Pengorbanan Cinta David

Presentasi

Tanpa ragu David menganggukan kepalanya, "Nanti kita bisa kan buka puasa bersama?" ujarnya.

 

Hamdan pun melirik ke arah Alex dan tersenyum betapa herannya meraka tetapi itu tidaklah aneh karena David menjalankan puasa sesuai aturan dalam agamanya begitu pun dengan Hamdan dan Alex.

 

"Siap lo tenang saja itu urusan belakang, by the way lo gak kena omel Nyokap sama Bokap lo Dav?" tanya Alex seraya mendekatkan wajahnya ke arah David dia takut jika terjadi sesuatu dengan temannya itu.

 

David menyilangkan kakinya dan meletakan tasnya di sampingnya, "Gue sudah mendapatkan izin kalian tidak perlu khawatir, apakah kalian mau ikut gue ke perpusatakaan?"

 

Hamdan bernapas dengan lega mendengar perjelasan David, "Baiklah gue akan ikut ke perpustakaan," sahutnya sambil bangun dari duduknya.

 

"Gue gak ikut ya ada urusan nanti kita bertemu di kelas saja," timpal Alex hari ini dia memang ada janji dengan seseorang ada job yang akan dia lakukan mengingat sebentar lagi bulan romadhan.

 

"Baiklah gue dan Hamdan ke perpus yah." David dan Hamdan pun berjalan meninggalkan Alex begitu saja.

 

Sesuai jadwal hari ini David ingin menghabiskan waktunya untuk membaca buku di dalam perpustakaan, sepanjang perjalanannya menuju perpustakaan dia tidak pernah melupakan untuk tersenyum kepada teman-teman kampusnya itu.

 

"Dan, bagaimana perasaan lo masuk ke jurusan akutansi menajegen?" tanya David saat mereka baru masuk ke dalam perpustakaan."

 

Hamdan teringat akan kejadian di mana dia harus memilih jurusan itu, lalu dia pun menceritakan kepada David awal dia mau memilih jurusan itu, yang mana ke dua orangtuanya yang menginginkan dirinya menjadi seorang yang hebat dan berpendidikan meski dia telahir dari keluarga rendahan di zaman yang semakin maju ini hampir semua pekerjaan kantor yang menerima pekerjanya yang sudah memiliki gelar S1.

 

Langkah David terhenti saat tidak sengaja melihat perempuan yang dikenalnya, "Dan tunggu Dan!" serunya seraya menyuruh Hamdan untuk ikut berhenti dan bersembunyi di baling rak buku.

 

"Ada apa sih hah?" gerutu Hamdan bingung dengan sikap David yang seperti orang yang punya salah atau melakukan kejahatan kepada orang lain sehingga harus bersembunyi seperti ini.

 

David pun melirik ke arah perempuan yang sedang duduk dengan buku di tangannya, "Ada Dinda Dan," katanya dengan sangat pelan.

 

Karena penasaran Hamdan pun ikut menoleh ke arah David memandang saat tahu siapa yang sedang dilihatnya dia pun menepuk bahu David, "Oh Dinda, dia itu anak rohis loh Dav," pekiknya.

 

David lantas langsung menoleh ke arah Hamdan, "Anak rohis? lo tahu dia itu tentangga gue."

 

"Hah seriusan lo?" Hamdan kaget tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh David. "Lo lihat saja penampilannya beda dari mahasiswa lainnya dia anak rohis gue kenal dia karena sering bertemu."

 

"Kemarin yang gue bilang habis bersilaturahmi ke rumah tetangga itu gue ke rumah dia juga, dia anak rohis ya?" ujar David pelan saat mengetahui bahwa Dinda adalah anak rohis ada perasaan aneh di sana, "Pantesan jarang kelihatan ternyata sibuk dengan organisasinya," lirihnya.

 

Hamdan memandang temannya itu, "Lalu kenapa kita harus bersembunyi kaya gini Dav, ya sudah yuk langsung duduk gue mau catat sesuatu nih!" ujar Hamdan dengan tidak sabaran.

 

Tentu saja Hamdan bingung dengan sikap David yang seperti ini dan baru kali ini juga dia melihat sosok David yang nampak berbeda, dengan perlahan Hamdan berjalan dan duduk di bangku yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi dan agak jauh juga dari tempat Dinda duduk.

 

'Aish kok gue jadi malu gini ya ketemu Dinda?' pekik David tidak mengerti dengan dirinya akhirnya dia pun berjalan menghampiri Hamdan dan duduk di sebelahnya.

 

Saat itu Dinda masih pokus membaca buku hingga tidak menyadari kehadiran David di dekatnya, diam-diam konsentrasi David menghilang dia mendadak gagal pokus karena kehadiran Dinda di dekatnya.

 

"Dav, kau tahu dengan sikap lo yang kaya gini tuh sama halnya dengan melakukan maksiat mata," ujar Hamdan mengetahui temannya yang terus melirik Dinda diam-diam.

 

Mendengar teguran Hamdan membuat David langsung menoleh, "Ah lo ganggu saja Dan, lirik dikit boleh kali," katanya sembari terkekeh.

 

"Lo suka dengan Dinda, Dav?" tanya Hamdan yang curiga dengan sikap David ditambah lagi perkataan temannya itu barusan.

 

David memalingkan pandangannya ke arah buku yang dia genggam dia mengabaikan pertanyaan Hamdan yang dia sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan, melihat David yang kembali pokus dengan bukunya Hamdan pun langsung mencatat tulisan yang sekiranya akan sangat dibutuhnya saat mengerjakan tugas dari Dosen mengenai mata pelajaran fisika.

 

Terdengar bel masuk berbunyi Dinda langsung merapihkan bukunya dan pergi tanpa menoleh ke arah lain bahkan cewek itu tidak sama sekali melihat ke arah David, saat Dinda sudah meninggalkan perpus pun David dan Hamdan pun langsung bergegas keluar karena ada presentasi di kelasnya pagi ini.

 

Saat ini kelompok David yang akan melakukan presentasi kini kelasnya berpisah dengan Hamdan jadi David agak sedikit lega karena bisa pokus dengan tugasnya.

 

"Selamat siang semuanya?" ujar Gio yang kebagian sebagai pembuka acara prestasi pada pagi hari ini.

 

"Baiklah sebelumnya saya akan menjelaskan tentang puasa di bulan syaban yang mana bulan ini sebenarnya adalah saat yang istimewa untuk beribadah sunah. Namun biasanya kaum muslim lebih fokus untuk menjalankan sunah di kedua bulan tersebut. Usamah bin Zaid berkata, "Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Syaban." Rasulullah SAW berkata, "Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa." (HR Imam An-Nasai)," jelas Gio dengan panjang lebar.*

 

Diam-diam David menyimak penjelasan yang dibawakan oleh teman sekelompoknya itu dia yang ditugaskan untuk mengarahkan power poin ikut membaca serta mendengarkan semuanya, hingga dia mencoba untuk mengingat dalil-dalil yang telah dijelaskan oleh Gio.

 

"Apakah saya boleh bertanya?" ujar seseorang setelah melihat Gio telah selesai menjelaskan materi pada presentasinya.

 

Semua mahasiswa kelas itu pun menoleh memandang ke arah perempuan yang mengangkat tangan kanannya sembari tersenyum memandang ke arah dua orang yang sedang berdiri di depannya.

 

'Dinda?' pekik David kaget melihat cewek itu kini berada di kelasnya Gio pun langsung mempersilahkan teman kelasnya untuk bertanya tapi hanya untuk dua orang penanya tercepat saja.

 

"Sebelumnya perkenalkan saya Dinda Cahya Ramadhan dari jurusan akutansi keuangan ingin bertanya mengenai materi yang telah disampaikan dan pertanyaan saya berapa hari puasa nisfu syaban itu? bisa tolong jelaskan! terima kasih, " ujar Dinda wajahnya tidak lepas dengan senyuman dan tubuhnya yang menunduk sopan kepada teman-temannya.

 

Sebelum Gio menjawab pertanyaan Dinda dia melirik ke arah David untuk menampilkan di layar karena sebelumnya dia pun sudah menyiapkan manfaat atau keutamaan puasa nisfu syaban.

 

"Baik sebelumnya terima kasih kepada saudari Dinda, puasa nisfu syaban adalah puasa yang hukumnya sunnah dan dilakukan pada hari ke 15 di bulan syaban puasa, pada malam nisfu syaban sendiri biasanya dilaksanakan pada ayyamul bidh 13 syaban sampai 15 syaban, yang berarti dimulai dari tanggal 27 sampai tanggal 29 Maret 2021." Gio menjelaskan secara detail dan dengan bahasa yang mudah dipahami.

 

Dinda tersenyum dan mengangguk paham akan apa yang dijelaskan oleh kelompok ini mengenai keutamaan puasa syaban.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!