Sang Pelindung Bumi

Pamitan Sang Hunter

Planet Nibiru yang masih dekat dengan bumi, termasuk dalam tata surya kita. Planet baru yang ditemukan dan ada kemungkinan lebih mirip bumi dalam arti ada kemungkinan bisa ditinggali oleh manusia.

Dinan akan memikirkannya, dia harus menemukan cara untuk menghadapi pasukan Cyprus yang tentu saja tidak terhitung jumlahnya. Pasukan Giganos pasti sudah bersiap untuk menuju bumi. Seperti yang dikatakan oleh Stanley di mana dia merasakan adanya energi kuat dalam dimensi ruang. Dia mampu merasakan hal itu.

Peringatan sistem dari Abras juga mengantakan demikian. Artinya, waktu sudah tidak memungkinkan untuk berpikir panjang soal rencana. Musuh sudah di depan mata.

Satu-satuya yang harus ditemui Dinan adalah Adiknya, sebelum perang besar pecah secara keseluruhan. Dinan tidak tahu, apakah dia akan selamat dari perang besar tersebut. Semua yang dia lakukan selama ini, untuk melindungi adiknya, Dion.

Dinan memejamkan matanya, merasakan energi alam di seluruh dunia.

[One Nature diaktifkan]

Dinan meninggalkan salah satu klonnya pada tubuh Dion. Dinan meninggalkan klon dalam bentuk energi yang menempel dalam tubuh Dion. Jika ada sesuatu yang mengancam Dion, maka energi klon itu akan membentuk tubuh Dinan dan bertarung melindungi adiknya.

Dengan klon yang ditinggalkan dalam tubuh adiknya itu, Dinan dapat mendeteksi di mana Dion berada saat ini. Dinan segera membuat portal dimensi dan menembus batas, dia harus menemui Dion dan bertemu dengannya.

Splash!

[Portal teleportasi di buat, target ditentukan]

***

”Ibu, kita harus bergegas, ada tempat yang aman untuk sementara waktu,” kata Aline kepada Ibunya. Mereka baru saja turun dari mobil, mereka masuk ke dalam hutan kecil. Di sana, ada bunker yang menjadi salah satu tempat bersembunyi yang dimiliki Asosiasi Hunter.

Aline menengok ke belakang, Dion juga berjalan di belakangnya. Dia tahu, Dion sudah terbiasa dengan kondisi apapun. Dia sudah belajar bagaimana bersabar di usianya yang masih muda. Itu semua pasti didikan dari Dinan kepadanya. Mereka sudah terbiasa hidup dalam kesulitan dan juga tabah dalam menghadapinya.

”Apakah kamu lelah, Dion?” tanya hunter Aline. Mereka beberapa saat lalu dikejar monster hingga mengarah pada mereka. Namun, Aline dengan mudah mengalahkan mereka.

Aline tidak bisa melindungi mereka terus jika nanti semua portal terbuka. Semua monster mungkin akan memenuhi semua tempat di bumi. Maka, Aline memutuskan untuk membawa keduanya ke salah satu bunker milik Asosiasi Hunter.

”Tidak apa-apa, hunter Aline. Apakah tempatnya masih jauh?” tanya Dion.

Aline menunjuk dengan ujung jari telunjuknya, ”Itu sudah terlihat, sebentar lagi.”

Mereka terus berjalan, Aline memandu mereka. Sesampainya di sebuah tebing, ada sebuah penutup rerumputan. Aline menyibak dedaunan itu, dan sebuah kotak menandakan ada sesuatu tempat rahasia. Aline mengaksesnya dengan telapak tangannya. Dan bumi bergetar.

Sebuah lorong terbuka, menjorok ke bawah tanah. Sebuah tangga terbuka dari penutup baja yang terbuka.

[Memindahkan tubuh asli ke klon yang ditinggalkan]

Wuuungg! Splash!

”Siapa yang datang?” sense milik Aline bergetar, ada pertanda sebuah energi yang mendekat dengan kekuatan besar. Sangat cepat dan muncul sesosok manusia di belakang mereka semua.

”Dion!”

Itu adalah suara Dinan, dia berada di belakang. Dion langsung memeluk kakak lelakinya itu. Dinan melihat ke arah hunter Aline dan mengangguk sambil tersenyum. Ini mungkin menjadi awal pertemuan mereka, bahaya akhir yang sedang menuju bumi sudah mereka rasakan.

”Terima kasih atas semuanya, hunter Aline,” Dinan melepaskan pelukan adiknya.

Dinan menekuk salah satu lututnya dan kepalanya sejajar dengan Dion, ”Kamu harus bersembunyi, sampai kakak datang. Jika kakak belum juga datang, kamu harus mengikuti Kak Aline. Kamu paham, Dion?” tegas Dinan.

Dion tak bisa menahan airmatanya, dia hanya menganggukkan kepalanya dan tak kuasa menahannya. Dia memeluk kakak lelakinya itu, satu-satunya keluarga yang selalu menjaganya.

”Kakak akan kembali bertarung melawan para monster lagi?” Dion menatap kedua mata kakaknya.

”Benar, Dion. Kakak harus melawan Bosnya, jika tidak maka tidak ada tempat yang aman di bumi ini.”

Dion menguasap airmatanya, ”Kalahkan mereka, brother Dinan. Lindungi bumi dan kembalilah kepada kami! Dan, para monster itu lempar saja mereka ke tempat yang jauh dari bumi. Sehingga, mereka tidak bisa mendarat di bumi!”

Deg!

Ada sesuatu dalam perkataan Dion yang membuat Dinan memikirkan hal lain. Melemparkan para penjahat itu ke tempat lain? Apakah, hal itu bisa dilakukan?

Dinan kembali memeluk adiknya tersebut, dia sudah besar sekarang. Dia hidup tanpa melihat kedua orangtuanya, waktu itu dia masih sangat kecil. Saat para monster itu membunuh kedua orangtuanya.

Aline dan Ibunya ikut meneteskan airmata mereka. Mereka melihat kedekatan Dinan dan adik lelakinya itu sangat erat. Mereka hanya hidup berdua, tentu saja kedekatan keluarga adalah segalanya.

Dinan berdiri kembali dan menatap Aline dan Ibunya, ”Aku akan pergi, aku mohon jaga Dion bersamamu. Biarkan aku yang akan berjuang untuk melawan pasukan Giganos.”

Kedua mata Dinan dan Aline saling berpandangan. Sejak awal, Aline sudah tahu bahwa Dinan memang spesial dengan tekad dan kekuatannya. Aline tidak salah memilih orang. Selain itu, dia memang merasakan ketertarikan pada Dinan. Aline sendiri selama ini belum pernah menyukai lelaki, baru dengan Dinan ada perasaan yang tumbuh di hatinya.

”Kamu harus kembali, kamu masih memiliki janji makan bersama denganku.”

Keduanya saling tersenyum, mereka berdua juga tidak tahu apakah mereka akan bertemu lagi atau tidak.

”Aku akan berusaha memenuhi janji itu, jika Tuhan mengizinkan. Kita akan makan bersama, kapanpun kamu mau.”

Dinan pun menyudahi pertemuan itu. Dia bersiap untuk pergi, dia melihat mereka bertiga akan memasuki lorong bunker yang sudah terbuka.

”Kembalilah dengan selamat, Dinan!” pesan terakhir dari Aline.

Dinan tersenyum, ”Aku akan berusaha untuk kembali, dengan selamat. Jadi, tunggulah aku, Aline.”

Dinan pun pergi meninggalkan senyumanya, dia melewati Portal yang dibuatnya untuk bersiap bertempur dengan pasukan Giganos. Perang itu tak bisa dihindari lagi. Dinan sudah bersiap, dan dia tak punya lagi beban. Saatnya untuk habis-habisan melawan pasukan Cyprus.

Aku datang, Giganos!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!