Squad Star Girls Story

Jemput Jisso

Perlombaan bukan untuk merebutkan hadiah hanya untuk bermain demi mencapai kepuasan saja makanya Eun woo tidak mau ikut karena dia anti membuat masalah apalagi dengan Yuta. 

"Kenapa gak ikut mereka?" tanya Jennie heran tumben sekali cowok ini menolak pergi bermain motor.

 

"Lagi males, lagian motor gue kan di rumah Lo," sahut Eun woo sambil memainkan ponselnya.

Hati Lisa menjadi cemas mendengar Bobby ingin ikut tanding, sejujurnya dia juga penasaran bagaimana balap motor itu dan seperti apa perlombaannya, sayang tidak ada cowok yang mau mengajaknya padahal dia dekat dengan para geng motor ini. 

"Sa, Lo kenapa?" tanya Jennie melihat wajah murung Lisa.

 

Lisa menoleh terkejut mendengar namanya dipanggil, "Hah, gak apa-apa kok?" jawabnya kelagapan.

 

"Kamu lagi mikirin Bobby ya?" bisik Jennie pelan agar tidak terdengar dengan Eun woo.

Bagaimanapun Jennie dan sahabatnya yang lain selalu merahasiakan perasaan Lisa kepada Bobby. 

 

"Apaan sih, ya enggak lah ngapain gue mikirin dia kan udah move on," elak Lisa dengan berbohong. 

"Kirain lagi mikirin Bobby yang mau pergi balap motor," kata Jennie pelan dugaannya salah meski hatinya begitu yakin jika Lisa sedang memikirkan Bobby.

 

Tiba-tiba ponsel Jennie berdering menampilkan panggilan dari Jisso. 

"Siapa?" tanya Lisa penasaran.

"Jisso, gue angkat dulu ya!" Jennie bangkit dari duduknya dan pergi menjauh dari kedua temannya itu.

 

"Ka Jennie, sebentar lagi gue selesai jangan lupa jemput ya!" pinta Jisso mengingatkan agar Jennie mau datang ke tempatnya.

"Oke, Lo tunggu aja di situ yah gue ke sana," sahut Jennie sambil menghela nafasnya karena hampir lupa.

 

Jennie kembali berjalan menghampiri Eun woo dan Lisa, untuk mengatakan hal ini dengan mereka berdua.

"Eun woo, Lisa kita pulang yuk! Tapi kita harus jemput Jisso dulu di taman Sekarwangi tempat dia les privat," tukas Jennie memberitahu. 

"Ya udah yuk!" Eun woo pun bangkit dari duduknya lalu pergi menghampiri Bi Ah Yeong untuk membeli minuman.

 

Lisa sudah jalan terlebih dahulu ke mobil sedangkan Jennie sibuk memikirkan les nya yang belum terlaksana, dia belum bilang lagi dengan kedua orangtuanya jika ingin les bahasa Inggris dan Korea. 

"Nih." 

Jennie menoleh melihat Eun woo yang mengulurkan teh pucuk kepadanya. "Buat gue?" tanyanya ragu.

 

"Iya, nih ambil!" seru Eun woo kembali dia merasa kasihan dengan Jennie yang akhir-akhir ini sibuk mengerjakan tugas laporan. 

Tanpa berpikir lama Jennie meraihnya dia tersentuh dengan apa yang dilakukan Eun woo kepadanya, namun dia berusaha untuk tidak baper. 

 

"Thank yah!" Jennie tersenyum tipis matanya menatap kedua bola mata Eun woo yang begitu teduh. 

Mereka berdua pun kembali berjalan menuju mobil karena Lisa sudah sampai di sana terlebih dahulu. 

 

"Kita mau jemput Jisso kan?" tanya Eun woo memastikan tujuannya sekarang. 

"Iya, sebentar gue buka maps nih tadi Jisso udah sherlock," kata Jennie seraya sibuk memainkan ponselnya.

 

Begitu selesai Jennie pun memberikan ponselnya kepada Eun woo, sepanjang perjalanan Lisa asik menonton menonton drama Vincenzo sendiri di belakang sedangkan Jennie sibuk dengan pikirannya sendiri matanya terus menatap jalanan.

 

Mobil berhenti di lampu merah, untung saja Makai mobil jadi mereka tidak kepanasan oleh terik matahari yang begitu menyengat dan mampu membuat kulit gosong, terlihat anak kecil dengan warna silver menghampiri mobil mereka.

 

"Permisi kak, boleh minta sedikit rezekinya," ujar anak kecil itu yang jika ditebak dia berusia 9 tahun.

Eun woo menoleh dan langsung membukakan jendela mobilnya. 

"Nih Dek!" Eun woo mengulurkan uang 20 ribu membuat anak kecil itu tersenyum senang.

 

Jennie ingin sekali memberi namun di kantongnya tidak ada uang receh, "Lisa, Lo ada uang receh untuk adek ini." 

Mendengar namanya disebut Lisa langsung menoleh dan matanya tertuju pada anak kecil berwarna silver itu, "Ya ampun sebentar ya dek," tukasnya seraya mengambil uang dari dalam tasnya.

 

Jennie ingat dia punya teh pucuk dari Eun woo yang belum dibukanya, "Eun woo, minumannya gue kasih ke dia yah." Izin Jennie kepada Eun woo.

"Terserah Lo kan itu sudah milik lo," sahut Eun woo.

"Nih Jen, tolong kasih ke dia yah!" Lisa mengulurkan uang sebesar 5 ribu untuk anak kecil itu. 

 

Akhirnya Jennie mengulurkan minuman serta uang dari Lisa tadi kepada anak kecil itu yang tampak begitu senang saat diberi.

"Terima kasih banyak ka, semoga selamat sampai tujuan." Anak kecil itu pun berdoa akan keselamatan Jennie, Eun woo dan Lisa.

 

Dalam hatinya anak kecil itu merasa gembira dia juga menatap Lisa yang wajahnya menatapnya dengan rasa simpati.

 

Melihat anak kecil itu masih berdiri di sana Jennie pun tertarik untuk mengajaknya ngobrol. "Namanya siapa dek?" tanyanya.

 

"Kania," jawab anak kecil yang berwarna silver itu sambil tersenyum manis, wajahnya putih imut tapi cemong. 

"Sampai jumpa lagi ya dek," seru Jennie begitu lampu hijau sudah menyala. 

Eun woo pun bergegas melajukan kembali mobilnya, dia kagum melihat Jennie yang begitu menyayangi anak kecil tanpa memandang siapapun itu. 

Ponsel Lisa berdering terdapat panggilan dari Jisso, membuat cewek itu langsung mengangkatnya.

 

"Kenapa sayangku? Ini kita masih di jalan loh," jelas Lisa begitu mendengar suara Jisso yang seperti orang kesal.

Jennie menoleh dan mengangkat kedua alisnya seperti isyarat saat sedang bertanya. 

 

"Masih jauh gak sih?" tanya Lisa seraya menepuk bahu Eun woo.

"Ini udah sampe gang nya kok," sahut Eun woo melihat gang perumahan yang maksud Jisso.

 

Jalanan ini tidak asing bagi Eun woo karena dia pernah disuruh mengantarkan Jisso ke tempat les nya ini. Jennie memperhatikan Eun woo yang tidak melihat maps dia jadi penasaran apakah cowok ini pernah datang ke tempat ini sebelumnya? 

"Sabar ya beb, kita sebentar lagi sampai nih." Lisa berusaha menenangkan hati Jisso yang sudah kesal akibat menunggu.

 

Jennie jadi tahu jika yang menelpon itu Jisso, kenapa dia tidak menelpon ke nomornya yah? Ah mungkin sebab dia bilang ponselnya mau dipakai untuk maps jadi takut mengganggu, dan menelpon lewat Lisa.

 

"Jen, Lo lihat kan status Rose semalam?" Lisa terkekeh mengingat status bucin sahabatnya.

"Yang mana sih?" Jennie mulai berpikir dia jarang sekali melihat status kecuali sedang gabut.

 

Lisa menepuk bahu Jennie, "Itu loh yang video dia lagi jalan sama Hanbin wkwk." 

"Oh, hahaha ... bucin banget ya dia," kata Jennie ikut terkekeh yang mulai mengerti apa yang Lisa bicarakan. 

 

"Gue juga komen lo Jen, kata gue si paling bucin mulai aktif eh dia malah balasanya iri ya? Cari pacar dong makanya, sombong banget kan dia?" Tawa Lisa terhenti saat menceritakan kekesalan semalam begitu mendapat balasan dari Rose.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!