Sang Pelindung Bumi
Pengorbanan Seorang Hunter
Serbuan dari Orc Champion tak bisa dihindari. Geno yang merupakan Tank, Dia membenturkan pedangnya ke depan, barier kuat tercipta. Para Hunter diminta oleh Rhoma untuk mundur terlebih dahulu. Mereka tidak akan bisa menang melawan sembilan Orc Champion. Bahkan, jika mereka mengerahkan semua kekuatan mereka. Itu adalah kesimpulan rasional yang bisa dipikirkan oleh Rhoma.
”Mundur! Mundur semua!” teriak Rhoma. Mereka harus lari untuk mencari keamanan terlebih dahulu. Jika memang bisa, mereka akan sembunyi untuk beberapa hari karena jika para Hunter tingkat tinggi tahu. Mereka akan langsung menyelamatkan mereka, atau jika tidak maka Portal Crash akan terjadi dan para monster ORC itu akan keluar dari portal dan masuk ke dunia nyata.
Mereka semua, para ORC itu akan dihancurkan di luar portal oleh para Hunter rank tinggi.
Barier yang tercipta, Metry menambahkan alat artefak perlindungan yang dibawanya. Dia melempar artefak array tersebut tepat di barier yang dibuat oleh Geno. Pertahanan sangat kuat. Geno menyusul Hunter lainnya dan berlari di belakang mereka.
Seorang ORC Champion melompat dan terhalang oleh Barier kuat tersebut. Dia mencoba memukulnya.
Brusshh! Crak! Ada retak yang tercipta dan semua Hunter terus berlari. Mereka harus mencari tempat bersembunyi untuk dapat lepas dari para ORC Champion tersebut.
Booomm!
Barier pecah karena dua atau tiga monster menghancurkan penghalang itu. Mereka pun berlari mengejar para Hunter. Mereka menabrak dan menghancurkan beberapa pohon. Para Hunter terus dikomando untuk mencari tempat aman. Entah bagaimana dengan tiga orang yang menjadi Hunter penambang. Mereka masih mengumpulkan kristal atau sudah berada di dekat arah pintu masuknya.
ORC Champion bergerak sangat cepat. Mereka menyusul, ada satu yang melompat sangat tinggi dan mengarah pada para Hunter yang sedang berlari.
Rhoma tak mau tinggal diam, para Hunter harus bisa selamat. Dia harus menahan para ORC itu untuk terus mengerjar. Dia berbalik arah, Geno tak mau melihat Rhoma berjuang sendiri, dia pun ikut membantu untuk membuat para ORC bisa teralihkan.
Serangan pedang besar dari salah satu ORC Champion yang melompat ke arah Hunter. Rhoma menggunakan energi pedang untuk menghadang pedang besar itu dengan pedangnya.
Boomm!
Energi meledak, Geno membantu dan melompat menghantamkan pedangnya pada pundak Orc Champion tersebut.
Klang!
”Semuanya, terus lari! Aku dan Geno akan menghambat mereka!” teriak Rhoma sambil mendorong pedang Orc dengan pedangnya. Orc itu dapat didorong mundur karena pundaknya juga terluka oleh serangan pedang dari Geno.
Orc terdorong mundur hingga membentur pohon, pohon pun hancur terkena punggung Orc. Serangan dari Geno tak melukai terlalu dalam, hal itu karena tubuh Orc itu dipenuhi oleh armor yang kuat dan sulit ditembus oleh senjata.
Para Hunter sudah mulai menghilang cukup jauh. Geno dan Rhoma kini bersebelahan, mereka waspada karena dua Orc lagi sudah datang. Ada tiga Orc Champion yang sudah berada di depan mereka. Entah bisa selamat atau tidak, Rhoma hanya berharap kalau semua Hunter yang bersamanya bisa kembali dengan selamat.
Untuk dirinya, dia akan bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin Tim. Ini juga kesalahan Rhoma karena tidak mendengarkan sejak awal keluhan dari Hunter Dinan yang merupakan Hunter pengangkut. Dia sudah memperingatkan bahwa dia yakin ini adalah portal dengan rank dimensional tinggi.
”Geno, bersiaplah untuk lari saat aku mengeluarkan tanda isyarat. Ingat, jaga yang lain, tunggu sampai bantuan datang. Kamu mengerti, Geno!” kata Rhoma, kini mereka tinggal berdua. Rhoma harus menggantikan posisinya sebagai ketua tim pada Geno, dia akan bisa membawa rekan-rekannya kembali dengan selamat.
Tugas Rhoma saat ini adalah untuk mengulur waktu agar Geno bisa kembali kepada yang lainnya.
Di belakang cukup jauh, beberapa Orc yang sudah datang dan bersiap mendekati tiga Orc yang sudah di depan Rhoma. Rhoma tak bisa menunggu lebih lama, hal itu akan membuat para Orc datang semuanya. Dia pun segera mengerahkan semua kekuatannya, pedangnya bercahaya. Geno melihat hal itu, itu adalah isyarat baginya untuk segera bersiap untuk lari.
ORC itu mulai paham bahwa Rhoma sudah mengeluarkan energi dan bersiap untuk melawan mereka. Maka, mereka pun mengeluarkan kekuatan dan senjata mereka juga bersiap untuk dihantamkan.
Seorang Orc melompat lebih dulu dengan pedang besarnya. Rhoma bersiap menyambar dengan energi pedang yang kuat. Rhoma memang memiliki kekuatan yang tinggi sehingga dia menjadi salah satu pemimpin dari tim raid yang sudah dipercayakan oleh Guild. Serangan energi Rhoma mampu membuat para Orc sedikit heran, kekuatan yang besar. Rhoma menggunakan seluruh kekuatannya untuk melindungi para Hunter.
Brush!
Satu Orc Champion yang melompat langsung dihadang energi pedang yang kuat. Dia terhempas dan kembali terpental, armornya pecah. Dua Orc juga terkena sefek serangan dan mereka berdua segera menahan serangan itu dengan energi yang berada di kedua tangannya yang menyilang ke depan.
Boom!
Energi itu terus keluar dan membuat ORC itu menahan dengan kekuatan defensif mereka dan mereka masih sulit untuk meledakkan energi serangan dari manusia itu. Rhoma melirik ke arah Geno dan memberinya isyarat untuk lari dan mundur.
ORC Champion sudah sepenuhnya berada di sana dan melihat mereka sedang diserang dengan energi tolakan yang kuat. White Orc muncul di belakang, dia melihat para panglimanya sedang kesulitan untuk menembus energi besar itu. Namun, hal itu tidak akan berlangsung lama karena kekuatan tersebut ada batasnya. Manusia itu pasti akan kehilangan banyak energi.
Namun, White Orc tidak sabar menunggu. Dia menarik pedang besarnya dari punggungnya. Pedang itu besar dan pendek, namun ketika White Orc memegangnya di depannya, pedang itu memanjang. Whiter Orc menekan tombol di gagang pedangnya, itu adalah pedang besar futuristik.
Whiter Orc maju dan dia mengayunkan pedangnya ke depan, energi meluap dan menghantam serangan energi pedang dari Rhoma.
Booomm!
Energi pedang milik Rhoma terbelah dan serangan itu hampir mengenai Rhoma. Serangan yang besar dan menembus serangannya, itu bukanlah kekuatan biasa. Itu bahkan bisa menghancurkan sebuah bukit besar. Serangan dahsyat itu mengarah pada Rhoma dan siap menghancurkan tubuh Rhoma dengan energi besar itu. Rhoma tak bisa menghindari, dia sudah kelelahan.
Slash! Booomm!
Geno yang masih bisa berpikir tenang, dia melompat lebih dulu dengan menabrak Rhoma dengan kekuatannya. Dia mengayunkan pedangnya dengan kuat ke belakang sehingga mendorong dirinya dan Rhoma agar tidak terkena serangan energi besar dari pedang Whiter Orc tersebut.
Kehancuran, benar saja! Sepanjang mata melihat dari arah serangan yang terkena energi White Orc. Hal itu menimbulkan garis besar di tanah dan menghancurkan apapun yang terkena serangan energi tersebut. Di atas tanah sendiri, sebuah parit besar terlihat. Benar-benar serangan yang sangat kuat.
”Kita harus pergi bersama Kapten!” kata Geno yang membantu mengangkat Rhoma berdiri. Ledakan besar baru saja terjadi dan mereka masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Kekuatan dari Bos Monster itu sungguh mengerikan. Mereka tak akan mungkin bisa menahan kekuatan mereka.
Rhoma paham, mereka pun segera bangun dan melesat pergi. Mereka harus cepat, para ORC itu akan mengejar mereka lagi.
Ledakan masih menyisa asap. Sang White Orc memberikan kode pada para Orc Champion, dia menginginkan sesuatu dan memberi perintah pada salah satu Orc paling belakang. Satu Orc memegang senjata panah, White Orc memintanya. Orc Champion paham dan langsung memberikan panahnya pada White Orc atau tuannya tersebut.
Tidak ada yang berani melawan White Orc. Makhluk terkuat di antara mereka. Mereka, Orc Champion bahkan ketika sembilan kekuatan mereka disatukan, mereka tidak akan bisa melawan White Orc. Jadi, mereka akan menjadi prajurit bagi White Orc, atau mereka akan mati sia-sia.
White Orc mengambil panah dari salah satu Orc Champion. Dia menarik busur panah dan menarik anak panahnya. Matanya bersinar, dia mengetahui arah larinya dua orang yang baru saja pergi tersebut.
Energi di tubuhnya mulai terbuka, para Orc Champion bahkan merasakannya dan harus mundur beberapa langkah. Kekuatan serangan panah, White Orc mendapatkan titik para manusia itu lari. Dia melihat dengan ketajaman kekuatannya.
Dia mendapatkan posisi mereka, energinya mengelilingi anak panah yang ditarik. Dan, dia melepaskan anak panah itu dibarengi energi besar bagaikan meteor yang terbang.
Wuussshh!
Dari jauh, Rhoma dan Geno berlari, mereka merasakan bahwa para Hunter di depan mereka cukup jauh. Mereka harus segera menyusul untuk mendapatkan tempat bersembunyi. Mereka tak akan bisa bertahan jika melawan para musuh. Mereka berlari dan melihat para Hunter lainnya yang berada di depan sebuah goa besar. Mereka melambaikan tangan tanda bahwa itu adalah tempat bersembunyi. Tempat yang cukup tersembunyi.
Rhoma dan Geno nampak saling tersenyum, mereka terus melesat. Mereka akan selamat!
Syuunngg!
Energi besar dan bumi bergetar. Anak panah yang sangat besar mengarah pada mereka berdua. Ini tidak mungkin! Jadi, mereka sudah diincar dari jarak yang sangat jauh!
Kecepatan meteor yang sangat besar. Energi itu bahkan meledak-ledak dan sudah sangat dekat. Serangan itu mengarah tepat ke arah mereka. Rhoma tahu, jarak antara goa dan mereka cukup jauh, mereka akan kesulitan karena serangan yang sangat kuat tersebut. Rhoma hanya berpikir bahwa Geno harus bisa selamat, biarlah dirinya yang akan menahan serangan itu.
”Kamu Geno, jaga ...,”
Bruusshh! Sraak!
Rhoma tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, sebuah pukulan energi kuat mendorong punggungnya dengan sangat kuat. Geno tak mendengarkan kata-katanya. Geno melempar tubuh sang kapten dengan energinya.
Tidaakk! Rhoma hanya bisa berteriak dan tubuhnya terpental jauh. Dia melihat sambil terpental ke depan. Dia melihat senyuman Geno yang mengambil pedangnya dan menahan serangan anak panah berenergi kuat itu dengan pedang besarnya.
”Lindungi yang lain, Kapten!!”
Bruusshh!
Anak panah dengan energi besar itu ditahan untuk beberapa detik dengan energi barier penghalang dari energi Geno. Namun, itu hanya bertahan tiga detik dan ledakan besar terjadi. Booommm!