Sang Pelindung Bumi
Kekuatan Summon Aktif
Crop!
Ketika Libris masih tertawa, sebuah pedang menembus tubuhnya dari arah belakang. Tangan Libris gemetaran menyentuh ujung pedang tersebut.
Dinan sudah berada di belakang Libris dan masin merunduk, dia menusuk punggung Libris dengan cepat hingga menembus bagian tubuh depan Libris.
Libris mengerahkan energinya secara refleks. Dia mengeluarkan kekuatan energi dan aura hitam keluar dari tubuhnya. Dinan segera mundur dan mencabut Pedang Penghancur Semesta yang tadi menancap di tubuh Libris.
Libris tidak mau kalah dan memberikan perlawanan lagi. Dia sangat marah dan memberikan tekanan energi di sekitarnya. Dinan pun mundur cukup jauh untuk menghindari efek tekanan dari Libris.
Libris berbalik ke arah Dinan, ”Bagaimana bisa! Bagaimana kamu bisa tahu rahasia Meteor Dream?” Libris terlihat kaget dan bercampur marah. Kekuatan Meteor Dream milik Libris belum pernah gagal mengalahkan musuh-musuhnya.
Dinan berdiri dan menurunkan pedangnya, ”Kamu pikir, aku tidak tahu apa-apa soal ilusi? Kekuatanmu itu hanya berdampak bagi mereka yang takut akan kematian bukan? Ribuan batu besar yang dijatuhkan dari langit, itu semua adalah ilusi yang kekuatannya menjadi nyata ketika seseorang masuk dalam ilusi kekuatanmu itu! Tapi ..., aku tidak akan terpengaruh pada ilusi murahan seperti itu!”
[Skill Death Strong diaktifkan!]
Dinan membuat kekuatan skill kematiannya aktif. Sebanyak kematian yang sudah diterima Dinan di dalam menara, maka kekuatannya semakin meningkat. Dia sudah emrasakan semua ilusi kematian dan ribuan kali mengalaminya di dalam menara dan mendapatkan kemampuan skill death strong.
Efek ilusi dari Meteor Dream yang menjadi kekuatan ultimage dari Libris bahkan tidak berguna pada Dinan. Kecuali, pasukan Libris sendiri yang masuk dalam ilusi kematian dan semuanya binasa.
[Kekuatan Meteor Dream, efek serangan sesuai dengan kepercayaan akan ilusi tersebut. Damage yang diberikan sesuai dengan keyakinan seseorang terhadap ilusi tersebut]
Jadi, mereka yang ketakutan karena ilusi dari ribuan meteorid yang jatuh, mereka akan mengalami luka yang disesuaikan dengan tingkat ketakutan mereka.
”Perlu kamu ketahui Libris. Aku telah mengalami kematian yang tak terhitung jumlahnya. Jadi ..., aku tidak punya ketakutan sama sekali pada kematian itu sendiri!”
Tidak mungkin! Libris tidak mempercayai ada makhluk yang tidak takut pada kematian sama sekali.
Sisa pasukan Libris hanya sekitar seratus pasukan. Itu adalah pasukan terakhir yang dimiliki oleh Libris.
”Serang manusia itu dan hancurkan dia dengan cepat!”
Pasukan Cyprus sudah disumpah untuk setia pada pemimpin komando mereka. Meskipun, mereka harus mati. Pasukan yang tersisa itu menerjang kembali ke arah Dinan. Dinan juga mempersiapkan pedangnya kembali, aliran energi alam menyelimuti armor yang dipakainya.
[Tingkatkan stealth ke tingkat tertinggi. Kombinasikan dengan One Nature. Anda akan semakin sulit dilihat dengan kecepatan tinggi. Anda bersatu dengan alam dengan bayangan dan kecepatan anda dimaksimalkan]
Dinan menggunakan gabungan skill Stealth dan juga One Nature. Saat pasukan Libris yang tersisa menyerang ke arahnya. Dinan menerjang mereka semua dengan kecepatan tinggi dan seolah-olah Dinan berada di semua sisi karena kecepatannya tersebut.
Slash! Klang! Slash!
Dalam waktu yang singkat, tubuh pasukan Libris berjatuhan ke tanah begitu saja. Gerakan Dinan seperti bayangan tak terlihat dan hanya terlihat buram, Libris hanya melihat satu persatu pasukannya terjatuh dan gugur. Dinan kemblai melesat dan kini hanya tersisa satu orang, yaitu Libris.
Dinan menerjang ke arah Libris, dan saatnya untuk mengakhiri raid ini. Dinan melompat dan mengarahkan pedangnya, dia bersiap membelah Libris. Kecepatan tinggi digunakan, Libris melihat arah serangan tersebut. Dia sudah memulihkan sedikit dari lukanya. Libris bersiap dengan pedangnya untuk menyambut Dinan.
Saatnya menggunakan kekuatan terkuatnya, Libris menggunakan kekuatan puncak dari Telekinesis Supreme.
Kekuatan dipusatkan oleh Libris. Seluruh kekuatan dari tubuh Libris difokuskan pada kekuatan telekinesis. Dan, tubuh Dinan tiba-tiba berhenti dua meter sebelum mengenai Libris. Tubuh Dinan tak bisa bergerak, gerakan cepat yang sebelumnya digunakan tak lagi berguna. Kekuatan besar dari telekinesis supreme telah mengunci pergerakan Dinan di udara.
Dinan mencoba lepas dari ikatan telekinesis, tapi itu sulit. Dia benar sudah ditargetkan sejak awal, dia terkena segel kekuatan Libris. Libris mempertahankan fokus untuk mengendalikan Dinan, baru kali ini Libris menemukan musuh yang sangat kuat sehingga dia harus menggunakan seluruh kemampuannya.
Libris pun mengingat bahwa dia bisa masuk ke dimensi bumi ini adalah untuk membalas dendam atas kematian beberapa rekannya. Dia juga harus memberikan ancaman pada Bumi dan membuat mereka ketakutan sebelum raja Giganos datang ke bumi. Kali ini, dia langsung menemukan musuh yang sangat kuat. Dia terpaksa menggunakan kekuatan tertingginya.
Dinan masih belum bisa bergerak. Tubuhnya masih terkena segel. Kekuatan musuhnya juga sangat kuat mengunci dirinya. Dinan juga tidak bisa menggunakan kekuatannya atau melawan balik dengan telekinesisnya. Itu karena tubuhnya tersegel dan tak bisa digerakkan sama sekali.
[Hunter Dinan, anda tertahan dengan kekuatan telekinesis yang tinggi]
Tubuh Dinan masih melayang di udara, dia mencoba lagi untuk lepas. Setidaknya, dia butuh waktu untuk lepas dengan mengumpulkan energi alam dan menghancurkan segel telekinesis tersebut.
Libris di sisi lain, dia tidak mau melepaskan kesempatan emas ini. Lukanya memang cukup parah, dia hanya butuh serangan terkuat untuk membunuh Dinan. Dia mempersiapkan pedangnya dan bersiap menyerang Dinan. Dia melesat dengan cepat, mendekat dan mengayunkan pedangnya pada Dinan yang masih terhenti di udara.
Wushh!
Di saat pedang hampir menebas Dinan, sebuah tombak melesat dengan sangat cepat dengan lintasan yang menghadang Libris. Serangan itu sudah diperkirakan dengan baik oleh penyerang dari kejauhan. Libris kaget, dia ditargetkan dari serangan jarak jauh. Itu adalah lembaran dari hunter Nami, dia ingin menolong Dinan dengan kekuatan yang tersisa padanya.
Libris marah dan merasa terganggu. Dia bisa membaca arah serangan tombak itu. Dia pun menengok ke sisi kanan dan langsung menangkis tombak yang diarahkan padanya tersebut.
Klang!
Serangan Nami adalah termasuk serangan akhir dari kekuatan yang tersisa. Dia sudah lelah bertarung. Setelah melempar tombaknya untuk menolong Dinan, hunter Nami terjatuh ke tanah dan dia kekuatannya mencapai batasnya.
Tombak yang dihalau Libris terlempar ke atas, tombak itu ditangkap Libris di tangan kirinya. Dia melihat manusia yang melemparkan tombak adalah Nami, Libris pun berpikir sejenak untuk membalas wanita itu.
Libris paling benci jika dia diserang dari arah belakang. Itu adalah sesuatu yang menjengkelkan. Libris pun mengarahkan tombak yang ada di tangan kirinya ke arah hunter Nami. Dia mengalirkan energi kuat. Libris lalu melemparkan tombak itu kembali ke arah hunter Nami yang masih terjatuh di tanah. Berharap kedua manusia itu mati di tangannya sebagai balasan atas musnahnya seluruh pasukannya.
Kematian kedua manusia itu setidaknya menjadi obat agar pasukannya tenang di alam langit sana.
Brush!
Tombak itu melesat ke arah hunter Nami. Hunter Nami yang sudah kehabisan energi tak mampu menghindari serangan cepat dari tombaknya itu. Mungkin, ini adalah akhir dari perjuangan Nami. Dia sudah merasa lelah berjuang dan cukup memberikan waktu bagi Dinan untuk bertindak selanjutnya.
Nami yakin, Dinan akan bisa melepaskan diri dengan memberikannya waktu sejenak.
Hunter Nami tersenyum pada Dinan, ’Sisanya aku serahkan padamu, Dinan!’ itu adalah arti dari anggukan kepala Nami dan tombak itu mengarah padanya.
Crop!
[Syarat kemampuan monster Heyna dapat diaktifkan. Kekuatan seorang summoner, anda dapat membangkitkan makhluk yang telah anda bunuh. Syarat summon. Makhluk yang anda summor harus menerima panggilan anda]
Sebuah skill baru, Dinan bisa menggunakannya sekarang. Namun, siapa yang sudah dibunuhnya dan akan dipanggil? Dinan pun fokus pada kemampuannya itu dan mencoba menggunakannya dengan tepat.
Ketika Libris merasa senang karena mengira tombak itu mengenai target. Namun, Libris kaget karena sebuah makhluk besar muncul di depan wanita itu dan tombak itu menancap di punggungnya. Sosook besar itu ada di depan hunter Nami dan melindunginya dengan punggungnya. Dia menghadang serangan tombak tersebut.
[Makhluk summon diaktifkan]
Libris tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Dia tak menyangka masih ada penghalang lainnya. Dan siapa itu? Libris bahkan tak percaya karena itu adalah Morgan. Salah satu dari pasukan inti yang dimiliki Libris. Bukankah dia sudah mati?
Morgan sudah dibunuh sebelumnya oleh manusia itu. Namun, dia hidup kembali. Semangat dari Morgan terlihat menyala, semangat yang kuat dari Morgan membuat Dinan harus membangkitkan Morgan lagi dan membantunya. Dinan yang memahami kekuatan penyerapan dari Heyna. Maka, dia pun menggunakannya kali ini.
Dinan bersyukur karena mendapatkan kekuatan dari Heyna, sang summoner. Kini, Dinan akan menggunakan kekuatan itu untuk menolong manusia.
”Morgan! Saatnya bagimu untuk membalaskan dendam bagi bangsamu!” teriak Dinan pada makhluk panggilannya tersebut.
Makhluk summon yang tak lain adalah Morgan, dia mencabut tombak di punggungnya. Dia berbalik ke arah Libris dan memegang tombak itu dengan kuat. Hunter Nami selamat dan kaget dengan sosok besar yang menolongnya. dia tahu bahwa itu adalah salah satu dari keahlian Dinan.
Morgan melesat ke arah Libris dan mengarahkan tombak milik Nami ke arah Libris.
Ada kesempatan bagi Dinan untuk bersiap dengan kekuatannya. Dia harus bisa melepaskan diri. Libris masih tak percaya bahwa ada kekuatan unik yang dimiliki manusia itu dan bahkan menghidupkan salah satu prajuritnya dan berada di pihaknya.
[Healing recovery ditingkatkan hingga maksimum]
[One Nature ditingkatkan hingga maksimum]
Serangan tombak datang dari Morgan ke arah Libris dan Libris menghindarinya. Saat itu, konsentrasi untuk menahan Dinan pun pecah karena menghindari serangan Morgan. Energi telekinesis yang menyegel Dinan pun pecah.
Dinan terbebas dengan kekuatannya. Dia melepaskan diri dari ikatan kekuatan Libris. Morgan masih menyerang Libris dan Libris menghempaskan Morgan. Namun, Morga seperti makhluk tak punya rasa sakit dan menyerang lagi.
[Telekinesis magic diaktifkan! Anda dapat menggerakkan benda kecil maupun besar dengan kehendak Hunter]
Dinan punya kesempatan balik untuk menahan tubuh Libris dengan kekuatannya. Libris tak bisa bergerak. Tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali. Dia terkena efek telekinesis? Libris baru sadar, bahwa musuhnya juga memiliki kemampua telekinesis yang sama dengannya. Dia tak percaya ada manusia dengan kekuatan unik yang banyak dalam dirinya.
Libris tak berdaya, dia menyadari bahwa Dinan akan menjadi musuh terkuat yang akan dihadapi oleh Rajanya nanti, raja Giganos. Manusia itu adalah monster!
Splash!
Tubuh Morgan yang melayang di udara dan tak bergerak, Morgan mengambil kesempatan itu dan menusukkan tombak di dada Libris dengan kuat. Serangan itu mengenai jantung Libris hingga membuat Libris harus pasrah. Tubuh Libris terbakar. Dan, Morgan yang sudah dibangkitkan oleh Dinan membunuh tuannya sendiri.
[Anda berhasil mengalahkan Libris, energi dan kekuatannya otomatis diserap. Syarat fisik memenuhi untuk menerima kekuatan energi]
[Telekinesis magic bertransformasi menjadi Supreme Telekinesis]
Dinan melihat hunter Nami dan tersenyum, semua sudah selesai. Angin berhembus dan Morgan yang masih melayang di udara juga ikut tersenyum.
[Summon dinonaktifkan]
”Terima kasih manusia, panggil aku lagi jika kamu membutuhkanku. Jika kamu menghadapi musuh yang kuat, dan ..., panggil aku lagi saat menghadapi Giganos]
Splash!
Cahaya berpendar, Morgan pun menghilang bagai debu yang ditiup angin.