Ringgo, Kura-Kura Menembus Batas

Lari dengan Cepat, Itu Tujuan Ringgo!

Makan dengan beberapa helai daun dari tanaman di pinggir rawa, Ringgo sudah puas. Dia tak ingin serakah seperti kebanyakan kura-kura, mereka melihat makanan yang banyak maka mereka kebanyakan makan sampai perut mereka membesar.

Hal itu akan membuat kura-kura menjadi malas.

Cukup bagi Ringgo untuk membuat cangkangnya keras dan memiliki pertahanan yang kuat, dia harus berlatih kembali dalam melakukan latihannya. Dia harus bisa menjaga tubuhnya jika dia terjatuh dan bergulingan, maka cangkangnya akan melindungi dirinya.

Saatnya berlari ..., rekor hari ini harus lebih baik!

Ringgo bersiap kembali, satu meter harus dilaluinya dengan cepat. Cita-citanya, menjadi pelari tercepat yang pernah ada melampaui semua kura-kura di seluruh dunia. Bahkan, jika perlu dia ingin menjadi pelari tercepat untuk semua makhluk hidup.

Itu terlalu tinggi bagi Ringgo, ha.. ha.. ha.. Ringgo pun tersenyum. Dan, dia pun bersiap, mengambil ancang-ancang. Dan ...

Dia berlari, sekuat tenaga.

Hahhh!

Setelah berlari untuk beberapa jam, Ringgo lelah. Namun, dia mendapatkan rekor barunya. Dia berlari empat meter untuk satu menit, Ringgo tetap berlatih dan pada akhirnya matahari tepat di atas kepala, siang hari tepat. Dia mampu berlari 10 meter dalam waktu satu menit, dan mungkin saja dalam kawanan kura-kura di sekitar Ringgo. Hanya dia yang bisa berlari secepat itu.

”Apa kamu akan selamanya seperti itu, Ringgo?” tanya Rega yang menggelangkan kepalanya melihat Ringgo terus saja berlatih berlari cepat.

”Aku ingin bisa berlari cepat, Rega. Aku sudah cukup makan. Jadi, aku ingin melatih kemampuanku dalam berlari.”

”Untuk apa kamu berlari? Kura-kura tidak seperti dirimu yang suka berlari. Kita hanya ditakdirkan untuk berjalan lambat dan memakan makanan yang banyak!”

Ringgo tersenyum mendengarkan penjelasan dari Rega, mereka yang tidak memulai bergerak dan mendapatkan pengalaman dalam berpetualang. Mereka seperti katak di dalam sumur dan hanya melihat ke atas dalam keterbatasan lingkaran di lingkaran sumur atas. Mereka hanya terbatas melihat apa yang ada di dalam pikiran mereka dan tidak berkembang.

”Tidak Rega, aku cukup makan untuk kesehatan tubuhku. Namun, aku ingin menjadi lebih cepat dari siapapun.”

Rega mengerutkan keningnya, ”Apakah itu berarti, kamu akan memperbanyak makanan ketika kamu sudah bisa berlari cepat?”

Pertanyaan Rega tertuju pada perebutan makanan. Setelah Ringgo dapat berlari paling cepat, dia pasti akan berebut lebih dulu untuk mendapatkan makanan. Dia pasti akan dapat banyak makanan dan mengumpulkannya untuk dirinya sendiri.

Ringgo tersenyum pada Rega, ”Aku tidak perlu dengan mengumpulkan banyak makanan, Rega. Aku hanya ingin bisa berlari lebih cepat, aku mempunyai mimpi yang harus aku capai dan aku tidak berniat soal makanan yang kamu katakan.”

Rega keheranan melihat tingkah temannya yang kurus itu. Perutnya terlihat kecil dan dia selalu berlatih untuk berlari cepat. Dan, Ringgo berpamitan lagi karena dia sudah makan beberapa helai daun kangkung yang tumbuh merambat di pinggir rawa. Dia akan berlari lebih cepat lagi.

Dan, Rega hanya bisa menggelengkan kepalanya. Apa yang dipikirkan Ringgo di dalam otaknya? Bagaimana bisa dia seekor kura-kura yang lambat dan ingin melawan takdir alam dengan berlatih berlari?

Ringgo bertemu dengan Ibunya, Ibunya baru keluar dari air setelah berendam cukup lama di dalam air. Ibu Ringgo sudah diperingatkan oleh semua kawanan kura-kura untuk menasehati Ringgo karena Ringgo bukan seperti kura-kura lainnya. dia aneh bahkan disebut sebagai kura-kura yang membangkang dari kehidupan kura-kura secara umum.

”Ringgo, duduk sebentar!” nada suara kura-kura besar itu nampak mengagetkan Ringgo sehingga dia berhenti dari latihannya dan mendekati ibunya.

”Apakah ada sesuatu yang penting, Ibu?” tanya Ringgo.

”Aku sudah mendapatkan semua laporan tentangmu, Ringgo! Kamu harus berhenti untuk berlatih berlari, kamu harus menjadi kura-kura yang sebenarnya dan ikuti apa yang sudah terjadi secara turun-temurun dan tradisi kehidupan kura-kura!”

Suara Ibu Ringgo terlihat cukup tegas.

”Kenapa aku harus berhenti, Ibu? Bukankah kita hidup untuk makan dan mengumpulkan makanan?” tanya Ringgo.

”Kamu benar, dan itulah kenapa kura-kura bisa bertahan sampai sekarang. Kita harus melestarikan budaya kura-kura. Kamu hanya perlu mencari makanan dan mengumpulkan makanan saat musim kering datang.”

”Maafkan aku Ibu, aku tetap akan bisa bertahan hidup. Aku akan makan dengan baik dan aku juga akan mengumpulkan makanan untuk musim kering. Aku hanya ingin menambah sesuatu yang lain untuk melakukan mimpiku, Ibu.”

Sang Ibu tak bisa menasehati Ringgo lebih lanjut, dia sudah paham bahwa Ringgo tidak melakukan kesalahan yang membuat masalah di dalam kumpulan kura-kura. Dia hanya berbeda! Sang Ibu pun mengingatkan Ringgo agar tidak terlalu mencolok.

Ringgo pun menganggukkan kepalanya tanda patuh. Dia berjanji akan menjadi kura-kura yang baik dan tidak akan membuat masalah.

Sang Ibu pergi, dan Ringgo sudah cukup makan. Dia berlatih kembali di tempat tersembunyi. Kali ini, dia semakin bersemangat. Dan, Ringgo menemukan banyak pengalaman baru. Saat dia terus berlatih berlari, maka dia menemukan rumus baru untuk bisa bertambah cepat.

Saat seseorang berlatih, maka dia akan menemukan banyak celah pemahaman.

Ringgo merasakan angin kencang, daun yang jatuh dengan lambat dan berbeda dengan dahan kayu yang jatuh lebih cepat. Kekuatan angin mampu dimaksimalkan untuk menambah dorongan, energi alam yang kuat mampu dirasakan oleh Ringgo dengan baik.

Ringgo tersenyum, alam menyediakan segalanya untuk dirinya. Oksigen untuk bernapas, merasakan energi kehidupan.

Dan, mata Ringgo bersinar. Dia menemukan pencerahan.

Sekali lagi, Ringgo tak percaya dengan hasil yang diperolehnya. Kecepatan super yang tidak pernah terbayangkan.

Ringgo semangat berlari dan dia melihat bahwa dalam waktu satu detik, dia telah mampu mencapai lari 20 meter. Jika ini dilakukan kura-kura pada umumnya, maka dua puluh meter akan ditempuh dalam waktu setidaknya 3 jam. Dan, Ringgo hanya butuh satu detik, dia berlari seperti kilat.

Namun, Ringgo masih belum puas, dia akan terus berlatih berlari dengan kecepatannya! Hanya itu mimpi yang bisa membuatnya tersenyum.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!