Sang Pelindung Bumi
Kasa dari Planet Ahkasa
Lantai 100 akan segera dimasuki oleh Dinan, dia tidak tahu musuh seperti apa yang akan dihadapinya. Tinggal selangkah lagi untuk untuk menyelesaikan menara. Dinan hanya ingin segera lulus dan menemui Adiknya.
Lalu, rahasia untuk mengubah dunia bisa dilakukan jika dia menyelesaikan lantai 100. Ada rahasia apa yang ada di dalamnya. Apakah hal itu mungkin terjadi?
[Hadiah dan pencapaian sedang dihitung]
Dinan duduk dan menancapkan pedangnya di punggung Belial yang sudah diam tak bergerak. Dinan pun berpikir bahwa di depannya masih ada lantai ke 100. Selangkah lagi untuk menyelesaikan menara dan mendapatkan informasi soal mereset ulang dunia.
Mengembalikan kehidupan orangtuanya? Apakah kematian orangtuanya berhubungan dengan menara ujian?
Pertanyaan demi pertanyaan masuk ke dalam pikiran Dinan.
Dinan pun merasa sudah cukup kuat untuk melindungi keluarganya saat ini. Sebelum masuk ke lantai 100, Dinan ingin istirahat sebentar dan menikmati udara di lantai 99. Dari lantai satu hingga saat ini, Dinan tidak pernah beristirahat dan selalu berjuang menyelesaikan setiap lantai.
Ternyata, Dinan merasakan sudah sangat lama berada di menara. Tentu saja, waktu dengan dunia nyata berbeda. Dari title yang didapatkan oleh Dinan, Dinan sudah mati lebih ribuan kali. Rasa sakit yang dikurangi lima puluh persen tetaplah sakit luar biasa.
Namun, dengan rasa sakit akan kematian terus dirasakannya. Dia menjadi biasa. Hal itu mengantarkan Dinan untuk mendapatkan kekuatan besarnya.
Dinan sendiri pernah memperkirakan bahwa dia sudah berada di menara selama 100 tahun lebih. Itu semua karena di setiap lantai, tak mudah mengalahkan bos monster dan Dinan terus melakukan proses belajar dan mengamati untuk mengalahkan bos tersebut.
Jika hitungannya benar, 100 tahun di menara maka berarti sekitar satu bulan lebih di dunia nyata. Satu bulan tentu tidak terlalu lama, Dinan berharap bahwa Dion akan baik-baik saja dan mereka berdua pasti dalam perlindungan dari Raymond.
Ah! Ternyata indah juga menikmati waktu istirahat, bahkan setelah seratus tahun tanpa mengerti arti kata istirahat. Dinan sudah seperti robot yang bertarung demi mendapatkan hadiah dari setiap lantai dan berjuang menghadapi para monster mengerikan.
Namun, perjuangannya sesuai karena dia sudah mendapatkan hadiah yang sangat banyak dan skill tinggi.
Dinan cukup lama menikmati angin di lantai 99, mungkin dia ingin beristirahat sebentar sebelum memasuki lantai 100. Suasana yang tenang, meskipun di sekitarnya kehancuran dimana-mana. Mayat Belial nampak sangat besar tengkurap dan Dinan berada di atas punggungnya. Mayat Uzain di sekitarnya begitu banyak seperti tumpukan gunung yang terisi mayat Uzain.
Sungguh, suasana hasil perang yang sangat mengerikan! Itu semua karena tumpukan mayat Uzain yang begitu banyaknya.
Bep!
[Hadiah dihitung; Pedang Penghancur Semesta, pedang yang mampu menggetarkan surga!]
[Kekuatan Fire Booster, ledakan api yang mampu menghancurkan sebuah kota sekaligus]
[Anda naik level!]
[Anda naik level!]
[Anda naik level!]
Sudah lama sekali rasanya tidak pernah naik level. Semakin sulit untuk naik level, tentunya itu seperti dalam permainan game. Semakin ke atas, level akan sulit didapatkan karena itu semua bergantung pada pengalaman yang diakumulasi.
Ah, sudahlah! Bersantai sejenak. Pikir Dinan. Dia terduduk dan merenungi sedikit kenangan dalam hidupnya. Dulu, dia sangat membenci Hunter, karena terpaksa, bahkan dia menjadi seorang Hunter.
Jika menjadi seorang Hunter itu bisa menyelamatkan keluarganya, membawa ibu dan ayahnya pulang. Maka, tidak mengapa menjadi Hunter. Tentu saja, Hunter yang akan melindungi orang lain demi keadilan dan bukan karena uang semata.
Saat sedang duduk beristirahat sebentar dan menunggu terbukanya lantai ke 100. Dinan paham bahwa musuh di lantai 100 adalah musuh yang paling puncak. Itu pasti adalah monster yang sangat kuat. Bahkan, mungkin Dinan akan mati beberapa kali atau banyak kali nanti disana.
Dinan tidak peduli akan hal itu, dia hanya peduli tentang menyelesaikan semua lantai menara ini dan mengungkap rahasia untuk membuat dunia berubah. Dinan merasa menara berhubungan dengan dunia ini.
Sesosok tubuh berbaju putih turun dari langit dan berdiri di sebelah Dinan yang tengah duduk. Lelaki itu adalah Pemandu yang selalu menemui Dinan pada setiap lantai. Apakah Pemandu itu akan memberikan panduan lagi sebelum memasuki lantai ke seratus.
”Kamu merasa sehat Hunter Dinan?” tanya Pemandu dengan lilitan-lilitan putih di keningnya. Sosok itu adalah satu-satunya makhluk yang ditemuinya setelah lantai lantai 10, tidak ada yang lain. Setelah Dinan berpisah dengan Raymond.
Dinan merasa senang karena dia bisa fokus menyelesaikan semua lantai yang sudah dilewatinya, berkat bantuan pemandu tersebut.
”Terima kasih Pemandu, aku baik-baik saja,” Dinan sedikit menoleh ke atas, Pemandu itu tampak tersenyum.
Lama-lama, Dinan merasa bahwa Administrator itu bukanlah sebuah bagian dari sistem. Dia seolah beberapa kali memberinya saran. Entahlah! Dinan hanya merasa bahwa sang Pemandu bukanlah sebuah sistem yang hanya menjalankan tugasnya dan dikendalikan oleh sistem pencipta dari menara dan ujian Hunter ini.
Sebut saja soal informasi dan dukungan untuknya agar menyelesaikan lantai 100. Hal itu karena ketika seseorang menyelesaikan lantai tertinggi, dia bisa melakukan perubahan pada bumi dan bisa membuat ulang dunia. Kekuatan apa yang bisa mereset dunia dan mengembalikan kehidupan orang yang sudah meninggal?
”Apakah anda ingin memberikan saran lagi, wahai Administrator?”
Pemandu itu pun tersenyum, ”Tidak! Sebentar lagi kamu akan tahu semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaanmu Hunter Dinan. Ada waktunya kamu akan mengetahui segala hal!”
Pemandu itu masih saja berdiri dan melihat ke depan. Dinan semakin percaya bahwa Pemandu itu bukanlah sebuah robot. Dia seperti memiliki jiwa dan dia juga bagian dari administrator dari ujian Hunter di menara ini. Tapi, segala kemungkinan bisa saja terjadi.
”Hunter Dinan, apakah kamu sudah siap melangkah ke lantai 100?” tanya Pemandu itu sekali lagi.
Dinan hanya menjawab sebentar lagi, dia masih ingin beristirahat sejenak. Dia merasa cukup lelah karena sudah sepanjang menjalani ujian dari lantai satu, dia tidak pernah beristirahat.
”Hunter Dinan benar, istirahat sejenak itu bagus sekaligus menenangkan diri dan juga memulihkan kekuatan!” kata si Pemandu tersebut.
”Baiklah,” kata pemandu menjawab, ”Namaku adalah Kasa dari Ahkasa. Aku melayani semua Hunter dan membuat mereka berkembang di dalam menara. Mereka harus lebih kuat untuk mengambil kekuatan dan menjadikan mereka sebagai pembela dunia mereka.”
Baiklah, Dinan merasa cukup dengan istirahatnya. Dia berdiri dan mencabut ujung pedangnya yang masih menancap di punggung Belial.
Srat!
Pedang Fire Dragon itu dihilangkan dengan memberinya perintah. Portal kecil dan senjata pedang miliki Dinan dimasukkan ke portal kecil itu. Saatnya untuk melangkah menuju lantai 100. Lantai paling mendebarkan di seluruh penjuru dunia.
[lantai 100 sudah siap, Hunter akan dipindahkan ke lantai 100 untuk menerima ujian!]
”Semoga anda berhasil Hunter, ingatlah untuk bertanya apapun yang belum kamu ketahui. Kamu akan mengerti nantinya,” pesen terakhir dari Kasa
Dinan masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kasa sang Pemandu. Namun, itu adalah pesan yang sangat membantunya. Dinan diminta untuk bertemu seseorang di lantai 100 dan menanyakan pertanyaan yang selama ini menjadi pertanyaannya.
Siapa yang menciptakan sihir dengan mengubah dunia dan memunculkan lima menara besar. Untuk apa ujian menara bagi para Hunter? Itu semua akan menjadi pertanyaan yang selama ini dicari jawabannya oleh Dinan.
Dinan pun bersiap, ada cahaya yang seperti portabel dari seluruh tubuhnya. Di areal tubuh, mulai ada cahaya. Tubuh Dinan seolah terpotong-potong hingga menghilang namun tak menyisakan luka sama sekali.
[Hunter Dinan, selamat datang di lantai 100]
Lantai 100, puncak dari menara dan rahasia terbesar ada disini!
Dinan tersenyum dan bersiap kembali jika pertempuran sudah ada di depat matanya.