Solo Leveling (Indonesia Terjemah)

Ibu Terbangun, Air Suci Kehidupan Berhasil

Tepat sebelum Jin Woo tertelan ke dalam bayangan, sebuah pesan dari sistem terdengar.

Ini adalah lorong yang sering dilewati Jin Woo, ketika dia hendak pulang.

`Apa aku berada di sekitar rumahku?` Itu adalah tempat, di mana lima Shadow Army diperintahkan oleh Jin Woo untuk berpatroli.

` Jin Woo kagum, tapi pada saat yang sama dia dengan tenang memeriksa bagian bawah kakinya.

`Aku bangkit dari bayangan ini, ketika aku mau bertkuar posisi dengan prajuritku.

Dan sekarang, ini telah kembali ke bayangan biasa.

Jin Woo terkesan dan memeriksa jendela Skill-nya.

Cooldown 3 jam sudah diterapkan, ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam deskripsi Skill.

` Jantung Jin Woo berdetak kencang, setelah melihat kekuatan Skill barunya dengan matanya sendiri.

`Ini juga mudah digunakan …` Dia hanya harus berkonsentrasi, ketika terhisap ke dalam bayangan.

Dan faktanya, aliran waktu tampak menjadi lambat dalam keadaan itu.

Ini adalah Skill dengan kemungkinan tak terbatas, tergantung pada bagaimana menggunakannya.

`Oh, ini bukan waktunya aku terkagum dengan Skill-ku.

` Jin Woo yang sedang terburu-buru, menyalakan ponselnya dan memeriksa waktu.

`Ini sudah terlambat…` Alis Jin Woo berkerut.

Meskipun ini bukan waktu untuk berkunjung, Jin Woo tak ragu-ragu untuk memanggil Drake yang sudah menjadi Shadow Army-nya.

Saat Kaiser membuka sayapnya, gang sempit itu benar-benar menjadi lebih sempit.

Saat Jin Woo mendekatinya, Kaiser membungkuk.

Dan Jin Woo dengan santai menaikinya.

Meskipun Jin Woo mengendarai Kaiser untuk pertama kalinya, dia merasa seolah sudah terbiasa, dan sudah mengendarainya cukup lama.

` `Aku tak peduli, dengan siapa yang akan menghentikanku.

Dan saat ini, dia tak ingin diganggu oleh siapa pun.

` Ketika Jin Woo memberikan perintahnya dengan semangat, Kaiser mulai menggerakkan sayap besarnya.

-Kieeeee Kaiser terbang dengan cepat ke udara, terbang ke arah yang diinginkan Jin Woo.

Ini adalah waktu ketika pembetukan tim aliansi Korea-Jepang semakin mendekat.

Agar berhasil memerangi monster Semut di Pulau Jeju, asosiasi juga menunjukkan perhatiannya.

Ini semua adalah catatan untuk operasi ke-1, 2, dan 3 Korea, yang semuanya gagal.

Tapi itu tak berarti, jika semua risiko semut penjaga bisa dihilangkan begitu saja.

Go Gunhee yang bertanggung jawab atas Korea Selatan, bahkan memikirkan lebih banyak kemungkinan, agar para Hunter dari negaranya berhasil dalam operasi kali ini.

“Apakah mungkin semut yang menyadari, jika ratu mereka dalam bahaya akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan?” Jepang juga menyiapkan tindakan balasan untuk ini.

” “Jammer?” “Ilmuan mereka mengatakan, jika monster semut berkomunikasi dengan gelombang khusus mereka sendiri.

Dan itu berbeda dengan semut biasa.

” Jika kamu ingin memindahkan ribuan pasukan dengan sempurna, kamu harus memiliki sistem untuk itu.

Tapi ini mungkin memiliki peluang yang lebih tinggi, daripada operasi sebelumnya.

`Tapi mengapa aku begitu gugup dengan ini?` Go Gunhee mengusap dagunya.

`Kapan aku pernah merasa tak nyaman seperti ini…` Kemudian Goh Gunhee memandang ke luar jendela, dengan mata terbuka lebar.

Woo Jincheol yang selalu menjaga ketua asosiasi, dengan cepat mendekat.

Aku hanya…” Go Gunhee memandang Woo Jincheol.

`Gelombang pendek kekuatan Mana itu berusaha untuk menyembunyikan jejaknya.

Tapi aku, Go Gunhee bisa merasakannya dengan jelas.

. ` Seorang karyawan yang mengadakan rapat dengan hati-hati bertanya pada Go Gunhee, yang melihat keluar jendela.

Kehadiran gelombang Mana yang kuat secara tiba-tiba, juga menjadi perhatiannya.

Tapi sekarang, saatnya untuk fokus pada pertemuan ini.

“Apakah Hunter Sung Jin Woo masih tak bisa dihubungi?” ***

“Tak seperti rank kita akan turun, karena pensiun, kan?” Ada keheningan berat, antara dua orang yang sedang minum di cafe itu.

“Apa itu?” “Mungkin Choi Jongin dan Cha Haein yang sedang berebut saham Guild Hunters.

” Min Byunggu yang telah sedang duduk sambil memegang segelas anggur, terkikik dan mengguncang shochu-nya.

. ” Termasuk perbedaan dalam inderanya, Min Byunggu entah bagaimana, adalah pria yang aneh.

` Dia adalah yang pertama di dunia, dan masih satu-satunya di dunia.

Berapa banyak orang yang dapat menahan diri, dari jumlah uang yang dapat diperoleh oleh seorang Hunter S-Rank?

Min Byunggu bertanya, saat dia merasakan tatapan Baek.

“Saudaraku, apa kamu benar-benar akan pergi?” “Kamu sudah melihat bagaimana Eunseok mati,kan?” `Itu sebabnya, aku harus melangkah lebih jauh.

Itu akan menjadi akhir untuk Korea.

” Min Byunggu melihat ke belakang, seolah-olah dia terkejut.

`Sejak kapan kamu menjadi seorang patriot Baek…` “Aku hanya akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan.

Kamu dapat meninggalkan negara itu, jika kamu tak ingin berpartisipasi.

Tapi, tak ada negara maju yang akan menyambut Hunter senior, yang melarikan diri dari penyerbuan yang sulit.

“Aku tak akan pergi.

Aku tak akan pernah pergi.

Itu untuk semua botol kosong ini.

” `Saudaraku…` Baek Yoonho sudah menyerah untuk membujuk Min Byunggu, dan dia menjabat tangannya.

Baek Yoonho pasti sepenuhnya menyadari kemungkinan terburuk, untuk operasi penaklukan ini.

Sebaliknya, dia pasti akan membasmi semua semut kali ini.

Sampai batas tertentu, itu adalah ekspresi seseorang yang sedang menunggu.

Min Byunggu yang sedang mengunyah makanan, menghentikan sumpitnya.

`Kalau dipikir-pikir, ada beberapa Hunter yang tak suka melawan monster?` `Kadang-kadang mereka adalah Healer.

`Apakah itu suatu kondisi, jika seseorang akan sadar, jika mereka mengalami pertempuran?` `Oh, aku rasa begitu.

` Min Byunggu tertawa pada dirinya sendiri, dan minum kaldu yang tersisa.

` Jin Woo yang tak berniat masuk melalui pintu masuk utama dari awal, mencari jendela kamar ibunya dengan Kaiser.

Itu sama seperti, ketika Jin Woo mengunjungi terakhir kali.

Jin Woo sekali lagi menggunakan `Ruler`s Hand` untuk membuka jendela dan memasuki kamar rumah sakit dengan tenang.

Kaiser sudah menghilang di bawah bayangan Jin Woo.

`Jika aku gagal, ini tak bisa diulangi.

` Ibunya sudah tak sadarkan diri sejak lama.

Mungkin dia bisa sadar untuk kehidupan yang baru sekali lagi.

Tapi tak ada jaminan jika saat ia sadar, tubuhnya akan tetap bisa mendukungnya.

`Tapi…` Jin Woo telah melihat banyak keajaiban yang disebabkan oleh Sistem.

Dan semuanya merupakan hal yang tak akan kamu percayai, jika kamu hanya mendengarnya dari orang lain.

Apa aku bukti yang paling pasti dari kekuatan Sistem?

`Berkat sistem, aku bisa sampai sejauh ini, walau sebelumnya hanya seorang Hunter E-Rank.

` Jin Woo yang melihat ke bawah tanpa berkata apa-apa, membulatkan tekadnya.

Ibunya yang ada di hadapannya, seakan bisa bangun kapan saja, ketika dia memanggilnya.

Jin Woo mengeluarkan item `Holy Water of Life` dari Inventory-nya.

Jin Woo mengambil nafas panjang untuk menenangkan diri.

`Jika aku melakukan kesalahan, ibu akan terluka.

` Saat Jin Woo bersumpah, jika dia dak akan pernah melakukan kesalahan untuk ini.

` Jin Woo dengan tenang mendukung ibunya, Park Kyunghye dengan lengan kirinya.

Lalu dia menaruh mulut botol itu di bibir ibunya.

Jin Woo tak terburu-buru, dan dengan hati-hati menuangkannya sedikit demi sedikit.

Tiba-tiba, Jin Woo melihat bekas luka bakar di kedua sisi leher ibunya.

Jin Woo tahu betul jika seluruh leher ibunya dan sebagian punggungnya sebagian terbakar.

Meskipun itu tak dapat dilihat dari sudutnya saat ini.

Saat itu, Jin Woo muda hanya ingin mencuci rambut ibunya.

Seperti yang biasa dilakukan ibunya pada Jin Woo saat masih kecil.

Tapi, Jin Woo muda yang belum pernah mengunjungi pemandian.

Jin Woo mendekati punggung ibunya dengan sangat hati-hati, sehingga dia tak akan menumpahkan air panas.

Dan dia tak bergerak sama sekali, sampai kulitnya benar-benar terbakar.

. Setelah beberapa saat, jeritan keluar dari mulut wanita lain di dekatnya, itu bukan ibunya.

“Oh tidak!” “Kakak, ibu…!” Jin Woo kemudian menyadari jika ada sesuatu yang salah.

Dia hanya ingin membantu ibunya, tapi.

Ibu Jin Woo meraih bahu Jin Woo, yang menjatuhkan air panas dan mau menangis.

Apa kamu terluka nak?” Jin Woo berpikir, jika dia akan dimarahi saat itu.

Dan itu menjadi ingatan yang tak bisa ia lupakannya.

Jin Woo tak tahu, kapan dia pernah bisa membayar hutangnya selama sisa hidupnya.

Jin Woo berutang pada ibunya, hutang yang tak akan mampu ia bayar kembali.

. Jin Woo meletakkan botol dan segera membaringkan ibunya.

Tetesan darah jatuh, dari genggaman Jin Woo yang terlalu kuat.

“Huhuck!” Seperti seseorang yang nyaris tak bisa terselamatkan setelah tenggelam, ibunya yang memejamkan mata bernafas dengan keras.

!` Mata Jin Woo melebar melihat itu.

Tatapannya melihat sekeliling dalam waktu singkat, dan itu berhenti pada Jin Woo.

Tak heran jika Ibunya tak bisa mengenali dirinya dengan segera.

Empat tahun telah berlalu, dan fisiknya telah tumbuh begitu hebat, dari waktu itu.

Seolah air perlahan-lahan tumbuh dalam mangkuk kosong, kenangan dari jeda empat tahun berangsur-angsur memenuhi kepala ibu Jin Woo, Park Kyunghye.

Tak perlu banyak waktu untuk menyadari, mengapa dia berbaring di rumah sakit.

” Jin Woo dapat mengatakan empat tahun dengan beberapa bulan, tapi dia tak melakukannya.

Jin Woo berada dalam situasi, di mana dia perlu menjadi setenang mungkin bagi ibunya.

Ibunya yang tampaknya terkejut mendengar 4 tahun, bertanya.

Apa dia baik-baik saja?” Jin Woo merasakan sesuatu yang naik dari dalam hatinya.

Dan sekarang, kamu baru saja kembali hanya untuk bertanya tentang keadaan putrimu.

` `Tolong perhatikan dirimu terlebih dahulu…` Jika Jin Woo tak menggigit bibirnya dengan kuat, dia bisa saja menangis setiap saat.

` Jin Woo ingin mengatakan itu.

“Ya, dia baik-baik saja.

` Jantung Jin Woo mulai berdebar semakin kencang, ketika dia menyadari jika ibunya telah benar-benar pulih dari penyakitnya.

” `Janji?` Mungkin karena Jin Woo tak terlalu memperhatikannya saat itu, dia tak ingat dengan janji itu.

Penyakit di mana kamu akan jatuh ke dalam tidur nyenyak, dan tak pernah terbangun lagi.

Ibunya yang mengalami itu dalam beberapa saat sebelumnya, bertanya pada Jin Woo.

“Jin Woo, jika ibu tak bisa bangun seperti ini, kamu akan terus mengurus Jin-Ah, kan?” Ibunya menanyankan hal itu dengan senyum ringan.

Itulah hal yang ia janjikan saat itu.

Jin Woo tak membencinya.

Itu seperti, dia hanya mengambil alih beban ibunya saja.

“Putraku… itu pasti sulit,kan?” Jin Woo ingin meyakinkan ibunya dengan senyum lagi kali ini, seolah itu bukan apa-apa.

Tapi dia tak bisa.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!