Sang Pelindung Bumi
Penyelidikan Aline
Aline bekerja sebagai wakil pemimpin di asosiasi Hunter. Aline curiga pada Hunter Dinan, sehingga dia mencari data tentang Hunter yang bernama Dinan tersebut.
"Aku tidak paham bagaimana bisa sosok yang awalnya tidak diketahui oleh semua Hunter dari rank terendah sampai tertinggi sekalipun di antara Hunter, tiba-tiba namanya mencuat dan disebutkan oleh ketua Hunter Raid yang namanya sudah memiliki reputasi yang baik," batin Aline.
Kecurigaannya itu bukanlah semata karena laporan dari Hunter Rhoma. Akan tetapi ini menyangkut keselamatan dari seluruh anggota utama, mengingat bahwa mereka juga nyaris tak tertolong dalam misi penyelesaian portal terakhir. Kakak Lelakinya, Rhoma yang menjelaskan hal itu.
Ia dilema memikirkan isu kepercayaan para Hunter ini kepada Hunter Dinan yang merupakan seorang hunter berkasta rendah tersebut, karena identitas seorang hunter itu, bisa jadi baik ataupun jahat dan memiliki misi lain di dalam sebuah asosiasi.
Kalau ternyata Hunter Dinan memiliki agenda lain di balik ini semua, maka setidaknya ia harus mempersiapkan kekuatan untuk menangkalnya. Sampai hal itu terjadi, Aline pun harus terus mencari informasi ini dengan bergerilya.
Siang itu, ketika semua para Hunter berkumpul di dalam Asosiasi Hunter untuk mengevaluasi misi terakhir mereka dalam menyelesaikan portal sebelum terjadinya Pinalti Portal seperti yang dikabarkan oleh Hunter Rhoma, Aline pun masuk menuju ke ruangan penyimpanan data.
Noise, dia Hunter senior datang menanyakan keperluan Hunter Aline. Aline pun menjawab untuk mencari data seorang Hunter bernama Dinan yang belum lama ini
"Aku, sebenarnya juga tidak mau melewatkan evaluasi tersebut, tetapi aku membutuhkan sebuah informasi yang valid yang bisa mendukung kekuatan dari evaluasi tersebut, yakni data semua Hunter yang terlibat dalam misi terakhir. Hal ini dikarenakan, kita butuh untuk mengetahui sinkronisasi dari kekuatan Hunter Raid sebelum ditutupnya portal dan sesudahnya, karena aku sampai detik ini tidak mengerti apa yang Hunter Sophie katakan padaku soal Pinalti Portal dan konsekuensinya," jelas Aline panjang lebar. Ia mengatakan hal itu sebenarnya, karena ia seperti gambling. Di mana perkataan yang diucapkannya tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar.
Hunter yang menyapa Aline tadi pun hanya mengangguk-angguk saja dan akhirnya mengucapkan, "Okay, good luck, then! Sampai jumpa!"
Hunter Noise pergi. Sepergian dari Hunter yang menyapanya tersebut, Aline pun langsung bergegas menuju ke ruangan data. Dia bermaksud mencari informasi dengan membuka data layar di monitor yang berisikan semua data hunter.
"Oh, God! Harus dari mana aku memulai ini semua?" gumam Aline dalam hati saat manik matanya memindai satu persatu data dari layar monitor. Karena saking pusingnya, ia bahkan memindahkan layar itu menjadi bentuk hologram, agar warnanya sedikit lebih menyesuaikan dengan keadaan sekitar.
"Apakah ini yang dilakukan oleh para tim investigasi setiap harinya? Rasanya aku tidak mendambakan kehidupan menjadi tim investigasi, karena pasti repot sekali untuk menangkap seorang kriminal dalam Guild atau asosiasi pemerintahan lainnya. Melihat banyaknya data yang seperti ini, entah beberapa tingkat intelegensi mereka dan berapa kali ujian yang mereka harus tempuh agar lolos dari kualifikasi menjadi anggota tim investigasi tersebut," Aline hanya menggeleng-gelengkan kepala saja sembari berusaha menyemangati diri sendiri untuk terus tekun mencari apa saja yang bisa digunakannya untuk menguak identitas dari Hunter Dinan.
"Nah, ini dia!" seru Aline seraya menunjuk sebuah baris data dan segera memperbesar dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Ditemukan data dari seorang yang bernama Dinan itu yang merupakan sosok lelaki yang baru sebulan mendaftar sebagai Hunter. Dia seorang Hunter rendah dengan rank D. Kualifikasinya adalah menjadi seorang Hunter pengangkut.
"Tunggu dulu! Kalau dia memang merupakan seorang hunter baru dan peringkatnya sangat rendah begini, lalu kenapa Rhoma merekomendasikannya?" Aline terheran, karena kakak kandungnya, Rhoma yang bekerja pada Guild Gold Dragon ingin agar dirinya merekrut Dinan.
"Aku paham tentang upaya membangun Network dari masing-masing pekerja yang dinaungi Guild atau Hunter. Namun, tentu semuanya menginginkan hubungan Simbiosis Mutualisme, bukan?" Aline bertanya-tanya sendiri.
"Hmm ... tentunya Kakak Rhoma tidak akan semata-mata merekomendasikan seseorang yang tidak jelas pengaruhnya bagi Guild yang menaunginya, kan? Kalau begitu, apa kekuatan Dinan sebenarnya, ya? Dan mengapa Rhoma, seorang ketua Tim Raid tidak mau memberitahu diriku? Apa yang menjadikan indentitas Hunter itu rahasia?" Aline menggaruk rambutnya yang berkilauan walau kulit kepalanya tidak gatal.
"Oke, mari kita lanjutkan penggalian info ini!" serunya pada diri sendiri seraya menggeser kursinya mendekat ke arah layar hologram tersebut.
Aline tetap mencari data tentang Dinan. Dia terkejut menemukan fakta selanjutnya. Betapa Hunter baru itu sudah bersama banyak Tim Raid dan telah masuk portal dimensi. "Luar biasa, bisa keluar masuk portal dimensi, namun, dia bisa terus selamat dan astaga! Apakah data ini benar? Apakah semua ini bisa dipercaya? Aku tidak sedang bermimpi, kan? Bisa-bisanya dia bahkan menemukan dimensi ganda, dimensi tumpang tindih di dalam portal? Ckckck ...."
Lambat laun, terbersit perasaan kagum Aline pada sosok misterius itu. Melihat betapa menawannya reputasi Hunter Rhoma, seharusnya ia tidak perlu meragukan lagi saran, permintaan, atau rekomendasi apapun darinya. Di luar konteks pertalian darah dengan Aline tentunya.
"Namun, seorang Hunter yang bertahun-tahun memiliki jam terbang berhasil menyelesaikan ratusan portal sekalipun, tidak akan bisa memiliki kemampuan seperti ini hanya dalam sekali tembak, kan? Bahkan, beberapa kali portal yang dimasuki Dinan sebagai Hunter Pengangkut ini bisa naik rank dimensionalnya menjadi rank satu tingkat!" Manik netra Aline bergerak kesana kemari, satu-persatu meniti fakta demi fakta yang tak siap diterimanya tersebut. Tak bisa dipungkiri, Aline ini jadi setengahnya jadi bangga, tapi takut juga pada Hunter Dinan.
Sekarang, semakin Aline mencari tahu, bukannya perempuan itu menjadi tahu, tetapi ia malah semakin ingin lebih mencari tahu lagi. Masalahnya, fenomena ini juga baru pertama kali ditemukannya.
Aline menggosok-gosok dagu dengan ujung jemarinya, "Hmm .... Apa kelebihan dari Hunter Dinan ini, ya?"
Ia butuh lebih banyak informasi, karena ini bisa jadi menyangkut keselamatan banyak Hunter lain ke depannya.
Aline bekerja sebagai wakil pemimpin di asosiasi Hunter. Aline curiga pada Hunter Dinan, sehingga dia mencari data tentang Hunter yang bernama Dinan tersebut.
Ini membawanya untuk menemukan plot jahat oleh anggota persatuan Hunter di Guild mereka yang berencana membunuh semua Hunter dan mengambil alih dunia melalui penggunaan tentara super mereka yang disebut Hunter itu.
Oknum yang juga ada di antara Hunter. Mereka memang ingin membuat diri mereka semakin kuat dan mampu mengganggu Hunter lainnya. Bahkan, mereka sering bertindak semena-mena.
Aline mendapatkan beberapa informasi dari Asosiasi Hunter tentang Hunter yang dikenal sebagai Dinan itu, tetapi dia masih tidak yakin bahwa dia baik atau buruk. Namun, Aline memastikan bahwa kakak lelakinya, Rhoma tidak mungkin akan menjerumuskannya.
Semua fakta baru yang ditemukan Aline ini membuat bulu kuduknya meremang. Ia harus bisa mengambil kesimpulan setelah data-datanya cukup, karena nyawa seorang Hunter bisa terancam jika mereka tidak saling percaya dalam perangnya melawan para Monster.
Terlalu banyak misteri yang masih harus ia bongkar padahal Rhoma, kakak kandung Aline, bahkan selamat dari portal mengerikan yang naik satu tingkat rank portalnya. Dan Rhoma hanya menjelaskan dia selamat karena kekuatan dari hunter Dinan.