Ringgo, Kura-Kura Menembus Batas
Apa Aku Memiliki Batasan!
Ringgo mampu berlari dua kali lipat dari biasanya. Jika biasanya dia berlari satu meter membutuhkan waktu 5 menit. Hal itu sudah dihitung oleh Ringgo dengan baik, semua kura-kura berjalan normal adalah satu meter lima menit. Kurang dan lebih adalah sedikit.
Dan, dalam beberapa kali ujicoba yang dilakukan Ringgo. Di mampu berlari 2,5 menit untuk menempuh jarak satu meter. Hal itu sudah dilakukan berulang kali dan mendapatkan rekor tertingginya.
Ringgo tidak puas sampai di situ. Dia terus berlatih lagi hingga hari mendekati sore. Dia hanya memakan beberapa helai daun, sekedar menutupi rasa laparnya. Dia tak sibuk seperti kura-kura lainnya, mereka semua menghabiskan hidupnya untuk mencari makanan. Jika dapat lebih, maka mereka akan tetap makan hingga perut mereka kenyang.
”Ringgo, kamu sangat kurus. Kenapa kamu tidak makan yang banyak?” tanya Ibu dari Ringgo. Ibunya khawatir karena Ringgo beberapa hari ini hanya berlari dan mengukur kecepatan larinya.
”Aku sudah kenyang, Ibu. Dan, aku sedang belajar berlari dengan cepat!” cerita Ringgo dengan mata berbinar dan senyuman bahagia.
”Nak, kita ini kura-kura. Tidak penting bagi kita untuk berlari secepat apapun. Kita memang sudah ditakdirkan untuk menjadi makhluk paling lambat!”
”Tidak, Ibu! Kita adalah makhluk yang bebas, kita bisa melakukan apapun karena Tuhan sudah menciptakan kita dengan sempurna. Pertahanan cangkang yang kuat dan empat kaki yang hebat!” cerita Ringgo lagi.
”Kau telah menyalahi kodratmu sebagai kura-kura, Ringgo! Kamu harus berhenti. Jadilah seperti kura-kura kebanyakan. Cukup berjalan dan menemukan makanan, kamu bisa istirahat di sore harinya.”
”Ibu, maafkan Ringgo. Aku juga makan seperti kura-kura lainnya, tapi aku sangat suka berlari dan ingin berlari sangat cepat. Aku ingin melihat, sebatas apa kecepatanku dalam berlari, itu adalah sesuatu yang hebat, Ibu.”
”Tidak, Anakku. Kau bisa dicibir dan dihina oleh kura-kura yang lain. Setidaknya, ini adalah pesan dari Ibu. Jadilah seperti kura-kura, kamu adalah kura-kura. Kamu memiliki batasan, Anakku Ringgo!”
Sang Ibu cukup kesal memberi tahu Ringgo. Sang Ibu hanya ingin Ringgo seperti kebanyakan semua kura-kura. Hidup dengan mencari makanan dan melakukan rutinitas yang dilakukan kura-kura di sepanjang rawa.
Ringgo tak berani membalas perkataan Ibunya lagi. Jika dia melawan dengan pembicaraan terus-menerus. Maka, semua itu tidak akan ada habisnya. Ringgo melihat Ibunya pergi untuk mencari makan lagi.
Ringgo mengeluarkan sehelai daun yang disimpannya di bagian dalam cangkangnya. Dia menggerakkan daun itu dan memakannya sambil duduk melamun. Matanya menatap matahari yang bersinar terang.
”Apakah aku tidak bisa melewati batasku?” gumam Ringgo sambil meliha sinar matahari.
Tiba-tiba, matanya bersinar. Dia menemukan pencerahan.
Matahari, ada kalanya dia harus terbit dan ada kalanya dia harus tenggelam tak terlihat. Seperti bulan, jika siang hari dia tidak akan terlihat karena cahayanya kalah dengan matahari. Namun, saat malam hari. Matahari tidak ada dan bulan bersinar sangat indah.
Ini artinya, semua orang memang memiliki batasan. Namun, batasan itu tidak membuatnya menyerah dan melupakan tujuannya.
Aku tahu sekarang!
Ringgo pun makan dengan lahap, menghabiskan sehelai daun. Dia lalu berlari lagi, mencatat rekornya. Rekornya terus berkembang. Dia melihat kemajuan yang sangat tinggi. Dia bahkan berlari dengan sangat cepat untuk mencapai rekor barunya.
Jika melihat bahwa, rekornya selalu naik dan semakin melatih kemampuan kecepatan larinya. Dia semakin mampu berlari dengan lebih baik, ukuran kecepatan meningkat dan dia sudah jauh lebih baik.
Bahkan, Ringgo telah menjadi satu-satunya kura-kura dengan larinya yang sangat cepat. Namun, hal itu bahkan membuat Ringgo mendapatkan banyak cibiran dari semua temannya.
Ringgo sampah!
Ringgo mulai dibilang aneh dan bahkan kura-kura gila. Namun, di sisi lain. Ringgo sekarang mampu berlari satu meter dengan waktu durasi yang dibutuhkan adalah 0,5 menit. Dia telah melangkah jauh. Dan, itu semua karena dia tak mau menyerah dan tekun!
Mulai sekarang, Ringgo tidak akan berhenti. Dia akan mencapai juara!