Pengorbanan Cinta David

Jalan-jalan di Europa

"Besok kita jalan-jalan okey?" ujar sang Oppah mengejutkan.

 

"Seriusan Oppah?" sahut Raya dengan ragu dia tidak ingin ketika sudah senang malah tidak jadi pergi hal itu akan membuatnya kecewa berat saja.

 

Oppa pun menganggukan kepalanya, "Iya makanya nanti malam tidur cepat nanti kita jalan-jalan David kamu bisa bawa mobil kan Nak?"

 

Kaget saat dirinya ditanya tentang mobil, "Lah memangnya supir Oppah ke mana?"

 

"Hari ini kan hari raya mereka juga orang islam jadi izin pulang buat bisa kumpul bareng keluarga mereka masing-masing," sahut Ommah sambil meneguk air mineral.

 

"Oh pantas saja mereka gak balik-balik lagi, ya sudah nanti David yang akan bawa mobilnya deh." Akhirnya David mau mengendarai mobil jika biasanya dia akan selalu menolak untuk naik mobil kini dengan senang hati dia menyetujuinya.

 

Mendengar jawaban David sang Oppah pun menganggukan kepalanya sedangkan Raya masih asik menikmati cemilan buatan Ommah yang menjadi kesukaannya.

 

Saat ini mereka sedang asik menonton televisi bersama sambil memakan cemilan semenjak kembali ke Eropa David selalu tinggal di rumah paling tidak keliling di daerah dekat sini saja tidak pernah jauh sungguh luar biasa David mengalami perubahan yang drastis.

 

"Aku akan pergi tidur terlebih dahulu ya Ommah, Oppah dan kak David good night," seru Raya yang sudah bangkit dari duduknya, matanya terlihat sayu sekali dia memang tipe cewek yang tidak bisa bergadang.

 

"Good night to happy nice dreams okey!" David melambaikan tangannya kepada Raya.

 

Setelah Raya pergi tidak lama kemudian Oppah dan Ommahnya pun pergi ke kamar hingga tinggalah David seorang diri.

 

"Aneh kok gue belum ngantuk ya?" pekik David seraya menguap air matanya sudah menetes sejak tadi namun matanya masih ingin berjaga dan menatapi dengan pokus di depan televisi.

 

Akhirnya David pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar yang berada di lantai dua kamarnya sampingan dengan kamar Raya bagaimanan pun rumah Ommah dan Oppah ini cukup luas jika hanya dipakai berdua saja berenam dengan para pembantu rumah tangga.

 

Sebelum tidur David mengaktifkan ponselnya dia berniat untuk memberikan kabar kepada dua sahabatnya yang berada jauh di sana.

 

"Assalamualaikum David!" Terdengar suara Hamdan yang berseru.

 

"Waalaikumsalam bagaimana kabar lo Dan?" ujar David sambil tersenyum dia sangat rindu sekali bercerita dengan hamdan atau sekedar nongkrong di Caffe.

 

"Alhamdulillah baik, Dav gue mau lihat Eropa dong sudah lama lo tinggal di sana tapi belum pernah kasih tahu gue indahnya negara lo," gerutu Hamdan dia sangat ingin melihat luar negeri.

 

"Iyaiya nanti angkat ya kita vidio call saja oh ya undang Alex sekalian mumpung jaringannya lagi bagus nih." Hampir saja David melupakan Alex teman satunya itu memang kadang terlupakan sebab Alex juga jarang aktif.

 

Setelah vidio call tersambung tiba-tiba koneksi buruk membuat David membuka jendela kamarnya terlebih dahulu untuk menghirup udara segar dan menikmati gemerlap bintang yang indah.

 

"Woy David minal aidzin wal faidzin mas bro," seru Alex saat tahu bahwa yang menelponnya adalah ke dua temannya.

 

"Minal aidzin wal faidzin juga Lex gue sudah banyak merepotkan lo," ujar David sambil terkekeh.

 

"Bagaimana lebaran di sana ramai gak? seru gak? apa lo salat idul fitri di sana?" Hamdan menyahut ketika koneksi sudah membaik.

 

David mendudukan bokongnya di atas bangku yang tersedia di depan jendela kamarnya, "Alhamdulillah gue bisa merayakan hari raya idul fitri ya walaupun gak bisa lebaran bareng kalian tentunya tidak jauh berbeda bukan selain salat idul fitri, makan-makan dan bersilaturahmi."

 

"Syukurlah gue senang dengarnya Dav, gimana Oppah sama Oppah lo sehat-sehat kan?" tukas Alex yang menyahut terlebih dahulu.

 

"Alhamdulillah mereka sehat-sehat kok."

 

"Lah lo gak mau jalan-jalan Dav gue aja hari rabu mau jalan-jalan nih bareng keluarga gue senang Bokap sama adek gue kembali jadi kita semua pengen merayakan hariw raya dengan bertamasya keliling kota," ungkap Hamdan dengan menyengir wajahnya terlihat begitu senang membuat ke dua temannya pun ikut merasa senang juga.

 

"Selamat bro gue juga besok mau jalan-jalan baru saja Oppa meminta gue buat bawa mobil karena supir yang biasa bawa mobil sedang libur," sahut David sembari menyisir rambutnya dengan jemari tangannya.

 

Alex melotot kaget, "Hah seriusan lo mau bawa mobil sendiri? biasanya gak mau," celetuknya.

 

Seketika david tersenyum ternyata Alex masih ingat ketika dia pernah menolak untuk dibelikan mobil oleh Papahnya dan lebih memilih motor. "Terpaksa gak ada orang," sahutnya.

 

"Dav lo udah kasih kabar ke Dinda?" tanya Hamdan. "Kasihan dia nungguin kabar dari lo pastinya," lanjutnya dengan bercanda entah apakah yang dikatanya benar atau tidak.

 

"Ah gampang tenang aja lo mah oh ya kuliah masuk kapan ini?" David belum mendengar info terbaru dari kampusnya.

 

"Masih lama Dav lo tenang aja gak bakal ketinggalan info ko selama lo aktif terus," sahut Hamdan dia pernah kesal saat david tidak kunjung membalas pesan darinya.

 

"Iya tenang aja oh ya gue lagi di atas nih katanya lo mau lihat pandangan di Eropa gue kasih lihat nih!" David pun segera bangkit dari duduknya dan membiarkan kamera belakang yang menyala perlahan-lahan dia mengitari ponselnya agar ke dua temannya itu bisa melihat dengan jelas kerlap-kerlip lampu hotel dan gedung-gedung yang menyala.

 

"Waah bagus banget Dav gila gue serasa ada di sana jadinya." Alex berseru dengan riangnya.

 

"Eh Dav gue foto dulu ya tapi mana muka lo buruan nanti gue SS ya!" ujar Hamdan tak kalah hebohnya dengan Alex.

 

Pintu kamar yang yang belum David kunci pun membuat Raya bisa dengan bebas masuk ke dalam.

 

"Kakak sedang apa?" tanya Raya melihat David yang sedang bergaya di luar jendela kamarnya.

 

David menoleh kaget mendapati Raya sudah berada di belakangnya. "Raya kenapa belum tidur?" tanya David.

 

"Wihh siapa tuh Dav seksi banget!" Alex berseru tanpa dosa.

 

Mendengar hal itu David pun segera memindahkan layar depan agar Raya tidak kelihatan oleh ke dua temannya itu.

 

"Dav jangan bilang itu cewek baru lo di sana, parah nanti gue aduin aja ke Dinda," celetuk Hamdan entah mengejek apa bagaimana yang pasti ucapannya itu membuat David takut.

 

"Kamu kenapa belum tidur Ray?" tanya David pelan.

 

Raya duduk di tepi ranjang kamar David, "Raya kaget ka tadi mimpi serem jadinya iseng mau tidur laginya," ungkapnya.

 

Mendengar hal itu membuat David bingung dan serba salah jika Raya belum tidur kemungkinan besok anak itu akan mengantuk dan bangun siang.

 

"Eh gue udah dulu ya ada urusan sebentar kalian jangan salah paham dia itu sepupu gue awas aja kalau sampe diaduin ke Dinda!" ancam David sebelum memutuskan sambungan secara sepihak.

 

"Ya sudah yuk kakak temenin besok kan harus bangun pagi," ujar David kepada Raya sambil merangkul cewek itu mengiringi ke kamarnya.

 

****

 

Di Eropa David tidak lagi memiliki teman dekat selain Ommah dan Oppahnya, ke dua kakaknya pun masih berada di luar kota bersama para suaminya terakhir bertemu seminggu yang lalu saat David masih berada di Jakarta.

 

Jika biasanya David berkumpul dengan keluarganya pasti akan ada hari di mana mereka selalu berpergian kakak yang pertama sudah memiliki satu orang anak sedangkan kakak yang ke dua sedang mengandung sudah lima bulan.

 

Terbesit rasa rindu dalam diri David kepada ke dua kakaknya itu, dia memang bukan hanya dimanja oleh sang Mamah melainkan ke dua kakaknya pun memperlakukannya dengan manja meski terkadang kakak pertama selalu bersikap tegas kepadanya.

 

Seperti awal David menceritakan tentang jati dirinya yang sebenarnya kakak ke dua lebih acuh dan menerimanya sedangkan kakak pertama memberikan banyak nasehat kepadanya.

 

"Jadilah diri sendiri yang takut akan Tuhan dan bertanggungjawab."

 

"Gunakan waktu mudamu untuk semangat belajar dan bekerja dengan baik jangan berleha-leha agar ketika kau meninjak dewasa kamu sudah bisa menuai keberhasilan." Ada beberapa nasehat yang selalu dia ingat.

 

Pagi harinya David sudah bersiap-siap untuk pergi dia juga sudah memberi kabar kepada kakaknya bahwa dia akan berpergian takut mereka akan datang menemui Ommah dan Oppah nantinya.

 

"Kak aku, Ommah dan Oppah akan pergi bertamasya entah kapan akan pulang soalnya kami berniat akan bermalam di villa."

 

Begitulah isi pesan singkat yang David kirim kepada kakak ke duanya yang hendak pulang ke Eropa bersama sang suami.

 

Kakak ke dua lebih memilih tinggal di America dekat dengan orangtua dari Papah.

 

David!!" panggil Ommah dari bawah pelan namun terdengar jelas sebab rumah sepi seperti sekarang suara pelan akan terdengar nyaring.

 

David pun menoleh ke bawah mendapati Ommahnya yang sudah rapih, "Iya Ommah sebentar aku akan turun," sahutnya sembari tersenyum lalu dia pun bergegas menuruni anak tangga.

 

"Raya mana Dav?" tanya Oppa begitu melihat David hanya turun sendiri.

 

Mendengar nama Raya dia jadi menoleh ke belakangnya, "Lah memangnya dia belum turun?" ujarnya sambil merapihkan kera bajunya yang masih berantakan.

 

"Belum coba kamu susulin ke kamarnya jangan-jangan dia masih tidur lagi." Ommah terlihat lelah pasalnya dia sudah menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat namun ke dua cucunya itu belum juga turun ke bawah.

 

David pun menganggukan kepalanya, "Baik Ommah David susul Raya dulu di kamarnya," katanya dan langsung membalikan tubuhnya kembali menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya Raya.

 

Sesampainya di depan kamar Raya David pun langsung mengetuk pintu kamar cewek itudengan keras.

 

Tok ... tok ... tok

 

Suara pintu pun terdengar nyaring dari dalam kamar Raya yang masih sibuk dengan make upnya hanya bisa menyahut saja.

 

"Masuk!" pintanya masih dengan kegiatannya yaitu merias wajahnya.

 

Ketika mendapat izin untuk masuk David pun tidak ingin bertele-tele dia segera memasuki kamar dan benar saja dia langsung mendapati Raya yang sedang duduk di bangku rias.

 

"Astagfirullah Raya, kamu nih ya dipanggilin dari tadi sama Oppah dan Ommah gak nyahut-nyahut dikirain mereka kamu masih tidur ternyata sibuk merias diri," omel David sambil berdecak pinggang dia tidak habis pikir dengan sepupu ceweknya ini yang selalu ingin tampil menawan walaupun usianya yang masih 16 tahun dia sangat peduli dengan penampilan dirinya hingga dia ingin terlihat cantik dan menawan.

 

"Maaf ka aku tidak dengar," keluh Raya sambil merapihkan rambutnya yang menjuntai panjang.

 

Mendengar jawaban Raya membuat David hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Ya sudah buruan turun mereka sudah menunggu di ruang makan sebelum berangkat kita harus makan terlebih dahulu agar pas swab imun kita baik dan tidak terdampar virus," seru David mengingatkan dia tahu bahwa Raya adalah anak yang pelupa.

 

Raya pun menoleh, "Baik ka turunlah duluan nanti aku akan menyusul aku akan merapihkan kamarku terlebih dahulu sebelum pergi," katanya sembari tersenyum manis.

 

Akhirnya David pun turun ke bawah duluan dia ingin menemui Oppah dan Ommahnya dan memberitahu bahwa Raya sudah siap dan akan segera turun.

 

Melihat kepolosan Raya mengingatkan David akan sosok Dinda yang penurut dan sangat polos meski ke dua anak itu pandai dalan bicara.

 

"Bagaimana Nak apakah Raya baru bangun? Anak itu benar-benar ya selalu lambat dalam hal apapun," gerutu sang Ommah menyadari kekurangan cucu perempuannya itu.

 

"Tidak Ommah Raya sudah bangun sejak tadi dia sedang pokus merias wajahnya sehingga dia mungkin tidak dengar seruan Ommah dan Oppah sebentar lagi Raya akan segera turun kok," sahut David memberikan penjelasan akan faktanya tentang Raya.

 

"Astagfirullah Ommah sudah seudzon dengannya," ujar Ommah ada rasa sesal pada nada bicaranya.

 

Bagaimana tidak Ommah sudah memanggil anak itu beberapa kali namun tidak menyahut membuatnya mengira bahwa Raya masih tertidur pulas.

 

"Maafkan aku Ommah ini kesalahanku," lirih Raya tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Ommahnya.

 

David pun tersenyum senang saat mendengar ketulusan hati Raya, sesungguhnya dia sangat menyukai orang yang meminta maaf duluan meski belum tentu itu kesalahannya lagi pula apa susahnya meminta maaf?

 

"Iya sayang tidak seharusnya kamu minta maaf namun lain kali kalau ada orang yang manggil keluarlah terlebih dahulu dan bicaralah sebentar dengannya jangan diam atau pura-pura tidak mendengarnya." Ommah pun memberikan nasehat kepada Raya.

 

"Tapi Raya benar-benar tidak mendengarnya Ommah," ujar Raya memberikan penjelasan yang sebenarnya.

 

"Iya itu hanya sebagai contohnya saja kemarilah duduk kita makan bersama." Ommah pun meraih tangan Raya menyuruhnya untuk duduk di samping David.

 

Meski perkataan itu ditunjukan kepada Raya namun itu juga akan menjadi pelajaran untuk David ke depannya.

 

"Oppah kita akan pergi ke mana memangnya?" ujar David dia sudah menyimpan pertanyaan itu sejak tadi sehingga saat Oppahnya sudah selesai makan dia bisa menanyakannya.

 

Bukan menjawab pertanyaan David sang Oppa pun malah menoleh ke arah Ommah membuat David jadi ikut menoleh juga menatap wajah Ommahnya itu dengan saksama.

 

"Hhmm ada yang ingin kita kunjungi sebelumnya yaitu ke menara Eiffel setelah itu kita akan makan di sebuah caffe terkenal di Eropa, hanya itu saja namun terkadang rencana seseorang akan berubah jika mendapatkan kondisi atau situasi yang berbeda." Ommah menjelaskan semuanya dengan santai. Lalu dia pun meraih gelas dan meminumnya.

 

Ya David percaya akan kata-kata itu 'Terkadang rencana seseorang akan berubah jika mendapatkan situasi atau keadaan yang berbeda dari perkiraan sebelumnya' David pernah membuat rencana ketika itu namun saat takdir berkata lain dia bisa apa? Hanya diam dan menjalankan apa yang sudah ditakdirkan untuknya.

 

"Ya sudah jika semuanya sudah siap maka segerala ke mobil!" ujar Oppa memberikan peringatan kepada semuanya.

 

Setelah selesai makan mereka semua langsung bergegas merapihkan barang-barang yang akan dibawanya.

 

Penampilan David kali kni tidak kalah keren dari Raya jika wanita itu memakai outfit yang terbaru dari wanita zaman sekarang yaitu baju dress yang dibaluti jaket lepis serta memakai bando kesayangannya sedangkan David dia pun memakai celana jins serta baju kaos putih yang dilapisi dengan hoodie ala-ala Oppa Korea dan memakai kaca mata.

 

Setelah semuanya selesai David pun mulai mengendarai mobilnya dengan penuh kehati-hatian namun itu bukanlah David yang sebenarnya jika dia sedang membawa mobil sendiri atau bersama teman-temannya tentu saja dia akan mengebut hari ini dia sedang membawa Oppah dan Ommahnya yang sudah tua yang ada mereka nanti jantungan.

 

"Kak aku minjam handset dong!" rajuk Raya tepat di samping telinga David.

 

"Pakai saja," sahut David dia tidak akan memakainya sekarang sebab dia sedang pokus mengendarai mobil.

 

"David kamu hafalkan jalanannya?" ujar Oppah yanh berada di sampingnya.

 

Entahlah sudah lama David tidak keliling ke Eropa atau mengunjungi kota Paris, "David agak lupa Oppah jadi memakai google maps saja," katanya.

 

Oppa pun menganggukan kepalanya lupa akan perkembangan zaman yang semakin canggih.

 

Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal di seluruh dunia.

 

Menara ini seharusnya dirubuhkan pada tahun 1909 atau 20 tahun setelah berdiri. Tetapi karena menara ini memiliki antena radio yang berguna, pemerintah Paris mengurungkan niatnya untuk membongkar Menara Eiffel

 

Menara Eiffel memang terlihat lebih menakjubkan di malam hari. Hal ini karena berdasarkan statistik resmi, Menara Eiffel menggunakan sekitar 20.000 lampu untuk menghiasi langit malam. Tinggi Menara Eiffel bisa tumbuh sekitar 15 cm saat musim panas karena dipengaruhi oleh matahari. Tentu ini tidak mengejutkan karena menara ini seluruhnya terdiri dari metal.

 

akan sangat suka, melihat Raya sebagai cewek juga yang nampak senang happy karena banyak tempat untuk bisa berfoto atau sekadar memandangi ciptaan Allah SWT yang sungguh luar biasa indahnya," gumam David.

 

David lebih memilih untuk duduk di bangku panjang yang tersedia di halaman sana untuk para pengunjung atau pendatang bisa beristirahat ketika sedang lelah.

 

"Ka sini foto berdua!" seru Raya sembari mengarahkan kamera ponselnya ke arah David.

 

Karena dadakan akhirnya David pun langsung mengambil pose yang keren layaknya seorang modeling.

 

Raya menatap fotonya dengan kagum, "Wah ka David keren sekali ya aku baru tahu jika aku mempunyai saudara yang sangat tampan pantas saja menjadi model majalah atau iklan," celetuknya dengan mengamati wajah David.

 

Dengan gemas David pun mengacak-ngacak rambut Raya, "Hahaha kau lucu sekali ya sudah boleh kakak minta tolong fotoin di sana sendiri!"

 

"Bergayalah nanti akanku potret," sahut Raya sudah siap dengan kameranya yang hendak mengambil gambar David.

 

Beberapa kali Raya memotret David sehingga saat lihat hasilnya David tidak merasa kecewa.

 

"Bagus okey thank ya Ray," ujar David sembari tersenyum hangat kepada Raya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!