Sang Pelindung Bumi
Kematian Morgan
Dinan mengaktifkan kekuatannya, dia memunculkan delapan tangan senjata kuat yang muncul dari orb di belakang punggungnya.
[Nine Hand Shadow – Kekuatan yang mampu mengeluarkan kekuatan tambahan dengan 100 kali lipat]
Morgan terkejut kerena serangan pedang lenturnya ditahan oleh pedang-pedang panjang yang keluar dari armor manusia tersebut. Senjata panjang itu mengapit pedang Morgan, seperti tangan yang mengapit sebuah senjata. Enam senjata itu mengapit senjata Morgan, dan dua senjata lainnya di belakang punggung Dinan dan bersiap.
Serangan dari Morgan ditahan dengan sangat kuat, Morgan bahkan tak bisa membuat pedangnya maju. Dan, energi yang mengikuti pedangnya seolah lenyap begitu saja.
Klap!
Pedang lentur milik Morgan bahkan semakin lama semakin kaku, tak bisa ditarik oleh Morgan. Senjata-senjata itu semakin mengikat pedang Morgan. Dia tak bisa sekedar menariknya, dia mencoba lagi namun tetap tak bisa digerakkan.
Morgan melihat senjata lainnya yang ada di punggung Dinan, dua tangan tajam itu mulai bergerak dan menghunjam ke arah Morgan. Berusaha menusuk tubuh Morgan. Namun, Morgan segera mengumpulkan kekuatannya.
Full Transform!
Energi kuat memancar dari tubuh Morgan, itu adalah kekuatan rahasia yang dimiliki Morgan. Baju zirah yang dipakai Morgan retak dan pecah. Krak!
Tubuh Morgan bertambah besar, dia menjadi lebih besar dan ada perubahan masa pada setiap bagian tubuh Morgan. Di belakangnya, Libris sudah mengetahui kemampuan khusus milik Morgan. Morgan bukan berasal dari bangsa Cyprus, dia adalah prajurit dari planet lain yang direkrut dan mau bergabung menjadi bagian dari Cyprus.
Morgan adalah prajurit dari Planet Aus. Di planet tersebut, Makhluk yang menempatinya memiliki kemampuan khusus yang bisa bertransformasi menjadi fisik yang lebih kuat dan lebih besar. Hal ini akan terjadi jika mereka sudah mengaktifkan kekuatan Full Transform! Mereka akan menjadi besar, begitupun dengan kekuatan mereka yang naik drastis.
Dinan juga menyadari hal itu, dia merasakan energi yang besar muncul dari tubuh Morgan. Energi yang juga membuat tekanan berbeda saat berada di sekitarnya. Plante Aus sudah dikuasai oleh Giganos dan pasukannya, Morgan menjadi salah satu dari penduduk Aus yang bersedia menjadi bagian dari pasukan Cyprus.
Morgan, dia adalah satu-satunya prajurit dari Planet Aus yang selamat dan tidak dibunuh karena menyatakan siap menjadi prajurit Cyprus. Dia adalah satu-satunya yang tersisa dari bangsa Aus.
Morgan bergabung dalam pasukan Giganos dan menjadi salah satu prajurit yang ditempatkan di bawah komando Libris.
Sekarang, tubuh Morgan sudah seperti raksasa; tinggi dan sangat kekar. Tingginya sekitar tujuh meter dan semua bagian tubuhnyha ikut membesar. Morgan menarik pedangnya, pedang Morgan itu dapat ditarik dan terlepas dari jeratan tangan yang merupakan skill dari armor Dinan.
Pedang yang ditarik Morgan berubah menjadi besar, menyesuaikan dengan pemiliknya. Kemampuan sihir dan kemampuan pertarungan sudah ditingkatkan hingga maksimal. Morgan bersiap untuk menghabisi manusia itu.
Dinan pun merasa bahwa tangan-tangan energi dari armornya ikut tertarik oleh kekuatan Morgan. Tarikan Morgan yang kuat itu memaksa Dinan melepaskan lilitan pedang Morgan. Eight Hand Shadow lalu bergerak menekuk kembali ke balik punggungnya. Morgan pun melompat mundur setelah menarik pedang dan bersiap untuk bertarung kembali.
Morgan dengan pedangnya yang berubah menajdi besar, dia bersiap dengan kekuatan barunya. Dia maju dan mengayunkan pedangnya. Dinan masih terlilit oleh kekuatan Rantai Jiwa milik Videl, jadi ini adalah kesempatan besar untuk menghancurkan tubuh manusia itu dengan kekuatan besar Morgan.
Videl dari kejauhan masih menahan tubuh Dinan dengan kekuatan rantainya. Dia berusaha untuk menahan tubuh Dinan dengan kekuatan ikatannya. Dinan masih belum bisa lepas dari rantai jiwa Videl, kekuatan yang sungguh kuat mengekang tubuh Dinan. Videl juga terus berkonsentrasi karena lawannya bukanlah manusia biasa.
Videl mati-matian untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahan Dinan dan memberi kesempatan pada Morgan untuk menghabisi Dinan dengan kekuatan Full Transform yang dimiliki Morgan.
Morgan memilih untuk menyerang, saatnya untuk mengakhiri pertarungan ini. Kekuatan besar dialirkan pada pedang besarnya. Dia siap membelah tubuh Dinan kali ini dengan kekuatan raksasanya. Energi kuat dialirkan dari langit, energi halilintar saling tersambung dan serangan kali ini pasti membuat manusia itu akan hancur.
Morgan yakin akan hal itu. Dia menerjang.
Wusshh!
[One Nature ditingkatkan, Supreme One Nature. Kekuatan alam diserap dan dimodifikasi dalam tubuh anda]
Dinan menggunakan kekuatan penyatuan alam yang sudah ditingkatkan hingga maksimal. Dia sadar bahwa musuhnya bukanlah lawan biasa, musuh kali ini adalah kejahatan yang sudah menghancurkan banyak planet di seluruh tata surya dan galaksi berbeda. Serangan yang datang dari Morgan, Dinan merasakan bahwa serangan itu lima kali lebih kuat dari kekuatan serangan Morgan sebelumnya.
Serangan datang dan kekuatan alam diserap dengan sangat banyak oleh Dinan. Kekuatan meningkat, mata Dinan bercahaya dan armornya menjadi lebih kuat. Dia memecahkan rantai jiwa yang sudah dibentuk oleh Videl dengan kekuatan terkuat Videl.
Crak! Prang!
Rantai jiwa milik Videl hancur dan pecah. Kini, Dinan menggunakan kekuatan dari energi alam untuk menahan serangan pedang milik Morgan. Sementara, Videl terdrg ke belakag karena rantainya pecah dan ada tekanan pada dorongan energi yang mengenainya. Dia harus membantu Morgan secepatnya, kekuatan manusia itu tentu berkurang dan saatnya mengambil celah utuk menyerang.
Videl melihat pedang yang juga ikut tertarik ke arahnya. Pedang yang sangat bagus! Dia megambil pedang tersebut da melihat bahwa Dinan masih beradu kekuatan dengan Morgan. Jangan menyia-nyiakan kesempatan, dia bersiap setelah memegang pedang kuat tersebut. Dia berusaha untuk menyerang dari arah belakang dengan kecepataya. Dia sudah sampai di belakang Dinan dan Dinan masih adu kekuatan dengan Morgan.
Matilah dengan pedangmu sendiri, senjata makan tuan! Begitulah yang dipikirkan oleh Videl sambil menghantamkan pedang milik musuhnya itu ke punggung Dinan.
[Telekinesis Magic diaktifkan! Menggerakkan benda kecil atau besar dengan kehendak Hunter]
Videl kaget karena dia tidak bisa menebas punggung Dinan, hal itu karena pedang di tangannya tiba-tiba hilang. Lalu, serangannya melewati tubuh Dinan karena serangannya kosong.
Dinan sudah tahu serangan dari arah belakang. Maka dia memindahkan pedangnya dari tangan Videl. Pedang itu muncul kembali di tangan Dinan
[Pedang Penghancur Semesta diaktifkan, pedang yang mampu memberikan goncangan pada bumi saat pertarungan yang melibatkan Pedang Penghancur Semesta]
Energi berpendar dari kedua tangan Dinan, dia mementalkan serangan dari Morgan. Morgan kaget dan terpental ke belakang. Kedelapan tangan tajam di punggung Dinan, ternyata mereka mampu menganalisis apa yang terjadi di belakang Dinan. Maka, delapan tangan beraksi kembali. Delapan tangan itu memutar dan menciptakan energi kuat di seluruh tubuh Dinan.
Pedang Penghancur Semesta dipersiapkan. Kecepatan tinggi di dapatkan Dinan saat dia menghentakkan tangannya ke tanah. Dinan melesat ke arah Sentura dengan kecepatan penuh.
Kecepatan ditingkatkan hingga tertinggi, Dinan bahkan tak terlihat oleh Morgan. Kecepatannya sungguh tak terlihat dan hanya dalam waktu sekejap. Dinan melewati tubuh Morgan dengan pedang Penghancur Semesta. Pedang itu menembus Morgan dan melewati tubuh Morgan. Morgan sudah dibelah tubuhnya dan dia langsung jatuh.
Mata Morgan bercahaya, seolah dia menatap cahaya yang begitu banyak jumlahnya. Morgan berpikir bahwa ini adalah akhir dari hidupnya di bumi. Morgan melihat tubuhnya sendiri dan satu-persatu mulai menghilang dari tubuhnya. Serpihan dari bentuk tubuhnya mulai terbang dan membuyar.
Maka, sebelum menghilang dari dunia ini. Morgan, dia teringat bangsa asalnya di planet Aus. Bangsa yang damai dan aman, saat semua bangsa Aus hampir dimusnahkan. Morgan maju dan menyatakan diri bergabung dalam Asoasiasi Halilintar.
Morgan telah mengkhianati mereka semua dari bangsa Cyprus. Namun, tujuannya tidak berubah hingga sekarang. Dia ingin mendekati Giganos. Dan, saat waktunya tepat. Morgan ingin membunuh Giganos dengan tangannya sendiri. Dia menanti hari itu tiba.
Jadi, semua rencananya terhenti di sini. Jadi, Morgan akan membalas dendam pada Giganos. Namun, jika dia harus berakhir di sini. Semoga saja ada yang akan meneruskan cita-citanya.