Squad Star Girls Story
Mau Gak Jadi Istri Gue?
Eun woo menarik napasnya pelan lalu menghembuskannya, "Bukan begitu Lisa, masalahnya gue ke sini naik motor kalau Lo ikut terus kita mau boti (bonceng tiga) gitu?"
Jennie terkekeh mendengar penjelasan Eun woo, ternyata cowok itu datang ke sini berniat menjemputnya juga dia baru sadar kejadian tadi pagi Eun woo menelpon yang katanya belum sarapan ternyata itu hanya alibi cowok itu saja.
"Hello, gue sama Jennie berangkat naik motor berdua lo bawa motor sendiri kan? Yaudah ngapain ribet-ribet sih," jelas Lisa hatinya tergelitik mendengar ucapan Eun woo yang berniat ingin menjemput Jennie.
"Udah mending makan dulu yuk," ajak Jennie seraya menepuk lengan Eun woo dan Lisa dia mengiring keduanya ke meja makan.
"Lo udah masak Jen?" Lisa menatap Jennie penuh tanda tanya dia merasa ada yang aneh.
Mata Jennie terpejam sebentar, "Bukan gue tapi Jihyo, sebelum pergi dia sudah memasak untuk kita sarapan."
Eun woo menoleh menatap Jennie, "Pergi kemana dia?" tanyanya penasaran.
"Gak tau katanya sih mau ketemu Nayeon," sahut Jennie tanpa menaruh rasa curiga atau khawatir.
"Astaga Jennie, Jihyo beneran pergi sama sahabatnya itu? Gimana kalau dia terjadi sesuatu? Apa Lo gak mikir ke kejadian di Pretty diskotik itu?" Eun woo menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya jika Jihyo berani untuk bertemu dengan Nayeon.
"Nayeon kan sahabatnya Jihyo, dia tidak mungkin mencelakakan sahabatnya sendiri, udah deh gak usah bahas masalah itu lagi." Jennie berjalan hendak mengambil air putih dan gelas.
"Kejadian apa sih? Kok Lo jadi punya rahasia gitu sama Eun woo?" pekik Lisa dia menatap Jennie tidak percaya, sedetik kemudian dia juga menatap Eun woo keduanya sama-sama diam tidak ada yang menceritakan kejadian sebenarnya yang dia tidak ketahui.
"Sebenarnya Jihyo kenapa sih? Oh jadi lo lebih milih cerita sama Eun woo dibanding gue sahabat Lo sendiri, Jen?" pikir Lisa yang sudah salah paham dengan Jennie.
Lagi-lagi Jennie harus menceritakan kejadian itu, jika tidak Lisa pasti curiga dengannya. Tapi saat dia mau menjelaskannya tiba-tiba Eun woo berbicara duluan.
"Lo bisa gak sih kalau nanya tuh gak usah sewot gitu? Heran gue ada manusia kayak lo ya Lis," celetuk Eun woo memancing emosi Lisa yang semakin berkobar-kobar.
"Arrghhh!!!" Lisa memukul Eun woo dengan sendok miliknya. Cewek yang mempunyai kepribadian ganda seperti Lisa memang selalu bertingkah aneh dan kasar.
Jennie hanya memandang keduanya dengan jengah, "Kalian udah gede masih aja berantem, udah buruan makan nanti sayurnya dingin duluan."
"Gila ya Lo kasar banget, tangan gue sampai merah gini!" Eun woo menunjukkan tangannya yang memar bekas pukulan sendok milik Lisa.
Tiba-tiba Lisa merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukan olehnya kepada Eun woo, "Ya ampun sorry gue ambil obat dulu yah, habis lo jail banget sih jadi cowok."
Lisa berlalu pergi meninggalkan Jennie dan Eun woo di meja makan, sebenarnya tangan Eun woo tidak apa-apa hanya memar saja cowok itu tersenyum puas karena berhasil mengelabui Lisa.
"Lo nih yah bisa-bisanya berbohong sama Lisa," ujar Jennie tangannya sedang sibuk mengoles rotinya dengan selai coklat.
"Biarin ah, berisik banget lagian gue mau dong rotinya," seru Eun woo menatap roti yang dipegang Jennie.
Jennie mendelikkan matanya, "Nih buat Lo aja," katanya seraya mengulurkan roti yang sudah dia oles dengan selai coklat dan seres.
Eun woo tersenyum entah kenapa dia merasa senang mendapat perlakuan baik dari Jennie selama ini dia bersikap ketus kepadanya, bahkan Jennie sering kali mengabaikannya, kini hubungannya menjadi baik setelah acara ulang tahun sekolah kemarin.
"Kita kayak suami istrinya yah kalau begini," ujar Eun woo tanpa ekspresi matanya menatap dalam wajah Jennie yang berada di samping kanannya.
"Khuk … khuk." Jennie yang sedang minum tersedak mendengar ucapan Eun woo.
Dengan cepat Eun woo meraih gelas dan memberikannya kepada Jennie, tangannya mengusap-usap punggung cewek itu. "Pelan-pelan Jen," katanya dengan cemas.
Jantung Jennie berdegup kencang, wajahnya tampak merah merona karena tersipu malu ulah ucapan asal Eun woo.
"Eun woo, please deh kalau ngomong gak usah asal gitu khuk … khuk," omel Jennie yang masih batuk-batuk karena tersedak jus jeruk.
Merasa Jennie sudah mulai membaik Eun woo duduk kembali di tempatnya, "Emang Lo gak mau jadi istri gue?"
Sial, perkataan Eun woo tuh seakan-akan memancing emosi Jennie untuk berterus terang terhadap perasaannya, hatinya memang mengaminkan ucapan Eun woo namun dia tidak bisa jika harus menunjukan sikap senangnya di depan Eun woo.
Jennie tak kunjung menjawab dia sibuk mengatur deru napasnya serta menetralkan detak jantungnya, Lisa datang dengan membawa bak kecil berisi air dingin untuk mengompres memar di tangan Eun woo.
"Sini tangannya gue obatin," seru Lisa yang sudah siap dengan handuk kecil untuk ditempelkan di tangan Eun woo.
Eun woo mengulurkan tangannya, "Makasih, permintaan maaf Lo gue terima."
Lisa tersenyum senang mendengar Eun woo mau memaafkan kesalahan dirinya, entah kenapa dia memang suka gak tahan dengan ejekan orang tubuhnya merespon dengan emosi maka terjadilah peristiwa ini.
Bahkan jika kalian mengalami hal yang sama dengan Lisa dia sering sekali tertawa terpingkal-pingkal sambil menepuk teman di sampingnya, entahlah Lisa juga tidak mengerti kenapa tangannya begitu aktif memukul, mencubit untung saja dia tidak pernah menampar seseorang.
Jennie dan Eun woo begitu so sweet membuat Lisa menjadi cemburu dan panas melihat kemesraan mereka berdua.
"Jisso gak kesini Jen?" tanya Eun woo tiba-tiba dia tidak melihat cewek itu berada di rumah Jennie.
"Kemarin kesini kok," jawab Jennie sambil terus melahap roti miliknya.
Eun woo menganggukan kepalanya, dia tahu jika Jisso kemarin datang ke sini dari Sanha semalam cuma dia hanya memastikan saja jika cewek itu tidak datang ke sini lagi hari ini.
Lisa kini berpikir jika Bobby tidak akan datang ke sekolah bersama Eun woo membuat hatinya tenang, rasanya lelah sekali terus menghindar dari cowok itu mencoba melupakan orang di masa lalu memang tidak mudah. Lisa tahu betapa sulitnya move on dari Bobby cowok yang udah memberi dia harapan malah berselingkuh dengan wanita lain.
Tidak, bukan Bobby yang salah di sini tapi Lisa yang terlalu berharap lebih dari sikap Bobby selama ini kepada dirinya, memikirkan siapa yang benar dan siapa yang salah membuat kepala Lisa menjadi pening.
"Kalian lama gak ngobrol sama Bu Shinnya?" Lisa memandang Eun woo dan Jennie secara bergantian.
Jennie tidak tahu berapa lama dia akan berada di ruangan Bu Shin.
"Gak bakal lama kok, kayak gak tahu Bu Shin aja deh dia kan orang sibuk kerjaannya gak cuma ngurus proposal acara pasti sebentar paling ditanya-tanya sebentar kendala acara Diesnatalis sekolah untuk menjadi evaluasi buat Bu Shin," jelas Eun woo panjang lebar.