Seni Seviyorum Aisyah

We Are Happy

"Aisyah!" panggil Raya yang kepalanya nonggol dari jendela mobil sembari melambaikan tangan dengan wajah yang begitu ceria.

 

"Hay Raya, duh aku duduk di mana dong ini?" tanya Aisyah dengan rempongnya saat hendak masuk ke dalam mobil.

 

Fatimah memang sengaja membiarkan kursi depan kosong untuk Aisyah bisa duduk di samping dirinya. "Sini duduk di depan Syah," sahut Fatimah.

 

"Ah baiklah." Aisyah berjalan di depan mobil untuk bisa duduk di bangku terdepan bersama dengan Fatimah.

 

Betapa leganya Aisyah melihat bahwa Hawa juga ikut dalam jalan-jalan kali ini, dia nampak begitu cantik bak hijabers di luar sana selama perjalanan mereka terus bercerita mengenai keluarga, tempat liburan serta kuliah mereka nanti.

 

Tiba-tiba Raya mendapat telepon dari Rian membuat kericuhan di dalam mobil, "Syutt jangan berisik aku akan angkat teleponku dulu," katanya sembari menaruh jari telunjuk di depan bibirnya.

 

Hawa menepuk lengan Raya pelan, "Okey okey kita gak akan ganggu kok."

 

Musik kpop menggema dengan sangat nyaring di dalam mobil, Fatimah melirik ke arah Aisyah yang nampak begitu senang meski sebenarnya ada hal yang ingin dia sampaikan kepada Aisyah setelah pulang berlibur, sesekali mereka ikut bersenandung ria mengikuti irama musik.

 

"Ada perlu apa kau menelponku Rian?" tanya Raya dengan senyum senang tergambar di wajahnya.

 

"Aku sedang bersama dengan sahabat-sahabatku," kata Raya yang terdengar oleh sahabat-sahabatnya itu yang kini sedang tersenyum-senyum mengejeknya.

 

"Oh baiklah aku tidak akan ganggu waktumu dengan sahabatmu," sahut Rian begitu mengerti tentang Raya yang selalu mengutamakan sahabat.

 

"Ada apa emang, ngomong aja sih?" gerutu Raya dia tampak begitu penasaran.

 

"Nanti malam aja aku telpon lagi, karena disana kan lagi berisik suara kamu kurang terdengar jelas, yaudah hati-hati ya!" Rian mematikan sambungan teleponnya.

 

Saat itu juga Hawa mengirim pesan kepada Raka entah kenapa dia merasa rindu itu akan selalu hadir sebelum dia berhasil bertemu dengannya, kejadian kemarin membuatnya nampak begitu lega mengetahui bahwa Raka membela dirinya di depan anak-anak ditambah lagi Raka selalu menyuruhnya untuk menjaga diri dengan baik dan istirahat dengan cukup, ya perlu disadari bahwa Hawa terlalu baper dengan sikap Raka yang tidak bisa ditebak apa arti di balik sikapnya itu, kadang panggilan sayang dari Raka terkesan bukan sebagai kakak kepada adiknya melainkan seorang lelaki kepada sang kekasih.

 

Kini Aisyah sibuk menonton drama yang berasal dari negara gingseng ini adalah drama yang paling Aisyah tunggu-tunggu sebetulnya sebab drama tersebut dibintangi oleh aktor tampan Lee min ho.

 

"Oh daebak!" seru Aisyah saat melihat aksi Lee min ho dalam drama itu.

 

"Hey bagaimana dengan anak-anak di TPA, Syah?" Fatimah berseru dia ingin mendengar cerita Aisyah mengajar anak-anak TPA di yayasan Umminya Fahri.

 

Aisyah menoleh dan menekan tombol untuk menghentikan drama yang sedang di tontonnya, "Kau tahu anak-anak yang kuajari itu begitu menggemaskan dan sangat lucu-lucu walau sedikit susah diatur juga," jelas Aisyah dengan ekspresi yang seakan-akan bayangan akan anak-anak terlintas di pikirannya.

 

"Woww, kapan-kapan kau harus ajak aku bertemu dengan mereka," seru Fatimah begitu penasaran akan sosok anak murid Aisyah.

 

"Baiklah aku akan ajak kau lain waktu yah!"

 

Setelah berjalan cukup lama mobil pun telah sampai di pantai terlihat laut yang begitu indah, Fatimah membiarkan pintu jendela terbuka udara pun begitu sejuk terasa menerpa kulit wajah mereka.

 

"Aaaa indah banget gays!!" teriak Hawa dengan begitu senang.

 

"Duh gak sabar deh pengen main ke pantai," sahut Aisyah sudah begitu lama dirinya tidak berkunjung ke pantai sebab ke dua orangtuanya yang sibuk.

 

Raya menggoyangkan bahu Hawa dengan gemas, "Ihh ... nanti kita naik banana boat kan?"

 

Fatimah mengangguk mengiyakan perkataan Raya. "Iya kita semua harus naik semua permainan yang ada di sana pokoknya jangan sampai terlewatkan okey."

 

"Ashiap!" sahut Raya dan Hawa dengan sangat antusias.

 

Kedatangan mereka disambut hangat oleh supir yang memarkirkan mobil Fatimah, "Pak nitip ya jangan sampai hilang loh mobil saya!" ujar Fatimah sembari terkekeh.

 

Sedangkan sahabat-sahabatnya sudah berjalan terlebih dahulu untuk mencari tempat untuk berteduh, akhirnya mereka melihat menemukan tempat atau gubuk untuk berteduh Aisyah sengaja memilih tempat yang berada di atas berhadap dengan pantai.

 

"Haw, fotoin aku dong kayanya bagus deh pemandangannya." Raya memberikan ponsel miliknya kepada Hawa agar difoto.

 

Ya seperti selebgram mereka bergaya dengan begitu pandai didukung oleh pemandangan pandai yang begitu indah, sedangkan Aisyah memilih untuk memotret pemandangan pandai dan lingkungan yang ada di sekitarnya perlu diketahui bahwa dulu Aisyah juga pernah memiliki cita-cita sebagai seorang fotografer terkenal tidak salah memang hasil jepretan Aisyah selalu bisa membuat orang puas.

 

Hawa mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, "Eh sini foto bareng 1, 2, 3, ciss," serunya dengan mengambil gaya.

 

Begitu bahagianya persahabatan mereka saat ini semua yang dilakukan mereka penuh canda dan tawa serta senyuman yang tak pernah pudar dari wajahnya, setelah berkutik lama dengan foto-foto mereka pun bergegas mengganti pakaiannya dan turun ke bawah untuk bermain pasir serta berenang di pantai.

 

Saat sedang ke toilet Aisyah tertarik melihat topi pantai membuat Aisyah ingin memakainya saat berfoto, "Eh beli topi yuk! aku pengen banget beli topi ini," ujar Aisyah kepada sahabat-sahabatnya itu sembari memegang topi pantai berwarna biru.

 

"Aku juga mau beli kaca mata dulu deh," sahut Fatimah melihat-melihat tukang kaca mata yang berada tidak jauh dari tempat topi itu.

 

Begitu pun dengan Hawa yang langsung ingin membeli kaca mata hitam untuk bisa berfoto, "Bang aku beli yang ini ya," katanya sembari mencoba memakainya.

 

Raya menepuk bahu Hawa, "Iiihh cocok Haw, sudahlah aku juga ingin beli topi."

 

Akhirnya setelah bernegosiasi dengan si penjual karena harganya yang begitu mahal, Aisyah dan Hawa berhasil membeli topi kesukaan mereka sedangkan Hawa dan Fatimah membeli kaca mata hitam yang besar yang mereka semua langsung gunakan bersama-sama, tidak hanya itu lagi-lagi Fatimah memberikan mereka gelang tali couple dengan gantungan berbentuk bintang.

 

"Cantiknya, thanks ya Fat!" seru Raya memandangan pergelangan tangannya.

 

Byurr

 

Hawa menyiram Raya dengan air yang dia pegang, "Ups sorry kena ya hahaha."

 

Dengan kesal Raya membalas ulah Hawa yang nampak bukan tidak sengaja namun sahabatnya itu sengaja melakukan itu kepadanya agar dirinya basah. "Awas ya lo sini jangan lari lo!" ancamnya dengan sedikit berlari mengejar Hawa yang kabur takut terkena siraman air.

 

"Hati-hati gays nanti jatuh!" teriak Aisyah mengingatkan ke dua sahabatnya itu yang sedang bercanda.

 

Fatimah mengarahkan kameranya kepada Aisyah, "Syah sini aku fotoin kamu," serunya.

 

Setelah tubuh mereka semua basah karena saling mencipratkan satu sama lain, mereka juga sudah sama-sama puas bermain air kini memutuskan untuk menikmati air laut di pantai ini.

 

"Yuk gays langsung saja naik aku sudah tidak sabar naik banana boat." Aisyah berteriak saat melihat seseorang menaiki banana boat.

 

Mendengar itu mereka pun bergegas untuk menyewa banana boat untung saja saat itu kosong jadi mereka bisa langsung naik bersama.

 

"Nanti saya balik di tengah-tengah laut gak masalah kan?" kata Pak Kiki si pemilik banana boat di daerah situ.

 

Raya dengan lengket memeluk Aisyah, "Iya siap pak!" sahut Raya dengan memberanikan diri.

 

"Never mind kok pak kita semua bisa berenang kok," timpal Aisyah begitu antusias.

 

Akhirnya mereka pun bersiap-siap untuk menaiki banana boat dan saat itu juga Raya mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali akan menaiki banana boat jadi dia karena sahabat-sahabatnya membuatnya begitu berani dan sangat ingin mencobanya.

 

Hawa duduk tepat di belakang Aisyah, saat perahu membawa mereka dengan cepat tangan Hawa langsung memeluk tubuh Aisyah saking takutnya semua itu terjadi secara refleks membuat Aisyah merasa jika Hawa tidak marah kepadanya. Inilah tujuan dari jalan-jalan mereka kali ini mempererat tali persahabatan dan mempersatukan kembali sehingga tidak ada lagi permusuhan diantara mereka.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!