Sang Pelindung Bumi

Pertempuran Kasa

Kasa mendapatkan pesan dari Dinan dan melihat pertarungan di seluruh bumi. Dia pun turun ke bumi dan menggunakan armornya. Dia turun dan membantu para Hunter di pertempuran dengan Simor dan pasukannya, yang sudah menghancurkan banyak tempat di Kota Moskow.

Lilitan di kepala Kasa tampak khas seperti seorang ahli bela diri, bedanya armor kuat menyelimuti tubuhnya. Dia datang bagaikan seorang Hunter yang datang dari abad masa lalu, namun memakai armor masa kini.

Kasa bertarung dengan berani, dia juga merasakan bahwa pembalasan dendam untuk bangsanya di planet Ahkasa sudah seharusnya dibayarkan. Baginya, bumi sekarang menjadi tempatnya tinggal, setelah lama tinggal di bumi dan menjadi administrator di menara ujian.

Dinan memintanya langsung untuk berjuang membantu bumi. Namun selain itu, dia juga ingin membalas dendam pada bangsa Cyprus. Bumi juga sudah dianggapnya sebagai planetnya. Kasa nyaman berada di bumi setelah planetnya hancur.

Dari kejauhan, Kasa melihat Simor bertarung dengan para Hunter. Kekuatannya sangat luar biasa, dan dia dengan pedangnya mampu merobek semua Hunter yang mendekat ke arahnya. Bahkan, seorang Hunter Rank S hanya menjadi bahan serangan baginya, dan mendorongnya dengan mudah.

Kekuatan Simor sangat kuat, Kasa mengetahui bahwa Simor juga menjadi salah satu algojo yang banyak membunuh bangsanya di planet Ahkasa.

Saatnya untuk membalaskan dendam dari bangsanya. Kasa pun memutar dua senjata cakram bulat di masing-masing tangannya. Memutar semua cakramnya dan mengitari tubuhnya. Cakram terus berputar untuk membelah setiap pasukan, dari Simor yang mencoba menghalanginya.

Hasilnya, puluhan prajurit Simor bahkan terbelah dimana-mana ketika mendekati Kasa. Kekuatan Kasa sudah dilatih langsung oleh Abras. Kekuatan pelatihan Kasa sendiri dilakukan oleh Guardian of Earth di dalam menara selama puluhan tahun.

Kasa menunggu momen di mana dirinya akan bertemu dengan pasukan Giganos, dan bertarung melawan mereka.

Dulu, Kasa ingat betapa dia tak bisa berbuat apa-apa, dan diminta oleh pemimpin planet Ahkasa untuk melarikan diri. Setelah itu, Kasa memberitahu planet manapun yang dia temui untuk berhati-hati pada serangan Giganos. Hingga dia sampai ke bumi dan mendapati bahwa Abras adalah sosok yang sangat kuat.

Dia satu-satunya penduduk dari planet Ahkasa yang selamat dan menjalankan tugas untuk membawa pesan kepada semua planet. Terakhir, adalah planet Bumi, planet yang akan dijadikan pusat dari perkembangan bangsa Cyprus.

Saat ini tiba juga, hari untuk bertarung dengan bangsa Cyprus kembali. Selama ini, Kasa meminta secara khusus pada Abras untuk melatihnya, sehingga Kasa tanpa kenal lelah melatih kekuatannya dengan menjadi peserta di dalam menara sendiri. Sistem yang berbeda, dan juga salah satu klon jiwanya yang melatih kekuatan itu.

Kasa kemudian melihat hari ini, dan memanggil klon jiwanya yang terpecah. Kasa menyatukan apa yang sudah dilatihnya dalam latihan khusus yang dibuatkan Abras untuknya.

Datang lagi prajurit tinggi dan besar dari arah atas, tidak hanya satu melainkan empar prajurit dari Simor menyerangnya sekaligus. Kasa menggerakkan kedua tangannya menyamping, dan membuat dua cakramnya bergerak sendiri dengan kekuatannya.

Tring! Srak!

Kecepatan cakram dengan kekuatan telekinesis Kasa. Konsentrasi Kasa mampu membuat empat pasukan dari Simor habis, dan seolah menjadi debu diterpa angin. Cakram Kasa berputar bergantian, dan menghancurkan empat tubuh penyerang yang melompat ke arah Kasa.

Simor melihat hal itu, dia berpikir ada juga manusia dengan kekuatan besar seperti itu. Simor pun tak mau kehilangan rasa bangganya. Dia mengayunkan pedangnya dan beberapa Hunter langsung terpental, dan mereka semua tak kuat lagi bangun. Para Hunter sudah banyak yang tak berdaya, bahkan Hunter dengan tingkar Rank Tinggi dikalahkan dengan mudah oleh Simor.

Kini, kedua tatapan mata antara Simor dan Kasa bertemu. Mereka bersiap dengan energi mereka dan saling mendekat. Simor mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi dan Kasa terbang di udara.

Keduanya bertemu dan berbenturan energi. Simor yang mengayunkan pedang kuatnya. Kasa menahannya dengan dua cakram energi yang digerakkan dengan kontrol, dan maju menghadang pedang dari Simor

Blaamm!

Energi serangan Simor meledak-ledak dan mencoba mendorong kekuatan cakram kembar milik Kasa yang digerakkan dua meter dari tubuh Kasa.

”Siapa kamu, wahai Manusia?” Simor merasa penasaran, karena kekuatan musuhnya itu seperti bukan dari bumi.

”Apakah kamu ingat dengan salah satu planet  yang kalian hancurkan. Planet itu bernama Ahkasa.”

Mata Simor sedikit kaget dan membulat, dia tidak ingat lagi. Sudah terlalu banyak yang dibunuh dan dihancurkan planetnya oleh Tuan Giganos, dan dirinya selalu mengikutinya.

”Apakah kamu makhluk dari planet tersebut?” tanya Simor penasaran.

Kasa tersenyum sambil mengeluarkan kekuatannya untuk mencoba menekan dan mendorong pedang Simor. Kasa mengeluarkan energi besar dan energi itu mampu mendorong sedikit pedang Simor. Pedang Simor pun bergetar karena tekanan itu.

”Benar! Namaku adalah Kasa. Aku adalah makhluk terakhir yang berasal dari planet Ahkasa. Dan Aku di sini untuk mengakhiri kejahatan kalian!”

Bruushh!

Kedua cakram milik Kasa merangsek maju, Simor terdorong mundur dan tekanan kuat menyerangnya. Namun, Simor kini tersenyum dan merasa senang karena mendapatkan lawan yang kuat.

”Makhluk sombong! Kamu belum tahu siapa Simor sebenarnya!”

Energi kembali meledak dari tubuh Simor. Pertarungan dan pengalaman bertarung yang tidak ada bandingannya sudah banyak dilakukan oleh Simor. Jadi, dia hanya merasa sedikit tertantang untuk menerima serangan dari Kasa tersebut.

Simor menekan dan mementalkan kedua cakram milik Kasa. Cakram itu terpental dengan kekuatan Simor. Kasa mengendalikan kedua cakram itu kembali, dan sedikit kesulitan karena dua cakram itu terpental jauh.

Dapat! Kedua cakram itu adalah senjata yang diberikan Abras kepada Kasa. Cakram yang terbuat dari bahan terkuat di bumi, dan di tengahnya adalah lingkaran yang memudahkan penggunanya untuk mengalirkan energi internalnya dalam mengendalikan cakram tersebut.

Kasa dapat mengendalikan kembali kedua cakram, tapi beberapa saat dia lengah. Simor sudah berada di atasnya, dan mengayunkan pedangnya bersiap membelah tubuh Kasa.

Bruush! Blaamm!

”Matilah dengan tenang! Prajurit terakhir dari Ahkasa.”

Ledakan terjadi di tanah dan tanah membuyar pecah dan tanah terbang ke udara. Ledakan yang besar dan Simor yakin kalau kekuatan besar itu mengenai tubuh Kasa.

Debu mulai tersingkir, Simor bersiap untuk membunuh para manusia kembali.

”Tidak semudah itu Simor!”

Simor kaget dan melihat ke atas, Kasa melayang di udara dengan armornya. Dia menghilang di saat-saat terakhir? Bukankah serangannya tadi menghancurkan seluruh tubuh makhluk dari Ahkasa itu?

Ah! Simor ingat ternyata. Ada planet yang sudah dihancurkan oleh pasukan Raja Giganos dan dirinya. Mereka memiliki kemampuan untuk memecah diri atau menggandakan diri. Jadi, Kasa adalah makhluk dari planet tersebut. Mereka dapat membagi tubuh mereka dan berpindah saat dalam bahaya.

”Jadi ..., dari sanalah kamu berasal. Planet Ahkasa dengan kemampuan menggandakan diri!”

”Benar! Dan, bersiaplah untuk menjadi obat bagi kehancuran Ahkasa!”

”Ha.. ha.. ha.., aku tidak takut dengan kemampuanmu itu!” Simor tahu bahwa kelemahan dari planet Ahkasa adalah, energi mereka akan terkuras ketika mereka menambah klon jiwa mereka. Mereka juga tidak bisa terhubung dengan baik antara satu dengan klon jiwanya yang lain.

Butuh kekuatan besar untuk membuat klon jiwa mereka, Simor akan memanfaatkan kelemahan itu untuk mengalahkan musuhnya.

Klang! Klang!

Cakram milik Kasa terus berputar. Kasa terus mengendalikannya dengan  kekuatan energi dan menyerang Simor dari segala sisi.

Simor membuat penghalang yang kuat sambil mencari celah, untuk menangkis serangan cakram yang terlihat menyerangnya dengan cepat dari segala sisi.

Crak!

Pertahanan Simor mulai retak, kekuatan serangan dari cakram itu sangat besar dan terus merusak pertahanan Simor.

Simor berusaha mencari dengan ketajaman matanya, mencari arah serangan dua cakram. Dan, dia mendapatkannya.

Hiaat!

Simor mengangkat kedua tangannya dan membuat kedua cakram dalam lintasan menuju arahnya terhenti, karena kekangan energi yang kuat. Simor dapat mengendalikan serangan musuh atau senjata mereka. Kekuatan penahan itulah yang membuat Simor mendapatkan label prajurit terkuat dari Giganos.

Bahkan, Simor dapat menahan serangan dari Aries dan menghentikan serangannya untuk beberapa saat.

”Berhentilah dan matilah!”

Simor dengan kekuatannya membuat dua cakram itu lepas dari kendali Kasa. Penghubung energinya putus dan cakram itu dileparkan Simor jauh dari jangkauan Kasa. Dan dengan cepat, dia menuju ke arah Kasa dengan pedangnya.

Bruushh!

Simor mengarah pada kepala Kasa dan ingin mengakhiri makhluk terakhir dari Ahkasa tersebut. Namun, Kasa sudah mempelajari banyak hal, dia merunduk dengan kecepatan tinggi dan serangan pedang dahsyat itu hanya mengenai serangan kosong. Energi ledakan dari serangan Simor menghancurkan apapun.

Kasa mencoba membalas serangan dengan kekuatan pukulannya dan mengincar perut Simor. Simor pun menyadari hal itu dan berputar ke kanan, kakinya yang besar menghunjam dari atas ke arah Kasa.

Kasa yang melihat serangannya kosong itu pun menerjang dengan satu pukulan lainnya dan menghadang tendangan Simor. Benturan energi terjadi kembali dan mereka saling bertukar pukulan dan saling menghadang. Simor membawa pedang dan Kasa memunculkan senjata pedang dari dimensi yang dia ambil.

Klang!

Mereka saling mencari kelemahan, namun kekuatan Simor memang jauh di atas Kasa. Kasa terdesak dan dibuat mundur dan tertekan.

Mengaktifkan Klon!

Kasa membuat salinan jiwanya, beberapa klon jiwa muncul dan jumlahnya ratusan untuk membingungkan Simor. Semuanya menyerang Simor secara simultan dari semua sisi. Kekuatan serangan mereka juga terlihat sama-sama kuat.

Simor tak peduli, dia mengibaskan pedangnya dengan energinya yang kuat dan menghalau semua serangan. Serangan itu membuat semua klon Kasa musnah seketika dengan serangan energi pedang Simor.

Kekuatan yang besar! Bangsa Ahkasa memang tak sebanding sama sekali dengan kekuatan dari planet Cyprus. Bahkan, setelah puluhan tahun Kasa berlatih untuk mempersiapkan dirinya, melawan salah satu prajurit kuat Giganos dan masih belum bisa dilakukan oleh Kasa.

Tubuh klon jiwa Kasa hancur dan tersisa satu yang terluka, karena terkena tekanan energi pedang Simor yang mengamuk.

Kasa terluka dan Simor hendak menghabisinya dengan pedangnya. Simor masih mencari keberadaan dua cakramnya, dia mendapatkannya dan saat pedang Simor hampir mencapai Kasa. Kedua cakram itu kembali dan menangkis pedang energi milik Simor.

Klang!

Kasa sekuat tenaga menahan serangan kuat dari Simor. Kasa tertekan dan saat pedang hampir mendekati tubuh Kasa. Sebuah serangan energi menyerang dari arah lain ke arah Simor untuk menolong Kasa.

Boomm!

Serangan yang kuat itu membuat Simor langsung mengalihkan konsentrasinya karena merasakan adanya energi serangan yang besar. Dia menggerakkan tangannya ke arah serangan yang datang dan ledakan itu terjadi di samping Simor.

Kasa mendapatkan celah dan menarik kedua cakramnya dan dia melompat mundur menjauhi jangkauan serangan dari Simor.

Siapa yang menolongnya? Apakah Dinan sudah datang dan menang menghadapi Aries? Pikir Kasa dan dia menoleh ke atas. Di sana, ada sosok pemuda dengan pakaian sederhana dan hanya beberapa armor yang menutupi bagian dadanya. Pemuda itu baru saja mengeluarkan kekuatan ledakan dari tangannya, terlihat tangannya masih menyala dan bercahaya karena mengendalikan energi.

Dia adalah? Kasa mencoba mengingatnya. Dia adalah salah satu manusia yang misterius yang mengikuti pengujian di menara. Kasa hanya memperhatikannya sejenak dan kekuatannya mampu menerobos tiap lantai dengan cepat. Tapi anehnya, dia hanya fokus pada pelatihan dalam hal sihir dan buff.

Pemuda itu tidak mau mengambil spesifikasi atau hadiah lainnya, dia berlatih di menara dan mengumpulkan kekuatan penyerapan dan meningkatkan kekuatan sihir dan buff semata. Dia adalah orang yang menyelesaikan menara dengan lantai yang tinggi di lantai 67 dan dia menyelesaikan lantai tersebut dengan baik.

Namun, pemuda itu pergi begitu saja dan log out dari lantai di menara. Padahal, Kasa yakin kalau pemuda itu meneruskan pelatihannya di menara, dia akan bisa mendapatkan angka lantai yang lebih tinggi.

Pemuda itu bernama Stanley. Sosok kuat yang menghilang begitu saja dari menara dan bahkan di bumi. Tidak ada kabar apapun yang memperlihatkan sepak terjang Stanley di dunia. Dia tidak terdaftar sebagai seorang Hunter ataupun masuk dalam asosiasi Hunter. Dia menghilang tanpa jejak dan tak pernah muncul.

Benar! Kasa mengingatnya dengan baik, dia adalah seorang Hunter yang mengikuti ujian dengan sangat cepat setiap lantainya. Namun, dia menghilang begitu saja.

Kini, Stanley itu datang dan membantu dirinya. Sebenarnya, siapa dia dan kenapa dia datang membantu?

”Siapa kamu manusaia?!” Simor merasa marah karena dia paling tidak suka diganggu saat sedang bertempur. Simor merasa manusia itu cukup kuat, karena serangannya barusan harus ditahannya dengan kekuatan besar.

”Namaku tidak penting! Karena aku datang untuk membunuhmu!” jawab pemuda itu.

Pemuda itu turun perlahan dan sejajar dengan Simor yang terlihat masih marah. Di sisi lain, para prajuritnya masih bertarung dengan para manusia dan kehancuran di semua tempat terjadi.

Kasa merasa bahwa Stanley datang untuk membantunya, dia pun mendekati Stanley dan mengambil kedua senjata cakramnya kembali. Dia bersiap menghadapi Simor bersama dengan Stanley.

”Bertarunglah Kasa! Aku akan membantumu dengan Buff dan meningkatkan seranganmu. Balaskan dendam planetmu dan biarkan para rekanmu tenang di alam sana.”

Kasa sempat kaget, bahkan pemuda itu tahu banyak hal soal dirinya. Padahal dirinya adalah administrator menara. Entah darimana pemuda itu tahu, tapi ... dia adalah sosok yang sudah menolongnya. Kasa pun bersiap untuk bertempur bersamanya.

Para Hunter juga banyak yang menjadi korban, pasukan dari Simor juga mengalami banyak kerugian. Perang tak bisa dihindari, ini adalah perang terbesar di bumi, para Hunter dan juga pasukan militer bahu-membahu menghadapi makhluk-makhluk besar dari planet Cyprus.

Mereka belum pernah menghadapi serangan seperti ini semenjak munculnya Portal Dimensi. Serbuan yang sangat banyak ini menandakan bahwa mungkin, inilah perang terakhir yang terjadi di bumi dengan banyaknya peperangan yang terjadi.

Ancaman bagi bumi dengan munculnya para prajurit dan monster kuat dari Dimensi ini menandakan mungkin sudah waktunya bumi mendekati akhir. Dan, banyak masyarakat sipil yang ketakutan dan mengungsi mencari tempat aman. Sedangkan, di sisi lain banyak manusia yang sudah mati di tangan para pasukan Giganos. Mereka sudah menginvasi bumi dengan pengantar ketiga pasukannya yang muncul ke daratan bumi.

Perang besar tak bisa dihindari.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!