selalu mudah dalam berkata dia tahu bagaimana resikonya dia tidak pernah mempersulit masalah bahkan dia selalu punya cara untuk menyelesaikannya.
“Hay bro!”
Ilham datang dengan motor ninjanya, malam ini dia sangat terlihat tampan dengan jaket kulit serta kacamata yang melekat di hidungnya yang mancung.
“Wihh, keren juga gaya lo.” Riko berdecak pinggang, menatap penampilan Ilham yang begitu memukau.
Adit bertepuk tangan dan bangun dari duduknya untuk menyambut kedatangan Ilham yang begitu keren. “Gue suka gaya lo Ham.”
Ilham pun turun dari motornya dan menyelipkan kacamatanya di jaket Jaya yang melihat kedatangan Ilham langsung menyambutnya dengan baik.
Jaya berisul dengan keras kepada Ilham, “Hay, apa kabar lo?”
Ilham tersenyum kepada semuanya, “Alhamdulillah gue baik, seperti yang kalian lihat sekarang.”
“Fadh, gimana kabarnya?” seru Ilham menyapa Fadhil.
“Alhamdulillah, gue baik.” Fadhil pun merangkul bahu Ilham, andaikan dia satu sekolah dengannya sekarang pasti akan semakin seru.
Dimas datang dengan membawa cemilan kripik singkong dan teh pucuk yang ada di genggamannya, dia memang keponakan Jaya yang suka bergabung dengan geng Fadhil, awalnya Dimas mengatakan bahwa dia suka dengan teman-teman Jaya, yang pada akhirnya Jaya mengenalkannya kepada Fadhil dan yang lainnya.
“Mana nih tim lawan kok belum datang?” tanya Dimas sambil menatap pintu keluar.
“Tunggu aja, sebentar lagi juga sampai!” ujar Riko, jujur saya dia sudah tidak sabar ingin cepat mulai bermain.
Tidak lama kemudian Kevin pun datang dengan suara gemuruh motor Kevin tidak kalah keren dari Fadhil dan yang lainnya malam ini dia menggunakan jaket kulit dengan rambut yang berwarna natural blonde, Ting Absurd dan Tim Empat Serangkai kembali mengadakan pertandingan futsal, dengan cepat semuanya pun bersiap-siap untuk di mulainya pertandingan, bola pun sudah berada di antara Fadhil dan Kevin.
“Sudahlah jauhi saja Keyla!” ujar Kevin menatap Fadhil sinis.
Fadhil meludah ke samping mendengar perkataan Kevin, “Gue enggak akan nyerah gak akan ada yang bisa melarang gue buat deketin Keyla.”
Pertandingan pun di mulai setelah semuanya sudah berisap di lapangan Kevin berhasil menguasai bola membuat Riko harus waspada akan arah bola yang sedang dikuasai Kevin, dengan tangkas akhirnya bola pun berhasil di raih Riko, Kevin berdecak karena gagal memasukan bola ke gawang lawan hal itu membuat Fadhil senang Riko tersenyum sambil menaikan sebelas alisnya kepada Fadhil babak pertama telah berjalan dengan baik sehingga mereka mendapatkan skor yang sama.
“Nyerah aja sih lo Fadh!” ujar Kevin, yang sebenarnya dia tidak ingin bertengkar dengan Fadhil tapi melihat sikap Fadhil membuatnya geram.
Fadhil menyela rambutnya yang basah oleh keringat, “Lo pegang aja janji lo!”
Kevin tersenyum mendengarnya, “Gue gak akan pernah ingkar janji.”
Karena skor masih sama akhirnya Dimas kembali mengadakan babak ke dua setelah waktu istirahat selesai, pertandingan pun dimulai kembali, babak kedua akan menjadi penentu siapa yang menang hal itu membuat pertandingan semakin menegangkan kini bola sedang dikuasai Rangga dia mencoba untuk memasukan bola namun, berhasil direbut oleh Jaya.
“Fadhil!” teriak Jaya sambil mengoper bola ke arah Fadhil.
Hal itu membuat Fadhil bergegas lari ke arah bola dan berhasil dikuasai olehnya Fadhil pun langsung mendribbling bola menggunakan kaki bagian luar untuk mengecoh lawan yang sedang mencoba merebut bola bahkan memasukan bola ke dalam gawang lawan.
“Yes,” seru Fadhil senang.
Entahlah dia hanya tidak ingin kalah dalam pertandingan futsal yang memang sudah menjadi hobbynya sejak dulu, teman-temannya pun memeluk Fadhil turut merasa senang.
Dimas pun kembali meniup pluitnya hari sudah larut malam sudah 40 menit pertandingan di mulai akhirnya selesai juga dan tentunya sudah ada pemenangnya.
“Selamat ya bro!” seru Rangga kepada Riko sambil tos high five.
Fadhil tersenyum lebar atas kemenangannya dia telah berhasil mengalahkan Tim Absurd hal itu sudah membuktikan bahwa dia jago bermain futsal.
“Gue harap lo akan menepati janji yang sudah kita sepakati.” Fadhil akan selalu mengingatkan Kevin akan janji yang dia buat.
Kevin mengusap peluhnya, “Lo gak perlu khawatir, gue gak akan larang lo buat deketin Keyla asalkan jangan pernah permainkan perasaannya!”
Sudah sangat jelas, Keyla memang menganggap Kevin sahabat gak lebih tapi, dia berharap suatu saat Keyla bisa memberikan kesempatan untuknya tapi, melihat Fadhil membuat dirinya harus mengalah.
Geng Kevin pun pergi dari Jaya Permai setelah mengalami kekalahan, Kevin tidak masalah jika dia harus kalah tapi, karena kekalahannya, dia tidak bisa melindungi Keyla sebab Fadhil yang akan selalu menjaga Keyla.
“Wihh, lo emang hebat Fadh!” seru Jaya sambil meraih botol minuman yang di berikan pembantunya
“Selamat ya Fadh,” timpal Dimas sambil tersenyum kepada Fadhil dulu Dimas sering memanggil Fadhil dengan sebutan kakak namun, karena umur Dimas yang hanya beda setahun dengan Fadhil dan yang lainnya membuat Fadhil memintannya untruk memanggil dengan nama saja.
“Thanks ya, ini semua karena bantuan lo juga.” Fadhil tersenyum sambil menganggkat tangannya dan menangkupkan di depan dadanya.
“Lain kali kenalin gue Fadh sama Keyla,” ujar Ilham.
Yang memang belum tahu sosok Keyla yang sering Fadhil bicarakan bahkan telah merubah sedikit sikap nakal sahabatnya ini hal itu membuat dirinya nampak penasaran ingin berkenalan.
“Awas, nanti lo suka lagi!” celetuk Adit sambil mengusap keringatnya dengan handuk kecil.
Hembusan angin malam terasa sangat sejuk menerpa kulit mereka yang sedang basah oleh keringat, Jaya telah menyediakan cemilan dan minuman segar untuk teman-temannya Jaya Permai sudah lama berdiri dan selalu ramai Ayahnya Jaya memang suka olahraga dan berinisiatif untuk membangun lapangan futsal dan bulu tangkis yang dinamakan Jaya Permai, bersamaan dengan jadinya Jaya coffee tempat nongkrongnya anak muda.
“Iya nanti gue kenalin, gue percaya sama lo semua tidak akan berkhianat,” ujar Fadhil sambil tersenyum lalu menyela rambutnya dengan jari ke belakang.
“Eh Fadh, kayaknya lo belum nembak Keyla ya?” tanya Riko, dia baru sadar bahwa hubungan Fadhil sudah berjalan tanpa status.
Ilham menepuk bahu Fadhil, “Lah lo belum nembak dia?”
Fadhil tersenyum kaku sambil menatap teman-temannya, “Gue masih ragu, gue takut suatu saat bisa membuat Keyla sakit hati.”
Fadhil memang tidak ingin membuat Keyla menangis karenanya, dia selalu berusaha untuk membuat Keyla tersenyum bersamanya, itulah arti dari rasa cintanya selama ini
Adit tertawa dia mengerti maksud dari perkataan Fadhil. "Jangan ragu Fadh, nanti ke buru di ambil Kevin."
"Biasanya cewek gak suka hubungan tanpa status Fadh, gue berpengalaman soalnya jadi Lo harus ungkapan perasaan kalau mau Keyla gak ada yang rebut," seru Ilham
Apa yang dikatakan Adit dan lainnya benar dia tidak boleh ragu, bagaimana pun Fadhil gak mau kehilangan Keyla.
Hari pun sudah larut malam membuat mereka harus menyelesaikan obrolannya karena besok harus masuk sekolah mereka pun akhirnya pulang satu persatu.
***