Sang Pelindung Bumi
Tiga Artefak Semesta
Giganos menerjang dengan kekuatan penuh, tak peduli apapun. Dia hanya ingin menghancurkan Dinan dan Stanley. Mereka sudah membuat semua rencananya hancur berantakan.
Kekuasaan di depan matanya, seolah hilang begitu saja. Serangan kuat dari kedua tangannya, energi internal dan Artefak Penghancur Semesta menghantam terus menerus ke arah pelindung energi yang dibuat oleh Stanley.
Stanley mulai kehabisan energi. Dinan yang melihat Stanley sudah mulai kesulitan. Dia harus bertindak cepat dan menyelesaikan semuanya.
Dinan mempersiapkan pedangnya kembali, Supreme Pedang Penghancur dialiri dengan energi terkuatnya. Dua artefak juga digunakan untuk menambah damage serangan dari pedangnya tersebut. Saatnya untuk beradu kekuatan lagi.
Dinan maju untuk menggunakan pedangnya ke arah Giganos, hal itu agar Giganos melepaskan tekanan yang diberikannya pada Stanley. Dinan harus bisa membuat Stanley mundur terlebih dahulu, dan memberikan buff lagi nantinya.
Klang! Brush!
”Mundur Stanley! Aku akan menghadapinya!” teriak Dinan dengan pedangnya, dia menghempaskan pedangnya tersebut dengan energi kuat yang menerjang ke arah Giganos.
Giganos langsung melepaskan serangannya pada Stanley, dia memunculkan pedang energi hitam yang keluar dari energi Artefak Penghancur. Pedang energi bertemu dengan Supreme Pedang Penghancur. Pedang bertemu pedang dan mereka saling menekan untuk memberikan lawan serangan.
Klang! Brush!
Klang! Klang! Klang!
Mereka terus bertukar seranga pedang, disertai energi yang dahsyat. Giganos menyabetkan pedangnya di sisi kanan, Dinan kaget dengan kecepatan dan menghalanginya dengan cepat.
Brush!
Dinan terkena tekanan dan sedikit tergeser ke kiri, tapi dia masih bisa memutar tubuhnya dan menggunakan kakinya. Disertai energi kuat dia membalas dengan tendangan kaki kirinya.
Woosh!
Brush!
Giganos cukup kaget dengan gerakan cepat manusia itu. Dia menahan dengan tangannya, tapi dia juga terhempas ke kanan. Keduanya sama-sama terlempar ke sisi berlainan. Mereka segera mengumpulkan energi lagi dan saling menyerang kembali.
Woooshh!
Serangan demi serangan terus dilakukan. Tekanan kuat dan mereka saling bertukar serangan, pertarungan mereka berdua cukup ketat dan masih seimbang. Dinan mundur ke belakang, dia harus mempersiapkan kekuatan dari booster orb lagi. Magic Power dari kekuatannya harus dipulihkan walau hanya sebentar.
Giganos tahu kalau Guardian of Earth sedang kesulitan menyesuaikan dirinya saat bertarung di Nibiru. Hal itu karena, dia memiliki kekuatan alam yang bisa diserapnya. Nibiru dan Bumi berbeda. Di Nibiru, kekuatan energi sangat berbeda, lebih banyak di bumi. Tentu saja, Guardian of Earth belum dapat menyesuaikan dengan baik dalam kondisi alam di Nibiru.
Giganos mengambil peluang tersebut, dia menyerang dengan pedang energi hitamnya yang menyala. Dia menerjang dengan kecepatan super, dia menghempaskan pedangnya ke arah Dinan. Saat itu, Dinan masih mengumpulkan energi kembali.
[Supreme Telekinesis Magic diaktifkan! Anda Dapat menghentikan dan menggerakkan benda atau makhluk yang ada dalam jangkauan mata anda]
Dinan mencoba menghentikan pergerakan dari Giganos. Dia mampu berhenti sejenak, apakah berhasil?
Splash!
Kekuatan telekinesis tak mampu mengekang Giganos. Giganos mampu memecah kekuatan telekinesis yang dikerahkan Dinan. Kekuatannya luar biasa, dan ditambah dengan artefak penghancur semesta.
Dinan tak menyangkan bahwa kekuatan Giganos begitu luar biasa. Dia bahkan tak bisa menghentikan pergerakan Giganos meskipun hanya sebentar saja.
[Supreme Eight Hand Shadow diaktifkan! – Kekuatan yang mampu mengeluarkan kekuatan terkuat Anda. Delapan tangan kuat muncul di punggung anda, memaksimalkan kekuatan anda menjadi sepuluh kali lipat fusion dengan skill Gabungan antara Artefak Galaxy Soul]
[Full Armor Supreme diaktifkan!]
[Mantel Defensif diaktifkan!]
Tubuh Dinan diselimuti armor bercahaya. Kekuatannya dipusatkan pada serangan kuat yang akan menghadang Giganos. Dinan harus mengeluarkan semua yang dia miliki. Semua kekuatan yang sudah dikumpulkan hingga saat ini. Ini semua demi menghadapi kekuatan Giganos saat ini.
Jadi, saatnya mengeluarkan segelanya untuk pertarungan akhir ini.
”Ingatlah Giganos! Manusia adalah makhluk yang cinta kedamaian namun mereka akan menjadi kuat, jika ada yang mencoba menghancurkan kehidupan di bumi!”
Bruush!
Dinan menghadang serangan dari Giganos dengan kekuatan terkuatnya. Pedang bertemu pedang, energi bertemu energi. Dan, hidup dan mati akan ditentukan dari pertarugan akhir mereka.
Benturan dua pedang yang sudah dialiri kekuatan masing-masing, kekuatan benturan itu mampu membuat tekanan kuat. Efek energi yang pecah yang menghancurkan semua dataran Nibiru, yang terkena imbas kekuatan mereka.
Boommm! Kehancuran total terjadi di seluruh dataran Nibiru.
Mereka saling menekan dengan pedang terkuat mereka. Sama-sama menekan, mereka pun mundur untuk mempersiapkan pertarungan lagi. Giganos melancarkan sabetan pedang yang dipenuh energi bayangan hitam yang berpendar-pendar.
Energi pedang deras mengarah pada Guardian of Earth, Dinan.
[Teleportasi diaktifkan – memindahkan fisik jiwa ke tempat yang diinginkan dalam perpindahan teleport!]
Dinan menghilang dengan cepat, dan berada di belakang Giganos. Pedangnya langsung terayun untuk menyelesaikan pertarungan dengan menghabisi Giganos dalam serangan cepat tersebut. Namun, ketika Supreme Pedanng Penghancur hampir mengenai Giganos. Musuh sudah menyadari akan hal itu.
Giganos meledakkan dirinya, dengan energi yang membuat Dinan tertekan dan mundur kembali ke belakang. Kekuatan Giganos masih sangat kuat, itu karena artefak Penghancur Semesta sudah menyatu dengannya.
Serangan energi kuat dilancarkan Giganos dengan kekuatan penuhnya, mengarah dengan cepat ke arah Dinan yang sedang tertekan.
Woosh!
Serangan Energi hitam yang membara, serangan yang mampu menghancurkan sebuah planet tersebut mengarah ke Dinan.
Armor dan mantel defensif menahan serangan energi hitam yang membara, energi yang kuat tersebut menghantam tubuh Dinan.
[Serangan kuat membuat Supreme Defense Armor dan mantel defensif Anda retak dan tak bisa menahan serangan Kosmik hitam yang kuat!”
HIIIAAAA!
Dinan tak bisa membiarkan dirinya terus-terusan mendapatkan tekanan, karena serangan kuat tersebut.
[Artefak Semesta, Galaxy Soul diaktifkan!]
Dinan merasakan aliran energi yang kuat, mengaliri setiap pori-porinya sehingga setiap lubang pori mengeluarkan energi yang kuat. Selama ini, Dinan belum mengoptimalkan kekuatan Galaxy Soul karena memang baru didapatkan. Dia terpaksa menggunakan kemampuan penuh dari Galaxy Soul tersebut.
[Artefak Semesta Kosmik diaktifkan! Menyerap kekuatan energi]
Artefak ketiga digunakan oleh Dinan untuk menyerap energi besar yang menyerangnya. Artefak Kosmik mampu mengeluarkan atau menyerap energi besar yang bisa disimpan dalam artefak semesta tersebut.
Dinan tidak tahu, apakah serangan yang kuat dari Giganos mampu diserap dengan baik oleh Artefak Kosmik. Jika hal itu bisa, maka serangan kuat dari Giganos akan bisa dihentikan oleh Dinan.
Splash!