Petualangan Arif di Desa Cahaya

57. Karena Cinta Harus Diperjuangkan

Pagi ini aku berlari-lari setelah shalat Subuh di masjid, terasa sejuk. Desa Cahaya telah mengalami kemajuan, jalanan telah mulus. Jalan-jalan terjal batu besar hanya ditemui di gang-gang kecil saja, atau dua jalur di sebelah utara. Tiga jalur telah diaspal halus, yang dua jalur menyusul tahun ini.

Beberapa orang yang maraton, berpapasan dan mengucapkan salam sejenak, lalu mengambil jalur sendiri-sendiri. Jika kesehatan telah diperhatikan, biasanya untuk urusan kerja dan produktivitas juga akan meningkat kawan. Seimbang.

Pasar sudah berdiri, sudah ramai pula, banyak pendatang baru. Teguh telah menjadi keamanan pasar, dia sangat senang tinggal di desa Cahaya, banyak sahabat dan saudara, tak seperti di Jakarta yang cenderung masa bodoh dengan tetangganya sekalipun.

Begitu pun Pak Rahmat, pekerjaan utamanya adalah menjaga kebersihan pasar juga mengelola satu toko kecil, toko sembako, isterinya yang menunggui terus. Isterinya pernah meminta maaf padaku, dulu mengira aku adalah gelandangan makanya tak mengizinkan aku menginap terus. Ah! Itu memang fitrah, curiga dan hati-hati diperlukan, tapi juga tidak boleh berlebihan karena kemuliaan itu hanyalah Tuhan yang tahu.

Geng Sar telah bubar. Empat orang sisanya bekerja mengurus parkir kendaraan di pasar, ada juga yang menjadi tukang ojek, dan ada pula yang membantu Teguh menjaga keamanan pasar.

SMP pun sudah berjalan, merekrut beberapa guru baru, dan memang jika keamanan terjaga, banyak tenaga kerja akan masuk. Guru-guru baru merasa senang tinggal di desa Cahaya. Dan tahukah kau, Kawan, keamanan hutan lindung yang baru ternyata adalah polisi yang baik hati waktu aku di penjara dulu. Dia adalah anak asli desa Cahaya, makanya dia berusaha membelaku, dia mengira aku pahlawannya, dia salah satu fansku. Aih! Aku ke Ge-eR-an rupanya. Itulah kawan, jika kagum sudah melekat untuk orang lain, dia akan berkorban apa saja. Kau lihat saja fans-fans artis di negeri ini, mereka rela merendahkan harga dirinya, ah! Keterlaluan memang.

Langkahku sempurna terhenti. Seluruh inderaku terpancing fokus. Suara merdu itu! Dadaku berdegup kencang, suara merdu itu selalu bisa membuatku bergetar. Lantunan terindah, dari bibir wanita yang lembut itu. Bu Siska, lantunan al-Qur`an-nya bisa membuatku begitu nyaman rasanya.

Aku tak bisa bohong lagi, cintakah ini? Jika cinta, kenapa begitu merasukiku? Apakah aku pantas menjadi pendamping bidadari dunia itu? Aku hanya berani bermimpi, mimpi ketika bidadari itu membaca al-Qur`an bersamaku, di rumahku, setiap hari, agar aku serasa nyaman ketika aku lelah.

Astaghfirullah. Pantaskah, ya Allah?

^___^

 

Aku duduk bersila di hadapan Pak Lukman, kubuka kurma dari kulitnya, kubersihkan dan suapkan ke mulut Pak Lukman. Pak Lukman mengunyahnya setelah mengucap basmallah.

”Hatimu sedang resah, Pak Arif?”

Yang kutahu, dia selalu saja tahu kondisi hatiku.

”Iya, Pak. Hatiku selalu terbayang-bayang seorang wanita, aku mencoba menghilangkan perasaan itu, tapi aku tak berdaya, Pak. Aku takut berdosa.”

”Bu Siskakah?” seolah matanya memerhatikanku saksama, wajahnya dimajukan ke depan mendekatiku dan bibirnya tersenyum.

”Benar, Pak,” lirih suaraku mengakui.

”Pantas saja,” Pak Lukman mengalihkan pandangannya sejenak, lalu kembali melihat menatap wajahku, ”Dengarlah nasihatku, cinta itu adalah fitrah, Anakku. Makanya dalam syarat pernikahan itu salah satunya adalah tidak ada paksaan atau keduanya ridha untuk menikah, seperti Islam yang tidak dipaksakan kepada manusia tapi itulah jalan antara neraka dan surga. Jika kau melihat kebaikan, maka itu harus diperjuangkan.”

”Tapi, aku merasa tak pantas untuknya, Pak.”

”Pantas dan tidak pantas, saleh dan tidak saleh, itu adalah urusan Allah. Dan sejak kapan kau menjadi pesimis seperti itu, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, karena harapan itu wajib diperjuangkan. Cinta pun demikian, jika itu mengandung kebaikan maka wajib diperjuangkan. Lamarlah dia, jika pun gagal, maka kau telah lepas dari putus asa, kau telah berusaha.”

Aku menatap Pak Lukman yang tersenyum, aku meninggalkannya dan mengucapkan salam, Terima kasih Pak Lukman, selalu saja kau bisa membuat hatiku tenteram. Dan kini, saatnya cinta itu diperjuangkan.

^___^

 

Aku naik sepeda bersama Syahid, dia kubonceng. Jalanan aspal halus, membuat nyanyian hatiku seolah mendayu teramat indah dan memesona. Harapan di hatiku kian menjulang tinggi, setinggi langit ke tujuh.

Kera yang gelantungan di pohon, seolah berdendang dan bernyanyi mengiringi kisah hidupku. Beburung bekejaran, kadang jumpalitan di udara, saling bermain dan bernyanyi, menambah kidung indah di hatiku. Seluruh hewan yang tampak, terbang, melompat, menempel di batang, menatapku penuh harap, mendoakanku agar aku mencapai harapanku.

”Kak Arif seperti orang gila,” suara Syahid menambah senyumku lebih lebar, sepagi tadi dari bangun aku selalu tersenyum, dan dunia seolah tersenyum balas padaku lebih indah.

Pepohonan yang kulewati, gapura-gapura yang terpaku di tanah, patok-patok listrik yang tegak, langit yang digelar, di hari minggu ini. Menjadi saksi perjuangan cintaku, mengiringi perjuangan hatiku, perjuangan jiwaku.

Hampir sampai.

Rumah Bu Siska sudah kelihatan dari belakang, aku berbelok menikung ke kiri agar aku bisa masuk dari depan. Sepedaku kuhentikan, kala masih beberapa meter dari rumah Bu Siska.

”Kenapa, Kak Arif?”

Dua buah motor, terparkir di depan rumah Bu Siska. Seluruh syarafku bergetar, tanganku hampir lepas sendi-sendinya.

”Ayo, jemput bidadarinya, Kak. Ayo!”

Suara Syahid seolah tertelan matahari dan angin. Yang membuatku bergetar adalah kedua motor yang diparkir itu, satunya masih baru, milik Pak Yusuf. Dan satunya lagi, adalah milik pak Kaum. Berarti...

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!