Sang Pelindung Bumi

Pertempuran Perdana dengan Orc Nomad

Baru kali ini, Dinan merasakan sensasi mengalahkan monster kuat di dalam portal dimensi. Dia sudah terbiasa bertarung di menara ujian, namun kali ini. Monster Orc Nomad dan White Orc. Sunggu mendebarkan menurut Dinan. Tugas kali ini cukup mengesankan karena baru pertama kali. Dinan berhadapan dengan monster kuat di rank dimensional Portal rank A.

[Bunuh White Orc untuk membuka portal dimensi, kalahkan White Orc untuk menyelematkan semua Hunter di dalam portal]

”Ah! Aku sudah tahu itu Sistem. Sudah, tidak perlu muncul lagi. Aku akan mengalahkannya. Tapi ..., terima kasih, Abras!” Dinan tersenyum. Selama ini, Sistem sudah memberitahunya banyak hal. Sistem ini adalah hadiah terbaik dari Guardian of Earth. Jadi, Dinan bisa mengetahui banyak hal yang sudah menjadi hal yang dipelajari oleh Abras.

Sistem ini, adalah kekuatan tertinggi bagi Dinan karena dia bisa mengetahui banyak hal dari awal ketika bertemu dengan monster. Bahkan, Sistem juga mengetahui kemampuan dari mosnter tersebut. Itu memudahkan bagi Dinan untuk mengetahui kelemahan mereka dan menghancurkan mereka dengan memanfaatkan kelemahan tersebut.

Tak masalah, Dinan pun mulai terbiasa dengan peringatan dari Sistem. Itu semua bukan mengganggu, melainkan membantu Dinan. Jadi, dia sudah sangat biasa jika peringatan muncul dan memperlihatkan sesuatu padanya.

White Orc menatap Dinan, semua Orc Nomad juga mengikuti White Orc. Kini, sepuluh White Orc semuanya menatap Dinan. Dinan pun tenang dan berdiri di tempatnya.

”Siapa kamu, manusia? Apakah kamu tidak takut padaku!” suara White Orc sangat mengerikan! Suaranya seakan ingin menelan manusia hidup-hidup!

”Aku adalah Hunter! Hunter bertugas membasmi monster jahat, apakah kamu mengerti, White Orc?” Dinan balik bertanya dengan tenangnya.

White Orc semakin kesumat. Bagaimana bisa manusia tidak takut padanya dan bahkan makhluk rendahan itu mengatakan ingin membasmi mereka. Benar-benar tidak bisa dibiarkan lagi. White Orc marah besar.

”Kuaakkkk!”

Teriakan White Orc didengar oleh sembilan Orc Nomad yang merupakan bawahan intinya. Para pasukan Orc Spartan sudah habis dibunuh oleh para manusia. Tertinggal, sembilan Orc Nomad yang merupakan panglima tertinggi bagi Orc.

Teriakan White Orc itu adalah perintah bagi semua Orc Nomad. Mereka diperintahkan untuk menyerang manusia yang berdiri tersebut. Orc Nomad yang berjumlah sembilan itu tidak menunggu lama lagi. Mereka semua berlari menuju ke arah Dinan dengan mencabut senjata mereka masing-masing.

Brusshh!

Sebuah panah besar melesat terlebih dahulu ke arah Dinan.  Itu adalah Orc Nomad yang memakai panah sebagai senjatanya.

[Manipulasi Waktu diaktifkan!]

Serangan anak panah besar itu mendekati Dinan. Serangan itu melambat dan Dinan bisa bergerak dengan bebas dan cepat. Tangan Dinan bergerak dan mengangkatnya ke atas. Dia berada di semping anak panah yang masih melesat. Namun bagi Dinan, kecepatan anak panah itu sangat lambat dan energi yang menyelubunginya juga terlihat dengan jelas.

Tangan Dinan dipukulkan ke bawah mengenai tengah anak panah dari salah satu Orc. 

Brak!

Serangan pukulan Dinan itu mematahkan anak panah. Para Orc Nomad kaget, serangan kuat dan cepat dari panah bahkan dihancurkan dengan mudah. Artinya, manusia itu memiliki kecepatan tinggi sehingga mampu memutong anak panah dengan kecepatan yang tinggi.

Kini, semua Orc Nomad tak peduli dengan manusia itu. Mereka semua melomat dan menerjang dengan senjata mereka. Para Orc itu sangat kuat, mereka yakin jika bekerjasama dengan baik, maka mereka akan bisa mengalahkan satu manusia itu. Bagaimana tidak, tubuh mereka sangat kuat dan tidak bisa ditembus oleh senjata kuat para Hunter manusia.

Serangan kuat para Orc Nomad, mengincar tubuh Dinan. Rhoma sendiri bersembunyi dari balik pohon. Dia mengintip pertarungan Dinan, bahkan saat Dinan mematahkan anak panah, Rhoma kaget dengan kemampuan Dinan tersebut.

Mungkin benar, dia adalah seorang Hunter kuat yang bersembunyi di dalam timnya. Namun, semua hal bisa terjadi. Rhoma kini tidak berharap terlalu banyak, dia hanya ingin tim ini bisa pulang dengan selamat, hal itu sudah cukup bagi Rhoma.

Serangan pertama, sebuah pedang yang menghantam dari atas. Nomad Orc menyerang sambil melompat. Dinan melompat salto ke belakang. Dia menghindari serangan kuat tersebut.

Serangan dari sisi kiri, Orc Nomad mengayunkan pedangnya karena melihat Dinan sedang menghindari serangan sebelumnya. Pedang Orc itu menghadang tubuh Dinan yang mundur. Dia merasa serangannya itu akan mengenai Dinan, hal itu karena Dinan sudah mundur dari serangan yang lainnya.

[Stealth ditingkatkan hingga maksimum!]

Dinan melihat serangan pedang itu, dia menghindari pedang besar itu dengan mudah. Meliuk dengan menggunakan tekanan dorongan dari punggung pedang. Dinan berputar di udara dan melewati pedang tesebut.

[Pedang Fire Dragon diaktifkan!]

Dinan berputar dengan melewati tubuh Orc Nomad, dia melihat punggung Orc itu terbuka dengan lebar. Pedang Fire Dragon muncul di tangan Hunter Dinan. Dia mengarahkan pedang itu dengan cepat, ujung pedang turun ke bawah dan tusukan kuat menembus leher belakang Orc Nomad. Pedang itu menembus leher itu hingga ke bawah.

Orc Nomad yang tertusuk pedang Fire Dragon milik Dinan menghantam tanah dengan sangat kuat. Dorongan dari Dinan dengan tusukan pedang bagaikan ribuan ton menghantam tubuh salah satu Orc Nomad.

Booomm!

Debu beterbangan menutupi pandangan. Satu Orc Nomad jatuh ke tanah, dia bahkan tak bergerak lagi. Dinan memegang gagang pedang Fire Dragon dan mencabutnya dari leher satu Orc Nomad. Dinan berdiri dengan gagah di atas punggung Orc Nomad yang sudah mati. Dia membenahi pedangnya dan bersiap kembali.

Para Orc Nomad melihat hal itu, mereka tidak percaya bahwa satu temannya dibunuh dengan mudah oleh manusia tersebut. Delapan Orc Nomad yang tersisa maju ke arah Dinan, melomat dan berlari, mereka semua bersatu untuk menargetkan satu manusia.

Di sisi lain, di balik pohon. Hunter Rhoma bahkan tak percaya melihat hal itu, matanya benar-benar terpukau. Satu Orc Nomad atau Orc Champion yang kuat dan tak bisa ditembus dengan senjata. Bahkan dia mati dalam satu serangan yang kuat. Siapa sebenarnya Hunter Dinan tersebut?

Benarkah apa yang dikatakannya, jika dia hanyalah seorang Hunter Pengangkut dengan rank Hunter D-Rank?

Dinan memegang pedangnya dengan kuat. Dia berdiri dan menanti para Orc Nomad yang menerjang ke arahnya. Serangan panah datang dari arah jauh, itu Orc Nomad yang memegang panah.

Brush!

Dinan dengan kekutan pedangnya langsung menghancurkan anak panah besar itu dan menghancurkannya. Dua Orc Nomad datang dari sisi yang berbeda dan mengayunkan senjata mereka. Serangan ayunan pedang dari atas, dan satunya lagi dengan godam besar yang ingin meremukkan Dinan dari serangan samping kanan kiri Dinan.

Brush! Bang!

Serangan pedang menghantam tanah dan pukulan Godam dari salah satu Orc Nomad mengenai serangan kosong dan angin semata.

[Stealth diaktifkan hingga maksimum]

Kedua Orc Nomad kaget dengan hal itu. Manusia itu bahkan bisa menghindari serangan mereka yang sudah sangat dekat dan mereka yakin akan bisa mengenainya. Belum sempat keheranan mereka terobati. Hunter Dinan sudah mundul di atas pedang satu Orc yang menghantam tanah.

Splash!

Dinan muncul dan sudah mengayunkan pedangnya ke lehar Orc yang memegang pedang. Tangan Orc itu tiba-tiba melemah dan melepaskan kedua genggaman tangannya pada pedang itu. Dinan menincar leher Orc Nomad itu dengan pedang Fire Dragon.

Orc yang memegang Godam kaget, dia mencoba menarik godamnya dan akan membalas serangan Dinan. Namun, saat tongkat hendak diangkat. Dinan sudah menembus dan melewati di atas pundaknya. Kecepatan itu telah memutus kepala Orc Nomad itu dari tubuhnya.

Dinan melewati tubuh itu dan lompat ke tanah. Tiga Orc Champion atau Orc Nomad sudah tumbang. Tersisa enam Orc Nomad dan White Orc. Dinan meluruskan pedang Fire Dragon ke bawah kanan. Ada lendir hijau yang menempel pada pedang dan menetes. Itu adalah sisa dari darah hijau Orc yang sudah dikalahkan Dinan.

White Orc melihat hal itu. Dia bukanlah musuh sembarangan, dia harus turun tangan menghadapi manusia sombong itu!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!