Squad Star Girls Story

Siapa Cewek Yang Disukainya?

Entah kenapa Jennie sangat menyukai Eun woo yang berbicara panjang lebar cowok itu terlihat cool sekali saat ini. 

Setelah berapa menit kemudian Jennie bangkit dari duduknya hendak pergi ke kamar mandi.

 

"Mau pergi kemana?" tanya Eun woo melihat Jennie yang berjalan ke lantai atas.

"Ke kamar mandi, mau ikut?" Dengan iseng Jennie mengajak Eun woo untuk ikut menemani dirinya ke kamar mandi.

 

Mendengar candaan Jennie membuat Lisa terkekeh. "Hahaha tuh diajakin Jennie mau ikut gak katanya?" Tangannya menutup mulutnya mencoba menahan gelak tawanya.

Jennie yang hanya bercanda dia kembali berjalan tidak menghiraukan perkataan Lisa dan Eun woo. 

 

"Sial, tuh cewek kalau ngomong suka ngadi-ngadi, untung gue yang diajak coba kalau dia ngajak cowok lain buat ikut ke kamar mandi." Eun woo berkata dalam hatinya, dia tidak terima jika Jennie berkata seperti itu kepada cowok lain.

"Diam Lo!" pekik Eun woo melihat Lisa yang terus menertawakan dirinya. Tangannya meraih gelas untuk mengobati rasa dahaganya.

 

Mendengar Eun woo mengomel matanya mendelik sinis, "Lucu banget sih Lo, gue kira Lo cowok playboy yang barbar ternyata penakut juga ya." 

"Maksud Lo apa?" Eun woo menatap Lisa tajam, kedua alisnya naik ke atas, dia tidak mengerti apa yang dibicarakan cewek itu. 

 

"Dasar cowok polos atau dia pura-pura polos ya, ternyata benar kata Bobby, Eun woo cowok pendiam dan anak baik yang hanya berteman dengan anak-anak nakal seperti dirinya dan teman-temannya yang lain." Seketika Lisa teringat akan perkataan Bobby yang membicarakan sikap Eun woo yang terlalu polos diantara yang lainnya. 

 

"Tidak usah dipikirkan tidak penting!" kata Lisa merasa tidak perlu lagi menjelaskan apa maksud dari perkataan tadi. "Eun woo," panggil Lisa pelan.

Membuat Eun woo langsung menoleh dan menatap Lisa dengan raut wajah bingung, "Hah?" Saat ini Eun woo masih makan topokki (makanan orang Korea) buatan Jihyo yang begitu enak.

 

"Apa benar lo menyukai Jennie?" tanya Lisa penuh penasaran, sikap Eun woo jelas bisa ditebak jika cowok itu menyimpan perasaan kepada sahabatnya Jennie. 

 

Jika Eun woo menjawab iya, berarti perasaan Jennie kepada Eun woo juga terbalas, karena saat ini diam-diam Jennie menyimpan rasa sukanya dari dia, Jisso dan Rose.

Sedangkan Hyeri tau jika Jennie menyukai Eun woo, baginya sudah waktunya Lisa membantu Jennie untuk mencari tahu kebenarannya siapa cewek yang Eun woo suka? 

 

Seketika tenggorokan Eun woo terasa tercekat, dia menuangkan air ke gelasnya lalu meminumnya hingga habis, jantungnya berdegup kencang selama ini Eun woo tidak tahu perasaannya kepada Jennie, selama ini dia sayang dan peduli kepada Jennie sebagai temannya saja.

 

"Kalau iya emang kenapa? Lagian bukan urusan lo kalau gue suka atau tidak suka sama Jennie," sahut Eun woo dengan ketus dia mencoba untuk tidak berkata jujur.

"Ya gue penasaran aja, lihat sikap Lo sama Jennie selama ini kayak orang jatuh cinta," celetuk Lisa sambil tersenyum lebar. 

Kemudian Jennie datang sambil membawa tas sekolahnya, "Hayu udah selesai kan makannya?" katanya dengan riang.

"Udah, yuk langsung berangkat aja!" Eun woo pun bangkit dari duduknya. 

 

"Gue rasa motor Lo tinggal di sini aja deh, terus Lo naik mobil Jennie." Lisa memberikan saran. "Dari pada kita misah-misah kayak gini, mending berangkat bareng aja gimana?" usulnya.

Jennie diam berpikir sejenak, "Boleh sih." 

"Ya udah kalau gitu sini kunci mobilnya biar gue yang bawa," ujar Eun woo dia tidak mungkin membiarkan Jennie membawa mobilnya sendiri.

 

"Ya ampun pengertian sekali sih Eun woo, kasih Jen, kuncinya biar dia aja yang bawa," seru Lisa dia setuju jika Eun woo yang bawa karena bagaimanapun cowok harus bisa melindungi wanita. 

Akhirnya Jennie memberikan kunci mobilnya kepada Eun woo, lalu mereka keluar dari rumah Jennie di depan terlihat Pak Heri sedang memarkirkan motor vespa nya. 

 

"Pak Heri," teriak Jennie kaget melihat satpam rumahnya sudah kembali. 

Pak Heri menoleh lalu tersenyum kepada bosnya dia juga menghampiri Jennie dan teman-temannya.

"Pagi Nuna muda," sapa Pak Heri dengan senyum manisnya.

 

Pak Heri mempunyai tubuh yang besar berkulit coklat sawo, umurnya sudah mencapai kepala 3, beliau sudah lama bekerja di rumah Suho sejak Suho merintis bisnis di Jakarta. Bahkan Pak Heri juga sudah menjaga Jennie sejak usia dini membuat Jennie begitu akrab dengan satpamnya ini. 

 

"Syukurlah Bapak sudah kembali bekerja, jadi Jennie tidak usah takut untuk jaga rumah lagi," ujar Jennie dia begitu senang dengan kedatangan Pak Heri saat ini.

"Nuna muda mau pergi kemana? Apa perlu bapak antar?" tanya pak Heri melihat penampilan Jennie yang rapi. 

 

"Tidak usah Pak, Jennie akan pergi bersama Eun woo dan Lisa. Oh ya Pak, Ayah dan Bunda sedang pergi ke luar negeri kemungkinan akan kembali hari Kamis," jelas Jennie memberitahu keberadaan kedua orangtuanya.

"Baiklah, bapak mengerti Nuna muda." Pak Heri sudah terbiasa mendengar kepergian bos nya itu jadi dia tidak kaget. 

 

"Ya sudah, Jennie titip rumah yah pak soalnya mau pergi ke sekolah," pamit Jennie karena sudah mendapat kode dari Lisa untuk segera pergi. 

"Siap Nuna muda, jangan khawatir rumah ini akan saya jaga dengan segenap jiwa dan raga saya," ujar Pak Heri dengan bijak dan tegas. 

 

Perkataan Pak Heri membuat Jennie, Lisa dan Eun woo terkekeh. 

"Permisi Pak, saya titip motor saya disini yah," pamit Eun woo kepada satpam tersebut sambil tersenyum manis.

 

"Siap." Pak Heri berlari hendak membukakan pintu gerbang rumah agar mobil Jennie bisa keluar.

Eun woo masuk di bangku pengendara sedangkan Lisa menyuruh Jennie untuk duduk di depan dia tidak mungkin meminta Jennie untuk duduk di sampingnya. 

 

Melihat kode Lisa membuat Jennie tersenyum ternyata sahabatnya mengerti kemauan hatinya. Mobil pun berjalan meninggalkan kediaman rumah gedung Jennie. 

Jika kalian ingin tahu, rumah Jennie paling luas dan menjulang tinggi paling mewah daripada rumah yang lainnya, mudah diingat dan dibedakan jika ingin ke rumah Jennie. 

 

Sesampainya di sekolah, Lisa memilih untuk pergi ke kantin yang memang tidak pernah tutup meski hari libur. 

"Jen, gue nunggu ke kantin yah nanti kalau urusan Lo udah selesai jemput gue di sana," tutur Lisa memberitahu di mana dia akan menunggu Jennie. 

 

"Baiklah, jaga diri Lo baik-baik ya Lis!" pinta Jennie seraya tersenyum.

"Kita pergi dulu ya Lis," ujar Eun woo berlalu pergi bersama Jennie menuju ruang Bu Shin yang ada di pojok kanan.

 

Lisa juga pergi ke kantin dan menemui Bi Ah Yeong. "Assalamualaikum Bu," sapanya seraya duduk di bangku. 

"Waalaikumsalam, Neng Lisa sedang apa di sekolah bukannya masih libur ya?" tanya Bi Ah Yeong menghampiri pembelinya yang ternyata anak sekolah. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!