Sang Pelindung Bumi

Kedatangan Hunter Dimensi

Serangan kuat menghantam Aline dan Basten, mereka berdua belum siap dan kecepatan serangan Rudolf menggunakan kekuatan yang besar dan dihempaskan dengan kuat melalui pedang besarnya.

Boom! Ledakan besar terjadi.

Rudolf tertawa denngan keras, sepertinya kekuatan itu membuat kedua manusia itu hancur atau setidaknya terluka parah karena serangan pedang kuatnya tersebut.

”Groarr! Groarr! Groooaarrrr!” [Matilah kalian para manusia sombong! Matilah di bawah pedangku!]

Mata Rudolf menajam, dia masih melihat asap yang mengepul karena ledakan besar itu. Serangan kuat dari Rudolf pasti mampu melukai mereka hingga mereka tak akan bisa menggunakan kekuatannya lagi dengan maksimal.

Kini, Rudolf harus membebaskan kedua rekannya. Benar-benar menyusahkan! Kedua anak buahnya Nosmic dan Kingdos bahkan terkena jaring perangkap. Jaring energi itu hancur setelah Rudolf menghantamkan pedangnya ke jaring energi itu. Kedua anak buahnya itu terlepas, mereka sekarang waspada karena mereka melihat musuh mereka sangat kuat. Manusia itu ternyata memiliki kekuatan yang bear.

Asap ledakan pada manusia itu masih ada, para monster penasaran apa yang terjadi dengan dua manusia tersebut.

Para manusia itu pasti terluka parah!

Namun, tak semua hal terjadi sesuai dengan harapan. Begitu juga dengan para Bos monster tersebut. Mereka tidak melihat siapapun begitu asap ledakan itu sudah hilang. Jadi, kemana dua orang tersebut menghilang?

Rudolf dapat meraskan energi mereka, tapi mereka tidak terlihat. Ada energi besar yang dirasakan Rudolf. Energi yang besar. Tapi dimana? Rudolf melihat ke segala penjuru dan dia hanya melihat para Hunter di bawah yang terlihat lemah. Nosmic dan Kingdos pun heran dan melihat ke beberapa sudut. Kedua musuh manusia itu benar-benar menghilang dan tidak dapat mereka temukan.

[Teleportasi Bullet Portal, Anda bisa pergi dengan memasuki dimensi dan keluar kembali. Anda bisa membawa beberapa manusia untuk berpindah bersama anda]

Sebuah portal muncul dan membentuk lingkaran oval setinggi dua meter atau bahkan lebih, portal itu berada di udara. Itu adalah tepat di depan ledakan yang sebelumnya dilepaskan Rudolf pada dua orang manusia tersebut.

Portal ruang itu muncul di sekitar bekas ledakan sebelumnya. Energi besar tercipta, apakah ada makhluk yang akan keluar dari portal kecil itu?

Semua mata menghadap portal tersebut, baik para monster dan juga para Hunter di bawah. Mereka melihat itu seperti sebuah portal yang dibentuk oleh Hunter Portal. Namun, kenapa bisa muncul di udara? Para Hunter juga paham itu adalah portal yang biasa digunakan oleh Hunter Portal.  Apakah bantuan dari Guild sudah datang?

Apakah mereka menyelamatkan Hunter Aline dan Basten dengan membawa mereka masuk ke dalam portal?

Pasti bantuan telah datang!

Satu sosok manusia keluar dari dalam portal tersebut. Dia keluar dengan pakaian yang biasa dan juga memakai jaket, namun penutup kepalanya di buka ke belakang. Dia keluar dan berjalan beberapa langkah dan melayang di udara.

”Brother Dinan!” teriak Raymond dari bawah. Raymond tersenyum dan yakin bahwa brother Dinan pasti sudah datang. Para Hunter di bawah penasaran, siapa sebenarnya hunter Dinan yang dimaksud? Mereka sama sekali tidak mengenalnya. Kecuali ada satu atau dua Hunter yang mengenalnya karena kemarin dia memiliki misi menjadi Hunter magang di portal rank tinggi.

Tiga bos Monster masih bingung dan tak mengerti kenapa ada manusia yang tiba-tiba muncul. Namun, beberapa saat kemudian dua orang manusia keluar dari portal di belakang pemuda tersebut. Satu wanita dan satu lagi adalah sosok yang masih dalam bentuk Spider Beast.

Benar! Keduanya adalah manusia yang sebelumnya diserang oleh Rudolf. Mereka selamat dari serangan itu rupanya, pikir para monster.

Bagi para Hunter, mereka terlihat lega karena ketua Guild Tiger dan juga hunter Aline selamat dari ledakan kuat tersebut. Mereka nyatanya bersembunyi di portal dimensi dan keluar dengan selamat. Jadi, mereka kini paham bahwa Hunter yang bernama Dinan adalah pasti seorang Hunter Portal dan datang untuk membantu Aline dan juga Basten.

Dia diutus datang, pasti untuk membantu dan menyelamatkan hunter Basten dan hunter Aline.

”Hunter Dian, kamu datang? Kamu ..., datang tepat waktu. Terima kasih karenna sudah menyelamatkan kami,” kata Aline. Aline paham dengan kemampuan hunter Dinan dalam menggunakan kemampuan portal dan dapat pindah kemanapun yang dia inginkan seperti kemampuan Hunter Portal pada umumnya.

Splash! Portal di belakang ketiga Hunter itu tertutup dan di samping Aline, Hunter Basten masih terlihat bingung. Dia mengubah dirinya menjadi wujud manusia kembali dan beberapa bagian di bajunya ada yang sobek dengan perubahan Beast-nya.

”Kemampuanmu sungguh membuatku terkejut, hunter Dinan!” kata Basten yang segera memahami situasinya, ”Terima kasih karena membantuku di saat yang tepat. Aku berhutang budi lagi padamu,” kata Basten. dia ingat bagaimana dia dan Dinan bertarung bersama bahkan melawa musuh yang kuat beberapa hari yang lalu.

Dari pertarungan di portal rank tinggi sebelumnya, Basten tahu bahwa Dinan adalah Hunter yang kuat.

Hunter Dinan menyadari bahwa mereka hampir terkena serangan kuat dari monster kuat tersebut dan ditarik oleh Dinan masuk ke dalam portal dimensi untuk menghindari serangan tersebut.

”Baiklah! Mari bertarung bersama dan kalahkan mereka dengan cepat!” kata Basten, kini dia yakin bahwa kekuatan mereka sudah cukup untuk mengalahkan tiga monster itu. Ditambah ada hunter Raymond yang kekuatan tembakannya sangat kuat.

”Musuh ada tiga monster, kita pilih satu untuk menjadi lawan kita. Hunter Raymond akan membantu dari kejauhan. Perlu Senior ketahui, Raymond adalah Hunter Rank S yang merupakan Hunter serangan jarak jauh yang sudah bergabung dalam Asosiasi,” kata Aline.

”Hunter ..., Rank S?” hunter Basten tidak kaget dengan bergabungnya Dinan dan Raymond karena dia sudah tahu. Tapi, bagaimana dengan Raymond yang merupakan Hunter Rank S? Artinya, kini ada 9 Hunter Rank S di Prancis.

Aline menatap sejenak kepada Dinan, matanya berbinar dan kepalanya menangguk. Aline tersenyum pada Dinan, dan Dinan pun sedikit gugup namun akhirnya ikut tersenyum. Sementara, Basten sedang mempersiapkan kekuatannya.

”Kamu melawan Kingdos, Hunter Basten? Sepertinya, itu adalah lawan yang sesuai untuk kamu kalahkan,” kata Aline.

”Jadi ..., siapa yang akan melawan monster terkuatnya?” tanya Anton meyakinkan Aline dengan pilihannya.

”Biarkan hunter Dinan yang melawannya,” kata Aline sangat yakin dengan perkataannya.

Aline tersenyum dan menatap lurus ke depan. Aline menatap salah satu monster yang tengah melihat mereka semuanya.

”Aku akan menghadapi si ratu lebah itu. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat jika aku bisa melawan dia satu lawan satu,” kata Aline.

Para Monster  sudah tak sabar menunggu dan mereka semua bersiap memberikan serangan karena para monster merasa para manusia itu hanya banyak bicara.

”Grooarrr!” suara keras Rudolf [Akan kuakhiri kalian semua!]

[Supreme One Nature, memahami perkataan monster]

”Waktu habis!” kata Dinan, ”Mereka akan menyerang. Aku akan hadapi monster dengan pedang besar, nama monster itu adalah Rudolf!”

”Baiklah Dinan, aku serahkan dia padamu!” kata Aline.

Serangan datang kembali.

Wuushhh!

Bruushh!

Serangan kuat dari Rudolf. Dia menyabetkan pedangnya sambil berteriak dengan bahasa monster, ”Grooarr!”

[Pedang Penghancur Semesta di aktifkan! Pedang yang mampu menggetarkan surga] pedang yang didapatkan oleh Dinan saat terakhir di puncak menara.

Sebuah pedang muncul di tangan kanan Dinan. Pedang dengan ukiran indah dan gagangnya sedikit panjang. Pedang itu meliuk dari gagang hingga ujungnya, sangat indah dan pedang itu terlihat tajam dan kuat. Energi pedang itu bahkan memancarkan energi yang siap menghancurkan apapun.

Dinan maju dan terbang dengan santai. Dia mendahului Aline dan Basten.

”Hunter Basten, izinkan aku melawan Rudolf. Serahkan Monster berpedang besar itu padaku.”

Dinan menghunuskan pedangnya setelah meminta izin pada Basten. Dia melesat ke arah serangan dari Rudolf dan menyabetkan pedang Penghancur Semesta untuk memblokir serangan energi dari Rudolf. Energi penghalang terbentuk dari pedang Dinan. Ledakan terjadi.

Boomm!

Dinan menyabetkan sisa energi yang berbenturan, dan melemparkannya dengan pedangnya ke sisi jauh di atas. Dia mampu mengontrol energi itu dan meledakkan sisanya di tempat lain. Rudolf dibuat kaget, manusia itu bukan seorang manusia biasa.

Aline sudah yakin dengan cerita kakaknya, Hunter Rhoma. Kakaknya tidak mungkin berbohong, Dinan memiliki kekuatan yang besar dan sudah menolong kakaknya itu. Hari ini, dia juga penasaran dan ingin melihat sebatas mana kekuatan dari Dinan. Sementara itu, hunter Anton kaget dengan kemampuan Dina yang memiliki serangan yang kuat.

”Baiklah Dinan, Aku percayakan Monster dengan pedang besar itu padamu. Berhati-hatiah!” sambil mengatakan itu, Basten mengubah kekuatan fisiknya menjadi perubahan bentuk Beast.

Dragon Beast!

Armor kuat menyelimuti Basten, tubuhnya seolah penuh dengan sisik armor keemasan dan tangannya hingga pundak memiliki armor kuat. Tubuhnya dibalut armor super, dia ingin mengakhir pertarungannya dengan Kingdos. Basten melesat ke arah sisi kiri dan langsung dihadang oleh Kingdos.

Pukulan mereka bertemu, pukulan naga dan pukulan dari senjata kuat yang menjelma menjadi sarung tinju bagi Kingdos.

Blaaarr!

Dark Magic Step!

Aline terbang dengan kecepatan tinggi dan meliuk dari sebelah kanan, dia melihat Nosmic yang juga terbang menghadangnya. Sayap-sayap Nosmic bergetar sangat cepat sehingga membuat gerakannya menjadi seperti kilat dan menghadang Aline.

Boommm!

”Kenapa kalian datang kesini, wahai Monster!” kata Dinan pada Rudolf. Rudolf sedikit kaget karena Dinan dapat berbicara dan Rudolf memahaminya dengan baik.

”Aku akan menguasai bumi dan menjadikannya tempatku untuk tinggal. Planetku sudah hampir hancur. Aku diutus kesini untuk menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi rakyatku.”

Jadi ..., Rudolf diutus oleh planet dimana tempat tinggalnya. Disana, planet itu hampir tak bisa ditinggali. Maka, mereka pun memutuskan untuk mengirim Rudolf dan pasukannya untuk memasuki planet lainnya untuk ditempati.

Tidak peduli apapun yang dijadikan alasan oleh Rudolf, kekerasanpun dilegalkan demi untuk menguasai planet yang bisa untuk tempat tinggal makhluk di planet dia berasal. Dia kemudian terjebak dalam Portal Dimensi di bumi, dan menunggu beberapa hari hingga terjadi Portal Crash.

Rudolf menemukan manusia dan pasukannya hancur semua. Dia marah dan akan menghabisi semua manusia. Itu saat dia pertama melihat pasukannya hancur.

”Aku akan menghentikanmu disini. Jika kamu mau pergi dengan damai, maka kamu akan aku lepaskan!” kata Dinan sambil melihat ke arah Rudolf.

”Grooar! Groaarrr!” kata Rudolf. [Manusia, apakah kamu mengerti ucapanku!]

”Benar, aku mengeri perkataanmu. Maka dari itu, pergilah kembali ke planetmu dan aku akan membantumu kembali.”

”Tidak! Planet ini terlalu indah untuk ditinggalkan. Aku akan menghabisi semua manusia dan menempati planet ini!” kata Rodulf dan mempersiapkan pedangnya.

”Bodoh! Dan itulah pilihanmu. Maka, aku tidak ada cara lain kecuali menghentikanmu.”

Mereka bersiap dan melesat bersamaan. Rudolf mencoba memberikan tekanan pertama sebelum pedangnya. Dia menggerakkan tangan kirinya ke depan dan menciptakan penghalang untuk menahan Dinan. Itu jebakan dari Rudolf, saat manusia itu tertahan maka dia akan menggunakan pedangnya untuk mengakhiri manusia itu.

[Serangan penghalang adalah untuk memberikan efek slow hingga 50 persen. Efek slow ditiadakan dengan dengan Supreme One Nature!]

Dina melewati penghalang itu. Rudolf yang besar dan tinggi itu tersenyum dan mengira Dinan terkena jebakan efek slow. Rodulf punya peluang dan segera menghantamkan pedangnya setelah dekat dengan Dinan.

Pedang Pembelah Halilintar!

Aliran pedang itu dipenuhi aliran listrik dan daya serangannya besar mengarah pada Dinan.

”Matilah kau manusia!”

Bruushh! Kratak!

Halilintar dengan energi besar pecah dan mengarah pada Dinan. Semua orang melihat kejadian itu dan mengira bahwa manusia itu akan hancur binasa. Para Hunter tak bisa membayangkan efek ledakan kuat itu, dan Basten sekilas melihat hal itu. Bagaimana keadaan Hunter Dinan?

Aline sedikit ragu, namun dia yakin bahwa Kakaknya benar tentang kekuatan Dinan. Jadi, cobalah untuk percaya padanya.

Ledakan berhenti dan efeknya membuat mata masih silau karena ledakan besar.

Full Armor Supreme!

Sosok manusia masih berdiri dengan tegak di udara dengan armor megah dan kuat yang melingkupi tubuhnya. Dinan, telah berubah dengan penuh menggunakan Armor kuatnya, ledakan itu tak bisa menggoresnya dengan energi tipis yang mengelilingi Dinan.

”Groooarr!” [Tidak! Bagaimana mungkin!] Rudolf kaget, bahkan serangan kuat itu tak bisa menggores manusia itu sedikitpun.

”Triple Cosmos!”

Rudolf marah, dia membelah dirinya menjadi tiga. Itu adalah kekuatan untuk menggandakan diri dan menyerap energi alam. Rudolf serius sekarang. Tiap dirinya yang memisahkan diri berpencar mengelilingi Dinan dan menyerap energi alam. Eergi yang besar mengelilingi tubuh Rudolf dan membuat energinya terus membesar.

[Monster Rudolf menggandakan diri dan setiap jiwa menyerap energi alam. Rudolf bukan membuat klon, melainkan memisahkan diri dan semuanya nyata. Efek ini adalah kekuatan maksimal dari Rudolf. Dia akan melakukan serangan tiga dimensi!]

Dinan tak bisa main-main juga. Musuh menggunakan kekuatan penjerat dan akan menyerangnya sekaligus dengan tiga arah. Raymond sudah diminta untuk membantu hunter Basten dan Aline, jadi Raymond diminta Dinan untuk tidak membantunya

”Keluarkan semua kemampuanmu, Rudolf!” teriak Dinan sambil mengangkat pedangnya.

Rudolf membuat lingkaran seperti kosmik atau bulatan cermin bercahaya. Setiap energi kemudian saling bersambung ke Rudolf yang lain dan mencintakan saling terpantul antar cermin kosmik. Membentuk areal segitiga dan Dinan berada di tengah.

Rudolf membuat lingkaran kosmik dan siapapun yang terkena serangan itu akan terserap kekuatannya dan terkurung dalam segitiga kosmiknya.

Cahaya penuh warna berpendar dan membentuk kurungan energi yang besar. Kekuatan itu sangat luar biasa. Dan, Dinan masih mempelajari kekuatan ruang yang dimiliki Rudolf dalam kekuatan itu. Dia harus belajar banyak hal tentang alam semesta dan kekuatannya.

”Rudolf! Apakah kamu memakai sebuah artefak?” tanya Dinan. Dinan merasa bahwa kekuatan Rudolf ini tidak mungkin menciptakan energi kuat dengan daya ledak yang bahkan bisa menghancurkan dunia sekalipun.

[Efek kekuatan segitiga kosmik, menyerap energi dan menahan energi musuh]

Dinan mulai merasakan energinya seperti diserap oleh sesuatu kekuatan besar.

”Menyerahlah manusia! Dan, pasrahlah menerima nasib bumimu yang akan menjadi milik bangsa kami!”

Aaaahhhhh! Energi satu-persatu seolah diserap dalam segitiga besar kosmik yang diciptakan oleh Rudolf. Penuh warna seperti di dalam sebuah galaksi yang terus bergerak memutar dari pusat tiga titik bulatan kosmik tiap tubuh Rudolf.

Sementara,  Aline mengetahui kalau Dinan kesulitan. Apakah Dinan bisa menang? Dia harus segera menyelesaikan pertarungannya dan membantu Dinan. Nosmic menyerang dengan kecepatan tinggi ke arah Aline.

Dor! Dor! Dor! Serangan energi dengan kuat menerjang ke Nosmic, itu adalah serangan Raymond untuk mengalihkan perhatian Nosmic. Nosmic marah karena dia diganggu daat sedang bertarung.

Saatnya mengakhir.

Sayap milik Nosmic semakin cepat bergerak dan kecepatannya pun tinggi. Sayangnya, Aline tahu. Semakin kuat orang memaksa suatu gerakan dengan mekanikal, ada efek yang bisa hancur ketika salah satu elemennya hancur.

Itu yang digunakan oleh Aline. Serangan cepat Nosmic datang. Aline mempersiapkan pedangnya.

Dark Shadow!

Bruushh!

Serangan senjata energi di kedua tangan Nosmic hampir mengenai Aline, Aline menghindarinya, dan menghalau pedang energi Nosmic. Sebuah celah didapatkan Nosmic dan dia tersenyum seolah akan menghabisi Aline dan mengarahkan pedang energi ke leher Nosmic.

Wuussh!

Dalam sekian detik, Aline mengeluarkan perisai dengan energi defensif dan pedang energi Nosmic tertahan.

Klang!

Hunter Aline memiliki peluang, saat tangan kirinya membentuk defensi menahan pedang Nosmic. Tangan kanan Aline yang memegang pedang disabetkan energinya ke samping. Tepat! Aline mengincar sayap cepat milik Nosmic.

Krak! Krak!

Satu sayap cepat milik Nosmic hancur. Menyebabkan ketidakstabilan gerakan cepat dan daya terbangnya sehingga dia sedikit limbung. Kesempatan bagi Aline dengan serangan cepatnya.

Speed Shadow!

Saat Nosmic kehilangan kestabilannya, Aline dengan cepat seperti asap hitam melesat dan melewatinya dengan sabetan energi seribu pedang bayangannya.

Bruushhh!

Aline melewati tubuh Nosmic di udara dan ribuan kilatan senjata membuat Nosmic bahkan tak bisa lagi mengucapkan apapun. Dia melihat ribuan cahaya yang menghancurkan semua sendi di tubuhnya.

Di sisi lain, Basten dengan perubahan Beast Naga dan menggunakan kekuatan puncaknya. Dia mampu membuat Kingdos harus terpental karena aduan tinju mereka. Senjata portable milik Kingdos memang kuat, sayangnya tidak bisa bertahan lama karena harus diisi kembali. Dan, kekuatan senjata portable milik Kingdos hanya menyesuaikan dengan kekuatan pemiliknya.

Serangan rudal datang, Raymond membantu. Serangan itu dihadang oleh Kingdos. Saat itu pun, Basten melihat ada peluang untuk menghabisi Kingdos.

Sepertinya, Kingdos sudah hampir kehabisan energinya dan dengan cepat dan saat celah terlihat. Basten meledakkan tubuh Kingdos dengan kekuatan penuh pukulan naga pada tubuh Kingdos. Kingdos terhempas kuat dan meledak di tanah  dan tak bergerak lagi.

Kini, hunter Aline dan Basten juga kelelahan dan melihat pertarungan dahsyat antara Dinan dan Rudolf. Dinan seperti diserap kekuatannya oleh Rudolf dan energi dari tubuhnya, seperti tercerabut dalam kosmik tiga titik yang dibentuk oleh tiap tubuh Rudolf yang terbagi menjadi tiga.

Apakah mereka harus membantu sekarang? Tapi, mereka cukup kelelahan dengan pertarungan mereka. Aline sendiri bersiap kembali, Dinan harus diselamatkan, musuhnya sekarang adalah monster puncak dari Portal Crash yang terjadi.

Saat Aline hendak maju. Sesuatu terjadi.

Splash!

Semua mata menjadi silau, termasuk ketiga tubuh Rudolf yang kaget. Setelah cukup lama menyerap energi Dinan dengan kekuatan Artefak Kosmiknya, Dinan masih memiliki kekuatan besar. Cahaya berpendar dari tubuh Dinan dan bahkan menghancurkan energi kosmik dari artefak kuat yang dimiliknya.

Saat mata Rudolf mulai terbuka, matanya tak percaya. Dia melihat Manusia itu sudah berubah menjadi banyak, dan jumlahnya sekitar sepuluh dan berada di setiap sisi. Mereka semua bahkan berdiri di dekat tubuh yang sudah dibentuknya.

Bagaimana mungkin? Kekuatan sebesar apa yang dia miliki sehingga masih bisa membentuk banyak penggandaan diri?

[Anda menggandakan diri, Supreme One Nature 10/1.000.000 penggandaan]

Dinan bisa memiliki batasan dalam penggandaan diri yaitu satu juta jiwa. Kali ini, dia mengeluarkan kekuatan 10 tubuhnya saja untuk mengalahkan Rudolf.

”Beristirahatlah dengan tenang, Rudolf!”

Rudolf masih kaget, namun dia mengetahui bahwa manusia itu ingin menyerangnya.

Ledakan Kosmik!

Itu bahaya! Dinan melihat adanya aktifitas energi yang sangat besar. Monster itu begitu nekat dan ingin menghancurkan semua yang ada di sekitarnya. Jika tidak segera bergerak, akan banyak jumlah korban bahkan bisa jadi satu Pulau akan hancur!

[Stealth ditingkatkan hingga maksimum!]

Rudolf mengirimkan sinyal ke artefak Kosmik dan akan meledakkanya dengan cepat, ”Hancurlah kalian semua manusia!”

Crop! Crop! Crop!

Dinan dengan sepuluh klon jiwanya bergerak cepat. Mereka mengakhiri jiwa Rudolf dengan menusuk dari belakang punggungnya dan tembus hingga ke jantungnya. Bahkan, klon jiwa Dinan menggunakan pedang energi dan Dinan yang asli menggunakan Pedang Penghancur Semesta.

Rudolf tak percaya, kecepatan musuhnya itu bahkan tidak terlihat dan sudah menusuk tiga tubuhnya yang terpisah. Matanya menjadi buram, dia merasa selama ini sudah menjadi makhluk terkuat di planetnya, dan diberikan tugas untuk mempersiapkan tempat tinggal bagi makhluk di planetnya.

Sayangnya, dia tak menyangka jika ada makhluk kuat yang lain, yang ada di planet Bumi.

”Maafkan aku, bangsaku!” ”Groooarr!”

Dinan paham hal itu, ketiga tubuh Rudolf mulai melemah. Semuanya dihancurkan oleh Dinan dan menggunakan klonnya untuk menyerang dan menusuk tubuh Rudolf.

”Istirahatlah! Setiap kejahatan akan menerima pengadilannya. Dan..., bangsamu akan tetap hidup, karena aku akan menghentikan kehancuran alam semesta dan menghentikan kekacauan alam semesta. Dengan begitu, planetmu akan normal kembali!”

”Ba .., Bagai... mana... bisa begitu ..., Apakah kamu bisa ..., melakukannya?” [Grooar! Groaarrr!]

Bersamaan dengan jatuhnya kepala Rudolf. Dinan menatap langit dan mencabut pedangnya. Klon jiwanya musnah dan tersisa satu tubuh Dinan. Kedua tubuh Rudolf hancur menjadi kepingan cahaya dan hanya satu monster tersisa yang jatuh dari udara dan jatuh ke bumi.

Dinan masih memegang pedangnya, ”Aku akan berusaha untuk menghentikan kekacauan semesta. Aku akan menemukan penyebab Portal Dimensi dan menghentikan kehancuran alam semesta ini!”

Di tangan Dinan, sebuah cermin kecil dan bulat di genggam oleh Dinan.

[Artefak Kosmik, mampu menyerap dan meledakkan kekuatan besar dari alam semesta. Rahasia dari dimensi dari alam semesta. Artefak Kosmik adalah satu dari tiga Artefak Semesta]

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!