Sang Pelindung Bumi
Tiga Pasukan Terkuat dari Cyprus
Setiap Planet memiliki penjaga atau Guardian yang melindungi planet tersebut, mereka juga disebut sebagai Raja bagi planet tersebut. Libris memahami bahwa Guardian Bumi, itu adalah raja bagi bumi. Semua Guardian di planet yang sudah dikalahkan oleh pasukan Cyprus, Libris tahu dan sudah mengalahkan semua Guardian sebayak 99 planet. Pasukan Cyprus sudah membunuh sebanyak 99 Guardian di tiap-tiap planet itu.
Seratus planet, mereka sedang menuju bumi saat ini. Jadi, apakah lelaki yang ada di depan Libris adalah Raja Bumi, atau Guardian of Earth?
Jika manusia yang ada di depan Libris mengaku sebagai Guardian of Earth, maka pasti kekuatannya juga besar. Memang demikianlah Guardian tiap planet, mereka selalu sombong dan sok keras.
Libris hanya perlu membuktikan, apakah perkataan manusia itu sesuai dengan kekuatannya.
”Jadi ..., kamu adalah raja manusia? Aku masih meragukanmu. Tapi, aku juga merasakan energi kuat dari tadi. Tapi, aku masih belum percaya dengan kata-katamu. Aku akan membunuh Guardian dari Bumi untuk aku persembahkan pada Raja Giganos!!”
Dinan menguatkan pegangan Pedang Penghancur Semesta, dia sudah siap. Dinan merasakan bahwa energi mereka sangat kuat, termasuk pemimpin mereka. Libris. Pasukan Libris juga bukan prajurit lemah. Dia tidak boleh lengah dan meremehkan mereka. Seperti yang dikatakan oleh Kasa, pasukan Giganos bukanlah pasukan monster yang mudah dikalahkan seperti di dalam ujian menara atau bahkan di dalam portal dimensi yang sering dimasuki manusia.
Pasukan dari planet Cyprus, mereka adalah pasukan yang sudah berpengalaman dalam pertempuran antar planet dan antar galaxy. Mereka sudah berpengalaman ratusan tahun dan selalu berperang.
”Mundurlah, Nyonya Nami, Aku akan menghadapi mereka. Nyonya sebaiknya memulihkan diri dan menjauh.”
Hunter Nami paham sekarang. Dinan memang menyembunyikan kekuatannya. Dia bukan Hunter Rank D biasa, jika dia hanya rank D biasa, dia pasti sudah mati sejak tadi. Apa yang dikatakan oleh Dinan dengan Guardian dari Bumi? Satu lagi, Dinan bisa menembus Dimensi Kedua yang dibuat oleh Nok, artinya Dinan juga memahami prinsip sistem ruang dimensi!
Nami melompat ke belakang, dia memulihkan diri sambil melihat pertarungan yang tak sesuai jumlah tersebut.
Libris marah, ”Rasi! Videl! Morgan! Bunuh manusia sombong itu!”
Tiga orang yang disebutkan Libris maju, mereka adalah pasukan terkuat yang dimiliki Libris. Tiga Benteng. Ketiganya adalah pasukan tiga terkuat milik Libris, mereka memegang senajta mereka masing-masing. Senjata yang mereka pakai dibuat dari pecaha meterid yag kuat, ditempa dengan baik oleh Blacksmith Bangsa Cyprus.
Tiga makhluk tinggi yang berbeda dan senjata yang berbeda. Mereka maju ke depan, itu adalah pasukan terkuat yang dimiliki Libris. Mereka bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Senjata mereka juga terlihat mengkilat, Dinan melihat bahwa Cyprus memiliki teknologi yang kuat karena bisa membuat Armor dan senjata yang kuat.
Dua pedang dipegang oleh Rasi, Rantai jiwa dipegang oleh Videl yang memiliki dua ujung senjata pada ujung rantainya. Satu lagi, Morgan yang memegang pedang yang lentur namun mampu memotong apapun karena kekuatan ketajamannya.
Tiga pasukan itu maju, mereka melangkah perlahan dan mulai mendekati Dinan. Mereka memang berbeda bentuk, mungkin saja mereka juga bukan hanya dari planet Cyprus semata melainkan sudah mendapatkan pasukan lain ketika berpetualang. Rasi nampak tinggi dan lehernya cukup panjang, sedangkan Videl bertubuh gemuk dan memiliki kekuatan yang besar, satu lagi Morgan yang terlihat kekar dan atletis dan pedangnya mampu dibengkokkan karena lentur.
Angin seketika berhembus cukup kencang dan terjadi perubahan karena energi ketiga lawan Dinan sudah mempersiapkan energi dan siap menyerang. Angin seperti saling bertabrakan dan kacau karena tekanan energi.
Videl menyerang lebih dulu dengan rantai jiwanya, ujung rantai melesat tajam dan mengarah langsung ke kepala Dinan. Dinan sudah menyadari kecepatan serangan ranntai tersebut dan langsung menahannya dengan pedangnya.
Klang!
Arah serangan rantai langsung berubah ketika berbenturan dengan pedang Dinan. Videl mampu menguasai dan mengontrolnya dengan baik. Ujung senjata itu memutar setelah terpental dan ujungnya seperti mengikuti pikiran dari Videl. Ujung rantai bergerak sendiri dan memutar serta melilit pedang Dinan.
Kena!
Videl tersenyum dan merasa sudah menang. Dia menarik sekuat tenaga rantai yang sudah melilit pedang Dinan. Maka Dinan mencoba mempertahankan pedangnya sekuat tenaga. Energi saling tarik-menarik pun terjadi.
Videl dan Dinan masih beradu kekuatan untuk menarik senjata mereka. Rasi pun ambil bagian, dia bergerak dengan kecepatan tinggi dan mencoba mengambil jalur memutar ke arah kanan dan ke arah belakang Dinan. Dia meliuk dengan sangat cepat. Dia hendak memberikan serangan kejutan dengan kecepatan tingginya. Dia memang seorang prajurit di bawah komando Libris yang memiliki kecepatan paling tinggi.
Rasi mengatur pergerakannya dan menarik dua pedang panjangnya dari pinggang. Dia melesat setelah mengambil pedang. Megnambil celah, dan kedua pedang itu disilangkan menuju punggung Dinan.
Di sisi lai, Morgan juga tidak mau ketinggalan untuk menyerang. Dia meyerang dari arah samping kanan Videl dan masih beradu kekuatan dengan manusia itu. Dia mengangkat ujung pedangnya ke atas dan energi kuat dari langit memancar dan terserap ke dalam pedangnya. Kosmik yang kuat. Aliran listrik yang bagaikan akar serabut, terlihat di sekitar pedann Morgan yang lentur tersebut.
Tiga makhluk terkuat yang dimiliki Libris itu merupakan kekuatan yang kuat. Jika mereka bergabung dan bekerjasama maka mereka seperti kekuatan Libris seorang Diri. Libris bahkan sering berlatih dengan ketiganya. Jadi, Libris paham kekuatan ketiga pasukan intinya itu saat bertarung bersama.
Mereka bertiga adalah kekuatan dewa perang saat bertarung bersama.
Aliran pedang lentur milik Morgan terus memancarkan energi, semakin kuat dan kemudian dia mengarahkan serangannya. Persis ke arah Dinan yang masuk adu kekuatan dengan Videl. Serangan itu datang dari atas dan dihempaskan ke arah Dinan.
Aliran pedang itu luar biasa dan bergemuruh hingga membentuk aliran angin yang kuat. Bagaikan halilintar yang siap menyambar dengan kekuatan yang dahsyat, saling terhubung dan mengarah pada Dinan. Gelombang suara dan angin mengiringi serangan Morgan. Kekuatan itu seperti akan menghancurkan apapun yang dihantamnya.
Energi terus mengarah pada Dinan, dari arah belakang Rasi juga menyilangkan pedangnya ke punggung Dinan dan bersiap memotong tubuh Dinan. Dan, di sisi depan Videl mengunci pergerakan Dinan dengan rantainya tersebut. Jadi, Dinan dalam posisi terkunci dan terjebak dalam tiga serangan kuat yang mematikan.
Saat melihat hal itu, Libris tersenyum. Itulah akibatnya jika berlaku sombong, ketiga prajurit terkuatnya akan menghabisi manusia sombong tersebut.
Dari kejauhan, hunter Nami seolah melihat bahwa Dinan dipastikan akan kalah dengan serangan yang kuat tersebut. Bahkan, jika itu dirinya. Dia tidak akan bisa bertahan dari gabungan serangan mematikan tiga prajurit kuat tersebut.
Serangan dari ketiga prajurit terkuat datang bersamaan ke arah Dinan. Dan ledakan pun terjadi.
Booomm!