Sang Pelindung Bumi
Kisah Yongmi dan Abras
Serangan kuat dari Giganos, dihadang dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh Dinan. Dia bahkan mengunakan dua artefak sekaligus untuk menghadang serangan kosmik hitam dari serangan pedang Giganos.
Splash!
***
Dinan kehilangan kesadaran dengan pertempuran kuat tersebut. Namun, dia melihat ada dua orang yang sedang berbincang. Dia bahkan seperti bayangan astral yang ada di antara pembicaraan dua orang tersebut.
Dinan seperti melihat sebuah keadaan nyaya di depannya, hanya saja dia tidak bisa melakukan apapun pada keadaan di depannya. Jadi, dia memutuskan untuk mendengarkan mereka dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Dinan hanya tahu bahwa salah satu dari mereka adalah, Abras. Guardian of Earth.
Salah satunya adalah wanita.
”Aku tidak punya pilihan Abras, bumi adalah tempat yang indah yang telah mempertemukan kita,” wanita itu, Yongmi. Dia dengan mata indahnya membuat Abras tak bisa menerima keputusannya. Keputusan yang akan diambil oleh Yongmi tentunya akan berimbas pada kehidupan mereka berdua.
”Tidak Yongmi! kita bisa melawannya bersama-sama, saat dia datang ke bumi,” Abras berusaha mencegah keputusan Yongmi. Abras terlihat tidak berdaya, dia tak bisa kehilangan wanita yang sudah mengisi hatinya.
Yongmi menggelengkan kepalanya pelan, ”Tidak Abras. Kekuatan Docator sangat besar. Ketika masih embrio, maka aku akan menghancurkannya. Aku akan meninggalkan penerusku untuk membantu bumi, jika penerus Docator dan Pasukan Cyprus datang lagi ke bumi. Selamat tinggal, Abras. Hatiku akan selalu bersamamu ..., selalu ... kita akan bersama di kemudian hari ...”
”Tidaakkk!”
Teriakan Abras menandai dengan masuknya Yongmi ke lubang dimensi, dimana dirinya masuk ke inti bumi untuk menghancurkan embrio benih dari Docator. Abras tak bisa menarima hal itu, tapi yang terjadi selanjutnya sungguh memilukan hati. Ledakan besar terjajdi, Yongmi sudah meledakkan dirinya beserta artefak Galaxy Soul bersamanya.
Abras terduduk di tanah, dia merasa tak berdaya. Abras hanya bisa menangis karena kehilangan sosok satu-satunya yang dapat mengerti tentangnya. Airmatanya menetes, ”Lalu ..., untuk apa lagi aku hidup jika tidak ada kamu, Yongmi. Aku hanya akan mencari penerusku dan aku akan pergi bersamamu!”
Abras berdiri kembali da menghapus airmatanya, ”Aku berjanji padamu, Yongmi. Aku hanya akan bertahan untuk menemukan sosok yang akan menjadi penerusku. Aku akan menemukan dia yang tepat, yang tidak takut pada kematian dan berani membela bumi! Tunggu aku, Yongmi!”
Splash!
Dinan seperti mendapatkan respon dari Artefak Galaxy Soul. Kini, dia merasa terhubung dengan artefak semesta tersebut. Artefak Galaxy Soul seolah menceritakan lewat apa yang sudah dilihat oleh Dinan sebelumnya.
Dinan semakin yakin untuk melangkah. Dia telah mendapatkan takdir sebagai penerus dari Guardian of Earth. Kesepian yang sudah ditanggung oleh Abras selama ratusan tahun, bahkan mungkin ribuan tahun. Abras kesepian, dan hanya mencari penerusnya. Yaitu, dirinya.
Tanpa terasa, airmata Dinan menetes dan membasai pipinya. Kesedihan seorang Abras telah mengalir dalam dirinya. Bagaimana seorang yang sudah hidup ratusan ribu tahun bisa merasakan cinta yang luar biasa.
Dirinya, sudah dicari oleh Abras hingga saat ini. Setelah mendapatkan penerus bagi Abras, maka dia bisa berisirahat dengan tenang. Dia bisa meninggalkan bumi dan bersama dengan Yongmi kembali.
Dinan memiliki tanggung jawab selanjutnya untuk menjaga bumi dengan warisan kekuatan sistem yang sudah menyatu dengannya. Dia sudah dapat meningkatkan kemampuanya sejak dia melewati lantai 100 di menara ujian. Abras pasti sudah sangat bahagia menemukan dirinya. Abras berharap bahwa harapannya pada Dinan memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa Dinan pasti mampu meneruskan perjuangan Abras.
Abras!
Dia telah kehilangan sebuah cinta, sebuah harapan yang membuatnya bertahan melindungi bumi. Abras yang hanya mementingkan bumi di atas kepentingannya, dan dia menunggu seseorang menggantikannya. Sepanjang penantiannya, dia membela bumi dengan menunggu penerusnya.
Darah Abras telah mengalir dalam dirinya; kekuatan, cinta, harapan, senyuman yang harus dijaga, dan bumi yang indah.
***
Splash!
Dinan berpindah posisi dengan kekuatan dimensi yang dipandu oleh Galaxy Soul dan Artefak Kosmik. Dia mampu berjalan melewati waktu dengan gambaran dimensi yang utuh. Kisah tentang Yongmi yang menghancurkan dirinya, dan meninggalkan Abras. Itu semua adalah kenangan yang tersisa dan terekam di dalam Artefak Galaxy Soul.
”Giganos!” kedua serangan masih bertemu, keduanya saling menekan. Dinan sudah kembali ke pertarungan. Dia seperti sedang dibawa ke dimensi lain dalam waktu yang cepat oleh Galaxy Soul. Dia melihat apa yang menjadi perjuangan dari Yongmi dan Abras. Mereka mengorbankan diri mereka untuk menjaga bumi.
Dinan sudah mendapatkan warisan tersebut. Maka, dia akan berjuang tanpa ragu lagi.
”Aku adalah Manusia! Dan, aku adalah Guardian of Earth. Aku akan menghancurkan ancaman apapun yang akan menghancurkan Bumi!”
HIIIAAAAA!
[Formasi Terkuat: Supreme Death Strong – Anda kembali dari ribuan kematian. Kekuatan yang tidak pernah ada sebelumnya. Artefak Kosmik dan Artefak Galaxy Soul merespon kekuatan anda. Anda telah mengalami krisis di mana kematian sudah tidak ditakuti lagi. Artefak Kosmik dan Artefak Galaxy Soul menyatu dengan jiwa yang tak memiliki rasa takut akan kematian]
Giganos kaget melihat kekuatan baru yang dimiliki Guardian of Earth. Tubuh manusia itu diselimuti energi yang panas dan menyebar ke seluruh tempat. Kini, Giganos merasakan tekanan dari energi kuat yang dikeluarkan oleh Dinan.
Apa itu?
Tekanan yang dibuat oleh Giganos tak bisa menembus tubuh Dinan. Tubuh Dinan berpendar-pendar seperti sebuah matahari yang berpijar, dengan cahaya merah berpendar. Ada dua sayap yang terbentuk di belakang tubuh Dinan, sayap itu bercahaya dan seperti sebuah api yang meledak-ledak. Di belakang punggung Dinan, Orb Booster berputar demikian kencang karena menyatu dengan kekuata Artefak Kosmik.
Energi Kosmik merupaka energi di alam semesta yang tidak memiliki batasan. Perputaran Orb Booster itu menandakan bahwa kekuatan kosmik dalam tubuh Dinan terus berkembang dan mengumpulkan energi terus-menerus. Kekuatan mengalir dari setiap putaran Orb, dan membuat kekuatan Dinan melimpah dengan energi yang besar.
[Hunter Dinan, anda mencapai kekuatan yang belum pernah dicapai oleh kekuatan makhluk manapun. Kekuatan gabungan dari Artefak Galaxy Soul menguatkan jiwa anda untuk menerima energi kuat dari kosmik yang membara]
[Kekuatan maksimal dari Guardian Alam Semesta dibentuk]
Giganos melihat ancaman kekuatan yang dahsyat tersebut, matanya terbelalak seolah dia melihat Raja Alam Semesta. Dia seperti melihat sosok pemimpin terdahulu bangsa Cyprus yang dalam catatan adalah Tuan Docator. Sang penggenggam Galaksi.
Kekuatan ini? Apakah ini memang kekuatan seorang Dewa? Giganos merasa tertekan dengan energi yang dilepaskan Dinan.
Giganos tak mau ragu, dia adalah pemimpin bangsa Cyprus saat ini. Artefak Penghancur Semesta dimaksimalkan hingga limit tertinggi. Dia mengalirkan kekuatan dirinya dan artefak penghancur semesta dalam pedang hitamnya. Giganos menarik pedangnya ke belakang, dan siap berhadapan dengan kekuatan Dinan.
Wooshh!
Apapun yang terjadi, Giganos harus bisa mendapatkan kekuatan dari Tiga Artefak Semesta. Dengan itu, dia akan menjadi Raja Alam Semesta. Manusia itu pasti baru menguasai dua artefak, dan tentu saja dia masih mengalami ketidakseimbangan. Dia pasti kesulitan mengontrol kekuatan dahsyat dari Artefak Semesta.
Maka, ini menjadi kesempatan emas bagi Giganos. Giganos menggunakan kembali kekuatan Artefak Penghancur Semesta. Dia menyerang dengan kekuatan penuh pada Dinan.
Brush!
Apakah kali ini, Giganos akan menemui kemenangan lagi?