Sang Pelindung Bumi
Aku hanyalah Hunter Magang
Dinan tak percaya bisa mendengarkan dengan baik maksud dari teriakan monster itu. Selain itu, dia bahka berkeinginan untuk mati karena merasakan siksaan dan rasa sakit yang tak tertahankan. Hunter Nami di sebelah Dinan tidak bisa memahami kata-kata monster itu. Nami hanya mendengar suara biasa bagi monster itu. Tapi, dia merasakan ratapan menyayat dari bos monster tersebut.
Dinan meyakini, kekuatan dari transformasi Nature Art akan membawa perubahan yang besar bagi Dinan di saat dia akan menghadapi banyak monster. Dinan akan mampu memahami setiap perkataan monster yang dia temui.
Untuk kali ini, kata-kata pertama yang didengar Dinan dari monster adalah permohonan untuk dibunuh dan diakhiri nyawanya.
”Aku bisa menyembuhkanmu jika kamu mau, Retris. Tapi ..., kenapa kamu ingin dibunuh dan tak mau hidup?” tanya Dinan. Hunter Nami heran melihat Dinan yang merasakan bahwa Dinan sedang berbicara para bos monster tersebut. Meski heran, namun dia tak berani menyela pembicaraan Dinan dengan monster itu.
’Jika aku mati, maka aku bisa berkumpul bersama dengan seluruh bangsaku. Aku adalah satu-satunya yang tersisa. Jadi ..., aku memilih untuk mati bersama dengan mereka semua.’
Dinan memahami apa yang dirasakan oleh Retris. Dinan pun mundur dan menganggukkan kepalanya. Retris pun memejamkan matanya sebagai bentuk kesiapan atas permintaannya tersebut. Dinan tak bisa berkata apa-apa lagi. Retris pasti sangat kesepian dan juga merasakan sakit tak tertahaka. Kematiannya akan membawanya berkumpul bersama semua rekan-rekannya.
Pedang Fire Dragon diaktifkan!
Tring!
Serangan yang sangat cepat dan hampir tak terlihat. Hal itu langsung membuat kepala Retris hanya dalam hitungan sekejap sudah menggelinding ke tanah. Bahkan, hunter Nami tak menyadari dan tak melihat serangan Dinan pada bos monster itu. Kecepatan yang bahkan sulit diikuti oleh mata hunter Nami. Kecepatan seorang Hunter top global. Membunuh tanpa terlihat.
Ukuran dalam portal dimensi itu menurun drastis, hingga ke titik terendah. Artinya, pintu portal sudah terbuka untuk semua Hunter bisa keluar.
Dinan menundukkan kepalanya dan tangan kanannya di letakkan di dadanya, ”Tidurlah dengan tenang, Retris. Kamu akan kembali dan bisa bersama dengan seluruh perduduk bangsamu.”
[Hunter Dinan, anda telah membunuh bos Monster, Retris. Kemampuan akan diserap otomatis. Syarat fisik terpenuhi untuk menerima transfer energi]
”Ayo nyonya Nami, kita harus segera pergi dari portal ini. Pintu jalan keluar portal sudah terbuka,” Dinan pun mengangguk pada hunter Nami. Benar, sudah saatnya mereka harus pergi dan kembali ke dimensi dunia.
”Baik ..., baiklah, hunter Dinan.”
Baik Dinan maupun hunter Nami, mereka membiarkan begitu saya para mayat dari monster yang merupakan bawah dari Libris. Mereka pun kembali ke tempat dimana sebelumnya mereka bertarung dengan pasukan Libris. Mereka membiarkan mayat Retris dan pasukannya tetap ada. Itu akan menjadi bukti buat Hunter yang menyelidiki portal ini sebelum tertutup sepenuhnya.
Mereka sudah sampai di titik dimana hunter Nok membuat portal kedua di dalam dimensi tersebut.
”Nyonya Nami, saya hanya mengingatkan anda, jika apa yang terjadi di portal ini bocor ke luar. Maka, akan terjadi kepanikan dan kekacauan yang besar. Jadi, mari rahasiakan hal ini dan persiapkan para Hunter untuk bersiap menghadapi invasi dari pasukan Musuh nantinya.”
Dinan berkata pada hunter Nami tanpa menoleh, itu artinya itu adalah sesuatu yang ditekankan oleh Dinan kepada Nami. Nami merasakan bahwa kalimat dari Dinan itu juga permohonan agar kekuatan Dinan tidak terbuka pada umum. Meskipun itu permohonan, tapi Nami merasakan tekanan yang sangat kuat seolah ada kekuatan intimidasi di dalamnya.
”Baiklah, Hunter Dinan. Saya akan menyembunyikan hal ini hingga maut menjemput saya. Jadi, hunter Dinan tidak perlu khawatir soal itu.”
”Terimakasih nyonya Nami. Ingatlah selalu, saya hanyalah Dinan. Hunter yang hanya kebetulan menyertai anda dalam raid portal kali ini sebagai seorang Hunter magang dari Asosiasi Hunter.”
Hunter Nami menjadi heran, bagaimana tidak! Banyak Hunter di luar sana yang memamerkan kekuatannya dan terus berlagak bahwa dirinya adalah Hunter terkuat. Kebanggan dan rasa gengsi yang ditunjukkan para Hunter secara umum, mereka ingin diakui dunia dan dipandang dengan ranking Hunter dalam kekuatan mereka. Para Hunter bangga dengan hal itu hingga mendaftarkan nama mereka dalam top rank negara Prancis, dan bahkan juga global.
Mereka, para Hunter bangga untuk menjadi Hunter yang dielu-elukan namanya oleh semua orang. Mereka populer dan diidolakan. Di satu sisi, hunter Dinan yang tidak dikenal siapapun dan hanya menjadi seorang Hunter Rank D dan juga hanya Hunter magang di Asosiasi Hunter. Dia dianggap Hunter biasa, namun mungkin saja dia akan menjadi harapan terbesar bumi saat perang nanti melawan invasi dari pasukan Giganos yang merupakan bos dari Libris yang baru saja mereka lawan.
”Aku akan selalu mengingatnya dengan baik, Hunter Dinan. Tapi ..., kita harus menunggu timku terlebih dahulu untuk keluar dari dimensi kedua. Saya sendiri tidak bisa terhubung dengan mereka karena hunter Nok menggunakan skill tersembunyinya untuk menghilangkan jejak portal dimensi keduanya.”
Benar juga. Hunter Nok sebelumnya diminta untuk memasuki dimensi kedua untuk bersembunyi dari serbuan monster kuat. Mereka akan membuka portal saat dimensi crash terjadi. Mereka akan menunggu dimesi crash, atau kalau tidak mereka akan dipaksa keluar saat terjadi penutupan pintu portal yang mereka masuki.
”Aku akan berusaha mengeluarkan mereka semua, nyonya Nami.”
Lagi-lagi, Hunter Nami dibuat bingung dengan kemampuan Dinan. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan olehnya. Kemampuan kompleks yang dimiliki oleh Dinan adalah berkah bagi seorang Hunter. Biasanya, Hunter hanya mampu menguasai beberapa skill atau bahkan satu skill khusus saja. Tapi, berbeda untuk hunter Dinan, dengan kemampuan yang dimilikinya, dia bisa dengan mudah menjadi Hunter top rank seratus besar global.
Dinan mengangkat tangannya ke atas.
[Bullet portal teleportasi diaktifkan, anda dapat merasakan sumber energi portal kedua dan anda membuka portal tersebut dengan kekuatan Hunter]
Dinan mendapatkan posisi tepat dari dimensi kedua yang dibuat oleh Hunter Nok. Sekitar puluhan meter dari tempat mereka berdiri. Dinan fokus merasakan energi tersebut dan mendapatkan kunci dari portal kedua tersebut. Dinan menggerakkan kelima jari tangan kanannya, dan dia membuka portal dimensi kedua tersebut.
Splash!
Sebuah pintu portal terbuka. Portal oval setinggi dua meter itu muncul. Hunter Nami benar-benar kaget sekarang. Bahkan, portal yang dibuat oleh Nok dibuka paksa oleh kekuatan Dinan.
Dari portal itu, mulai keluar satu persatu para Hunter yang bersembunyi. Mereka merasa keheranan karena portal terbuka secara paksa. Tim raid di bawah komando hunter Nami, mereka keluar seluruhnya. Mereka semua masih memasang wajah penasaran dan mereka melihat ke sekitar mereka. Kenapa cepat sekali?
Hunter Nami melihat mereka semua, mereka pun akhirnya berjalan dan mendekati ke arah hunter Nami berada. Mereka harus menanyakan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Dan, satu lagi yang kini membuat Nami harus melihat penasaran. Di sana, ada salah satu Hunter yang sedang dirangkul dan dibantu berjalan oleh hunter Raymond. Dan, itu adalah hunter Dinan. Sementara hunter Dinan di sebelah Nami sudah menghilang. Dan itu membuat Nami harus tersenyum, memang hunter Dinan adalah Hunter yang luar biasa!
[Manipulasi waktu diaktifkan]
[Stealth diaktifkan]
Dalam waktu sekejap, Dinan menghentikan waktu sekaligus melesat dan berpindah dari tipuan manipulasi yang sudah dilakukannya. Seolah-olah, para Hunter melihat Dinan masih pingsan di dalam portal kedua. Namun, dia terbangun saat di dalam portal kedua.
Para Hunter yang keluar dari portal kedua sudah merasa aman, energi dimesional sudah turun drastis. Artinya, pintu keluar portal sudah terbuka. Mereka sudah menyelesaika portal ini.
Hunter Lily yang pertama mencapai hunter Nami pun langsung bertanya, ”Katakan bahwa anda menyelesaikannya sendirian, nyonya Nami. Apakah terjadi perubahan dimensional lagi dan ranknya menurun? Apakah anda tidak terluka sama sekali?” Lily nampak khawatir.
Bahkan, hunter Nok juga tak tertinggal khawatir, ”Syukurlah anda baik-baik saja, nyonya Nami. Aku tak bisa berkata apapun kecuali berterimakasih pada Tuhan.”
Hunter Dinan tersenyum sambil melangkah dan dirangkul Raymond, seolah-olah ia baru saja terluka. Senyuman hunter Dinan pada Nami, seolah-olah mengingatkan kembali, apa yang harus dijawab oleh hunter Nami untuk menjelaskan apa yang terjadi pada portal tersebut.
Hunter Nami lalu menceritakan apa yang sudah dikatakan oleh Dinan. Nami mengalahkan para monsternya dan pengukurannya tiba-tiba saja kembali ke rank sebelumnya. Para Hunter pun tersenyum dan merasa lega. Mereka bisa kembali dengan selamat. Mereka pun kembali dan hunter Penambang sudah mendapatkan item kristal lengkap di tas mereka. Mereka pun bersiap dan keluar dari portal dimensi tersebut.
Splash!
***
Salah satu Hunter yang bertugas menjaga pintu portal yang sudah dimasuki oleh hunter Nami merasa ada yang berbeda dengan portal yang mereka jaga. Memang, tim Hunter yang dipimpin Nami sudah masuk. Tapi ini cukup lama. Para penjaga itu juga Hunter dari Guild Gold Dragon.
Salah satu penjaga merasakan ada perubahan energi dimensional yang terjadi. Dia pun membuka alat pengukuran di pergelangan tangannya. Itu adalah alat yang digunakan khusus untuk mereka yang bertugas di depan portal. Satu rekannya pun penasaran. Mereka mengukur ulang portal tersebut.
”Dimesi Rank S!”
Keduanya gemetar ketakutan.
”Telepon Guild pusat!” salah satu mengingatkan.
Hunter yang memegang pengukuran langsung menekan tombol panggilan darurat ke Guild. Mereka harus segera mengabarkan situasi berbahaya ini. Jika para Hunter yang memasuki portal itu kalah dalam dimensi portal. Maka, Portal Crash akan terjadi. Dan selanjutnya, Monster yang kuat akan membuat kekacauan.
Ini adalah situasi berbahaya. Hanya para Hunter Rank S yang bisa menyelesaikannya.
Masalahnya, para Hunter yang memasuki portal sebelumnya hanyalah paling tinggi pada rank Hunter Rank A. Ini situasi yang sangat genting!