Petualangan Arif di Desa Cahaya

61. Hidup adalah Pilihan

Burung besi mulai meninggi, hamparan hijau bumi terlihat begitu indah, ini pertama kali bagiku naik pesawat terbang. Aku duduk di dekat jendela kaca agar dapat melihat pemandangan dengan leluasa. Kuceritakan padamu, Kawan, agar kau tak bingung. Sewaktu aku izin dua minggu menjemput Pak Rahmat dan Teguh di Jakarta, aku mendapat informasi tentang beasiswa ke Universitas Malaya, aku mendaftar segera.

 

Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan padaku untuk menuntut ilmu kembali. Di satu sisi aku bahagia, meski di sisi lain aku kehilangan teman-temanku di desa Cahaya. Namun, itulah perjuangan yang harus selalu dihadapi oleh setiap orang, makanya sudah pernah kukatakan padamu, Kawan. Life is a choice. Kehidupan ini, aku teringat kata-kata Pak Lukman, sudah diatur oleh Allah. Saat kita dalam rahim, mulai dari rezeki, ajalnya, apakah dia sengsara atau bahagia. Maka, rezeki tak akan tertukar untuk orang lain. Keterangan itu tidak boleh disalah artikan sehingga orang yang buruk akhlaknya mengatakan bahwa ini sudah ditakdirkan Allah. Orang yang berkata seperti itu adalah sesat.

 

Masing-masing orang telah dimudahkan mencapai apa yang diciptakan baginya. Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Intinya, Allah telah menakdirkan adanya baik dan buruk. Allah menciptakan kebaikan bagi manusia. Jika manusia berbuat baik, maka ia akan dimudahkan untuk melakukannya. Jika dia berikhtiar untuk bertakwa, maka ia akan dimudahkan meniti jalan takwa tersebut, berlaku juga sebaliknya. Bukankah dengan seperti itu, hati menjadi tenang?

 

Hidup itu adalah pilihan. Selama hidup kita akan terus dihadapkan pada pilihan-pilihan. Nantinya, selesai aku kuliah di Malaysia, aku pun akan memilih kembali, kembali ke desa Cahaya atau memulai petualangan yang lain?

 

Selain itu, ada dua wanita yang menunggu di sana. Kepada siapa hatiku akan tertaut nantinya, apakah di antara kedua wanita itu? Atau Allah telah menuliskan diriku untuk wanita yang lain. Itulah rahasia Allah. Tapi, pilihan tetap di tangan kita, sedangkan keputusan ada di tangan-Nya.

 

Aku tersenyum, menatap langkahku ke depan. Karena dengan senyum itulah hidup akan terasa indah, tidak sesak dan sempit. Memulai segalanya dengan pikiran yang bersih, karena segalanya dimulai dari pikiran kita, mimpi kita, harapan kita, dan perubahan kita.

 

 

 

Astaghfirullahal ’adzim, watub’alaina innaka antat tawwabur rahiim.

 

Rehat Akhir 

 

Jangan terlalu memikirkan yang lalu,

 

Dan juga yang akan terjadi

 

 

 

Pepatah mengatakan :

 

Kemarin adalah sejarah

 

Besok adalah misteri

 

Tapi, hari ini adalah anugerah

 

Maka, itu disebut hadiah

 

(Oog Way, Kungfu Panda)

 

 

 

Karena hidup harus diperjuangkan, untuk Ibu; I love yau because Allah

 

Buat anak negeri Indonesia, perjuangkan mimpi kalian, agar Indonesia bersinar terang,

 

untuk sahabat-sahabat seperjuangan, tegar, sabar, teruslah bersemangat

 

karena hanya itulah yang akan kita perjuangkan.

 

Jangan henti menebar kebaikan, karena itulah tujuan penciptaan.

 

Allah, semoga ini menjadi amal yang bermanfaat bagiku dan  seluruh manusia.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!