Squad Star Girls Story
Ada Hati Yang Terluka
Keesokan paginya, Jennie masih tertidur pulas padahal bunyi alarm terdengar keras tapi rasa lelah dan kantuk Jennie mendominasi sehingga cewek itu tak kunjung bangun.
Semalam Jennie langsung tertidur jika biasanya dia harus bermain ponsel terlebih dahulu sebelum tidur hari ini tidak, dia sudah sangat lelah dan gagal untuk menonton Drakor yang sudah dia jadwalkan.
"Hello, kamu udah sholat?" tanya Eun woo sambil senyum-senyum tangannya merogoh Hoodie putih yang digunakan saat ini.
Semalam habis hujan deras, membuat Eun woo merasa kedinginan tinggal di rumah Dongsaeng, jam 04:35 WIB dia terbangun untuk menunaikan ibadah shalat lalu membangunkan Jisso seperti biasa.
"Hemm …." Jisso memang sudah bangun tapi dia enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.
"Ayo sholat dulu nanti tidur lagi juga gak apa-apa, jangan mentang-mentang gak ada Mamah bisa seenaknya tidak sholat," omel Eun woo sudah seperti emak-emak.
"Iya bawel, ya udah aku matikan telepon nya yah." Jisso meminta persetujuan dari Eun woo.
"Nanti telepon lagi yah," ujar Eun woo dengan manja tangannya bergerak membetulkan Hoodie di kepalanya.
Sambungan terputus, Eun woo beranjak tidur di bangku panjang karena kamar sudah penuh dengan Chen, Mark dan Sanha. Semalam mereka bergadang sampai jam 3, menunggu kedatangan dirinya dan Sanha dari rumah Jennie untuk makan ikan bakar bersama sambil bercengkrama, membicarakan apa saja yang ada di otak mereka.
Jika kalian berpikir cowok-cowok tidak pernah curhat itu salah, mereka juga manusia yang punya perasaan, hanya saja cowok-cowok lebih sering menutup diri untuk bersikap tidak terbuka, paling tidak dengan satu atau dua orang yang sekiranya sahabat dekat dan orang yang bisa dipercaya. Jika Eun woo dia lebih sering curhat dengan Sanha karena satu sekolah dan Sanha tau semua latar belakang keluarganya maupun sikap dan tingkah lakunya selama ini.
Jisso masih menyimpan rasa cemburunya terhadap kedekatan Eun woo dengan Jennie, dia bukan egois siapa yang tidak cemburu ketika orang yang dia sayangi selalu digosipkan dengan orang lain, dia tahu hubungannya dengan Eun woo hanya sebatas adik dan kakak angkat saja tapi perasaan tidak bisa dibohongi.
"Aku bingung harus bersikap bagaimana aku sangat takut jika ka Eun woo jatuh cinta kepada ka Jennie keduanya sangatlah berharga bagiku karena mereka yang selalu mendukungku selama ini, oh tuhan aku ikhlas jika ka Eun woo dengan wanita lain asal jangan dengan ka Jennie," pinta Jisso setelah menyelesaikan sholatnya dia mengadahkan tangannya meminta petunjuk kepada sang pemilik hati.
Squad star girls
*Jennie
"Guys, bagaimana setelah ujian kita pergi berlibur?"
*Lisa
"Gass, gue mah hayuk aja lagi pula gak ada kegiatan lain."
*Rose
"Tanggal berapa? Gue takut bentrok nih soalnya heheh."
Mendengar liburan sekolah sebenarnya tinggal 2 Minggu lagi, besok senin ujian tengah semester 2 setelah itu pasti ada libur sekitar 1 mingguan mah, Jisso terdiam memikirkan rencana sahabat-sahabatnya.
*Jisso
"Emang liburannya panjang yah? kalian mah enak mau naik lulusan lah gue kan ujian kenaikan."
*Lisa
"Oh iya gue lupa Jisso anak bawang, tenang aja gue dengar sih ya katanya 2 minggu liburannya kalian diam-diam aja dulu."
"@Rose, Lo emang bentrok apaan? Jangan bilang Lo udah punya ayang yah dan mau jalan-jalan sama dia."
*Jennie
"Siapa ayangnya Ros? Kok gak dikenalin ke kita-kita?"
*Rose
"Hahaha kalian pada kenapa sih siapa juga yang punya ayang, gue cuma mau pergi sama temen ke Ancol."
*Jennie
"Temen rasa nano nano yah Ros, awas aja kalau lo jadian gak bilang ke kita-kita."
*Lisa
"Tau gak sih guys? Si Rose tuh lagi naksir sama si Hanbin tapi dia juga lagi deket sama temen kelasnya si Jisso."
*Jisso
"Jungkook??"
*Lisa mengirim emot ketawa
*Jennie
"Ya ampun Ros, selera Lo gak kaleng-kaleng yah ternyata tau aja yang keren mah langsung dilirik gak mandang umur."
*Lisa
"Kalian kan tau sendiri yang sering Gonta ganti pacar juga si Rose, tapi gue juga salut sih sama dia cepet banget move on nya."
Jisso tersenyum sendiri di dalam kamar membaca room chat Squad star girls, dia tahu betul sifat kakak-kakaknya itu termasuk Rose yang bisa dibilang play girls namun bedanya jika Rose tidak sembarang mau sama cowok dia itu pemilih.
Dan tips dari Rose yang pernah dia katakan kepada sahabat-sahabatnya itu adalah, kalau suka bilang gak usah dipendam, gak baik yang ada nanti ditikung orang duluan dan kalau suka sama orang ya kejar jangan mau kalah saing karena bagaimanapun cowok kalau udah dideketin cewek pasti luluh asal jangan deketin cowok orang aja yah! Satu lagi Rose juga pernah bilang, jangan mau beresin air mata buat cowok itu gak ada gunanya mending nyari yang baru saja karena cowok itu gak cuma satu, orang yang putus terus balikan sama mantannya itu namanya bodoh!
Ada banyak perkataan Rose yang masih melekat diingatan Jisso saat ini, intinya yang paling ahli dalam soal percintaan diantara keempat cewek ini adalah Rose.
Squad star girls
*Rose
"Wih itu kan dulu sekarang udah tobat gue, makin dewasa gue cuma butuh cowok yang setia bukan yang mau main-main."
*Jennie
"Eh guys, nanti sore ke rumah gue yah kita nonton drakor bareng terus sama latihan dance mau kan?"
*Lisa
"Skuy gue otw sekarang Jen, siapin makanan yang banyak aja yah."
*Jisso
"Wah ayo ayo by the way orangtua ka Jennie ada di rumah gak? Takut berisik ada kita-kita."
*Rose
"Gue datang telat yah mau pergi dulu sama Nyokap."
*Jennie
"Santai, Nyokap sama Bokap gue lagi pergi ke Singapura. Ros, Lo nginep di rumah aja nanti malam?"
*Lisa
"Gue juga jadi mau nginep Jen wkwk bete di rumah berantem terus."
*Jennie
"Boleh-boleh, jangan lupa gue tunggu yah."
Begitulah kekompakan Squad star girls, membuat Jisso begitu menyayangi mereka sebagai keluarga keduanya sendiri, dia juga merasa famous di sekolah sebab bergabung dengan mereka itu, dia bisa belajar bareng, dance bahkan bernyayi sangat mengasikkan.
"Jisso, yuk makan dulu yang lain sudah pada menunggu di meja makan," seru Mamahnya Jisso yang berdiri diambang pintu.
"Baik Mah, duluan aja nanti Jisso menyusul." Jisso masih sibuk membalas chatting dengan Jinjin dan teman kelasnya yang lain.
Selain Squad star girls Jisso juga punya teman-teman dekat di kelasnya, bagaimanapun jika di kelas Jisso pasti butuh teman untuk menemaninya di kelas dan sahabat-sahabatnya yang lain juga tidak melarangnya.
Jisso tersenyum senang melihat Papah dan Mamanya serta kakaknya yang sudah ada di meja makan.
"Nak, nanti mamah mau pergi arisan di rumahnya Bunda Lia kamu mau ikut?" tanya Mamah nya Jisso menawarkan.
Dengan cepat Jisso langsung menggelengkan kepalanya, dia malu jika harus bertemu dengan Nyokapnya Eun woo apalagi nanti ngobrol dan dia sangat malas untuk menjawabnya.
"Jisso, ada kerja kelompok bareng temen-temen kemungkinan habis magrib pulangnya gak apa-apa Mah, Pah?" ujarnya sembari izin kepada kedua orangtuanya.
"Iya gak apa-apa kamu bawa motornya hati-hati yah!" sahut Papahnya Jisso dengan lembut.
Dikeluarga ini Jisso adalah anak tersayang Papahnya, karena Jisso anak bungsu di keluarga ini dan belum menikah jadi kedua orangtuanya begitu memperhatikan Jisso.
"Kirain gak mau ketemu sama cowok ganteng itu dek," ejek Sana sang kakak Jisso dengan kedua alisnya yabg terangkat.
"Ish apaan sih kak, udah deh gak usah mulai." Jisso mengomel wajahnya langsung cemberut.
"Udah-udah lanjutin makannya, kalian ini yah bertengkar terus!" ujar mamahnya Jisso pusing dengan perdebatan yang selalu saja terjadi diantara kedua adik kakaknya ini.
Sana dan Jisso memang sering berdebat, tiada hari tanpa ada perdebatan kecuali jika Sana pergi ke rumah mertuanya, Sana sangat senang menjahili adiknya meski sudah menikah. Sana juga sering diam-diam membaca buku diary Jisso dilamarnya lalu mengejeknya jika adiknya sudah pulang sekolah. Tapi terkadang Sana juga jadi kakak yang baik untuk Jisso, salah satunya menjadi teman curhat, penasehat terbaik, dan paling sayang kepada Jisso.