Squad Star Girls Story
Mulai Curiga
"Gue ke kamar mandi dulu ya guys," ujar Jennie seraya bangkit dari duduknya.
Disaat Jennie hendak pergi Shin Hye datang dengan heboh, "Eh guys ada berita terbaru nih!" serunya.
"Berita apaan sih?" sahut Rose sambil menatap Shin hye penuh penasaran.
"Rocky?" tebak Lisa dengan pandangan yang menatap ke arah layar ponselnya.
Shin hye mengambil duduk diatas meja, "Bukan, gue tadi denger kalau disekolah kita ada Guru baru yang bakal menggantikan posisi Pak Baek sebagai guru BK di sekolah kita."
"Siapa?" Lisa menoleh mulai penasaran dengan berita yang dibawakan oleh Rocky.
"Gue gak tau namanya, yang pasti kalian harus lihat ke lapangan sekolah ada Kim Beom dan Moobin yang sedang dihukum gara-gara ketahuan merokok di area sekolah," ujar Shin Hye seraya bangkit dari duduknya mengajak teman-temannya agar keluar kelas.
Benar saja setelah mereka keluar dari kelas, terlihat Kim Beom dan Moobin yang sedang berdiri sambil hormat di depan tiang bendera, hal ini menyatakan bahkan guru BK yang baru itu sangat galak dan disiplin membuat mereka berempat harus waspada.
"Kita harus hati-hati dengan guru baru itu guys," ujar Jennie sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Tapi keren juga tuh guru baru, sepertinya jomblo deh." Lisa terkekeh saat kedua mata temannya langsung menatap tajam ke arahnya.
Tiba-tiba Jisso datang bergabung dengan yang lainnya, "Ada apa nih kok kelihatan pada kesel gitu?"
"Lihat tuh!" kata Rose sambil menunjukkan tangannya ke arah lapangan.
Jisso menoleh ke arah lapangan yang Rose tunjuk, "Lah kenapa ka Kim Beom dan ka Moobin bisa dihukum?" tanyanya polos.
"Mereka ketahuan merokok di area sekolah mungkin di kelas, jadi langsung dilaporkan ke guru baru itu," jelas Lisa.
"Oh itu guru baru, keren banget udah berani memberi hukuman kepada kedua anak nakal itu." Jisso tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kim Beom, Moobin serta kawan-kawannya yang lain adalah anak nakal di sekolah ini, mereka sering bolos sekolah lalu nongkrong di kantin untuk merokok sambil mengobrol atau bahkan tidur. Sebelumnya mereka sudah sering mendapat hukuman dari Pak Baek tapi tetap saja tidak membuat mereka jera dan berhenti melanggar.
"Gue sih gak peduli ya, yang terpenting kita harus hati-hati! Gue ke kamar mandi dulu yah, kalian kalau mau ke kantin duluan aja nanti gue nyusul," kata Jennie dan berlalu pergi.
Jennie pergi ke kamar mandi sendirian sedangkan teman-temannya ke kantin untuk memesan batagor atau es teh jus.
"Khemm …." Terdengar suara anak laki-laki yang berdehem setelah Jennie keluar dari kamar mandi.
Begitu Jennie menoleh dia terkejut bukan main melihat cowok yang dikaguminya ada di depan matanya, "Eun woo?"
"Kenapa gak balas chat dari gue? Bahkan gue telpon ajah gak diangkat?" ujar Eun woo dengan kesal, sengaja dia mengikuti Jennie ke kamar mandi dan menunggunya dari luar untuk bisa mengajak cewek itu bicara.
"Sorry gue jarang megang ponsel," sahut Jennie dengan menundukkan pandangannya.
Meski kesal Eun woo tidak pernah bisa marah dengan Jennie dia tahu betul jika cewek di depannya ini adalah orang yang sangat baik dan tulus dia gak bisa menyakiti perasaannya dengan membentak.
"Sibuk banget sih kayanya," sahut Eun woo dengan jutek. "Oh ya besok anak OSIS akan ada rapat bersama Bu Shin kyo kamu sebagai bendahara harus hadir gue gak mau dengar penolakan," kata Eun woo seraya pergi meninggalkan Jennie.
Dari balik tembok ada Jinjin yang sudah memata-matai kedua orang itu, dia adalah teman kelas Jisso.
Jennie pergi ke kantin menyusul teman-temannya, dia memegang dadanya dan merasakan debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya, selalu begitu jika bertemu dengan Raka.
*Jinjin
"Jisso, Lo harus lihat ini!"
Begitu mendengar notif di ponselnya Jisso langsung membukanya dan mendapatkan pesan dari teman kelasnya.
"Ini kan foto ka Eun woo dan ka Jennie mereka berdua ngapain ngobrol di depan kamar mandi?" gumam Jisso berdialog dengan dirinya sendiri.
Jinjin adalah teman dekat Jisso di kelas, dia tahu kedekatannya dengan Eun woo karena sering jalan bersama ketika liburan, dan kala itu Jisso datang bersama Eun woo sebagai pasangannya.
"Hai guys, kalian pesan makan apa?" Jennie datang dan duduk di samping Lisa.
"Gue tadi udah pesen batagor buat Lo, Jennie." Rose menyahut karena dia yang tadi memesan semua makanan teman-temannya.
Jennie tersenyum mendengarnya, "Thanks Ros."
"Your welcome," balas Rose sambil kembali sibuk menatap ponselnya.
Tiba-tiba Lisa menepuk lengan Jennie, "Oh ya gue lupa besok anak OSIS disuruh kumpul buat persiapan acara katanya sih gitu, lo hadir kan, Jennie?"
Baru saja Eun woo mengingatkan Jennie untuk hadir, membuat dirinya tidak bisa menolak perkumpulan itu saking gak enaknya kepada teman-temannya. Lisa menatap Jennie menunggu jawaban dari temannya ini.
"Ya insya Allah gue akan hadir." Jennie menatap piring miliknya, pagi tadi dia belum makan jadi wajar jika siang ini perutnya mendemo minta diisi.
Diam-diam Jisso menatap Jennie yang sedang sarapan, dia penasaran dengan apa yang dibicarakan Eun Woo dan Jennie tadi. Setelah dapat kiriman foto dari Jinjin, Jisso sudah mengirim pesan kepada Eun woo menanyakan hal penting apa yang tadi mereka bicarakan.
"Eh kenapa yah Bu Shin Kyo selalu nyuruh gue? Padahalkan gue bukan ketua kelas atau sekretaris," ujar Rose merasa bingung dengan perilaku Gurunya.
Lisa menoleh ke arah Rose namun tidak merespon ucapannya, "Ya mungkin karena beliau percaya sama lo Ros, lagi pula ketua kelasnya kan sibuk sama OSIS," sahut Jennie mengingat kegiatan Eun woo di OSIS begitu banyak.
"Iyah, mungkin juga Bu Shin Kyo bingung harus nyuruh siapa lagi selain kak Rose," timpal Jisso setelah menghabiskan segelas es teh jus miliknya.
"Apalagi OSIS mau ngadain acara Diesnatalis kan?" tanya Jisso yang memang bukan anggota OSIS.
Lisa menganggukan kepalanya, "Gue jadi wakil ketua aja udah pusing ngatur anak-anaknya biar pada gerak semua apalagi Eun woo yang kalau ngomong jarang dihargai sama teman-temannya."
Semua itu memang benar, saat kelas 11 Eun woo pernah terpilih menjadi ketua kelas berdasarkan voting dari teman-teman kelasnya tapi saat Eun woo sudah menjadi ketua kelas dia malah tidak dihargai bahkan peraturannya diabaikan begitu saja, tapi untung tidak semua temannya mengabaikan Eun woo sebagian yang dekat dengannya selalu membantu tugasnya mengatur kelas.
Squad Star Girls pun termasuk orang tidak menghargai peraturan Eun woo jika di kelas, mereka benci dengan Eun Woo oleh karena itu mereka tidak patuh. Tapi setelah naik ke kelas 12 mereka menjadi iba dengan Eun woo yang terkena hukuman gara-gara menyelamatkan cewek-cewek itu bahkan sekarang mereka menjadi akrab gara-gara terpilih menjadi wakil dan bendahara Eun woo di OSIS.
"Ya ampun iya kasihan kalau bukan karena kita juga yang lain pasti gak bakal gerak tuh?" pekik Jennie mengingat kejadian kemarin hanya ada lima orang yang kumpul rapat padahal itu penting banget.
"Jennie, lihat grup tuh kamu di tag sama Eun woo," seru Rose sambil menatap ponselnya.
Mendengar itu Jennie langsung membuka ponselnya dan benar saja Eun woo menyebut namanya di grup, "Astaga ini orang punya masalah apa sih sama gue?"
"Dia takut Lo gak bakal hadir, jadi di-tag karena Lo kan udah bolos dua kali perkumpulan." Lisa mulai mengomel menyadarkan kesalahan Jennie.
Jennie tersenyum, dia memang sedang menghindar dari Eun woo seminggu ini tapi hal hasil dia selalu bertemu dengan cowok itu.
Mendengar fakta itu Jisso jadi menatap Jennie mencari tahu sebenarnya Jennie punya perasaan lebih sama Eun woo atau malah membenci cowok itu, dia memang masih belum mengerti rencana Jennie tapi dia harap tidak ada masalah di antara dirinya dengan Jennie.